13 Peninggalan Kerajaan Demak di Pulau Jawa

Peninggalan Kerajaan Demak

Kalimat.ID – Peninggalan Kerajaan Demak adalah salah satu kerajaan Islam di indonesia adalah kerajaan Demak. Kerajaan ini didirikan di jawa tengah pada tahun 1475 Masehi. Kerajaan islam pertama di jawa ini juga berperan penting terhadap penyebaran agama islam khususnya di Jawa.

Mulanya kerajaan Demak ini bernama Bintoro atau Glagah. Pendiri kerajaan ini adalah Raden Patah yakni salah satu ke Sembilan wali yang sangat terkenal di jawa. Awalnya demak adalah kadipaten di kerajaan Majapahit.

Namun setelah kerajaan majapahit mengalami keruntuhan, akhirnya islam pun mulai berkembang. Sehingga kerajaan demak ini pun mengalami perkembangan menjadi kerajaan Islam paling besar di jawa.

Sumber Sejarah Kerajaan Demak

Keberadaan kerajaan demak ini juga diketahui dari tulisan sejarah sebagai peninggalan kerajaan demak. Pendiri kerajaan Demak adalah Raden Patah dimana masa pemerintahannya antara tahun 1500 hingga 1518 Masehi. Gelar yang didapat oleh raden patah adalah Sultan Alam Akbar al Fatah.

Menurut babad tanah jawa, sebenarnya Raden Patah ini adalah seorang putra Raja Brawijaya V atau raja terakhir Majapahit dengan istri bernama putrid Campa. Selanjutnya Raden patah juga menyusun kekuatan armada laut sampai akhirnya bisa berkembang pesat.

Kerajaan demak juga pernah membantu Malaka saat dikuasai portugis. Karena keberadaan portugis juga mengganggu aktifitas yang dilakukan oleh penduduk kerajaan Demak. Tapi sangat disayangkan karena usahanya belum berhasil dalam mengusir penjajah.

Sampai akhirnya raden patah diganti dengan Adipati Unus yang memerintah pada tahun 1518 sampai 1521. Tetapi Adipati Unus telah meninggal dunia tanpa keturunan dan akhirnya diganti oleh adiknya bernama Pangeran Sekar Seda Lepen.

Namun Pangeran Sekar Seda Lepen telah dibunuh oleh suruhan kemenakan lainnya bernama Raden Mukmin, merupakan anak pangeran Trenggana dan naik tahta dengan gelarnya sebagai Sultan Trenggana. Dimasa inilah kerajaan demak mengalami masa kejayaan. Wilayahnya mencakup wilayah jawa barat seperti Banten, Cirebon, Jayakarta, wilayah Jawa Tengah dengan sebagian wilayah di Jawa Timur.

Setelah pemerintahan sultan trenggana, kerajaan Demak mengalami kemunduran. Bahkan ada perebutan kekuasaan yang terjadi diantara Arya Panangsang, anak dari Pangeran Sekar Sedo Lepen dan Sunan Prawoto, anak tertua Sultan Trenggana.

Perebutan kekuasaan tersebut dilakukan dan sunan prawoto kalah dengan arya panangsang. Setelah itu Arya Penangsang terbunuh oleh Joko Tingkir, seorang menantu Sultan Trenggana dan selanjutnya menjadi Adipati Pajang. Namun Joko Tingkir mendapatkan gelar Sultan Hadiwijaya lalu memindah pusat Kerajaan Demak di daerah Pajang.

Semua peninggalan sejarah kerajaan demak telah memperkuat asumsi diatas. Beberapa peninggalan berupa bangunan, dan sejumlah properti bernuansa Islami. Beberapa peninggalan sejarah kerajaan demak diantaranya Pintu Bledeg, soko guru, Masjid Agung Demak, Kentongan, Bedug, dan masih banyak lagi.

Apa Saja Peninggalan Peninggalan Kerajaan Demak?

1. Pintu Bledeg

pintu bledeg

Peninggalan Kerajaan Demak yang pertama adalah pintu bledek. Pada pintu petir ini dilengkapi oleh ukiran yang sudah dibuat pada tahun 1466. Pembuatnya adalah Ki Ageng Selo. Menurut cerita, pintu ini dibuat Ki Ageng Selo dari petir yang tersambar oleh kekuatan supranatural milikinya yang sudah ditangkapnya ketikja berada di tengah sawah.

Akhirnya pintu tersebut di bawa pulang ke Raden Patah sehingga digunakan sebagai pintu masuk utama di Masjid Agung Demak. Namun dengan keadaan yang mulai rusak tersebut akhirnya pintu petir di simpan di museum Masjid Agung Demak.

2. Masjid Agung Demak

masjid agung demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang kedua adalah masjid agung demak. Tahun 1479 masjid ini didirikan sebagai pusat syiar islam kala itu. Letak masjid agung ini ada di Ds. Kauman, Kec. Demak Kota, Kab. Demak Kota, provinsi Jawa Tengah.

Bentuk arsitektur masjid ini memang tidak sama dengan masjid pada umumnya. Pada masjid agung demak memakai kombinasi kondep budata Jawa Tengah. Konsep tersebut melukiskan hubungan antara kerajaan Jawa dengan agama Islam. Jika dilihat masjid ini berukuran luas 31 x 31 meter persegi dengan serambi bagian depannya yang berukuran 31 x 15 meter persegi dan kelilingnya 35 x 3 meter.

Bangunan serambi tersebut dibuat terbuka dan ditopang oleh 128 soko. Dan 4 diantaranya merupakan soko guru yang menjadi penyangga utama bangunan serambi masjid. Adapun tiang penyangganya ada 50 soko serta penyangga serambi ada 28 soko. Tiang kelilingnya ada 16 buah tiang. Bangunan masjid demak ini dari bahan kayu berbentuk bulat lengkap dengan lengkungan. Sementara interior masjidnya menggunakan bahan kayu lengkap ada ukiran yang membuatnya terlihat sangat artistik dan cantik.

3. Soko Guru atau Soko Tatal

Soko Tatal

Berikutnya adalah peninggalan Kerajaan Demak yang berupa Soko Guru ataupun Soko Tatal. Ini merupakan tiang penyangga Masjid Agung Demak berbahan kayu yang memiliki diameter 1 meter yang jumlahnya ada 4 soko. Seluruh soko tersebut secara khusus dibuat sunan kalijogo.

Menurut ceritanya, sunan kalijogo masih menyelesaikan 3 soko guru saat Masjid Agung Demak dibangun dan telah mulai masuk pada pemasangan atap. Untuk mengejar waktu yang sangat sedikit itu, sunan kalijogo akhirnya mengumpulkan tatal (kulit kayu dari sisa pahatan ketiga soko guru tadi). Sehingga bisa dibuat menjadi satu buah soko guru baru dengan kekuatan spiritualnya. Karena itulah soko tersebut disebut dengan soko tatal.

4. Bedug dan Kentongan

bedug

Peninggalan lainnya ialah bedug dan juga kentongan. Jaman dahulu memang alat komunikasi satu satunya adalah bedug dan kentongan. Alat tersebut digunakan untuk tanda jika sudah masuk waktu shalat. Keduanya ditemukan dalam masjid demak yang bentuknya mirip tapal kuda.

Sehingga jika alat tersebut dibunyikan, para penduduk pun akan tahu jika telah masuk waktu shalat dan akhirnya berbondong bonding datang ke masjid dan menunaikan ibadah shalat. Bedug serta kentongan tersebut juga termasuk peninggalan kerajaan demak yang sampai saat ini bisa anda lihat keindahannya.

5. Situs Kolam Wudlu Kerajaan Demak

situs kolam wudlu

Berikutnya ada kolam wudhu yang terdapat di halaman masjid Demak yang dulunya digunakan sebagai tempat berwudhu musyafir dan santri disini. Namun sayangnya saat ini tempat wudhu tersebut tak digunakan lagi sebagai tempat berwudhu.

6. Makam Sunan Kalijaga

makam sunan kalijaga

Peninggalan kerajaan demak yang berikutnya adalah makam sunan kalijaga. Beliau adalah salah satu diantara wali 9 yang sangat dikenal di jawa. Ke 9 wali juga berperan besar pada penyebaran agama islam kala itu. Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1520 dan dikebumikan di Ds. Kadilangu yang lokasinya berdekatan dari Kota Demak.

Sekarang ini banyak peziarah yang berkunjung untuk berziarah ke makam sunan kalijaga ini. Situs tersebut terjaga dengan baik oleh pengelolanya dan membuat para peziarahnya merasa nyaman selama berziarah.

7. Maksurah Peninggalan Kerajaan Demak

maksurah kerajaan demak

Peninggalan kerajaan Demak yang lain ialah Maksurah. Peninggalan ini adalah ukiran kaligrafi potongan ayat Al quran yang ada pada interior masjid agung demak. Pembangunan maksuroh ini ketika pemerintahan Aryo Purbaningrat. Beliau adalah adipati Demak tepatnya pada tahun 1866. Dalam kaligrafi tersebut menceritakan keEsaan Allah.

8. Dampar Kencana Demak

dampar kencana kerajaan demak

Mungin bagi sebagian masyarakat belum tahu yang namanya dampar. Ternyata peninggalan kerajaan Demak ada yang berupa Dampar. Tapi dampar ini berbeda dengan dampar lainnya.

Karena dampar Kencana ini adalah singgasana bagi para kesultanan kerajaan Demak. Tapi kemudian dampar tersebut di pakai sebagai mimbar kutbah di masjid agung demak. Saat ini dampar kencana tak digunakan sebagai mimbar, karena telah disimpan di museum wilayah Masjid Agung Demak supaya tidak rusak.

Dengan bukti peninggalan dampar kencana ini juga membuktikan jika pada akhir pemerintahan majapahit banyak rakyat yang memeluk agama islam. Dampar kencono ini juga merupakan peninggalan kerajaan majapahit. Itu karena dampar kencono adalah hadiah dari Prabu Bhrawijaya yang ke V (Raden Kertabumi) kepada Raden Patah. Nah, Raden patah adalah raja pertama kerajaan Demak.

9. Piring Campa Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Demak piring campa
Image by: toriolo.com

Peninggalan kerajaan demak berikutnya berupa piring yang bernama piring campa. Jenis piring ini merupakan piring porselen dan ada 65 buah piring. Sekarang ini, piring campa telah dipasang di dalam atau sebagai interior dinding Masjid Demak. Sesuai dengan namanya, piring campa adalah hadiah yang diperoleh dari putri Campa. Beliau adalah ibu Raden Patah, yang merupakan pendiri Kerajaan Demak.

10. Serambi Majapahit

Peninggalan Kerajaan Demak serambi majapahit

Meskipun namanya serambi majapahit, namun peninggalan sejarah ini dari kerajaan demak. Serambi ini sangat indah dan ada di masjid demak dengan arsitektur yang sangat unik dan antik. Menurut sejarahnya, serambi ini mempunya 8 tiang pendopo dari Kerajaan Majapahit.

Namun, karena kerajaan majapahit telah runtuh, maka peninggalannya tak lagi terjaga. Oleh karena itu, Adipati Unus akhirnya membawa benda pusaka ini ke kerajaan Demak. Dan sekarang ini peninggalan tersebut ada di serambi masjid demak.

11. Mihrab Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Demak mihrab

Peninggalan kerajaan demak lainnya adalah mihrab. Peninggalan ini berupa gambar hewan bulus yakni prasasti Condro Sengkolo. Sementara arti dari Prasasti Condro Sengkolo itu ialah Sariro Sunyi Kiblating Gusti th 1401 Saka (1479 Masehi). Peninggalan tersebut membuktikan jika masa kerajaan demak telah mengenal mihrab. Yakni pengimaman yang berlukiskan kaligrafi atau hiasan lain berakulturasi budaya Islam & Jawa.

12. Pesantren Masjid Demak

Peninggalan Kerajaan Demak masjid demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke 12 adalah pawestren. Menurut sejarah kerajaan demak, faham agama Islam telah berkembang pesat dan maju. Sehingga tempat shalat di masjid antara sof wanita dan laki laki sudah dipisahkan. Tempat shalat berjamaah bagi perempuan tersebutlah yang disebut sabagai pawestren.

Bentuk pawestern sendiri berupa bangunan yang terdapat 8 tiang penyangga dan ke-4 tiang yang utama telah di topang dengan belandar balok susun tiga lengkap ada ukirannya bermotif Majapahit. Adapun motif maksurah ini pada tahun 1866 Masehi dan diperkirakan dibuat ketika masa pemerintahan Raja Arya Purbaningrat.

13. Surya Majapahit

Peninggalan Kerajaan Demak surya majapahit

Berikutnya adalah peninggalan kerajaan demak berupa surya majapahit. Peninggalan kerajaan demak ini berbentuk gambar dekorasi segi delapan dan saat itu sudah sangat populer sekali dikalangan masyarakat.

Sejumlah sejarawan telah memperkirakan bila benda ini adalah lambang Kerajaan Majapahit. Pembuatan peninggalan sejarah Surya Majapahit yang ada di Masjid Demak itu dibuat pada tahun 1401 saka ataupun tahun 1479 Masehi.

Itulah ke 13 peninggalan kerajaan demak yang bisa dijadikan sebagai referensi. Bagi anda yang ingin melihat peninggalan sejarah tersebut, bisa berkunjung ke museum yang ada di dekat masjid agung demak.