18 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Asik Juga Keren

Tempat Wisata di Banyuwangi

Kalimat.ID – Tempat Wisata di Banyuwangi, terletak di Kabupaten Banyuwangi sebuah Kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur berada bagian paling ujung timur dari pulau Jawa, dan di seberang nya berada pulau bali.

Tempat Wisata di Banyuwangi memang menjadi ikonik dalam pendapatan APBD terbanyak di Banyuwangi, maka dari itu kota ini sangatlah memperhatikan segi pariwisata, banyak dari tempat wisata yang ada dikelola oleh Pemda sekitar.

Dengan luas wilayah 5.782,50 km2, menjadikan kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten terluas dan terbesar di Jawa Timur bahkan seantero pulau Jawa, selisih dikit dengan pulau bali yang memiliki wilayah luas 5.636,66 km2.

Berikut Rekomendasi 18 Tempat Wisata di Banyuwangi Wajib Anda Kunjungi:

Keindahan alam Banyuwangi bukan saja dari keindahan alam buatan saja, akan tetapi 80% pariwisata di Banyuwangi merupakan keindahan alam, sebagian besar keindahan Pantai-pantainya yang membuat kita betah berada di pantai, belum lagi wisata pegunungan, savana, hutan dan lain sebagainya.

1. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

Tempat wisata di Banyuwangi pertama ialah Taman Nasional Alas Purwo atau dikenal dengan TN Alas Purwo adalah sebuah taman Nasional dari Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Taman Nasional Alas Purwo menjadi tempat wisata di banyuwangi, surganya bagi makhluk hidup baik itu flora dan fauna yang hidup pada habitatnya disana.

Selain itu Taman Nasional Alas Purwo dijadikan tempat wisata untuk mencari nafkah bagi Masyarakat sekitar, dengan luas sekitar 43 ribu hektar, semua luas terdiri dari Hutan bakau, Savana, Hutan pantai dan hutan tropis yang berada di dataran rendah.

Selain menjadi tempat wisata, Taman Nasional Alas Purwo juga dijadikan tempat untuk berlindung nya flora dan fauna, terkadang di tempat ini banyak dilakukan penelitian dari PERHUTANI dalam membuat beberapa jurnal dan makalah.

Tapi tenang saja dengan luas 43 ribu Hektar di Taman Nasional Alas Purwo sudah menyediakan beberapa tempat penginapan untuk para wisatawan yang ingin bermalam disini, biasanya para pengunjung tidak sempat menikmati semuanya jika hanya berlibur satu hari saja.

Kegiatan yang sering dilakukan oleh para wisatawan pada umumnya adalah mengabadikan beberapa tempat indah dalam jejak digital mereka, ya keindahan alam Indonesia di ujung timur jawa ini memang sangat mempesona dan Taman Nasional Alas Purwo menjadi tempat pavorit bagi para fotopgrafer profesional.

Alamat: Jl. Brawijaya No.20, Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68416
Tarif Karcis: Rp. 15.000,00 Untuk wisatan lokal dan Rp. 150.000,00 untuk wisatan asing
Jam Buka/Tutup: 07.30-16.00 WIB

2. Taman Blambangan

Taman Blambangan

Tempat wisata di Banyuwangi berikutnya adalah Taman Blambangan sebuah tempat yang besar yang berada di alun alun terletak di Kota Banyuwangi, sebelumnya lapangan ini diberi nama Lapangan Tegaloji hal ini dikarenakan terdapat beberapa bangunan diperuntukan untuk warga kolonial Belanda.

Taman Blambangan salah satu taman yang sangat strategis dikarenakan berdekatan dengan area pusat Kota dan juga pantai serta pasar tradisional di Banyuwangi. Tentunya akses ke Taman Blambangan ini cukup mudah, bahkan Taman Blambangan pernah menjadi tempat syuting salah satu acara TV Inbox.

