Mengenal 3 Rumah Adat Maluku Lengkap dengan Penjelasannya

Rumah Adat Maluku

Kalimat.ID –¬†Rumah Adat Maluku – Negara Indonesia terdiri dari 34 provinsi merupakan sebuah negara dengan urutan ketujuh sebagai negara terluas di dunia. Karena luasnya dari sabang sampai merauke ini, Indonesia dikenal dengan kekayaan alam dan keanekaragaman budaya pada setiap provinsi daerah masing-masing. Salah satu kekayaan budaya yang sampai sekarang masih terawat terlestarikan adalah Rumah Adat tradisional.

Rumah adat yaitu salah satu tempat tinggal yang dihuni oleh suku – suku bangsa yang ada di setiap provinsi. Termasuk Rumah Adat Maluku ini, merupakan sebuah rumah yang tempat tinggal mayoritasnya dihuni oleh suku Huaulu. provinsi Maluku terkenal di dunia Internasional merupakan sebagai Moluccas dan Molukken.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda untuk mengenal rumah-rumah adat di Indonesia yaitu Rumah Adat Maluku. Rumah adat Maluku adalah salah satu rumah adat tradisional yang tertua di negara Indonesia. Walaupun tua, rumah adat Maluku ini tidak kalah dengan rumah-rumah adat lainnya.

Mengenal 3 Rumah Adat Maluku Lengkap dengan Penjelasannya

Rumah adat di Indonesia begitu beragam keadaanya apalagi di seluruh wilayah nusantara ini kita mengetahui bahwa rumah adat tradisional begitu banyak. Namun, saat ini saya akan membahas tentang “Mengenal 3 Rumah Adat Maluku Baileo dan Sasaduk”. Ya mungkin sebenarnya rumah adat di daerah provinsi Maluku ini banyak, akan tetapi yang saya jelaskan hanya dua saja.

Untuk menambah wawasanmu dalam mengenal rumah-rumah adat di Indonesia, diwajibkan setidaknya mengenal dan wajib untuk menjaga akan rumah adat ini terawat serta terlestarikan sehingga keberadaannya tidak punah. Oke, mari kita mempelajari lebih lanjut untuk mengenal rumah adat tradisional dari negara Indonesia ini.

1. Rumah Adat Baileo

Rumah Adat Baileo, merupakan identitas rumah adat tradisional yang ada di Maluku dan mempunyai peranan penting bagi masyarakat disana. Rumah adat Rumah Baileo ini, Berfungsi sebagai tempat menyimpan benda suci dan upacara adat. Ciri utama dari rumah adat Baileo ini yaitu pada ukuran yang besar serta mempunyai bentuk yang berbeda dengan rumah-rumah adat lainnya di Indonesia.

Dalam setiap rumah adat tentunya mempunyai struktur arsitektur dan ciri-ciri yang khas dari setiap rumah adat di daerah provinsi masing-masing. Sehingga masyarakat di Indonesia semakin mudah untuk mengenal bahwa rumah adat A dari Provinsi B dan rumah adat C dari Provinsi D. Untuk itu pembahasan selanjutnya mengenai ciri-ciri khas dan arsitektur struktur dari rumah adat Maluku ini.

Berikut penjelasannya !

Ciri-ciri khas Rumah Adat Rumah Baileo

Untuk sebagai pengenal rumah adat Baileo ini, tentunya mempunyai ciri-ciri yang khas bagi rumah adat Maluku ini. Untuk itu saya akan memberikan pembahasan mengenai ciri-ciri yang khas dari rumah Baileo. Berbicara tentang ciri, bahwa kita tidak lepas dengan namanya simbol dari bangunan rumah adat tradisional, dalam simbol pasti mempunyai ciri – ciri yang khas dan mempunyai peranan penting pada setiap bagian.

Berikut penjelasannya !

Batu Pamali di depat pintu rumah Baileo, Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sesaji. Fungsi dalam peletakkan batu pamali ini sebagai menunjukkan bahwa rumah Baileo ini adalah salah satu rumah balai adat yang merupakan bangunan induk anjungan.

  • Tiang penyangga dengan jumlah sembilan, Berfungsi sebagai penyangga rumah adat Baileo yang letaknya mempunyai peranan penting fungsi dalam setiap bagian tiang penyangga.
  • Tiang Sewa Lima, Merupkana simbol persekutuan dari masyarakat Maluku dari kelompok siswa dan kelompok lima.

Itulah penjelasan dari ciri-ciri yang unik dan khas dari rumah adat Baileo, Selanjutnya saya akan mengajak Anda untuk mengenal struktur yang ada di rumah adat Maluku ini. Berikut saya sajikan dibawah ini !

Struktur Rumah Adat Baileo

Rumah adat Baielo mempunyai hubungan yang sinkron dengan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat di Maluku. Namun bentuk dari arsitektur rumah adat Baileo ini berbeda dengan rumah-rumah adat di Indonesia lainnya, akan tetapi mempunyai peranan penting fungsi yang sama. Rumah adat Maluku ini sama hal nya dengan rumah-rumah adat lainnya yaitu menggunakan bahan – bahan yang kokoh dan lengkap dibekali dengan ornamen khas Maluku.

Rumah adat Rumah Baileo ini termasuk salah satu bisa dikatakan dengan rumah panggung yang posisi lantainya di atas dari permukaan tanah. Karena rumah adat Baileo termasuk rumah panggung, maka pastinya mempunyai lantai yang tinggi dan tentunya mempunyai makna bahwa agar roh nenek moyang mempunyai tempat dan derajat yang tinggi. Keunikan dalam rumah adat Baileo adalah pada ukirannya, Berfungsi sebagai balai dalam menjaga keutuhan adat beserta hukum adatnya.

2. Rumah Adat Sasadu

Rumah adat yang kedua yaitu Rumah Adat Sasadu, merupakan rumah adat dengan desain rumah suku asli masyarakat suku Sahu sejak jaman di Halmahera yang menggambarkan Falsafah kehidupan orang-orang suku Sahu di kehidupan masyarakat Maluku. Rumah adat Sasadu ini ada sekitar 6 jalan masuk. Antara lain dua pintu untuk jalan masuk keluar perempuan dan dua pintu laki-laki serta dua pintu untuk tamu.

Nah, untuk rumah adat Sasadu ini sama hal nya dengan rumah adat Baileo yang merupakan mempunyai ciri-ciri yang khas dan struktur tersendiri daripada rumah adat tersebut. Dibawah ini akan bahas mengenai ciri-ciri khas dan struktur dari rumah adat Sasadu. Sehingga masyarakat di negara Indonesia semakin tahu dan akan lebih mudah mengenal dalam rumah – rumah adat.

Berikut penjelasannya !

Ciri-Ciri khas dari Rumah Adat Sasadu

Sama dengan rumah adat Baileo tadi, bahwa rumah adat Maluku Sasadu ini juga mempunyai ciri-ciri yang khas. Sehingga masyarakat Indonesia tahu perbedaan dari rumah adat Baileo dan Rumah adat Sasadu ini. Dibawah ini 5 ciri khas dari rumah adat Maluku yang saya bahas dengan penjelasannya !

  • Desain rumah adat Sasadu ini menggambarkan dari suku Sahu dan Maluku utara yang merupakan orang-orang yang terbuka dengan adanya pendatang baru tanpa membeda-bedakan.
  • Atap rumah adat Sasadu mempunyai sepasang kain merah dan putih. Kain ini melambangkan kerukunan antara agam Islam dengan kristen yang ada di Maluku Utara.
  • Bola-bola yang digantung pada kerangka atap ini melambangkan kestabilan dan kearifan masyarakat Maluku.
  • Bagian atap di ujung bawah sengaja dibuat pendek, bertujuan agar pada saat masuk harus menundukkan kepala dengan membungkukkan tubuhnya karena untuk masyarakat supaya lebih menghormati nenek moyang dari peninggalan rumah adat tersebut.
  • Berbentuk ukiran perahu pada ujung atap yang melambangkan suku Sahu .

itulah ciri-ciri yang khas dari Rumah Adat Sasadu, selanjutnya saya akan membahas tentang Struktur arsitek dari rumah adat Maluku ini. Berikut penjelasannya dibawah !

Struktur Rumah Adat Sasadu

Karena rumah adat Sasadu ini merupakan rumah panggung, maka dari itu struktur dari rumah adat Sasadu ini mempunyai tiang penyangga. Tiang penyangga rumah adat Sasadu ini tidak memikul beban lantai seperti rumah-rumah adat tradisional di Indonesia lainnya. Akan tetapi tiang penyangga, berfungsi sebagai penyangga kerangka atap rumah.

Tiang penyangga rumah adat Sasadu ini memakai balok penguat yang sebagai pengganti dari paku. Balok penguat ini akan direkatkan dengan tiang memakai pasak kayu yang berfungsi sebagai tempat duduk.

Namun, ada beberapa tiang yang tidak terhubung dengan lainnya. Tujuannya sebagai tempat keluar dan masuk rumah adat Maluku ini. Ada 6 pintu masuk ke dalam rumah adat Sasadu ini antara lain:

  • dua pintu bagi wanita
  • dua pintu untuk pria
  • dan dua pintuk untuk para tamu.

Keunikan dari rumah adat Sasadu ini bahwa pada bagian atapanya memakai anyaman daun sagu yang dipercayai tahan lama.

3. Rumah Adat Hibualamo

Rumah adat Maluku yang terakhir yaitu Rumah adat Hibualamo yang berasal dari 2 kata yatiu hibua artinya rumah dan lamo artinya besar. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa rumah adat ini merupakan bangunan yang menjadi rumah dengan ukuran sangat besar. Rumah adat ini bisa dibilang cukup baru diresmikan sekitar April tahun 2007, walaupun sebetulnya sudah ada sejak tahun 600an.

Rumah adat tradisional ini sudah hilang karena pada jaman penjajahan yang kemudian didirikan balai desa untuk tempat menyelesaikan masalah dan pemerintahan. Rumah adat Hibualamo ini menjadi simbol perdamaian dari pasca konflik SARA pada tahun 1999 sampai denagn 2001.

Untuk itu, pembangunan pada rumah adat ini mempunyai perkembangan yang dibandingkan bentuk aslinya yaitu rumah panggung. Bentuk rumah adat ini kembali didirikan karena mempunyai makna arti terhadap persatuan.  Dalam konstruksi rumah adat Maluku ini mencerminkan kehidupan maritim Suku Galela dan Tobleo di area pesisir.

Bangunan pada rumah adat tradisional ini mempunyai bentuk segi delapan dan juga dilengkapi dengan empat pintu sebagai simbol empat arah mata angin. Pada saat kita berada di dalam, maka semua akan duduk saling berhadapan. Hal ini menunjukkan kesatuan dan kesetaraan.

Selain itu, rumah adat tradisional ini mempunyai keunikan yaitu terdapat empat warna utama dengan makna arti tersendiri. Diantaranya yaitu:

  • Merah, menggambarkan kegigihan perjuangan komunitas canga.
  • Kuning, menggambarkan kecerdasan, kemegahan, dan kekayaan.
  • Hitam, menggambarkan solidaritas.
  • Putih, menggambarkan kesucian.

Itulah artikel saya yang membahas lengkap tentang “Mengenal 3 Rumah Adat Maluku Baileo dan Sasadu”. Semoga dengan pembahasan ini kita bisa mengenal rumah-rumah adat di Indonesia serta merawat dan melestarikan agar keberadaannya tidak sampai punah.

Semoga bermanfaat, jangan lupa share dan kasih react cocok untuk postingan ini dan nantikan artikel selanjutnya yang akan dibahas lengkap tentang seluruh rumah-rumah adat di Indonesia.

Komentar disini