Mengenal Belah Bubung Rumah Adat Kepulauan Riau

Kalimat.ID – Di negara Indonesia ini mempunyai kebudayan-kebudayaan yang beragam, salah satunya Budaya Kepulauan Riau termasuk Rumah adat Kepulauan Riau. Budaya ini sudah berkembang sejak lama sekali di tengah-tengah masyarakat.

Budaya dari Kepulauan riau ini juga yang terpengaruh oleh budaya-budaya umat agama islam. Selain dari agama islam, juga terpengaruh oleh kebudayaan dari umat Buddha, Kristen, dan Konghucu.

Berbicara tentang kebudayaan ini, tidak luput juga dengan yang namanya Rumah Adat Riau. Rumah Adat Kepulauan Riau ini biasa dikenal dengan sebutan Rumah adat Melayu. Karena mayoritas masyarakat kepulauan riau adalah orang-orang dari suku Melayu.

Rumah Adat Kepulauan Riau berasal dari provinsi Riau, merupakan salah satu jalur perdagangan yang paling ramai pada masa jaman kolonial. Provinsi Riau ini menjadi salah satu pintu masuk perdagangan dari Gujarat, Persia, dan juga China. Pasalnya, selat Malaka adalah salah satu lautan yang terkenal paling ramai serta dipenuhi pedagang-pedagang dari seluruh dunia.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “Mengenal Rumah Adat Belah Bubung“. Sebenarnya ada cukup banyak nama-nama yang ada di Rumah Adat Kepulauan Riau ini, namun saya akan mengulas hanya 5 yang menurut saya paling terkenal serta populer di masyarakat. Langsung saja baca sampai lengkap kebawah untuk menambah wawasan mengenai rumah-rumah adat yang ada di negara Indonesia dan wajib sekali untuk di lestarikan.

Mengenal Rumah Adat Kepulauan Riau Belah Bubung Lengkap dengan Penjelasannya

Sebelum kita mengenal nama-nama rumah adat Kepulauan Riau, kita harus mengetahui apa saja upacara-upacara adat di Kepulauan Riau ini. Upacara adat tradisional yang dilaksanakan oleh masyarakat Kepulauan Riau yaitu:

  1. Basuh Lantai di Lingga
  2. Haul Jama’ di Lingga
  3. Makan sirih di Kepulauan Riau
  4. Malam kue bulan oleh umat Tionghoa di Tanjungpinang
  5. Malam tujuh likur di Lingga
  6. Menjunjung duli di Kepulauan Riau dan Riau
  7. Ratif saman di Lingga
  8. Sembayang kubur oleh umah Tionghoa di Kepulauan Riau
  9. Sembayang laut umat Tionghoa di Tanjungpinang
  10. Tepuk tepung tawar di seluruh kawasan Kepulauan Riau

Rumah Adat Kepulauan Riau yaitu rumah adat yang menjadi salah satu tempat tinggal masyarakat disana. Sebelum mengenal lebih jauh tentang rumah adat riau yang sangat populer di masyarakat disana, saya akan mengenalkan kepada kamu nama-nama rumah adat kepulauan Riau lengkap dengan penjelasannya.

1. Tentang Rumah Adat (Belah Bubung)

Rumah Belah Bubung, merupakan rumah adat yang berasal dari Kepulauan Riau tepatnya di negara Indonesia. Nama-nama rumah adat Belah Bubung biasanya kita kenal dengan sebutan Rumah Rabung atau dengan sebutan Rumah Bubung Melayu. Bangunan dari rumah Bubung ini tergantung dari seorang pemiliknya, apabila seorang pemiliknya adalah orang kaya bisa jadi rumahnya akan megah dan pastinya banyak beragam hiasan-hiasan yang menarik.

Rumah Adat Rumah Belah Bubung ini mempunyai Struktur, Fungsi, dan Ciri khas yang dikenal di masyarakat sekitar. Sebelum itu, saya akan memberikan fakta menarik dari rumah adat Belah Bubung ini. Rumah adat Kepulauan Riau Belah Bubung memiliki fakta-fakta yang menarik yaitu;

  • Disebut Rumah Tabung, alasannya yaitu karena atapnya memakai perabung, Sementara nama Rumah Bubung ini nama sebutan dari orang asing, yang khususnya Cina dan Belanda yang mereka sebut rumah adat Kepulauan Riau ini bahwa bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka yaitu Rumah Kelenting dan limas.
  • Kemampuan Finansial pemilik rumah akan menjadi penentu bagaimana kondisi rumah yang akan dibangunnya.

2. Struktur Rumah Adat Rumah Belah Bubung

Jika kamu mempunyai bayangan tentang rumah-rumah adat melayu ini, adalah sebuah gambaran dari struktur bangunan rumah adat Belah Bubung. Rumah adat Kepulauan Riau Belah Bubung memiliki struktur yang tingginya hingga 2 meter dari permukaan tanah. Nama Belah Bubung diambil karena atap dari rumah adat (Belah Bubung) ini terbuat dari bubung (atau di biasa kita kenal Bambu) dan di dorong dengan desain seperti bangunan itu terbelah menjadi dua.

Bangunan dari rumah adat ini terbuat dari material-material yang berasa dari alam. Mulai dari tiang, gelagar, tangga, bendul, dan rasuk menggunakan kayu , dinding dan lantai menggunakan papan, sedangkan atap berbentuk seperti pelana kuda ini terbuat dari daun nipah atau daun rumbia.