Luas Taman Blambangan ini cukup besar juga yakni 32 Ribu meter persegi, jika berjalan diarea ini banyak melihat rerumputan hijau yang bisa membuat mata bergerak, juga pada umumnya di pinggiran taman sudah dibuat akses untuk para pejalan kaki dan olahraga Jogging.

Pada arah barat Anda bisa melihat Gelanggang Seni dan Budaya, dengan bentuk bangunan khas Candi, gedung ini biasanya dijadikan tempat menggelar dan memperkenalkan budaya asli Jawa dan Kota Banyuwangi kepada wisatawan dan Masyarakat sekitar.

Fasilitas Taman Blambangan juga cukup lengkap, ada tempat untuk bermain Skateboard dan juga beberapa lapangan Basket, biasanya para wisatawan menjajal area skateboard dan bermain Bola Basket, tak hanya itu disini juga para pedagang menjajakan makanan Khas dari Jawa Timur khusunya Banyuwangi.

Alamat: Jl. Diponegoro No.2, Kepatihan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68411
Tarif Karcis: –
Jam Buka/Tutup: 24 Jam

3. Watu Dodol

watu dodol

Tempat wisata di Banyuwangi ketiga yakni Watu Dodol, merupakan sebuah kawasan perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan wilayah Kabupaten Situbondo, nama Watu Dodol sendiri diambil dari sebuah batu besar yang tinggi 6 meter berlokasi diantara ruas jalan raya, lokasi ini kurang lebih 5 Kilometer dari jaraknya pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Watu Dodol adalah sebuah wisata pantai yang dekat dengan batu tinggi sekitar 6 meter, dengan memiliki panorama keindahan yang bagus. Wisata ini berada di sebelah selat bali, Anda akan melewati batu ini ketika Anda pergi dari perjalanan kota Banyuwangi menuju Situbondo melalui jalur pantura, maka Anda akan melihat Batu Watu Dodol itu sendiri.

Watu Dodol menjadi destinasi wisata populer tidak hanya dikalangan wisatawan luar saja tetapi juga lokal bahkan warga sekitarnya juga, terutama pada musim liburan datang, apalagi tempat ini sangat mudah diakses karena berada di pinggir jalan saja.

Dari Watu Dodol Anda bisa melihat pulau Bali, selain itu para wisatawan bisa mudah melihat kapal-kapal berlayar menyeberangi selat Bali menghubungkan Banyuwangi dan Pulau Bali, jika Anda melihat kearah seberang jalan maka Anda akan melihat bukit, Anda bisa menyebrang dan naik keatas bukit untuk bisa menyaksikan lebih jauh keindahan dari Watu Dodol baik itu Pulau Bali dan Kapal berlayar.

Alamat: Jl. Situbondo – Banyuwangi, Parasputih, Bangsring, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68455
Harga Karcis: Rp. 5.000 Hari biasa dan Rp. 7.000 hari libur
Jam Buka/Tutup: 24 Jam

4. Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah
Image by: katalogwisata.com

Pulo Merah atau biasa disebut Pantai Pulau Merah sebuah objek wisata dari pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, pantai ini lebih dikenal dengan nama bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak dari bibir pantai.

Bukit ini bisa Anda kunjungi ketika air laut surut, juga terdapat sebuah Pura dimana menjadi tempat ibadah Agama Hindu saat melaksanakan upacara Mekiyis, dan Pantai Pulau Merah ini dikelola oleh PERHUTANI Unit 2 Jawa Timur, Banyuwangi Selatan.

Objek wisata yang terdapat di Pulau Merah:

pulau merah
Image by: winatour.com

1. Snorkeling walaupun tidak seperti wisata Karimun Jawa dan pantai lainnya, Pantai Pulau Merah masih menyuguhkan keindahan bwah lautnya.

2. Pantai yang terhampar kurang lebih 3 KM ini cukup untuk meluangkan waktu rehat sejenak menikmati angin pantai dan pemandangan sunset dengan menyewa kursi Rp. 25.000/Jam.

