Rangkuman Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap dan Singkat

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Kalimat.ID – Sejarah Kerajaan Sriwijaya – Pernahkah kalian mendengar tentang Kerajaan Sriwijaya ? Tentu kita hidup selama bertahun-tahun ini tidak luput dari yang namanya sejara-sejarah di jaman dulu.

Bila kita mempelajari tentang sejarah-sejarah kerajaan yang ada Indonesia, menurut saya sangatlah menarik. Apalagi kalau kita mengenal tentang kisah dari sebuah Sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Sejarah Kerajaan ini sangatlah terkenal dengan mempunyai kekuatan maritimnya. bahkan kekuatan yang dimiliki oleh kerajaan Sriwijaya ini berhasil merebut serta menguasai kekuasaan daerah pulau Jawa, Sumatera, Kamboja, Semenanjung Malaya dan masih banyak lagi. Menurut sejarah, bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang besar di Indonesia.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya, merupakan kerajaan yang mempunyai cerita dan kisah unik menjadikan saya tertarik akan membuat artikel tentang ini. Dimana pada artikel ini akan saya ulas mengenai beberapa bahasan pokok yaitu Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Kehidupan Kerajaan Sriwijaya, Raja-Raja kerajaan Sriwijaya, Masa Kejayaan Sriwijaya, Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, dan Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Temukan informasi menarik dalam mengenal Sejarah Kerajaan Sriwijaya pada artikel ini !

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap dan Singkat

Menurut Sejarah Kerajaan ini telah berdiri sejak pada abad ke-17, hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan bukit di Palembang. Sejarah Kerajaan Sriwijaya, merupakan kerajaan yang paling kuat di daerah pulau Sumatera. Dulu, Kerajaan Sriwijaya dalam menguasai ini melalui jalur perdagangan dari laut atau maritim di wilayah Asia Tenggara.

Dalam dunia maritim ini yang tercantum dalam Sejarah Kerajaan Sriwijaya bahwa telah berhasil dalam melakukan kolonisasi dengan hampri seluruh kerajaan-kerajaan besar yang adai di wilayah Asia Tenggara.

Dimana yang sudah saya jelaskan bahwa kekuasaan Kerajaan Sriwijaya ini antara lain Sumatera,  Jawa, Thailand, Vietnam, Filipina,Kamboja dan masih banyak daerah lainnya. Dalam kekuasaan ini melalui jalur kegiatan perdagangan lokal dan rempah.

Kerajaan Sriwijaya ini tidak hanya melalu jalur perdagangan saja, namun juga mengenakan bea cukai yang dilewati semua kapal. Dan tidak hanya itu untuk mengumpulkan kekayaan dari maritim atau jalur laut, Menurut sejarah Kerajaan Sriwijaya ini juga mengumpulkan kekayaan melalui gudang perdagangan untuk pasar India dan Tiongkok.

Kehidupan Kerajaan di Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mempunyai kehidupan-kehidupan yang ber-sejarah tidak dapat terlupakan. Dimana di sebuah kehidupan Kerajaan Sriwijaya mempunyai beberapa aspek pada sebuah kehidupan di masa dulu. Kehidupan yang ada pada masa Kerajaan Sriwijaya ini terdiri dari 3 Kehidupan yaitu Kehidupan Sosial, Kehidupan Ekonomi, dan Kehidupan Agama.

Pada pembahasan kali ini akan saya bahas lengkap mengenai 3 hal kehidupan pada masa kerajaan Sriwijaya sebagai berikut :

Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya

Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya ini dikarenakan letak yang strategi menjadikan perkembangan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat baik. Adanya pedagang yang banyak di daerah kerajaan Sriwijaya ini membuat masyarakat berkomunikasi dengan mereka. Sehingga dalam hal ini bisa mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi pada masyarakat di Kerajaan Sriwijaya.

Dalam perdagangan untuk daerah Jawa Barat, Bangka, Jambi, dan Semenanjung Malaysia ini kemungkinan menggunakan bahasa Melayu yang menjadi bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Perdagangan Internasional ini membuat kecendrungan masyarakat menjadi lebih mudah dalam dipengaruhi budaya-budaya asing. Salah satunya tidak lain yaitu India.