3. Fungsi Rumah Adat Belah Bubung

Pada setiap rumah adat tentunya mempunyai fungsi-fungsi tersendiri dalam setiap daerah provinsi. Termasuk rumah adat belah bubung Kepulauan Riau ini mempunyai 3 fungsi sebagai penyangga bangunan ini. Berikut 3 fungsi dari Rumah Adat Belah Bubung;

  1. Selasar atau pendopo ini sendiri dibagi 3 macam yakni, selasar luar, selasar jatuh serta selasar dalam. Selasar ini berfungsi untuk menerima tamu, tempat bersantai dan juga untuk meletakkan alat-alat pertanian
  2. Rumah induk ini juga terbagi 3 ruangan yakin; ruang muka khusus untuk tempat ibu dan anak perempuan yang berumur dibawah 7thn, ruang tengah khusus untuk tempat tidur anak laki-laki yang berumur 7thn atau lebih, dan yang terakhir ruang dalam dikhususkan sebagai tempat tidur orang-orang tua.
  3. Penyokong, biasanya terdapat di ruangan dapur yang berfungsi sebagai tempat menyimpan alat pertanian, cadangan makanan, serta aktivitas-aktivitas memasak.

4. Ciri – Ciri Khas Rumah Adat Kepualauan Riau Belah Bubung

Pada setiap rumah adat yang ada di Indonesia pastinya memiliki ciri-ciri yang khas dalam setiap daerah provinsi masing-masing. Karena dengan adanya ciri yang khas, rumah adat dalam setiap provinsi semakin mudah untuk dikenali. Untuk itu pembahasan dari saya ciri-ciri khas Rumah Adat Belah Bubung adalah sebagai berikut;

  • Motif Flora yang bisa ditemukan dalam bentuk kelompok kaluk pakis, kelompok bunga-bungaan, serta kelompok pucuk rebung
  • Motif alam ditemukan dalam bentuk semut beriring, itik sekawan, serta lebah bergantung
  • Motif alam yang ditemukan dalam bentuk bintang-bintang dan awan larat
  • Motif Kaligrafi atau kalimat adalah ukiran yang berasal dari ayat-ayat suci al-Qur’an
  • Motif abstrak yang bisa ditemukan dalam Selembayung tepatnya di puncak atap, Pinang-pinang atau Gasing-gasing, Sayap Layang-Layang yang diletakkan pada ujung kaki cucuran, Papan Tebuk, dan dalam Dua Selengek atau ukiran berbentuk burung.

Penjelasan dari Rumah Adat Rumah Belah Bubung ini, Karena kita belum membahas tentang jenis-jenis dari rumah adat Belah Bubung ini. Karena apabila ditinjau dari atapnya, rumah adat Belah Bubung ini mempunyai beberapa jenis – jenis. Berikut adalah 6 jenis dari rumah adat Belah Bubung yaitu;

  1. Rumah Lipat Pandan (atapnya curam)
  2. Rumah Lipat Kajang (atapnya agak mendatar)
  3. Rumah Atap Layar (atau biasa disebut juga dengan Ambar Labu, terletak pada bagian bahwa atap ditambah dengan atap-atap lainnya)
  4. Rumah Perabung panjang (Perabung atapnya sejajar dengan jalan raya)
  5. Rumah Perabung Melintang (Perabung atapnya tidak sejajar dengan jalan raya)
  6. Rumah Limas Potong

Itulah penjelasan dari saya yang mengulas lengkap mengenai ” Mengenal belah Bubung Rumah Adat Kepulauan Riau Lengkap dengan Penjelasannya “. Walaupun menurut jenisnya bahwa pakaian adat yang ada di Kepulauan Riau ini hanya satu, Akan tetapi rumah adat ini mempunyai keunikan dan ciri khas bagi masyarakat disana. Karena ruamh adat tradisional ini mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan rumah adat tradisional lainnya.

Sebagai warga masyarakat yang baik kita harus menjaga dan merawat kebudayan dan budaya yang telah ada khususnya Rumah Adat yang bernama Belah Bubung ini. Karena rumah adat tradisional inilah yang menjadi salah satu kebudayaan budaya di daerah Kepulauan Riau. Meskipun demikian, rumah adat ini tidak kalah dengan rumah adat tradisional yang ada di daerah prosvinsi lainnya.

Dengan menjaga dan merawat kebudayan budaya yang ada saja menjadikan kita bahwa selalu menghargai budaya-budaya di seluruh wilayah Indonesia. Karena kebudayaan budaya yang ada di Indonesia ini tidak ada di negara-negara lainnya, Sehingga tidak heran apabila Indonesia kebudayannya sering menjadi objek wisata. Namun, Jangan sampai juga bahwa kebudayaan budaya kita terpengaruhi oleh negara Asing.

Pasalnya, kebudayaan budaya kita ini terancam punah karena dua faktor intern dan juga ekstern. Yang pertama yaitu intern ini sebenarnya bisa saya bilang bagus dan bisa saya bilang tidak, karena bila budaya-budaya di Indonesia mengikuti jamannya itu boleh saja dengan design yang trend. Akan tetapi, hal tersebut tidak boleh meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang ada.

Yang kedua yaitu faktor eksternal yang menurut saya perlu kita waspadai, karena banyak sekali kebudayaan budaya kita yang sudah terpengaruh oleh kebudayaan asing. Pasalnya, masyarakat di Indonesia lebih senang apabila menggunak brand dari luar negeri. Seharusnya perilaku seperti ini dirubah, karena kita juga patut membanggakan negara kita sendiri yang kaya akan alam dan kebudayaan budaya dari sabang sampai merauke.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam mengenal kebudayaan budaya di Indonesia. Selain itu, bisa dijadikan refrensi Anda dalam menambah ilmu pengetahun. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai dan semoga bermanfaat !

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia