10 Peninggalan Kerajaan Aceh Beserta Penjelasan Lengkap

Peninggalan Kerajaan Aceh

Kalimat.ID – Peninggalan Kerajaan Aceh merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Bahkan jika dilihat dari beberapa sejarah yang ada, banyak sekali kerajaan besar yang berkuasa di eranya.

Selain itu raja-raja yang berkuasa pada waktu itu juga sangat mempengaruhi sejarah berdirinya kerajaan Islam di Nusantara ini. Kali ini kita pun akan membahas tentang peninggalan kerajaan Aceh.

Seperti yang sudah banyak diketahui, Aceh merupakan salah satu provinsi yang dikenal sebagai pusatnya agama Islam berkembang. Sehingga sampai saat ini Provinsi Aceh dikenal masyarakat dunia dengan sebutan “Serambi Mekkah”.

Karena dalam sistem pemerintahan yang berjalan disana memang sangat mengacu pada syariat agama Islam. Sebagian penduduknya memang mayoritas beragama Islam.

Sejak berdiri disekitar akhir abad ke-14, Aceh sangat berjaya dan diawali dengan pola pemerintahan yang mengacu pada hukum Islam yang sangat kental. Apalagi setelah kerajaan Aceh Darusalam berdiri, setelah Samudra Pasai runtuh.

Membuat pintu masuknya agama islam disana semakin berkembang. Bahkan raja yang paling berpengaruh saat itu yaitu Sultan Iskandar Muda, membawa pengaruh besar pada sistem pemerintahan islam di Aceh.

Sejarah Singkat Kerajaan Aceh

Kerajaan aceh berdiri pada tahun 1496 dan sebagai sosok yang mencetusnya adalah Sultan Ali Mughayat Syah. Ibu kota dari kerajaan ada Bandar Aceh Darussalam. Terjadi perkembangan pesat selama kerajaan Aceh berdiri. Bahkan banyak sekali sultan atau raja yang memiliki banyak pengaruh besar di bisang politik, ekonomi dan pemerintahan Aceh selama itu.

Sultan atau raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Aceh tentu saja memberikan beberapa pengaruh pada pemerintahan saat itu. Inilah beberapa sultan yang pernah berjasa memimpin Kerajaan Aceh:

Sultan Ali Mughayat Syah menjadi pendiri kerajaan yang berkuasa mulai dari tahun 1514-1528 M.

Sultan Salahuddin yang menjadi penerus sepeninggal ayahnya Sultan Ali Mughayat Syah. Sultan Salahuddin memerintah kerajaan aceh dari tahun 1528 hingga 1537 M.

Sultan Alaudin Riayat Syah raja yang berkuasai dari tahun 1537 hingga 1568 M.
Sultan Iskandar Muda sebagai salah satu raja yang membawa kerajaan aceh pada puncak kejayaannya. Beliau memimpin kerajaan dari tahun 1606 hingga 1636 M.

Sultan Iskandar Thani memerintah kerajaan aceh dari tahun 1626 hingga 1641 M.
Sepeninggal raja-raja tersohor tersebut, Kerajaan Aceh meninggalkan banyak sekali peninggalan bersejarah yang masih bisa kita lihat sampai saat ini. Ada sekitar 12

Peninggalan Bersejarah dari Kerajaan Aceh

peninggalan sejarah Kerajaan Aceh, berikut ini penjelasan secara lengkap tentang semua peninggalannya tersebut.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Yang dikenal sebagai masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu peninggalan kerajaan Aceh yang sampai saat ini menjadi salah satu peninggalan yang sangat terkenal. Letak dari masjid besar ini ada ditengah kota Banda Aceh. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda di tahun 1612.

Meskipun sempat terjadi aksi pembakaran pada asa agresi militer Belanda, untuk meredam kecamuk yang ada di Aceh kemudian dibangun lagi. Sempat menjadi menakjubkan saat terjadi tsunami besar yang melanda Aceh di tahun 2004. Dimana masjid ini menjadi salah satu bangunan yang selamat dan berdiri kokoh meskipun sekitarnya sudah luluh lantah dihempas bencana tsunami.

Karena menjadi salah satu peninggalan berharga dari Aceh, masjid Raya Baiturrahman saat ini sudah direhab total pacsa tsunami dan masih menjadi ikon masyarakat Aceh. Selain untuk tempat beribadah, masjid Raya Baiturrahman menjadi tempat istimewa yang layak untuk disinggahi saat berkunjung ke Aceh.

2. Taman Sari Gunongan

Peninggalan kerajaan Aceh berikutnya adalah Taman Sari Gunongan. Taman ini merupakan salah satu bangunan yang dibangun pihak keraton. Namun atas serangan Belanda yang terjadi di Aceh, membuat bangunan roboh dan rusak berat.

Kemudian pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda semua bangunan melalui rehab total. Hal ini bukan hanya didasari ingin menyelamatkan bangunan bersejarah saja. Mengingat Sultan Iskandar Muda juga ingin menghormati Putri Boyongan dari Pahang.

Demi kecintaannya Sultan Iskandar Muda, taman tersebut kemudian mengalami pembangunan bertahap dan menjadi salah satu taman indah di Aceh. Untuk mempercantik bangunan kemudian ditambahkan Gunongan pada sisi bangunannya.

3. Masjid Tua Indrapuri

Bangunan bersejarah selanjutnya yang sekaligus menjadi peninggalan kerajaan Aceh yaitu Masjid Tua Indrapuri. Pada awalnya bangunan ini menyerupai candi yang didirikan sebagai salah satu benteng pertahanan pada saat Aceh masih didominasi kerajaan Hindu.

Setelah islam masuk ke Aceh sekitar tahun 1300 M, bangunan candi yang berbentuk segi empat tersebut kemudian difungsikan sebagai masjid. Pembangunan secara menyeluruh disarankan oleh raja yang berkuasa saat itu yakni Sultan Iskandar Muda.

Tujuan pembangunan masjid tersebut adalah untuk mempertahankan corak dari kerajaan Aceh yang menjunjung nilai keislaman kepada semua msyarakatnya. Selain masjid ini, di Aceh banyak juga masjid tua yang masih dipertahankan meskipun sebagian rusak karena terjangan tsunami beberapa waktu lalu.

4. Benteng Indra Patra

Berdiri sebagai salah satu banteng pertahanan, Benteng Indra Patra menjadi salah satu peninggalan bersejarah dari kerajaan Aceh. Karena pada masa Kerajaan Hindu masih berkuasa di Aceh, bangsa Portugis yang mendarat disana melakukan penyerangan.

Kemudian pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda memerintahkan Laksamana Malahayati yang menjadi laksamana perempuan pertama untuk berdiri dan memimpin perlawanan di sekitaran benteng. Terjadi pertempuran sengit disana. Meskipun rusak berat, Benteng Indra Patra menjadi salah satu tempat pertahanan terbaik dimasa perang.

Meskipun menjadi salah satu bangunan peninggalan kerajaan Aceh yang didirikan pada masa kerajaan hindu, Benteng Indra Patra masih dipertahankan untuk menghormati peninggalan nenek moyang. Bahkan sampai saat ini, benteng tersebut menjadi tempat yang banyak dikunjungi turis saat berkunjung ke Aceh.

5. Pinto Khop

Pinto Khop merupakan sebuah pintu gerbang yang mirip dengan kubah. Sultan Iskanda Muda adalah pendiri dari bangunan ini pada saat masa pemerintahannya. Bangunan ini didirikan atas keinginannya memanjakan putri Pahang untuk beristirahat.

Didalamnya terdapat kolam yang dipakai permaisuri untuk mandi bunga. Selain itu Pinto Khop juga dijadikan penghubung antara taman putri Pahang dengan istana. Letak dari bangunan ini ada di kelurahan Sukaramai yang terdapat di Kecamatan Baiturahman di pusat kota Banda Aceh.

6. Meriam Kesultanan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh selanjutnya yaitu meriam kesultanan Aceh. Pada masa pemerintahan Sultan Selim II yang berasal dari Turki Utsmani, menugaskan beberapa teknisi senjata untuk membuat meriam ini.

Sehingga pada masa itu, banyak pasukan dan ahli senjata belajar membuat senjata. Sehingga sistem pertahanan kerajaan Aceh menjadi kuat. Meriam ini terbuat dari kuningan.

Banyak ahli yang mengatakan jika kerajaan Aceh memiliki sistem pertahanan yang sulit ditembus oleh bangsa asing yang ingin menjajah. Seiring perkembangan senjata pada masa itu, banyak juga peninggalan perang berwujud senjata bisa dilihat disekitar kerajaan aceh.

Meriam yang sudah ditata di sisi pertahanan kerajaan, pada saat itu mampu menahan serangan dari Belanda serta mencegah kerajaan Aceh jatuh. Sampai saat ini meriam tersebut masih bisa dilihat disekitaran kerajaan dan dibeberapa benteng yang masih berdiri.

7. Uang Emas Kerajaan Aceh

Karena menjadi salah satu pusat perdagangan dunia, kerajaan aceh memiliki peninggalan berharga berupa uang emas. Banyak sekali pedagang luar yang masuk ke Aceh. Sehingga untuk membuat sistem perdagangan menjadi lancar, kemudian kerajaan membuat mata uang sendiri. Nominal dalam mata uang memang menjukkan jika semua perdagangan bisa dilakukan memakai sistem pembayaran.

Uang logam yang dibuat memiliki bahan dasar 70% emas murni yang mana didalam kepingannya tertulis nama raja yang memerintah Aceh pada saat itu. Sampai saat ini, koin emas tersebut menjadi salah satu barang buruan dan juga harta karun berharga dari peninggalan kerajaan Aceh. Bahkan setiap anggota kerajaan pun masih menyimpan uang emas tersebut sebagai peninggalan sejarah yang tidak akan dijual kepada siapapun.

8. Stempel Cap Sikureung

Stempel cap sikureung adalah salah satu stempel penting yang digunakan kerajaan pada masa itu. Dimana stempel ini mulai dibuat pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Bahan dasar dari stempel adalah dari batu dan menjadi salah satu stempel kebanggaan dari Kerajaan Aceh. Pihak kerajaan memerintahkan seorang ahli untuk membuat stempel tersebut. Sebagai salah satu identitas kerajaan dan alat yang menguatkan pihak kerajaan dengan pihak lainnya.

Alasan disebut sebagai Cap Sikureung mengingat didalam stempel ada tulisan nama sultan yang pernah menjadi pemimpin dari Kerajaan Aceh. Pembuatan stempel selalu mengikuti pergantian sultan. Dan bahkan stempel ini masih memakai mode sama disetiap kali pergantian pemimpin kerajaan.

9. Kerkhof

Kerkhof adalah makam yang digunakan sebagai tempat pemakaman semua tentara Belanda yang tewas pada saat menyerang Kerajaan Aceh. Ada sekita 2.200 makam tentara dan Jenderal Kohler dipemakaman tersebut. Dipintu masuk gerbang Kerkhof juga terdapat semua nama tentara yang dikuburkan di makam tersebut.

Bukan merupakan sebuah makam yang menakutkan, bahkan sampai saat ini makan tersebut juga menjadi salah satu destinasi wisatawan. Apalagi jika para turis Belanda berkunjung ke Aceh. Banyak wisatawan yang berkunjung ke makan Kerkhof.

10. Karya Sastra

Pada masa pemerintahan Kerajaan Aceh, terdapat peninggalan dibidang karya sastra. Karena banyaknya peristiwa bersejarah selama berdirinya kerajaan Aceh. Banyak penulis satra kemudian menuangkannya dalam goresan tinta mereka.

Ada 3 karya satra yang diabadikan sampai saat ini. Dibawah ini adalah beberapa karya satra tersebut:

1. Hikayat Raja-Raja Pasai

Menjadi salah satu karya sastra yang mengulas secara lengkap mengenai sejarah berdirinya Kerajaan Samudra Pasai. Karena kerajaan Pasai memang didirikan oleh Sultan Malik as-Saleh.

2. Hikayat Prang Sabi

Hikayat berikutnya yakni hikayat Prang Sabi. Dimana didalam hikayat ini membahas mengenai jihad. Banyak sekali ulama mengajak, menyerukan dan menasehati untuk menjalankan jihad. Hal ini bertujuan untuk memperdalam ilmu Islam dan memerangi kafir yang sedang menyerang Aceh.

3. Hikayat Melayu

Karya satra selanjutnya adalah Hikayat Melayu. Dimana didalam hikayat ini terdapat cerita lengkap Panji Damar Wulan, serangan brutal Portugis dan juga pernikahan dari salah satu sultan Malaka yang terkenal Mansyur Syah bersama putri Cina.

Itulah beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang bisa Anda pelajari secara lengkap. Masih terdapat beberapa peninggalan lainnya yang bisa Anda temukan saat berkunjung ke Aceh. Semoga dengan pembahasan diatas, Anda akan memperoleh banyak informasi.

Setidaknya kini anda pun semakin mengerti tentang peninggalan kerajaan Aceh ini. Perluas wawasan anda tentang beragam informasi mengenai peninggalan sejarah dari kerajaan tertentu.