Biografi Sunan Gunung Jati Lengkap dan Singkat (Syarif Hidayatullah)

Sunan Gunung Jati

Kalimat.ID – Sunan Gunung Jati – Dalam sebuah agama Islam di Indonesia, kita tidak lupa yang namanya anggota Walisongo. Pasalnya, Walisongo merupakan seorang kelompok yang pertama kali dalam menyebarkan agama Islam pertama di Indonesia. Dimana, pada dulunya mereka mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Walisongo ini berasal dari bahasa Jawa, bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu Walisembilan yang menggambarkan bahwa jumlah mereka ada sembilan orang. Salah satunya anggota yang mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam yaitu Sunan Gunung Jati. Beliau juga salah satu penyebar agama Islam pertama kali di Indonesia.

Sunan Gunung Jati, merupakan salah satu anggota Walisongo yang menyebarkan agama Islam khususnya di Jawa Barat. Gunung Jati ini menjadi salah satu anggota dari dewan dakwah atau dewan mubaligh Walisongo. Selain itu, Gunung Jati merupakan salah satu penyebar agama Islam yang ada di Jawa Bara khususnya di wilayah Cirebon.

Untuk menambah wawasanmu dalam mengenal sejarah Islam, saya akan menyajikan salah satu pelopor yang menyebarkan agama Islam pertama kali yang berasal dari kelompok para Walisongo.

Disini akan saya ulas lengkap mengenai ” Biografi Sunan Gunung Jati, Metode Dakwah Sunan Gunung Jati, Karya-Karya Sunan Gunung Jati, Peninggalan-peninggalan Sunan Gunung Jati, dan terakhir Makam Sunan Gunung Jati. Itulah yang akan saya bahas satu per satu dibawah ini !

Mengenal Sosok Sunan Gunung Jati Lengkap dan Singkat

Sunan Gunung Jati atau mempunyai nama asli Syarif Hidayatullah atau juga lebih dikenal dengan Sayyid Al-Kamil, merupakan anggota dari kelompok Walisongo. Nama ayah Sunan Gunung Jati ialah Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim, sedangkan nama ibunya ialah Nyai Rara Santang. Ayah beliau merupakan seseorang yang berpenguasa di Mesir, sedangkan Nyai Rara Santang ini adalah anak dari Prabu Siliwangi yang berasal dari Kerajaan Padjajaran.

Sunan Gunung Jati ini sampai di daerah Cirebon sekitar tahun 1470 M. Syarif Hidayatullah ini mendapatkan support oleh Kesultanan Demak dan Raden Walangsungsang yang mengangat Syarif Hidayatullah menjadi sebuah Raja Cirebon ke dua sekitar tahun 1479M dengan gelar Maulana Jati.

Nama Syarif Hidayatullah ini telah menjadi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta di Tangerang Selatan. Sementara untuk nama Gunung Jati ini menjadi sebuah nama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati yang terletak di Bandung. Sampai sekarang dua universitas ini masih ada keberadaannya.

Biografi Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau mempunyai nama asli Syarif Hidayatullah ini dalam perjalanan belajar Agama Islam yang sampai di Cirebon pada tahun 1470M. Syarif Hidayatullah di support oleh pamannya, Tumenggung Cirebon Sri Manggana Cakrabuana atau dikenal dengan Pangeran Walangsungsang. Selain itu, Beliau juga didukung dengan Kerajaan Demak yang mengangkat beliau menjadi Raja Cirebon yang terkenal gelarnya dengan Maulana Jati pada tahun 1479M.

Pada masa pemerintahnya, Beliau tidak sendirian dalam pembangunan Insfrastrukturnya karena beliau dibantu dengan Sunan Kalijaga dan Raden Sepat merupakan arsitek dari Demak. Bangunan yang mereka berhasil dirikan yaitu:

– Keraton Pakungwati
– Masjid Agung Sang Cipta Rasa
– Jalan Pinggir laut antara Kerajaan Pakungwati dengan Amparam sampai Pelabuhan Muara Jati

Pada tahun 1526M, Maulana Jati ini menyebarkan agama Islam hingga ke Banten dan menjadikan daerah sebuah Kerajaan Cirebon. Pada tahun 1526M ini bahwa tentara Kerajaan Cirebon ini dibantu dengan Kerajaan Demak. Pemimpin dari Kerajaan Demak yaitu Panglima Perang bernama Fatahillahh yang berhasil merebut Sunda Kelapa dan Portugis. Kemudian diberi nama baru yaitu Jayakarta.