3. Berselancar, Pantai Pulau Merah juga merupakan surganya bagi para peselancar lokal maupun asing, meskipun tinggi ombak nya tidak setinggi pulau Plengkung namun rata-rata ombak di Pulau Merah ini cukup tinggi juga kisaran 2 hingga 4 meter. Untuk sewa selancarnya sendiri dikenakan tarif Rp. 50.000 ribu.

4. Ketika air surut Anda bisa melihat dan menjajal bukit kecil dari Pulau Merah ini, waktu yang tepat untuk mengelilingi bukit kecil hijau ini adalah jam 3 Sore karena jam itu air pasang surut, dari atas bukit Anda bisa menikmati hamparan laut biru dan menyaksikan keindahan terbenamnya matahari melalui pantulan air laut.

5. Mengunjungi Pura: Didaerah sana terdapat sebuah Pura rumah ibadah yang sering digunakan oleh Umat Hindu untuk upacara. Pura ini dibangun pada tahun 1980-an.

6. Wisata Kuliner: tentunya pada setiap tempat wisata pasti akan ada lokasi untuk mengganjal perut kosong, ya disini Anda bisa menikmati berbagai makanan dari Pulau Merah berupa Rujak Soto, Rujak Bakso, Rawon dan makanan khas lainnya.
Alamat: Sumberagung, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68488, Indonesia

Harga karcis: Rp. 8.000/Orang
Uang parkir: Mobil Rp.5.000 dan Motor Rp. 2.000
Penginapan: Rp. 100.000/Malam untuk rata-rata harga

5. Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi adalah satu mesjid besar yang terletak di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, mesjid merupakan rumah ibadah umat islam. Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi sering mengadakan kegiatan pengajian rutin setiap Kamis malam.

Sama seperti di kota lainnya pada umumnya mesjid juga dijadikan tempat wisata dan tempat ibadah, rata-rata orang mengunjungi mesjid memang untuk ibadah selain itu banyak juga yang mengabadikan momen disetiap kota dimana mesjid itu mempunyai sejarah yang panjang dalam masa pembangunannya.

6. Teluk Hijau

teluk hijau

Teluk Hijau mulai dikenal masyarakat luas pada pertengahan tahun 2015, hingga kini Teluk Hijau masih menjadi tempat favorit untuk trend wisata lainnya di kota Banyuwangi. Teluk Hijau lokasinya relatif aman untuk Anda yang ingin berenang, ombaknya rata-rata tidak terlalu berbahaya namun tetap waspada.

Lebih menarik lagi yakni terdapat sebuah pantai Batu, yappps tempat wisata ini pantainya ditutupi oleh bebatuan bukan hanya pasir yang dimiliki pantai pada umumnya, hal yang unik adalah pantai batu ini seperti tertata dengan rapi namun kenyataannya pantai batu ini tersusun secara alami tanpa campur tangan manusia didalamnya.

Selain keindahan Teluk Hijau disini juga memiliki pesona dengan air terjunnya yang indah, karena air terjun inilah Teluk Hijau menjadi istimewa, lokasi air terjunnya sendiri tidak terlalu jauh dari bibir pantai Teluk Hijau hanya kisaran 21 meter saja.

Jika ingin melihat Teluk Hijau secara langsung Anda bisa pergi dengan jarak kisaran 300 meter antara pantai batu dan Teluk Hijau. Keberadaan Teluk Hijau ini memang tersembunyi, dari sebelah timur dan barat pada pantai Teluk Hijau terdapat sebuah karang yang lumayan tinggi sehingga menyulitkan akses untuk kesini jika menyusuri pantai. Akses untuk bisa ke Teluk Hijau sendiri yakni berada di hutan kecik berada di ujung jalan setapak pantai Batu.

