Beranda Hiburan Wisata 8 Tempat Wisata di Solo di Tahun 2019

8 Tempat Wisata di Solo di Tahun 2019

Tempat Wisata di Solo

Kalimat.ID – Solo merupakan salah satu kota Wisata yang berada di Jawa Tengah, kali ini saya akan membahas Tempat Wisata di Solo yang bisa Anda jadikan referensi dalam berkunjung ke kota Solo atau Surakarta ini.

Surakarta atau kota Solo lebih dikenalnya memiliki kebudayaan yang cukup kental, baik dari sejarah keluarga dari kerajaan Keraton Jawa yang berasal dari Solo, pusat bahan tekstil seperti Pasar Klewer dan lain sebagainya.

Kota yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 500 ribu jiwa ini, dengan luas kota 44 km2, kota Solo sendiri berada dalam perbatasan dengan Kabupaten Karangayar, dan Sukoharjo di Timur dan Baratnya kota Solo, dan kota solo merupakan kota terpadat ketiga setelah Bandung dan Malang di pulau jawa.

Berikut 8 Daftar Tempat Wisata di Solo Tahun Ini

Bagi Anda yang ingin berlibur ke Jawa Tengah namun tidak memiliki kota tujuan, maka kota Solo menjadi tujuan yang layak untuk Anda singgahi, baik Anda yang sedang berada di Solo alangkah baiknya juga berwisata ke tempat wisata di Solo yang telah penulis rangkum khusus untuk Anda.

1. Taman Balekambang Surakarta

Taman Balekambang
Image by: ksmtour.com

Tempat wisata di Solo kali ini jatuh ke Taman Balekambang, taman ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1921 saat itu dibangun oleh KGPAA Mangkunagara. Namun saat pertama kali taman ini dibangun dengan nama Partini Tuin, nama ini diambil dari putrinya bernama Partini.

Teduhnya karena pohon rindang yang ada ditaman ini menambah kesejukan saat bersantai di Taman Balekambang, selain itu taman ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas publik pada umumnya yang ada disetiap taman-taman yang ada di kota lain juga di Solo.

Pada saat dahulu Taman Balekambang hanya untuk keluarga dari Kerajaan saja, namun pada saat masa Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati ke-7 Taman ini dibuka untuk umum atau untuk Masyarakat sekitarnya yang berada di Surakarta.

Namun sangat disayangkan Taman Balekambang dulu sempat terbengkalai dibiarkan saja, dan tidak terurus dan terawat, kini pemerintah kota Solo/Surakarta sudah dilakukan sebuah renovasi di luas lahan 9,4 Hektar ini, namun hanya 5,4 hektar saja yang masih berfungsi, maka dari itu dibutuhkan waktu yang lumayan untuk bisa mengembalikan seperti dulu pada Taman Balekambang ini.

Namun kini Taman Balekambang sudah kembali asri dan nyaman, jika ditelik lebih detail Taman Balekambang ini hampir sama dengan Kebun Raya Bogor, namun hanya ada perbedaan dari luas tanah saja, Kebun Raya Bogor memiliki luas tanah yang lebih besar dan memiliki sebuah istana Presiden namun berbeda dengan Taman Balekambang sama sekali tidak.

Pemerintah kota Solo juga akan merencakan Taman Balekambang menjadi taman Botani, nanti akan banyak memiliki jenis pohon-pohonan yang langka serta tumbuh rindang, sebuah rencana juga akan dibangun sebuah gedung thater terbuka, dimana kelak akan digunakan untuk sebuah acara pentas Ketoprak.

Selain memiliki pemandangan indah yang menyejukkan mata, Taman Balekambang juga dijadikan tempat acara sebuah seni asal Solo, karena Taman Balekambang ini memiliki 2 tempat yang megah, panggung luarnya saja bisa menapung 1.000 orang, dan area ini biasanya dipakai untuk pentas Sendratari Ramayan yang biasa dilakukan setiap bulan purnama, selain itu juga dua tempat ini dipakai untuk pentas musik keroncong, dan pertunjukan semua disini dibuka untuk umum.

2. Taman Sriwedari

Taman-Sriwedari

Tempat wisata di Solo berikutnya adalah sebuah taman bernama Taman Sriwedari, sebuah taman rakyat untuk sekedar hiburan dan bersantai melepas penat dalam kehidupan sehari-hari, taman ini sudah ada sejak 10 tahun terakhir, sebagian orang yang singgah di solo juga menyempatkan mampir ke taman ini loh, Anda berminat?

Taman Sriwedari didirikan oleh Paku Buwono ke-10, Taman Sriwedari sendiri berlokasikan di Kec. Lawiyan, Kota Surakarta, ada beberapa omongan dimana jika berkunjung ke Solo namun belum sempat ke Taman Sriwedari ini dibilang belum cukup keren sih, jika belum nongkrong disini.

Pada halamna depan Taman Sriwedari ada sebuah gedung bernama Plasa Sriwedari, isi dalam wahana ini masih sama yakni taman bermain dan juga merupakan sebuah pusat budaya, tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke solo kalau tidak menyempatkan hadir ke Plasa Sriwdari ini.

Oia Taman Sriwedari juga pernah menjadi tempat bergelarnya acara PON (Pekan Olaraga Nasiona) ke-1 pada tahun 1948, namun pada masa itu Taman Sriwedari ini masih dalam sengketa antara Pemerintah Kota dan ahli Waris dari KRMT Wirjodiningrat.

Jika Anda ingin mengunjungi Taman Sriwedari Anda cukup merogoh kocok sebesar Rp. 7.000/Orang dan jika ingin masuk ke GWO anda dikenakan kocek sebesar Rp. 3.000/Orang, jadi total menghabiskan uang untuk masuk kesini terbilang murah sekitar 10 ribu saja, Taman Sriwedari sendiri beralamatkan di Jl. Brigadir Jenderal Slamet Riyadi Nomor. 275, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah 57141.

3. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran

Angin sejuk menemani Anda ketika mengunjungi Pura Mangkunegaran di Kota Solo, mereka yang baru berkunjung kesana terkesan kagum karena keindahan warisan leluhur kerajaan di Jawa, banyak dari pengunjung lokal dan dari luar negeri singgah untuk mengenal sejarah budaya kota Surakarta terlebih lagi peninggalan sejarah dari Kerajaan Jawa itu sendiri yang berada di Pura Mangkunegaran.

Banyak dari para wisatawan terkagum dan terkesan dimana bangunan kayu ini tertata rapih diluas lahan 10 Hektar yang berada di tengah kota Solo ini, Pura Mangkunegaran sendiri berlokasikan di Kelurahan Keprabon, Banjarsari, Kota Solo, selain menjadi objek wisata Pura Mangkunegaran juga merupakan kediaman dari Sri Paduka Mangkunagara.

Jika Anda ingin berkunjung kesini tidak terlalu sulit untuk bisa kesini, bangunan dari Pura Mangkunegaran ini masih terawat dan terjaha, namun juga sebagian dari bangunan peninggalan ini juga dilakukan renovasi, namun tidak mengubah dari bentuk Pura Mangkunegaran.

Menilik sejarah dari Pura Mangkunegaran, Praja Mangkunegaran bentuk berdasarkan sebuah perjanjian Salatiga, dimana disepakati di tahun 1757 merupakan solusi atas perlawanan yang dilakukan oleh Raden Mas Said yang merupakan Pangeran dari Sumbernyawa yang kelak menjadi Mangkunagara I, terhadap Sunan Pakubuwan III.

Namun Raden Mas Said menguasai wilayah sebagian dari bekas kerajaan Mataram ini tertuang dalam perjanjian Giyanti pad atahun 1755, wilayan ini termasuk dari 49% wilayan dari Kesunanan Surakarta setelah berakhirnya perang Pangeran Diponegoro.

4. Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi
Image by: klikhotel.com

Tempat wisata di Solo selanjutnya adalah Museum Batik Danar Hadi, muesum ini hadir atas keinginan H. Santosa Doellah yang merupakan pengusaha Pribumi, bertujuan untuk melestarikan batik di Kota Solo, akhirnya museum ini bernama Museum Batik Danar Hadi, yang berlokasukan di Jalan Utama Kota Solo.

Museum Batik Danar Hadi dibangun pada tahun 1967, museum ini menawarkan pameran beberapa batik berkualitas terbaik, seperti Batik asli dari Keraton Solo, batik China, Batik Jawa Hokokai yang diadaptasi dari budaya Jepang, batik pesisir yang berasal dari Kudus dan Pekalongan, batik dari pulau Sumatera dan berbagai jenis batik yang berada di daerah Indonesia.

Museum Batik Danar Hadi ini memiliki koleksi batik sekitar 1.000 helai kain batik, dan sudah mendapatkan sebuah rekor MURI dalam kategori museum batik terbanyak di Indonesia satu-satunya, para pengunjung Museum Batik Danar Hadi juga bisa melihat proses dari pembuatan Batik itu sendiri, dan bisa langsung mempraktikkannya langsung dalam sebuah Workshop yang diadakan di Museum Batik Danar Hadi itu sendiri.

Selain bisa belajar membuat Batik dari pelatihan itu, Anda juga disuguhkan dengan ukiran dari bangunan khas jawa ini, yang berada di samping Museum Batik Danar Hadi atau dikenal sebagai Ndalem Wuryaningratan. Ndalem Wuryaningratan senidri merupakan tempat tinggal dari Pangeran Wuryaningrat yang merupakan menantu dari Pakubuwono ke-X.

Bangunan Museum Batik Danar Hadi dirancang seperti tempat tinggal bangsawan pada masa dulu, dengan gaya khas Jawa dan juga sebagian artsitektur dibuat dengan gaya Benuar Eropa, Tahun 1997 H. Santosa Doellah pemilik dari Museum Batik Danar Hadi membeli bangunan ini dan berganti nama menjadi House of Danar Hadi dengan mempertahankan arsitektur dari bangunan ini sendiri.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Museum Batik ini berlokasi di Jl. Brigadir Jenderal Slamet Riyadi Nomor. 261, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah 57141, dan buka pada pukul 09.00 WIB dan tutup pada Pukul 16.30 WIB, untuk tiket masuk cukup merogoh kocek Rp. 35.000/Orang/Umum dan Pelajar sendiri dikenakan biaya sekitar Rp. 8.000/Orang.

5. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg
Image by: nusantaranews.co

Benteng Vastenburg merupakan sebuah benteng bekas peninggalan Hindia Belanda di Indonesia, yang berlokasi di Gladak kota Solo atau Surakarta, Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1745 oleh perintah Gubernur Jenderan Baron Van Imhoff, benteng ini dibangun untuk mengawasi terhadap para penguasa di Surakarta, lebih khusus terhadap ancaman dari Keraton Surakarta, Benteng Vastenburg ini juga dibangun menjadi pusat dari Garnisun.

Namun setelah kemerdekaan Indonesia Benteng Vastenburg digunakan untuk markas TNI dalam memperjuangkan Kemerdekaan pada masa tahun 1970 hingga 1980-an, Benteng Vastenburg ini digunakan untuk pelatihan prajurit Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad di Solo.

6. Pasar Klewer

Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
LEBARAN KLEWER LIBUR- Warga beraktifitas di Pasar Klewer, Solo, Jumat (23/6). Di hari lebaran aktifitas perdagangan di pasar tersebut libur.

Pasar Klewer merupakan sebuah pasar tekstil terbesar yang berada di Kota Solo, pasar ini tidak jauh letaknya dari Kresidenan Kraton Solo, juga pasar ini merupakan pusat belanja batik yang dijadikan rujukan para pedagang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga Semarang, dan kota lainnya di Pulau Jawa dan lua Pulau Jawa.

Pasar Klewer sendiri terdiri dari dua lantai bangunan, memiliki 1476 pedagang disini dengan jumlah kios atau warung 2064 unit yang berada di pasar Klewr ini. Pasar Klewer menjadi psat pertumbuhan ekonomi dari kota Solo, juga menjadi salah satu destinasi tujuan tempat wisata di Solo.