Budaya India masuk dengan menggunakan nama khas India, adat istiadat dan juga memeluk agam Hindu-Buddha. Menurut I-tsing menjelaskan bahwa banyak pendeta yang data ke Sriwijaya untuk mempelajari bahasa Sanskerta dan juga menyalin kitab-kitab suci agama Buddha. Sakyakirti adalah seorang pengarang buku Hastadandasastra yang menjadi Guru Besar dan sangat terkenal.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya

Dalam sejarah Kerajaa Sriwijaya ini mulanya masyarakat bertumpu dalam bidang pertanian. Akan tetapi letak dari Sriwijaya ini sangat strategis di persimpangan jalur perdagangan Internasional dan membuat hasil bumi menjadi modal utamanya. Dalam hal ini memulai kegiatan dengan jalur perdagangan dan pelayaran.

Tidak hanya letaknya yang strategsi, karena para pedagang di China yang akan ke India bongkar muat di Sriwijaya. Hal ini tidak juga dilakukan oleh India yang akan ke China. Dengan demikian, maka pelabuhan Sriwijaya ini semakin ramai yang menjadikan Sriwijaya menjadi tempat pusat perdagangan se-Asia Tenggara.

Kehidupan Agama Kerajaan Srwijaya

Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya ini terdapat kehidupan Agama yang awalnya dipengaruhi oleh para pedagang India. Pada tahun 425M ini pertama kali masuk agama Hindu kemudian Buddha yang diperkenalkan di Sriwijaya.

Menurut I-Tsing ini telah melaporkan bahwa Sriwijaya ini menjadi rumah bagi sarjana Buddha. Hal ini menjadikan pusat pembelajaran agama Buddha, khsususnya aliran Mahayana.

Ada sebuah nama Dharmapala dan Sakyakiti ini juga sudah tidak asing lagi yaitu Dharmapala merupakan seorang guru besar agama Buddha yang ada di Kerajaan Sriwijaya. Beliau pernah mengajar agaman Buddha di perguruan Tinggi Nalanda. Sementara Sakyakirti merupakan guru besar juga yang telah menciptakan karya buku Hastadandasastra.

Raja-Raja Kerajaan Sriwijaya

Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya ini dipimpin oleh sebuah Raja yang mempunyai tingkat ilmu tinggi. Menurut informasi yang saya dapat bahwa Raja-raja keraja yang ada di Kerajaan Sriwijaya ini ada sekitaran 20 orang yang pernah memimpin. Berikut nama-nama Raja yang ada di Kerajaan Sriwijaya yaitu :

  1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa
  2. Sri indravarman
  3. Rudra Vikraman
  4. Maharaja Wisnu Dhrammatunggadewa
  5. Dharanindra Sanggramadhananjaya
  6. Samaragrawira
  7. Samaratungga
  8. Balaputradewa
  9. Sri Udayadityavarman
  10. Hie-tche
  11. Sri Cudamanivarmadeva
  12. Sumatrabhumi
  13. Sangramavijayottungga
  14. Rajendra Dewa Kulottungga
  15. Rajendra ll
  16. Rajendra lll
  17. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
  18. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
  19. Srimat Sri udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Selat Malaka dan Selat Sunda, merupakan dua selat Internasional yang tidak pernah sepi yang namanya kapal. Kerajaan Sriwijaya ini berani dalam menerapkan sistem bea cukai yang dimana bahwa sampai saat ini digunakan oleh sistem Pemerintahan di Indonesia. Ya, walaupun seperti yang kita ketahui bahwa mereka hanya modal kekuatan dari armada militer.

Meskipun demikian, Armada Militer ini mempunyai fungsi dan peranan penting yang sangat besar sampai sekarang. Dalam jalur ini tidak ada jaminan keselamatan yang membuat saudagar Arab dan Tiongkok ini melewati jalur transportasi lainnya. Hal ini sering kali terjadi karena selain Sriwijaya ini berharta, namun dalam kehidupan bisnisnya ini dilindungi oleh para armada militer Sriwijaya.

Kesuksesan tidak dengan banyaknya harta yang melimpah saja, namun Sriwijaya dan para petinggi lainnya menyadari akan kebenaran kalimat tersebut. Sehingga dalam hal tersebut menjadikan sebuah Kerajaan Maritim ini mengembangkan agama-agama Buddha.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya ini tidak hanya menerapkan cara mendirikan sangga kelompok belajar dalam memperdalam Buddhisme saja, melainkan Sriwijaya juga telah menyiapkan guru besar spiritual Buddha. Baik seorang pendeta atau hanya orang-orang yang mendapat kelebihan dalam hal ini.

Guru agama Buddha yang paling populer di Sriwijaya yaitu Sakyakirti, bahwa faktanya yang membuat Anda tercengang yaitu ditemukan di daerah-daerah dekat Palembang yang menjadi titik pusat dari pemerintahan Kerajaan Sriwijaya. Disitu terdapat candi-candi lebih besar daripada candi Borobudur yang pernah diciptakan oleh kerajaan Sriwijaya. Namun sampai sekarang yang ada hanyalah arca-arcanya saja.

Selain itu, terdapat batu yang dengan tulisan ziarah yang berhias di daerah Telaga Batu ini ternyata menguatkan bahwa Sriwijaya sebagai kerajaan yang religius. Peninggalan-Peninggalan lain yang dapat kita lihat secara langsung yaitu candi.

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Menurut Sejarah Kerajaa Sriwijaya ini mengalami keruntuhan pada saat Raja Rajendra Chola yaitu penguasa kerajaan Cholamandala yang menyerang dua kali pada tahun 1007 dan 1023 M dan berhasil merebut bandar-bandar dari kota Sriwijaya.

Berdasarkan sumber yang sudah saya dapatkan bahwa sejarah kerajaa Sriwijaya ini terjadi perang karena Kerajaan Sriwijaya ini adalah saingan dari kerajaa Cholamandala dalam bidang perdagangan dan pelayaran. Oleh karena itulah peperangan ini yang mengakibatkan Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya.

Dengan begitu, tujuan dalam penyerangan kerajaan Cholamandala yaitu tidak untuk menjajah akan tetapi untuk meruntuhkan Armada Militer Sriwijaya. Hal tersebut menyebabkan merosotnya ekonomi Kerajaan Sriwijaya semakin melemah dikarenakan para pedagang yang biasanya berdagang di Kerajaan ini semakin hari semakin berkrurang. Dan tidak hanya itu saja bahawa kekuatan militer dari kerajaan Sriwijaya ini juga semakin melemah yang membuat banyak daerah-daerah bawahnnya melepaskan diri dari Kerajaan ini.

Itulah cerita singkat bahwa Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya pada abat ke-13.

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa di dalam Sejarah Kerajaan Sriwijaya ini juga mempunyai peninggalan-peninggalan sama halnya dengan Sejarah Kerajaan Majapahit.

Tidak kalah menarik dengan peninggalan-peninggalan kerajaan lainnya, karena peninggalan yang ada di Kerjaaan Sriwijaya ini ada sekitar 7 peninggalan. Berikut yang akan saya jelaskan dibawah ini mengenai 7 peninggalan Kerajaan Sriwijaya:

Prasasti kedukan Bukit

Peninggalan yang pertama dalam sejarah kerajaan Sriwijaya yang ada sejak tahun 605SM/683M terletak di Palembang yaitu Prasasti Kedukan Bukit.

Prasasti Talang Tuo

Peninggalan dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kedua yaitu Prasasti Talang Tuo yang ditemukan pada tahun 606sm/684m di daerah Barat Palembang.

Prasasti Kota Kapur

Dalam sejarah kerajaan Sriwijaya juga tercatat bahwa peninggalan dari Sriwijaya yaitu Prasasti Kota Kapur yang bertuliskan sejak tahun 608 SM/ 686 M terletak di Bangka.

Prasasti Karang Birahi

Peninggalan yang selanjut dalam sejarah kerajaan Sriwijaya menyebutkan bahwa Pasasti Karang Birahi yang ditemukan di Jambi.

Prasasti Talang Batu

Menurut sejarah Kerajaan Sriwijaya peninggalan yang ditemukan di palembang ini yaitu Prasasti Talang Batu.

Prasasti Palas di Pasemah

Peninggalan dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya yaitu Prasasti Palas Pasemah yaitu peninggalan yang ditemukan di Lampung Selatan.

Prasasti Ligo

Peninggalan dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya yaitu Prasasti Ligor yang ditemukan pada tahun 679 SM/ 775M di tanah genting Kra.

Setelah membaca artikel ini, saya yakin pasti Anda semakin tertarik untuk ingin melihat langsung tentang peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya. Karena tidak hanya mengenal tentang Sejarah Kerajaan Sriwija yang ada dalam artikel ini. Dengan begitu Anda lebih mengetahui lebih dalam dari kerajaan sriwijaya ini.

Itulah artikel saya yang membahas lengkap mengenai “Rangkuman Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap dan Singkat Beserta Peninggalan-Peninggalannya”. Semoga dengan artikel ini bisa membantu pengunjung Kalimaters untuk mencari refrensi atau yang tertari untuk mengenal kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia.

Terima kasih telah membaca postingan saya sampai selesai dan tunggu artikel-artikel saya yang akan mengulas dengan tuntas untuk kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia lainnya.

Komentar disini