7. Taman Sritanjung

Taman Sritanjung

Taman Sritanjung Banyuwangi, jika di Surabaya mempunyai Taman Bungkul namun Banyuwangi juga memiliki taman yang tak kalah cantiknya. Berada di tengah kota dan menjadi kebanggaan warga kota Banyuwangi.

Taman Sritanjung menjadi salah satu ikon dan menjadi taman terbaik yang berada di Banyuwangi, Taman Sritanjung cocok untuk menjadi tempat rehat bersama keluarga dan rekan kerja atau bersama sodara untuk menikmati taman terbaik yang berada di Banyuwangi ini.

Taman Sritanjung dengan nuansa yang asri dan dirindangi oleh pohon-pohon yang menyejukkan dan ditambah dengan angin sepoi-sepoi membuat hati dan pikiran menjadi fresh. Dengan konsep minimalis Taman Sritanjung dibangun, selain taman ini sangat terawat, disana juga terdapat air mancur yang berada di tengah taman dengan deretan pohon cemara yang rindang.

Jika berada di Taman Sritanjung Anda akan di suguhkan dengan berbagai jenis bunga baraneka ragam dan warna, namun Anda tidak akan bisa menemukan ini di semua tempat di Taman Sritanjung hanya tempat-tempat tertentu saja, karena konsep dari Taman Sritanjung sebagai ruang terbuka hijau.

Untuk fasilitas sendiri ya memiliki fasilitas pada umumnya yang memiliki lintasan untuk orang yang suka jogging lari pagi dan sore, juga memiliki jalan setapak dan memiliki bangku dimana bisa untuk duduk bersantai ria bersama keluarga, oia yang unik juga di sepanjang taman ini memiliki refleksi stone.

8. Pantai Boom

Pantai Boom
Image by: pantainesia.com

Banyuwangi terletak pada ujung Jawa Timur ini memang identik memiliki destinasi wisata pantai yang banyak dan indah salah satunya adalah Pantai Boom, jika Anda berlibur atau memiliki waktu ketika ke Bali sebaiknya Anda singgah di Pantai Boom.

Pantai Boom dahulunya merupakan pelabuhan namun kini sudah tidak lagi, akses untuk kapal-kapal kini berada di Ketapang. Pantai Boom berada di lokasi Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Jawa Timur, Anda bisa melewati Simpang Lima, melewati Jl. Dr Sutoo sampai ketaman Blambangan untuk bisa menuju akses Pantai Boom.

Umumnya untuk bisa ke Pantai Boom tidak lah terlalu sulit, karena pada papan informasi jalan raya sudah menampilkan jalan untuk menuju Pantai Boom. Akses jalan sudah bagus dan bisa untuk dilalui berbagai kendaraan, juga tidak kalah ketinggalan transportasi umum juga ada misalnya saja becak.

Harga karcis: Rp. –
Pakir: Rp. 2.000 hingga 8.000

9. Desa Wisata Osing

Desa Wisata Osing

Tidak hanya menarik wisatawan dari keindahan alam yang dimiliki kota Banyuwangi, tapi kebudayaan yang berada disana juga berhasil menjadi daya tarik tersendiri di Kota Banyuwangi. Dengan konsep Ekoturisme kota Banyuwangi berhasil mengembangkan sektor pariwisata dan budaya yang dikelola langsung oleh Pemkot dan Pemda.

Desa Wisata Osing berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, penduduk disini memiliki satu suku dengan adat istiadat dan budaya yang khas pada suku ini, yang dikenal sebagai Suku Osing ata Using, pemerintah setempat menjadikan Desa Wisata Osing sebagai cagar budaya.

Penduduk Osing sendiri merupakan Masyarakat Blambangan, keturunan dari kerajaan Hindu Blambangan, hal ini berbeda dengan suku lainnya seperti Madura, Jawa dan Bali, jika dilihat dari adat dan istiadat beserta budaya dan bahasanya.

Pada masa penjajahan kolonial belanda tahun 1830-an, pada mulanya desa ini hanyalah hamparan sawah dan hutan milik penduduk desa Cungking yang menjadi cikal bakal Masyarakat Osing. Masyarakat disini memiliki tradisi yang dijalankan secara turun temurun.

Salah satu adat budaya dari desa Kemerin (Osing) adalah dalam bercocok tanam, masyarakat Kemiren melakukan selamatan sebelum menanam benih, saat padi mulai terisi hingga panen raya terjadi. Pada masa panen petani menggunakan ani-ani diringi dengan suara angklung dan gendang yang dimainkan di pematang sawah.

Pada saat panen para perempuan memainkan tradisi Gedhoan yaitu memukul lesung dengan alu sehingga menimbulkan suara yang merdu, biasanya ini disebut dengan musik lesung dan menjadi kesenian yang masuk dalam kelestarian budaya milik suku Using (Osing).

Selain menawarkan tempat wisata sosial dan budaya disini juga terdapat kolam renang, tempat bermain dan tentunya sebuah bangunan ciri khas dari Masyarakat Osing serta bangunan museum yang memanjang untuk memamerkan peninggalan budaya Osing, dengan merogoh kocek Rp. 5000 Anda bisa masuk dan refleksi sepuasnya.

10. Jawatan Benculuk

Jawatan Benculuk
Image by: pegipegi.com

Jawatan Benculuk di Banyuwangi merupakan sebuah bangunan tua digukana dulunya untuk jalur transportasi Kereta Api, namun Jawatan Benculuk sudah dialih fungsikan sebagai destinasi wisata juga sebagai resapan air dan penimbunan kayu jati berkualitas yang dikelola oleh PERHUTANI Kab Banyuwangi.

Jawatan Benculuk cocok untuk destinasi wisata tak hanya itu ini juga cocok untuk hunting foto dan pre-wedding dengan tema alam, namun waktu yang tepat untuk bisa menikmati Jawatan Benculuk adalah disaat sore hari, Anda bisa menikmati hembusan angin sejuk dan panorama keindahan alam Jawatan pada sore harinya.

Pasalnya ketika sore hari sinar Matahari menembus sela-sela pepohonan hal ini membuat takjub mata kita, tempat ini kerap tak sepi pengunjung, baik sekedar bersantai dan untuk berolahraga ria. Selain wahana alam disini juga menyediakan tempat memancing, ikan bakar, aksi arum jeram.

Jenis tanaman Jawatan Benculuk:

Jawatan Benculuk

1. Pohon Jati: Tumbuhan pohon Jati yang berada disini menjadi saksi bisu dari usia tempat ini
2. Tumbuhan Wesah: Buah tanaman seperti Lengkuas buah ini juga bisa meredekan sakit Lambung (Maag)
3. Jamur Kepong: Jamur jenis ini dulu mudah ditemukan, karena sering di cabut oleh petugas PERHUTANI maka kita sangat jarang untuk menemukan ini
4. Tumbuhan Santinet: Buah ini menghasilkan warna kemerahan
5. Salak Liar (Salak Alas): buah ini bukan buah salak pada umumnya, buah ini jika dimakan akan terasa amat masam dan tidak rekomendasi untuk dimakan.
6. Kelengkeng: Selain buah nya bisa diambil dan di makan, pohon ini juga bisa untuk mengantisipasi banjir loh, karena bisa menyerap volume debit air yang tinggi

11. Waduk Bajulmati

Waduk Bajulmati
Image by: merahputih.com

Waduk Bajulmati merupakan tempat wisata di Banyuwangi, jika dilihat sekilas mirip dengan Raja Ampat jika dilihat dari bentuk pulau-pulau kecil yang di bawahnya berada air, pesona keindahan alam dari Waduk Bajulmati membuat objek wisata ini ramai dikunjungi sebagai tempat pariwisata.