Pusat belanja ini berada di jalan Dr. Radjiman sejak berdiri tahun 1942, pada masa pemerintahan Presiden ke-2 RI Pak Soeharto meresmikan Pasar Klewer ini pada tahun 1972, namun pasar ini pernah mengalami kebakaran dan sempat memiliki cabang di Pasaraya namun sudah kembali di renovasi.

Pada masa penjajahan yang mana Jepang dan Belanda masih menjajah, Pasar Klewer ini merupakan pemberhentian stasiun kereta api sekaligus pusat perdagangan pada kala itu, namun pada masa itu pasar ini belum memiliki nama Klewer, namun bernama Pasar Slompretan.

Jika Anda berkunjung ke Solo alangkah baiknya Anda bisa singgah ke pasar yang satu ini, dimana pasar ini banyak menyediakan berbagai bahan tekstil dan pusat batik di kota Solo, jika Anda pemburu pakaian dengan bahan tekstil terbaik maka Pasar Klewer menjadi jawabannya, berwisata sekaligus berbelanja kan lebih asikk.

7. Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta
Image by: indonesiakaya.com

Tempat wisata di Solo selanjutnya adalah Masjid Agung Surakarta, memang tidak afdol jika berkunjung ke suatu kota namun tidak menyempatkan ibadah bagi umat muslim, selain memiliki sisi keunikan tersendiri mesjid-mesjid yang berada di kota di Indonesia juga memiliki sejarah yang kelam dan unik, baik dari sejarah dan arsitektur bangunannya.

Masjid Agung Surakarta sendiri berlokasi di alamt, Jalan Great Mosque Street No.1, Kauman, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57122, nah keunikan dari mesjid ini dari sejarah nya, dulu mesjid ini bernama Mesjid Ageng Keraton Surakarta Hadiningrat yang mana mesjid ini merupakan milik kerajaan Surakarta Hadiningrat.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Surakarta menjadi tempat syiarnya agama islam yang berada di kota Solo tersebut, Masjid Agung Surakarta sendiri dibangun oleh Sunan Pakubuwono ke-III pada tahun 1768, mesjid ini masuk dalam kategori mesjid Jam’i.

Meskipun sudah menjadi mesjid umum, namun mesjid ini masih digunakan dalam acara keagamaan seperti Grebeg dan festival Sekaten. Pegawai yang berada di mesjid ini disebut dengan Abdi Dalem Kraton dan Raja Surakarta sendiri berperan sebagai pengatur urusan Agama.

8. Pandawa Water World

Pandawa Water World

Tempat wisata di Solo selanjutnya adalah sebuah wahana bermain air dikenal dengan nama Pandawa Water World, yang merupakan wahana air yang berada di kota Solo, setidaknya Pandawa Water World memiliki 27 wahana air yang siap menghibur para pengunjung, seperti:

– Wave Pool
– Black Hole Slide
– Racer Slide
– Kunti Children & Toodler Pool

Untuk fasilitasnya sendiri terbilang lengkap di Pandawa Water World, seperti:
– Tempat Ibadah Musola
– Nursey (Tempat Menyusui)
– Action River
– Keselamatan pengunjung P3K
– Restroom
– Dan lain sebagainya

Jika Anda ingin berkunjung kesini, lokasinya di alamat Jalan. Komplek Pandawa Jalan Cemara Raya Gedangan, Dusun 2, Grogol Kabupaten Sukoharjo, Jateng (Jawa Tengah) Kode Pos 57552.

Jika ke Solo memang tak lepas dari sejarah masa lalu disini, baik itu perjuangan melawan para penjajah yang dilakukan oleh Kerajaan Jawa yang berada di Solo dalam mempertahankan Nusantara pada masa itu, maka tidak asing banyak di Solo peninggalan dari kerajaan Jawa pada masa lalu yang kini menjadi tempat wisata budaya dan sejarah, selain itu Solo juga merupakan pusat dari tekstil terbaik di Indonesia dan menjadi pusat Batik Nasional.

Komentar disini
error: