2 Rumah Adat Yogyakarta (Joglo dan Bangsal Kencono)

Kalimat.ID – Siapa yang tidak mengenal daerah Yogyakarta atau lebih gampangnya Jogja. Jogja terkenal dengan batiknya dan menjadi daerah dengan ciri khas tradisional. Termasuk rumah adat Yogyakarta yang merupakan salah satu kebudayaan di daerah jogja yang masih terawat dan bahkan dilestarikan.

Daerah Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat DIY ini mempunyai budaya beragam yang sangat berpotensi. Potensi yang berbentuk fisik (tangible) di antaranya kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya. Sementara untuk potensi yang berbentuk non fisik (intangible) diantaranya seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada di masyarakat disana.

Rumah Adat Yogyakarta, merupakan salah satu rumah berasal dari peninggalan-peninggalan jaman dulu yang kini masih menjadi tempat tinggal di masyarakat disana. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas khusus tentang “2 Rumah Adat Yogyakarta. Untuk lebih lanjut untuk menambah wawasanmu tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia termasuk salah satunya Rumah Adat Yogyakarta ini.

Mengenal 2 Rumah Adat Yogyakarta

Di Indonesia mempunyai beragam nama rumah adat. Begitu banyak rumah adat di Indonesia sekitar 34 dalam setiap provinsi. Untuk sekarang akan membahas rumah adat yang berasal dari jogja ini.

Apabila kamu lagi ingin mengetahui lebih dalam tentang rumah adat ini, baca dan pahami sampai selesai postingan ini. Karena akan saya bahas lengkap dan tuntas penjelasannya. Yuk, simak sekarang !

1. Rumah Adat Joglo

rumah joglo

Rumah Adat Joglo, merupakan rumah tradisional yang ada di indonesia dengan terdiri 4 tiang utama. Rumah adat ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Dimana Jawa Tengah dikenal daerah yang mempunyai karakteristik budaya dan adat tradisional yang sangat unik.

Walaupun terkenal, kebanyakan orang masih belum mengetahu tentang informasi rumah adat joglo ini. Jika dipikir secara logika, banyak sekali manfaat apabila kita mempelajari tentang rumah-rumah adat di Indonesia termasuk Rumah Adat Joglo yang saya baha ini. Dengan adanya budaya rumah adat, seharusnya kita bisa melestarikan jangan sampai mati kebudayaan yang kaya dan beragam ini.

Karena Joga terkenal dengan daerah yang mempunyai ciri khas dengan tradisionalnya, Termasuk nama – nama joglo banyak sekali. Adapun 17 jenis joglo di Jogja atau Yogyakarta sebagai berikut:

– Joglo Ceblokan
– Joglo Kepuhan Limolasan
– Joglo Lambangsari
– Joglo Kepuhan Lawakan
– Joglo Kepuhan Awitan
– Joglo Wantah Apitan
– Joglo Limasan Lawakan
– Joglo Sinom
– Joglo Jompongan
– Joglo Pangrawit
– Joglo Mangkurat
– Joglo Hageng
– Joglo Semar Tinandhu
– Joglo Jepara
– Joglo Kudus
– Joglo Pati
– Joglo Rembang

Rumah Adat Yogyakarta ini mempunyai 2 bagian yaitu rumah induk dan rumah tambahan. Rumah Induk mempunyai 8 bagian yang ada, sedangan rumah tambahan hanya sebagai tambahan pelengkap rumah joglo ini. Bagian rumah induk Rumah Adat Yogyakarta yaitu seabgai berikut:

– Pendopo, Berfungsi sebagai pertemuan, tempat pagelaran seni wayang kulit, tari-tarian, dan upacara adat.
– Pringitan – Penghubung Pringitan dalam, Berfungsi sebagai jalan masuknya lorong serta digunakan untuk tempat pertunjukkan wayang kulit.
– Teras – Penghubung pringitan dan rumah dalam, Befungsi sebagai menerima tamu, tempat bersantai, dan kegiatan lainnya.
– Rumah dalam – Rumah belakang, rumah besar, atau rumah saja ini, Berfungsi sebagai sebuat tempat tinggal di masyarakat disana.
– Senthong kiwa – Sebelah kanan ruangan, Berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpan makanan.
– Senthong tengah, Berfungsi sebagai tempat menyimpan harta keluarga atau pusaka semacam keris dan masih banyak lagi.
– Senthong Tengen, Berfungsi sebagai pembagian ruangan.
– Gandhok, Berfungsi sebagai tambahan bangunan mengelilingi sisi belakang dan samping bangunan inti.

2. Rumah Adat Bangsal Kencono

bangsal kencono

Rumah adat Yogyakarta yang kedua yatiu Rumah Adat Bangsal Kencono, Merupakan sebuah rumah adat yang berbentuk padepokan dengan halaman seluas 14000m2. Bangunan rumah adat Yogyakarta ini yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono 1 pada tahun 1756M. Tujuang dari bangunan ini sebagai acara keagmaan atau kesultanan dan acara naik tahta seorang sultan.

Dalam setiap rumah adat di Indonesia pastinya mempunyai Struktur, Fungsi dan Ciri khas tersendiri. Termasuk Rumah Adat Yogyakarta ini yang begitu unik dan beragam sekali. Berikut penjelasan tentang struktur , Fungsi, Ciri Khas dari rumah adat Bangsal kencono :

Secara umum Rumah Adat Bangsal Kencono ini mempunyai kesamaan dengan design rumah-rumah adat di Jawa Tengah. Atap rumah adat Yogyakarta Rumah ini mempunyai bubungan tinggi penyangga tiang pada bagian tengah. Bahan bangunan yang terbuat yaitu dari bahan sirap atau genting tanah.

Dalam setiap rumah-rumah adat mempunyai bagian-bagian yang mempunyai peranan penting pada setiap bagian tertentu. Untuk lebih dalam mari kita simak 3 bagian yang mempunyai peranan penting dari bangunan rumah adat Yogyakarta ini sebagai berikut :

Pada Bagian Depan Rumah Adat Yogyakarta ini sendiri mempunyai 3 bagian yaitu :

1. Bagian Depan Rumah Adat Bangsal Kencono

– Gladhag Pangurakan – Gerbang utama, Berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam istana.
– Alun-alun Lor, Berfungsi sebagai upacara grebeg, upacara sekaten, watangan, dan masih banyak lagi.
– Komples Masjid Gedhe Kasultanan – Masjid Kesultanan, berfungsi seabgai punggawa kesultanan untuk melaksanakan ibadah sholat. Tempatnya di barat alun-alun utara.

2. Bagian inti rumah adat Bangsal Kencono

– Bagian rumah adat yogyakarta ini mempunyai bagian bagian yang inti sebagai penunjang bangunan rumah adat ini. Berikut 7 bagian inti pada rumah adat Bangsal Kencono :
– Bangsal Pagelaran, berfungsi sebagai para penggawa kesultanan saat menghadap sultan ketika upacara resmi
– Siti Hinggil ler – di Selatan kompleks Pagelaran, berfungsi seabgai tempat pelakasaan upacara-upacara resmi kesultanan
– Kamandhungan Ler – Di bagian utara, berfungsi sebagai mengadili perkara-perkara berat yang ancamannya hukuman mati.
– Sri Manganti – Di bagian Selatan kompleks Kamandhungan Ler, berfungsi seabgai tempat menerima tamu-tamu kerajaan.
– Kedhaton, Berfungsi sebagai tempat tinggal seluruh anggota kerajaan.
– Kemagangan, Berfungsi sebagai penerimaan abdi-dallem, tempat berlatih, tempat ujian, serta tempat apel kesetiaan para abdi.
– Siti Hinggil kidul, Berfungsi sebagai menyaksikan adu manusi dengan macan, menyaksikan para prajurit yang sedang melakukan gladi resik upacara Grebeg, tempat berlatih prajurit permepuan, dan sebagai tempat prosesi awal perjalanan upacara pemakaman Sultan yang wafat ke Imogiri.

3. bagian Belakang

Bagian Rumah Adat Bangsal Kencono terdiri dari 2 bagianyaitu Alun-Alun Kidul, terletak pada bagian selatan Keraton. Sedangkan Plengkung Nirbaya, adalah poros utama ujung selatan Keraton.

Jika kita sudah membahas tentang Struktur dan Bagian dari Rumah Adat Yogyakarta ini, mari kita lanjutkan mengenai ciri-ciri khas dari Rumah Adat Yogyakarta ini sebagai berikut:

– Ukuran Rumah mirip dengan Padepokan, Berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga Kerajaan.
– Design dan Motif Ukiran : Design bangunan mengedepankan kecintaan terhadapat alam, sementara motifnya mempunyai ciri yang lebih dominan dengan nuasa kejawen atau jawa.
– Fungsi Rumah adat Bangsal kencono yaitu sebagai tempat tinggal bagi keluarga kerajaan Yogyakarta.

Nah, itulah artikel saya sudah diulas diatas yang mengenai “2 Rumah Adat Yogyakarta Lengkap Beserta Penjelasannya”. Seperti yangs udah saya jelaskan diatas bahwa rumah adat di Yogyakarta ini terdiri hanya 2, ya walaupun 2 ini mempunyai keunikan dan ciri khas bagi daerah jogja. Karena rumah adat tradisional ini menjadi ciri khas yang membedakan dengan rumah-rumah adat tradisional lainnya.

Sebagai negara Indonesia seharusnya kita bangga tinggal di daerah ini, karena negara Indonesia mempunyai keanekaragama kebudayan yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Jadi tidak heran apabila turis-turis dari negara lain berkunjung di daerah Indonesia hanya ingin tahu tentang apa saja yang ada pada kebudayaan Indonesia. Oleh karena itulah marilah kita menjaga dan merawat akan kekayaan alam dan juga budaya di Indonesia.

Jika bukan kita penerus bangsa Indonesia yang menjaga kebudayaan budaya ini, Lalu siapa lagi? Tentulah hanya kita yang wajib untuk merawat dan melestarikan kebudayaan budaya yang ada. Jangan sampai kebudayaan budaya di Indonesia ini terpengaruh oleh budaya-budaya asing. Apalagi dengan berkembangnya jaman modern ini membuat para designer aristek sudah berani untuk menampilkan design rumah-rumah yang unik dan minimalis.

Pasalnya, rumah-rumah adat tradisional yang sudah punah ini karena digantikan dengan rumah-rumah yang modern dan lebih trend. Selain itu, dalam pembangunannya pun modern yang membuat terkesan lebih elegan dan sangat kuat berdasarkan pembuatan lewat alat berat. Karena dengan demikian, rumah-rumah adat tradisional dulunya telah digantikan dengan rumah modern dengan design minimalis.

Jadi, tidak heran apabila di jaman modern ini hampir sebagian yang sudah terpengaruh budaya asing dan juga diganti dengan bangunan-bangunan modern. Menurut pribadi saya bahwa rumah adat ini boleh didesign dengan berkembangnya jaman modern biar tidak ketinggalan jaman. Asal dalam perubahan bangunan atau strukturnya ini tidak menghilangkan nilai-nilai kebudayaan budaya yang sudah ada sejak dulu.

Dengan demikian, rumah adat tradisional ini juga termasuk rumah adat yang modern dan trend. Hal tersebut akan membuat rumah-rumah adat tradisional akan lebih megah dan mewah dalam struktur yang semakin membuat khas ini menjadi terkenal. Dalam hal inilah yang akan membuat rumah adat tradisional tidak kalah bila dibandingkan dengan rumah-rumah masa kini.

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia