Beranda Pendidikan 19 Peninggalan Kerajaan Kediri yang Tersebar di Indonesia

19 Peninggalan Kerajaan Kediri yang Tersebar di Indonesia

Peninggalan Kerajaan Kediri

Kalimat.id – Peninggalan kerajaan Kediri – Sisa-sisa kerajaan Kediri, adalah bukti jika sebelumnya pernah berdiri sebuah kerajaan di Jawa Timur. Pada tahun 1042, kerajaan yang mengerikan ini berdiri dan menderita kemerosotan pada tahun 1222. 

Kerajaan Kediri juga merupakan salah satu kerajaan Hindu di Jawa Timur dengan pemerintah pusatnya di Kota Daha. Ada begitu banyak peninggalan kerajaan Kediri yang telah menjadi bukti sejarah. Beberapa peninggalan Kerajaan Kediri adalah sebagai berikut:

Apa Saja Peninggalan Sejarah Kerajaan Kediri?

Saat ini kita bisa menemukan peninggalan peninggalan kerajaan Kediri di wilayah Kediri. Letak peninggalan tersebut juga bukan hanya ada pada satu lokasi saja. Anda bisa menemukan peninggalan seperti candi, prasasti, arca, dan kitab sastra di beberapa wilayah Kediri. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dibawah ini.

1. Candi Tondowongso

kuil Tondowongso

Peninggalan kerajaan Kediri yang pertama adalah candi tondowongso. Keberadaan candi ini berlokasi di Desa Gayam, Kec. Gurah, kabupaten Kediri. Penemuan candi ini juga masih baru yakni sekitar tahun 2007.

Melihat arsitektur bentuk bangunan dan juga arca di sekitar candi, dapat disimpulkan jika bangunan tersebut dibangun di abad 9. Tepatnya saat pusat politik telah dipindah yang awalnya di Jawa Tengah menjadi di Jawa Timur.

Luas candi tondowongso ini adalah 1 hektar dan menjadi penemuan terbesar sejarah selama 30 tahun terakhir ini. Profesor Soekmono mengungkapkan jika pernah menemukan arca di lokasi tersebut tahun 1957 silam. Adapun penemuan candi tersebut diawali oleh penemuan beberapa arca yang di temukan pengrajin batu sekitar.

2. Candi Penataran

Berikutnya adalah candi penataran yang letaknya berada di lereng gunung kelud. Tepatnya ke arah barat daya utara Kota Blitar yang ketinggiannya sampai 450 meter di atas permukaan laut.

Setelah menemukan prasasti disekitar bangunan candi, diketahuilah jika bangunan tersebut dibuat dari abad 12-14 masehi. Tepatnya di masa pemerintahan Raja Srengga hingga pemerintahan Raja Wikramawardhana.

Teras candi panataran dibangun berundak dengan susunan batu andesity dan saling mengunci. Candi ini juga merupakan peninggalan kerajaan hindu Siwaitis serta peninggalan Kitab Desawarnana ataupun Nagara kretagama terbuat di tahun 1365.

Candi tersebut juga sebagai bangunan suci dan pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk ketika sedang dalam perjalanan mengelilingi wilayah Jawa Timur.

3. Candi Gurah

candi gurah

Candi gurah juga termasuk salah satu peninggalan kerajaan Kediri. Letak candi gurah ada di Kec. Gurah, kab. Kediri provinsi Jawa Timur. Candi ini ditemukan tahun 1957 dan lokasinya dekat dari candi tondowongso sekitar 2 km dari sana. Ukuran candi gurah ini ialah 9 x 9 meter.

Persamaan antara candi gurah dengan Candi Tondowongso ialah Arca Brahma, Candra, Surya, Yoni serta Nandi. Bukan hanya itu saja, penempatan arca kedua candinya juga sama walaupun bangunan tempat dimana arca Candra, Nandi dan Surya pada Candi Tondowongso masih belum Nampak begitu jelas bentuknya.

4. Candi Mirigambar

candi mirigambar

Candi mirigambar juga salah satu peninggalan kerajaan Kediri. Lokasi penemuan situs ini ada di sebuah lapangan yang terdapat di Desa Mirigambar, Sumbergempol, kabupaten Tulungagung, provinsi Jawa Timur. Perkiraannya candi ini telah dibangun tahun 1214 hingga 1310 saka.

Material pembuatnya dari bata merah layaknya candi lainnya di wilayah jawa timur. Candi miri gambar juga dilindungi oleh petinggi desa tahun 1965 silam sehingga sampai saat ini masih bisa dinikmati keindahannya.

Terdapat relief patung juga dengan ukiran yang indah dibagian dindingnya. Dibagian depan sebelah kanan ada gambar laki laki 2 orang mengapit 2 wanita. Salah satu laki laki tersebut memiliki postur tubuh besar.

Dibagian tepi halama candinya atau tepat di bagian utara juga terdapat tumpukan bata merah. Konon ini adalah reruntuhan candi lain disekitar mirigambar. Sementara pada tepi halaman selatan ada pula lempengan batu andesit yang terukir tahun 1310c / 1388 Masehi.

5. Candi Tuban

candi tuban

Peninggalan kerajaan Kediri selanjutnya adalah candi Tuban. Namun sekarang candi ini hanya tersisa reruntuhan yang lokasinya dekat dengan candi mirigambar sekitar 500 meter. Sekarang ini candi tuban juga telah tertutup oleh tanah dan tak mungkin dibangun lagi.

6. Arca Buddha Vajrasattva

Arca Buddha Vajrasattva
Image by: kerisku.id

Peninggalan sejarah berikutnya adalah Arca Buddha Vajrasattva yang berasal dari pemerintahan Kerajaan Kediri di abad ke-10 ataupun ke-11. Peninggalan ini sudah di letakkan di museum Museum fur Indische Kunst, Dahlem, dan Berlin, Jerman.

7. Prasasti Jaring

prasasti net
Image by: situsbudaya.id

Berikutnya ada prasasti jaring yang dibuat tanggal 19 november tahun 1181. Isinya menjelaskan tentang pengabulan permohonan para penduduk dukuh jaring melalui senapati Sarwajala. Keinginan penduduk yang dimaksud ialah keinginan yang tak dapat diwujudkan raja sebelumnya.

Dalam prasasti ini juga menuliskan jika para pejabat Kediri bergelar dengan menyertakan nama hewan misalnya Menjangan Puguh, macan kuning, dan Lembu Agra.

8. Prasasti Sirah Keting

Prasasti Sirah Keting

Peninggalan kerajaan Kediri lainnya ialah prasasto sirah keting. Dalam prasasti ini juga menjelaskan tentang pemberian tanah oleh raja Jayawarsa bagi rakyat yang ada di desa sirah keting karena jasanya bagi kerajaan Kediri.

9. Prasasti Kertosono

Dalam prasasti kertosono ini menuliskan tentang keagamaan di masa Raja Kameshwara.

10. Prasasti Ngantang

Prasasti Ngantang

Peninggalan Kerajaan Kediri berikutnya adalah prasasti ngantang. Dalam prasasti ini menceritakan masalah pemberian tanah oleh jayabaya yang bebas pajak bagi Desa Ngantang karena jasa yang sangat besar dalam mengabdi kerajaan Kediri. Tertulis pulah tahun pembuatannya 1057 Saka ataupun 1135 Masehi.

Prasasti ini ditemukan di desa ngantang namun saat ini prasasti tersebut berada di museum Nasional. Penduduk dari Hantang beserta 12 desa lainnya menghadap pada raja yang diperantarai oleh guru bernama Mpungku Naiyayikarsana.

Penduduk tersebut memohon supaya prasasti tersebut didharmakan untuk Gajapada serta Nagapuspa. Permohonan tersebut tertulis di daun lontar lalu dipindahlah di batu. Ditulis juga anugrah yang diberikan oleh raja jayabaya tadi.

Permohonan tersebut akhirnya dikabulkan raja dikarenakan rakyat hantang telah menunjukkan bakti yang sungguh sungguh kepada sang raja. Hal ini dibuktikannya penyetahan cancu tan pamusuh, serta cancu ragadaha. Apalagi saat banyak isu memisahkan diri, namun penduduk hantang tetap setia pada baginda.

11. Prasasti Padelegan

Prasasti Padelegan

Dalam Prasasti Padelegan tertulis tentang bakti para penduduk desa Padegelan sendiri terhadap Raja Kameshwara. Bentuk prasastinya stella dan terdapat puncak kurawal yang ukurannya 145 cm, dengan ukuran lebar atasnya 81 cml, sementara lebar bawahnya 70 cm pada ketebalan 18 cm.

Tulisan huruf jawa kuno pada prsasti ini juga banyak yang aus, tapi untungnya sudah berhasil dibaca Oud Javansche Oorkonde. Disini juga ada penanggalan angka 1038 saka (11 Januari 1117 M).

Sebagai prasasti pertama dari raja Bameswara, prasasti ini juga menjadi prasasti pertama setelah kerajaan Kediri mengalami masa kelam pemerintahan raja Samarawijaya. Dirinya memerintahkan dari tahun 1042 Masehi hingga 1044 Masehi yang sudah berkuasa di Daha setelah pembagian wilayah oleh Raja Airlangga.

Namun sekarang prasasti ini disimpan di museum penataran kota Blitar. Prasasti ini terdapat ornament lancana di bagian atasnya atau yang disebut sebagai Candrakapala. Lancana tersebut digambarkan sebagai sebuah kepala tengkorak yang tampak tulang pipi serta dahi yang menonjol. Memiliki bentuk mata yang bulat besar seperti terbelalak dengan senyum yang menyeringai lebar dan tempak gigi besar 2 buah bagian depannya.

Ditambah lagi kedua gigi taring yang ada di sebelah kiri dan kanan yang membuatnya terlihat seram. Pada dahinya ada bulatan agak melengkung, mirip bulan sabit yang ujung ujungnya menghadap ke bawah.

12. Prasasti Kamulan

prasasti agung

Berikutnya juga masih peninggalan kerajaan Kediri adalah prasasti Kamulan. Lokasi penemuan prasasti ini berada di desa Kamulan, Kab. Trenggalek dan dibuat tahun 1194 Masehi / 1116 Saka. Tepatnya ketika pemerintaha Raja Kertajaya. Isi prasasti ini ialah penjelasan tentang berdirinya Trenggalek di hari Rabu Kliwon 31 Agustus 1194.

Tertulis juga nama Kediri yang telah diserang oleh kerajaan bagian timur tanggal 31 Agustus 1191. Ukiran pada prasasti ini juga masih tampak jelas. Untuk melihatnya, anda bisa mengunjungi lokasi Prasasti Kamulan berada.

13. Prasasti Galunggung

Peninggalan Kerajaan Kediri Prasasti Galunggung

Prasasti galunggung ditemukan tepat di desa Rejotangan, kabupaten Tulungagung. Ukuran prasasti ini memiliki ukuran 160 x 80 x 75 cm dan didalamnya tertulis menggunakan huruf jawa kuno sampai 20 baris kalimat.

Tetapi aksara pada prasasti ini kurang jelas dibaca karena terdapat bagian yang rusak. Yang terlihat hanya tulisan tahun 1123 Saka. Ada lambang lingkaran disini dibagian tengahnya ada gambar persegi panjang serta beberapa logo ataupun gambar lainnya.

14. Prasasti Panumbangan

Peninggalan Kerajaan Kediri prasasti Panumbangan
Image by: situsbudaya.id

Peninggalan kerajaan Kediri memang sangat banyak sekali. ssalah satunya ialah prasasti panumbangan ini. Pembuatan prasasti ini tertulis pada tanggal 2 agustus tahun 1120 yang dikeluarkan Maharaja Bameswara. Isinya membahas tentang penetapan Desa bebas pajak yang ditujukan untuk desa Panumbangan.

15. Prasasti Talan

Peninggalan Kerajaan Kediri prasasti talan

Prasasti talan adalah peninggalan kerajaan Kediri selanjutnya. Lokasi penemuan peninggalan sejarah ini berada di Desa Gurit, kab. Blitar, prov. Jawa Timur. Tahun pembuatannya tertulis pada 1136 Masehi / 1058 Saka.

Dalam prasasti ini berisi sebuah penetapan masuknya Ds. Talan ke daerah Panumbang dan sudah terbebaskan pajaknya. Didalamnya juga dilengkapi pula oleh pahatan Garudhamukalanca berupa pahatan bentuk tubuh manusia bersayap dan berkepala garuda.

16. Prasasti Ceker

Peninggalan Kerajaan Kediri prasasti ceker

Sama seperti namanya, dalam prasasti ceker ini juga berisi sebuah anugrah yang diberi untuk penduduk desa ceker yang telah mengabdi pada kemajuan kerajaan Kediri.

17. Kitab Sumanasantaka

Peninggalan Kerajaan Kediri Kitab Sumanasantaka
Image by: slidesharecdn.com

Peninggalan kerajaan Kediri juga ada yang berbentuk kitab yakni Kitab Sumanasantaka yang dikarang Mpu Monaguna. Pada kitab ini telah menceritakan seorang bidadari bernama harini yang melakukan salah dan akhirnya dikutuk menjadi manusia. Kemudian Harini tinggal bersama manusia lain yakni dibumi sampai kutukannya habis.

18. Kitab Gatotkacasraya

Peninggalan Kerajaan Kediri Kitab Gatotkacasraya

Kitab Gatotkacasraya ini karangan Mpu Panuluh dengan penjelasan tentang kepahlawanan Gatotkaca karena berhasil menyatukan Abimayu sebagai putra arjuan dengan wanita cantik bernama Siti Sundhari.

19. Kitab Smaradahana

Peninggalan Kerajaan Kediri Kitab Smaradahana

Adalah Kitab Smaradahana yang dikarang Mpu Dharmaja sebagai salah satu peninggalan sejarah kerajaan Kediri. Dalam kitab ini berisi mengenai kisah Dewa Kama dan Dewi Ratih. Mereka adalah suami istri yang hilang dengan misterius karena api yang keluar dari mata ketiga dewa siwa mengenainya.

Itulah peninggalan kerajaan Kediri yang sampai saat ini ada yang bisa dinikmati dan ada pula yang sudah terkubur oleh tanah. Semoga bermanfaat.