Biografi Sunan Kalijaga Lengkap dan Singkat (Raden Said)

Sunan Kalijaga
Image by: tokohmuslim.com

Kalimat.ID – Sunan Kalijaga – Dalam sejarah Islam di Indonesia, kita tidak luput dari para anggota Walisongo. Karena mereka-merekalah yang menyebarkan agama Islam pertama kalinya. Walisongo, merupakan satu kelompok yang sangat berperan penting dalam persebaran agama Islam khususnya di tanah Jawa.

Walisongo bila menurut bahasa Indonesia yaitu Walisembilan menggambarkan tentang jumlah anggota mereka. Seperti yang sudah saya sudah ulas pada artikel sebelumnya yaitu tentang Sunan Bonang, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Muria dan masih banyak lagi. Untuk kesempatan kali ini saya akan memabahas tentang Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga, merupakan salah satu anggota dari Walisongo juga yang mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam. Pada bahasan pokok sama dengan di artikel sebelumnya yang akan saya sajikan kepada Anda.

Bahasan-Bahasannya antara lain Biografi Sunan Kalijaga, Metode Dakwah Sunan Kalijaga, Karya-karya Sunan Kalijaga, Peninggalan-peninggalan Sunan Kalijaga, dan Makam Sunan Kalijaga.

Pada kesempatan kali ini saya akan bahas dengan tuntas mengenai Sunan Kalijaga mulai dari Biografi-Makamnya. Karena, entah mengapa saya begitu tertarik untuk membahas salah satu anggota Walisongoo tentang Sunan Kalijaga. Mungkin juga ini adalah target bahwa saya harus membahas lengkap mengenai Beliau.

Mengenal Sosok Sunan Kalijaga Lengkap dan Singkat

Sunan Kalijaga atau dalam bahasa jawa Sunan Kalijogo, merupakan salah satu seorang tokoh Walisongo yang sangat lekat di daerah Pulau Jawa. Hal tersebut dikarenakan Beliau dalam menyebarkan mempunyai pengaruh Islam dalam tradisi di Jawa. Berikut data Riwayat Sunan Kalijaga yang sudah saya ketahui.

– Nama: Raden Abdurrahman atau Syeh Malaya atau Raden Said
– Tahun Lahir: 1450 Masehi.
– Nama Ayaha: Tumenggung Wilatikta lebih dikenal Adipati Tuban
– Nama Ibu: Dewi Sukati
– Meninggal: 1586 Masehi

Ayah Sunan Kalijaga atau Raden Said merupakan salah satu keturunan dari pemberontak Majapahit dan Ronggolawe. Konon, Ayah Raden Said ini sudah memasuki agama Islam sebelum Beliau lahir. Walaupun beragama Islam, Adipati Arya ini masih saja bersikap serakah dan sangat sombong (angkuh) sekali terhadap pemerintahan Majapahit yang beragama Hindu.

Arya Adipati ini juga menerapkan pajak yang cukup tinggi kepada masyarakat disekitar. Hal tersebut dikarenakan sikap dari ayahnya tidak baik, Raden Said ini selalu memberontak atas kebijakan yang diberikan Ayahnya.

Bahkan pemberontakan Raden Said ini membuat ayahnya marah dan membongkar lumbung padi yang digelapkan ayahnya, kemudian Raden Said memberikan kepada seluruh masyarakat.

Pada suatu hari Arya Adipati mengadakan sidang dalam hal untuk mengadili Raden Said. Macam-macam bentuk pertanyaan yang diberikan oleh Raden Said atau Sunan Kalijaga ini. Ternyata, Beliau sangat senang dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Ayahnya karena dengan begitu Beliau bisa meluruskan atas tindakan-tindakan Ayahnya yang tidak sewenang-wenang.

Ayah dari Raden Said tidak menerima alasan-alasan yang dilontarkan oleh beliau yang menganggap bahwa Raden Said telah menggurinya. Kemudian Raden Said ini diusir dari istana dan Ayahnya memberikan tantangan kepada Raden Said. Yaitu Raden Said boleh pulang apabila berhasil mengajarkan ajaran Islam kepada seluruh rakyat Tuban.

Biografi Sunan Kalijaga (Raden Said)

Menurut cerita-cerita yang berdar, bahwa ketika Raden Said diusir dari Istana Kadipaten ini membuat Beliau semaki gila. Ketika Beliau sudah meninggalkan istana, Raden Said ini menjadi seorang perampok sangat terkenal serta ditakuti di daerah Jawa Timur.

Dalam hal yang dilakukan perampokan oleh Raden Said ini milih-milih siapa yang akan dirampok, karena Beliau merampok untuk orang kalangan kaya dan tidak mau membayar zakat.

Sisi baiknya Beliau yaitu hasil dari rampokannya, Raden Said memberikan harta yang Beliau dapatkan dengan orang-orang di sekitar khsusunya orang miskin. Konon, dulunya pada masa-masa seperti itu Beliau dijuluki dengan Lokajaya yang berarti Perampok Budiman. Namun, segala sesuatunya menjadi berubah ketika Raden Said ini bertemu dengan Sunan Bonang atau mempunyai nama asli Syekh Maulana Makdum Ibrahim.

Karena Sunan Bonang inilah yang telah  menyadarkan dari perbuatan-perbuatan buruk yang campur aduk antara yang haq dan yang batil. Dengan begitu Sunan Bonang menyuruh Raden Said utuk berhenti dalam melakukan perampokan. Setelah itu Beliau menjadi murid dari Sunan Bonang dan menjadi ulama yang dikenal dengan Sunan Kalijaga.

Metode Dakwah Sunan Kalijaga

Dalam Metode Dakwah Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islma di Tanah Jawa ini lebih terkenal dengan seniman, budayawan, filsuf, dan waliyullah. Metode dakwah yang dilakukan Beliau adalah dengan memasukkan nilai islam kedalam kesenian dan budaya. Hal tersebut dapat dilihat pada saat Raden Said ini melakukan dakwahnya melalui kesenian wayang kulit

Walaupun tradisi wayang kulit pada dulunya ini bukan berasal dari Islam, tetap Raden Said ini telah memodifikasi dengan cerita-cerita yang berbau dengan Islam. Selain itu, Raden Said juga sangat kreatif dalam bidang seni dan juga budaya yang ditekuninya.

Sunan Kalijaga atau Raden Said, merupakan pencipta lagu ilir-ilir yang sampai saat ini kita semua mengenalnya. Tidak hanya menciptakan lagu ilir-ilir saja, melainkan juga salah satu pencipta pertama kali bedug.

Bedug yang dibuat oleh Raden Said ini digunakan sebagai memanggil umat muslim dalam menjalankan ibadah shalat. Raden Said ini juga salah satu seorang yang pertama kali mengadaka grebeg maulid di Demak dalam menyambut kelahrian dari Rasulullah.

Sebenarnya masih banyak lagi kesenian-kesenian yang Beliau tekuni. Itulah alasan bahwa Raden Said mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam di Jawa khususnya Demak. Begitu banyak kontribusi dari Beliau yang melakukan dalam menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa.

Metode dakwah Sunan Kalijaga ini tidak melakukan hal-hal kekerasan, tetapi menggunakan cara yang sangat halus untuk mengambil simpati masyarakat disekitar. Raden Said berdakwah semat-mata tidak hanya sebatas di atas mimbar, akan tetapi juga berdakwah melalui kesenian, budaya dan tradisi.

Karya Karya Sunan Kalijaga

Raden said ini juga mempunyai karya-karya yang tidak kalah dengan karya para Walisongo lainnya. Hal ini sudah menjadi kekuasan Allah yang telah memberikan sebuah cerita kehidupan yang begitu menarik. Dimana kita hidup ini tidak luput dari sejarah pada jaman dahulu, selain itu juga bahwa sudah menjadi karunia-Nya dalam adanya agama Islam yang ada di dunia ini.

Sebagai orang muslim kita harus menyakini bahwa kehidupan di dunia tidak ada yang kebetulan. Oleh karena itu, kita juga harus menghargai dari karya-karya Sunan Kalijaga ini. Karya-karya beliau begitu me-legenda ada 5 diantaranya yaitu Wayang purwa, cerit pewayangan, jamus kalisada, babat, alas wonomarto dan wahyu tohjali.

Berikut akan saya jelaskan tentang kary-karya Beliau dibawah ini!

1. Karya Wayang Purwa

Salah satu karya Beliau kesenian rakyat yang dijadikan metode dakwanya yaitu Wayang Purwa, merupakan wayang yang mempunyai kuli bercorakan Islam.

2. Cerita Pewayangan

Dalam metode dakwahnya menggunakan Wayang Purwa, ada pula karya lainnya yaitu cerita pewayangan. Dalam sebuah cerita pewayangan ini, Raden Said memodifikasi dengan hal yang berbau agama Islam.

3. Jamus Kalimasad

Seperti yang kita ketahui dalam menyebarkan agama islam beliau melakukan metode dakwah dengan menggunakan wayang kulit. Nah, dalam hal ini Raden Said memasukkan istilah Kalimat Syahadat dalam dunia pewayangan.

4. Babat Alas Wonomarto

Karya yang keempat ini masih berkaitan dengan wayang kulit, bedanya dalam karya ini merupaka sebuah ciptaan dari Raden Said yaitu Tembang.

5. Wahyu Tohjali

Karya terakhir ini sama dengan Babat Alat Wonomarto, yaitu sebuah karya yang diciptakannya melalui Tembang.

Peninggalan Sunan Kalijaga

Berdasarkan sejarah Walisongo, menyebutkan bahwa Raden Said ini mempunyai peninggalan-peninggal benda pusaka yang sampai sekarang masih terjaga. Dalam Peninggalan-Peninggalan Sunan Kalijaga ini, tidak kalah dengan peninggalan anggota Walisongo lainnya. Berikut 5 Peninggalan Sunan Kalijaga yang akan saya sajikan dengan lengkap, jelas dan singkat !

1. Rompi Ontokusuma

Peninggalan yang pertama yaitu Rompi Ontokusumo, merupakan kain yang mempunyai bentuk seperti rompi yang dipercayai dulunya peninggalan dari Nabis Muhammad SAW. Pasalnya, peninggalan Ontokusuma ini diwariskan secara turun temurun yang smapai ke Raden Said ini.

2. Keris Kyai Carubuk

Pusaka Keris Kyai Carubuk, merupakan benda pusaka dari Raden Said. Konon, keris luk 17 ini dibuatkan oleh sahabat dari Beliau yang bernama Empu Supa Mandagri yaitu seorang yang pande besi kenaam dari kejaraan Majapahi menurut sejarahnya.

3. Api Alam

Selain peninggalan pusaka yang berbentuk keris, Beliau juga mempunyai peninggalan yang bernama api alam. Api Alam, merupakan api yang abadi sampai sekarang masih menyala yang terletak di daerah Mrapen, Jawa Tengah.

4. Tongkat Kalimasada

Benda peninggalan Sunan Kalijaga selanjutnya yaotu Tongkat Kalimasada, merupakan tongkat yang berwarna hita yang berasla dari kayu Kalimasada. Pohon kayu Kalimasad ini asalnya dari Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

5. Sendang atau Sumur

Peninggalan yang kelima masih di daerah Mrapen, Jawa Tengah yaitu Sumur atau Sendang. Sumur ini biasanya banyak sekali mengunjungi tempat ini pada saat berziarah, faktanya air ini selalu jernih yang tidak pernah keruh atau kotor.

Makam Sunan Kalijaga

Menurut informasi yang saya dapatkan bahwa Makam Sunan Kalijaga ini terletak di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makam beliau ini mudah untuk kita temukan, karena di sepanjang jalan ada petunjuk jalan yang jalannya mengarahkan ke Masjid Kadilangu. Dimana masjid ini merupakan sebuah makam Sunan Kalijaga.

Bahkan bagi orang awam yang tidak tau jalan sama sekali ini juga bisa dengan mudah menemukannya.

Itulah ulasan artikel saya yang sudah saya bahas lengkap mengenai ” Biografi Sunan Kalijaga Lengkap dan Singkat (Raden Said”. Dengan cerita ini semoga dapat menambah wawasamu dalam mengenal sejarah Islam dan lebih dalam untuk mempelajari agama Islam. Karena, faktanya banyak sekali pemuda yang malas-malasan dalam beribadah apalagi mengenal sebuah sejarah.

Dalam cerita Sunan Kalijaga mulai dari Biografi sampai dengan Makamnya ini, dapat kita teladani contoh sikap-sikap yang diambil dari Beliau. Namun, apabila ada hal yang tercela hindari sebagaimana kita sudah usia remaja yang sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga bermanfaat untuk pengunjung setia Kalimaters.

Sekian artikel yang saya sajikan membahas tentang anggota Walisongo dan nantikan artikel-artikel selanjutnya yang akan membahas tentang sejarah Islam lainnya hanya di Kalimat.ID!

Komentar disini