Selang beberapa tahun yaitu pada tahun 1533M, Banten menjadi Kesultanan Banten dnegan Sultannya yang berasal dari Putra Syekh Maulana Jati bernama Sultan Hasanuddin. Maulana Jatim meruakan salah satu seorang Walisongo yang memperkenalkan visi baru dalam masyarakat ketika Beliau memimpin. Visi Beliau yait:

– Arti menjadi pemimpin
– Apa makna masyarakat
– Apa tujuan masyarakat
– Bagaimana seharusnya berkiprah dalam dunia melalui Proses Pemberdayaan

Metode Dakwah Sunan Gunung Jati

Metode dakwah Gunung Jati dimulai pada saat beliau pulang dari Arab Saudi ke tanah pulau Jawa yang menemui  Cakrabuana atau Raden Walangsungsang. Dalam Metode beliau ini cukup terbilang unik, Beliau harus memainkan Ganda. Dimana Syarif Hidayatullah sebagai ulama dengan gelar waliyullah serta mendapatkan sebuah gelar sayidin Panatagama.

Singkat cerita Cakrabuana telah meninggal, Maulana Jati ini yang menggantikannya menjadi seorang Kesultanan di Cirebon. Selain itu Maulana Jati ini mampu melepaskan dari pengaruh kerajaan Padjajaran. Karena meninggal, Maulana Jati ini mengambil alih tugas Cakrabuana yaitu menyebarkan agama Islam di daerah Cirebon.

Suatu hari Beliau telah berhasil dalam meng-islamkan masyarakat Cirebon, metode dakwah Gunung Jati ini yang terbilang unik sampai ke daerah Sunda Kelapa, Kawali, Majalengka, Kuningan, dan Banten. Akhirnya pada tahun 1525 ini, Beliau berhasil menjadikan Banten menjadi kerajaan Islam pertama kali di provinsi Jawa Barat.

Pada saat Maulana Jati ini kembali ke Kerajaan Cirebon, Beliau menyerahkan Kesultanan Banten kepada anaknya yang berama Sultan Maulana Hasanuddin. Setelah itu perjuangan dari metode dakwah yang dilakukan oleh Gunung Jati ini dilanjutkan oleh anaknya yang menjadi Raja Banten. Raja-raja yang berhasil Beliau kalahkan yaitu Kerajaan Padjajaran sampai seluruh rakyat memeluk agama Islam.

Malahan Syarif Hidayatullah ini pernah melakukakn penyerangan terhadap Sunda Kelapa yang saat itu dipimpin oleh Fatahillah. Fatahillah merupakan Panglima Angkatan Perang Kerajaan Demak. Dalam jalan dakwah yang ditempuh oleh Syarif Hidayatullah ini bisa dibilang lama.

Karena Syarif Hidayatullah ini tidak melakukan pemaksaan, apalagi melakukan dengan cara kekerasan. Pasalnya, Syarif Hidayatullah ini murni dalam menyebarkan ajaran Islam dengan menjadi Ulama dan sekaligus Raja yang menumpas kesombongan raja-raja lain.

Karya Gunung Jati

Syarif Hidayatullah, menurut sejarah ini juga mempunyai karya-karya yang tidak kalah menarik dengan para anggota Walisongo lainnya. Walaupun dalam sejarah karya Sunan Gunung Jati hanya ada satu, yaitu hanya Situs Kerajaan Banten. Dimana karya ini mempunyai cerita yang unik tentang Sejarah Kerajaan Banten.

Peninggalan Gunung Jati

Dalam sebuah sejarah Walisongo, bahwa ada Peninggalan Gunung Jati yang begitu beragam. Menurut sumber yang saya dapatkan bahwa Beliau mempunyai peninggalan yang bersejarah dan tidak bisa begitu saja untuk dilupakan. Disini, saya akan mengulas beberapa peninggalan-peninggalan yang populer di masyarakat.

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Peninggalan yang pertama yaitu Kasepuhan Cirebon yang didirikan oleh Raden Walangsungsang pada tahun 1430. Keraton Kasepuhan adalah bangunan yang sangat ber-sejarah pada masa Kesultanan Cirebon yang sampai sekarang masih terjaga dengan baik. Keraton Kasepuhan ini mempunyai 2 buah pintu utama yang terletak di utara. Untuk pintu belakang yang terletak di selatan keraton ini disebut dengan Kreteg Pangrawit.

2. Keraton Kanoman

Peninggalan yang kedua yaitu Keraton Kanoman, merupakan peninggalan yang didirikan oleh Pangeran Mohammad Badridin atau dikenal dengan Pangeran Kertawijaya. Diketahui bahwa keraton ini mempunyai luas 6 Hektar. Keraton Kanoman, merupakan tempat tinggal dari kesultanan ke-12 yang terletak di bagian belakang pasar.

3. Keraton Kacirebon

Keraton Kacirebon, merupakan bangunan yang berdiri sejak tahun 1800M yang digunakan untuk menyimpan barang-barang peninggalanjaman terdahulu yaitu :

  • Keris.
  • Wayang.
  • Alat Musik Gamelan.
  • Alat-alat perang lainnya.

Keraton Kacirebon ini bisa Anda jumpai di wilayah kelurahan Pulasaren Kecamatan di Kota Cirebon.

4. Keraton Keprabon

Peninggalan yang keempat yaitu Keraton Kepraton, merupakan tempat pembelajaran yang didirkan oleh Kesultanan Kanoman. Namun, Keraton Keprabon ini tidak mempunyai Kesultanan, tetapi tempat yang dibangun Pangeran Raja Adipati yang di tinggali agama Islam seperti Thareqat.

5. Kereta Singa Barong

Kereta Singa Barong adalah hasil karya dari Panembahan Losari yang merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati. Peninggalan Keraton ini berdiri sejak tahun 1549M.

6. Masjid Sang Cipta Rasa

Masjid Sang Cipta Rasa berdiri sejak tahun 1840 yang merupakan masjid yang tertua di daerah Cirebon. Menurut masyarakat sana bahwa Sang, Cipta, dan Rasa ini mempunyai arti yaitu :

  • Sang -> Keagungan
  • Cipta -> Dibangun
  • Rasa -> dugunakan

Konon pada jaman dulu,pembangunan masjid ini dibangun dari partisipasi warga yang berjumlah 500orang dari keraajaan Majapahit.

7. Patung Macan Putih

Patung Macan Putih adalah peninggalan dari Kesultanan Cirebonyang terletak di depan keraton-keraton yang ada di Cirebon. Patung Macan Putih ini melambangkan Keluarga besar dari Padjajaran yang berasal dari keturunan Prabu Siliwangi.

8. Alun-Alun Sangkala Buana

Peninggalan Kesultanan Cirebon merupakan tempat yang biasanya digunakan dalam acara resmi keraton. Selain itu tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat latihan para prajurit di hari sabtu dan pelaksanaan hukuman rakyatt yang telah melakukan hukuman yaitu Hukum Cambuk.

9. Bangunan Mande Pangiri

Peninggalan yang ke-9 yaitu Bangunan Mande Pengeiri, merupakan bangunan yang dulunya dipakai sebagai tempat bersantai oleh Gunung Jati. Bangunan ini merupakan dari 5 bangunan mande diantaranya:

  • Mande Malang Semirang.
  • Mande Pandawa Lima.
  • Mande Semar Tinandu.
  • Mande Karesmen.
  • Mande Pengiring.

10. Regol Pengada

Peninggalan yang terakhir yaitu Regol Pengada, merupakan pintu gerbang yang mempunyai bentuk paduraksa dan terbuat dari batu dan daun pintu yang terbuat dari kayu. Peninggalan Sunan Gunung Jati ini mempunyai ukuran sebesar 17×9,5 m. Selain itu, Regol Pengada ini mempunyai fungsi sebagai membagikan berkat dan sebagai tempat pemeriksaan sebelum menghadap ke Raja.

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati terletak di atas lahan seluas 5 Hektar dan terbagi menjadi dua kompleks makam yaitu  Kompleks utama, merupakan tempat makam Sunan Gunung Jati yang terletak di Gunung Sembung dengan muat sekitar 500 makam.

Itulah ulasan artikel saya yang membahas mengenai sejarah Islam khususnya Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam. Dengan begini semoga bisa menambah wawasanmu dalam mengenal sejarah perama masuknya Agama Islam di Indonesia. Selain itu kita bisa mencontoh dari sifat dari Sunan Gunung jadi dalam Metode Dakwahnya.

Sekian dari artikel saya yang membahas tentang ” Biografi Sunan Gunung Jati Lengkap dan Singkat (Syarif Hidayatullah) “. Dengan artikel ini semoga ilmu pengetahuanmu bertambah dan semoga bermanfaat dalam mencari referensi mengenai Sunan Jati. Terima kasih telah membaca artikel yang saya sajikan sampai selesai dan tunggu artikel-artikel lainnya yang menarik hanya di Kalima.ID.

Komentar disini