Luas dari bendungan Waduk Bajulmati ini kisaran 91,93 Hektar dengan membendung sungai Bajul Mati, pada masa pembangunan hingga sekarang kurang lebih dari tahun 1980 hingga 2006 banyak dilakukan studi kelayakan baik itu AMDAL hingga pembebasan lahan.
Bendungan Waduk Bajulmati menghabiskan anggaran Rp. 422 Milyar memiliki fungsi utama yakn Pembankit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), objek wisata, penyedia air baku, konservasi air, perikanan keramba dan lain sebagainya.

Untuk menikmati keindahan ini Anda bisa merogoh kocek tiket masuk Rp. 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp. 10.000 kendaraan roda empat, untuk jam operasional kerja buka pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Waduk Bajulmati cocok kita sebut sebagai miniatur dari Raja Ampat, sebutan ini cocok dikarenakan kawasan bendungan perairan terdapat pulau-pulau kecil yang banyak menyerupai Raja Ampat, Anda bisa mengambil spot foto, dengan membentang jalan sepanjang 100 meter yang di batasi oleh pagar, ketika Anda berfoto ini akan menyerupai sebuah lorong tanpa batas.

12. Lori Wisata Kalibaru

Lori Wisata Kalibaru

Jika ingin berkeliling didaerah Banyuwangi untuk menikmati keindahan kota bisa menggunakan Lori Wisata Kalibaru yang diluncurkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) daerah operasi IX pada 20 Maret 2016 lalu, nama dari Lori Wisata Kalibaru karena memiliki relasi Kalibaru hingga Gragahan yang berada di Kabupaten Jember.

Lori Wisata Kalibaru saat ini masih berjalan hanya berjalan di akhir pekan saja yakni Sabtu dan Minggu dari pagi hingga Sore hari, untuk kapasitar lori ini sendiri hanya bermuatan 12 orang saja, untuk tarif sewanya sendiri kisaran Rp. 1,2 juta jadi masing-masing bisa dikenakan Rp. 100 ribu per/orangnya.

Kehadiran Lori Wisata Kalibaru bisa membuat daya tarik lebih kuat lagi khususnya destinasi wisata yang berada di Banyuwangi Barat, para wisatawan bisa di antara menggunakan Lori Wisata Kalibaru di ketinggian hingga 4000 meter dari permukaan laut dengan melewati perkebunan-perkebunan yang dikelola oleh PERHUTANI.

13. Pondok Indah Banyuwangi

Pondok Indah Banyuwangi

Seperti hampir di Bali kita bisa menikmati dengan keindahan Pondok Indah Banyuwangi areal dengan keindahan persawahan juga suasana pedesaan di Banyuwangi dan Anda bisa menyantap makanan di Pondok Indah Resto dengan nuansa pedesaan.

Pondok Indah Banyuwangi merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang berada di Banyuwangi dengan konsep nuansa pedesaan, ini menjadi salah satu alternatif wisata selain banyaknya pantai di Banyuwangi.

Pondok Indah Banyuwangi menyediakan makanan khas Indonesia pada umumnya juga western, terdapat banyak menu lezat untuk disantap. Banyak menu pilihan mulai dari Rawon, Nasi Goreng, Nasi Bakar hingga Sate Ayam juga Bebek Panggang yang nikmat, dijamin Anda tidak akan kelaparan disini hehe.

Selain menyediakan konsep pedesaan sembari menyantap menu hidangan, disini juga terpadat ruang outdoor, dengan panorama eksotis ara tebing dan persawahan yang berada di daerah lokasi tersebut, juga disediakan tempat meja makan dari kayu yang lumayan besar untuk bersantap bersama keluarga, rekan kerja.

14. Gunung Raung

Gunung Raung
Image by: phinemo.com

Gunung Raung merupakan gunung berapi kerucut terletak di ujung timur Jawa, secara geografis Gunung Raung terletak antara 3 Kabupaten yakni Besuki, Banyuwangi, dan Bondowoso dan Jember. Tinggi dari Gunung Raung ini adalah 3332 Meter.

Gunung Raung bukan hanya menjadi tempat destinasi wisata saja, namun gunung ini cukup populer juga di kalangan para pendaki di Indonesia dan mancanegara. Gunung Raung mempunyai 4 titik yakni Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi dan yang tertinggi yakni puncak Sejati dengan ketinggian 3.344 Meter.

Keunikan dari Gunung Raung adalah sebuah mitos macan putih, suara-suara aneh banyak sekali terdengar juga banyak tempat yang angker katanya. Masyarakat sekitar percaya bahwa Gunung Raung merupakan singgasana Macan Putih yang berpusat di gunung Raung.
Konon katanya kerajaan ini dipimpin oleh keturunan dari Kerajaan Majapahit yaitu pangeran Tawangulun, tidak hanya macan putih saja, pada saat-saat tertentu seperti malam jumat sering terdengar derapan kuda yang dipercayai oleh Masyarakat miliki permaisuri Pangeran Tawangulun.

15. Taman Nasional Baluran (Africa Van Java)

Taman Nasional Baluran
Image by: idntimes.com

Taman Nasional Baluran (Africa Van Java) rekomendasi jika Anda ingin melihat benua Afrika tetapi kekurangan budget, Anda bisa mengunjungi Taman Nasional Baluran yang berada di Banyuwangi, keindahan eksotisme alam ini seperti Africa Van Java.

Africa Van Java atau Taman Nasional Baluran memiliki keindahan seperti di Benua Afrika, didirikan pada tahun 1980-an terdapat sekitar 155 jenis hewan burung diantaranya masuk daftar hewan burung yang langka, dan 26 jenis mamalia, jadi masih masuk kategori aman tidak ada Singa atau hewan karnivora lainnya.

Keunikan Taman Nasional Baluran:

Taman Nasional Baluran1. Taman Nasional Baluran dijuluki dengan Arica Van Java Afrikan nya di pulau jawa, karena memiliki sumber ekosistem asli dan pelestarian alam
2. Taman Nasional ini terletak di wilayah Bayuputih, Situbondo, Wongsorejo dan Banyuwangi
3. Padang savana yang sangat luas dan terdapat satwa hewan liar
4. Keberadaan satwa seperti gajah, rusa, kerbau menjadi sebuah ciri khas konservasi Taman Nasional Baluran
5. Keindahan Evegreen, kesejukan alam didalam Taman Nasional Baluran
6. Terdapat sebuah gua jepang, curah tangis, sumur tua, manting, dermaga krama, balanan dan kajang di Taman Nasional Baluran Banyuwangi.
7. Keindahan patai Bama
8. Keindahan Coral Reef
9. Kehidupan hewan liar di Taman Baluran
10. Dikelilingi pantai nan indah
11. Sunset yang indah

16. Kawah Ijen

kawah ijen
Image by: rariamedia.com

Gunung Ijen (Kawah Ijen) gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowos di Jawa Timur, gunung Ijen ini memiliki ketinggian 2.443 MDPL dan berdampingan dengan Gunung Merapi.

Gunung Ijen sendiri terakhir meletus pada tahun 1999, salah satu fenomena keindahan alam yang terkenal terletak di puncaknya. Para pendaki juga bisa melewati beberapa tempat seperti Banyuwangi dan Bondowoso untuk melakukan misi pendakian.

Keunikan Kawah Ijen (Gunung IJen):

1. Fenomena Api Biru

api biru kawah ijen
Image by: esqnews.id

Sebuah tempat wisata di Banyuwangi merupakan fenomena alam indah seperti didunia dongeng saja, fenomena blue fire konon katanya Cuma ada di gunung Ijen, jadi tak heran disini sering dijadikan tempat wisata bagi para pendaki baik wisatawan lokal maupun luar.

Banyak dilakukan penelitian oleh para ahli geologi, waktu yang pas untuk melihat fenomena ini adalah dini hari, waktu pendakian yang berada di Pos Paltuding kurang lebih 3 sampai 4 jam, jika mendaki nya lebih cepat maka bukan hanya akan melihat blue fire saja tetapi sunrise nan epic yang berada di puncak ijen.

2. Gunung Ijen Merupakan Gunung Berapi Aktif

gunung ijen
Image by: idntimes.com

Perlu diketahui dengan seksama, gunung ijen merupakan salah satu gunung api yang masih aktif, dan Gunung Ijen merupakan dari sekian banyak gunung berapa yang aktif berada di pulau jawa, dengan ketinggian 2.368 MDPL.

3. Pemandangan yang Indah (Hati-hati dengan gas balerang)

kawah-ijen-banyuwangi

Kawasan tempat wisata di Banyuwangi adalah Gunung Ijen atau Kawah Ijen sering ditutup karena kandungan balerang dari udara di sekitar sangat tinggi, ini bisa membahayakan wisatawan yang berada didekatnya, bahkan lokasi bisa saja ditutup ketika Anda baru saja sampai lokasi.

4. Berguru dengan Para Penambang Balerang

penambang belerang kawah ijen
Image by: nu.or.id

Jika Anda ingin memiliki wawasan yang luas, sekali-kali berbicaralah dan mengobrol dengan para pekerja tambang balerang yang berada di Gunung Ijen, para penambang yang tidak sibuk tidak akan sungkan untuk berbagi cerita sambil menikmati dinginnya cuaca disana.

17. Mangrove Bedul Ecotourism

Mangrove Bedul Ecotourism

Tempat wisata di Banyuwangi Salah satu adalah Mangrove Bedul Ecotourism yang berada di Dusun Blok Solo, Desa Sumbersari, Purwoharjo. Mangrove Bedul Ecotourism masuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dengan menyuguhkan hutan mangrove diwilaya hilir dari DAS Stail yang berbentuk rawa air payau.

Kawasan ini mempunyai panjang 17 Kilometer dengan tumbuhan magrobe disekitarnya yang masih alami, dengan ketebalan bibir pantai hingga 300 meter rata-rata. Nama Bedul sendiri diambil dari nama ikan Gabus yang memiliki sirip pada punggunya.

18. Wisata Puncak Asmoro

puncak-asmoro-banyuwangi

Wisata Puncak Asmoro menjadi tempat wisata di Banyuwangi setelah menjadi perbicangan hangat di sosial media, kehadiran wisata Wisata Puncak Asmoro disambut hangat oleh Masyarakat, Wisata Puncak Asmoro merupakan puncak yang cukup populer di Banyuwangi.

Latar belakang dari Wisata Puncak Asmoro adalah mengenai sepasang kekasih saling mencintai akan tetapi berpisah karena tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Wisata Puncak Asmoro pas untuk destinasi wisata akhir pekan Anda.

Berada di puncak dengan bisa melihat hamparan daratan dengan lebih jelas, suasana yang sangat alami dan khas ala pegunungan membuat suasana hati terasa adem dengan ditambah udara sejuk dan sambut dengan dedaunan hijau dan pohon rindang dihembus angin sepoi-sepoi.

Terimakasih sudah menyimak ulasan tempat wisata di Banyuwangi versi saya dan situs ini, semoga tulisan diatas bisa menjadi sebuah referensi untuk Anda bisa berwisata ke tempat wisata di Banyuwangi, sebuah Kabupaten paling Ujung Timur dari Pulau Jawa ini.

Tempat wisata di Banyuwangi sendiri baru-baru ini saja menjadi salah satu ikonik destinasi wisata Populer di Jawa Timur selain kota-kota lainnya di Jawa Timur, berikut diatas adalah ulasan tempat wisata di Banyuwangi untuk Anda.

Komentar disini