3 Pakaian Adat Sulawesi Tenggara (Sulteng)

Kalimat.ID – Pakaian Adat Sulawesi Tenggara – Seluruh wilayah nusantara yang ada di negara Indonesia mempunyai keunikan dalam kebudayaan budaya yang sampai saat ini negara-negara lain tidak mempunyainya. Pasalnya Indonesia terkenal dengan akan kaya kebudayaan budaya yang menjadi identik khas negara dan bangga juga akan kekayaan alamnya.

Salah satu kebudayaan budaya yang sampai saat ini masih terjaga dan terlestarikan yaitu pakaian adat. Pakaian adat, merupakan baju atau busana yang dipakai oleh masyarakat sekitar Indonesia dengan tradisional nya.

Walaupun pada jaman modern ini kita terpengaruhi oleh budaya – budaya asing yang juga menjadi penyebab hilangnya atau punah keberadaan kebudayaan budaya pakaian adat ini.

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara, merupakan pakaian adat yang sampai saat ini masih dijaga kelestariannya dan biasanya digunakan masyarakat – masyarakat disana sebagai acara – acara penting ini terletak di bagian Tenggara.

Menurut sejarah demografi bahwa mayoritas penduduk provinsi Sulawesi Tenggara ini terdiri dari Suku Tolaki sekitar 36%, suku Buton sekitar 26%, suku Muna sekitar 19%, suku Morenene sekitar 10%, dan Wawonii sekitar 9%. Suku Tolaki, adalah suku yang yang mempunyai khas tersendiri tentang pakaian Adat Sulawesi Tenggara.

Untuk memperdalam pengetahuanmu dalam menganal pakaian adat di Sulawesi Tenggara ini, pada kesempatan kali akan membahas lengkap mengenai ” 3 jenis Pakaian Adat Lengkap dengan Penjelasannya “. Dimana pada setiap pakaian adat ini mempunyai ciri – ciri khas sebagaimana fungsinya. Berikut yang akan saya jelaskan dibawah ini!

3 Jenis Pakaian Adat Sulawesi Tenggara Lengkap Beserta Penjelasannya

Pakaian adat tidak luput dengan suku Tolaki, atau suku yang mayoritas penduduknya bertempat tinggal di kepulauan Sulawesi Tenggara. Pada mulanya pakaian adat tradisional ini dipakai hanya untuk para bangsawan dan orang – orang yang penghuni disana. Namun, sekarang berbeda karena pakaian adat kini menjadi salah satu pakaian adat yang digunakan sebagai upacara-upacara adat.

Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu salah satu daerah provinsi yang mayoritas penduduknya heterogen dan juga berasal dari berbagai macam – macam suku. Mayoritas masyarakatnya sebagian besar dihuni oleh suku Tolaki. Akan tetapi tidak hanya itu saja, pasalnya ada juga suku lainnya yaitu Suku Buton, Muna, Morenene, dan suku Wawonii.

Sebagai penerus bangsa Indonesia kini semua menjadi salah satu tanggung jawab besar Anda untuk tetap menjaga dan melestarikan keanekaragaman kebudayaan budaya jangan sampai punah keberadannya.

Karena jaman modern saat ini sangat mudah untuk terpengaruh misalnya saja dalam bentuk perdagangan sudah merajalela. Dan itu hanya sebatas contoh, dan semoga dengan artikel ini Anda lebih menjaga akan keberadaan budaya di Indonesia.

Pakaian adat Sulawesi Tenggara sebenarnya mempunyai keanekaragaman dalam nama dan sebagaimana fungsi pemakainya. Banyak sekali nama pakaian adat tradisional ini, namun disini saya akan membahas hanya 3 saja yang menurut saya paling terkenal di telinga masyarakat Indonesia. Simak nama – nama pakaian adat Sulawesi Tenggara yang akan saya jelaskan dibawah ini!

1. Pakaian Adat Babu Nggawi Langgai

Pakaian adat Sulawesi Tenggara yang pertama bernama Babu Nggawi Langgai, merupakan pakaian adat yang mayoritas penghuninya dari suku Tolaki. Pakaian Adat terdapat beberapa bagian – bagian yaitu bagian atas berlengan panjang dan depannya terbuka dilengkapi dengan hiasan keemasan pada belahan baju, leher serta lengan. Sedangkan bagian bawahannya menggunakan celana panjang yang belahannya pada bagian bawah sepanjang sekitar 10 -15 cm dilengkapi hiasan – hiasan yang sama seperti atasannya ini disebut dengan Saluaro Ala.

Tidak hanya itu saja, bahwa pakaian adat ini mempunyai kelengkapan yang biasa digunakan laki – laki sebagai khas suku Tolaki. Adat sekitar 4 bagian yang mempunyai fungsi tersendiri pada setiap kelengkapannya. Apa aja sih kelengkapan yang sering digunakan oleh pakaian adat Suku Tolaki ini?

Yuk, mari mengenal kelengkapan yang sering dipakai oleh laki – laki pada pakaian adat di Sulawesi Tenggara ini sebagai berikut:

a. Salupi, merupakan ikat pinggang berwarna emas dan dilengkapi hiasan manik – manik.
b. Penutup kepala dengan berbentuk runcing di bagian depan dan dilengkapi dengan hiasan emas serta manik – manik terbuat dari kain yang sama dengan bahan pakaian adatnya disebut dengan pabele
c. Sapu ndobo, merupakan sapu tangan yang berwarna sesuai warna baju atasannya.
d. Leko, keris yang diselipkan di pinggang ini berfungsi sebagai pelengkap senjata tradisional menjadi sarana untuk perlindungan diri sendiri.

2. Pakaian Adat Babu Nggawi

Pakaian adat kedua yaitu Babu Nggawi, merupakan baju adat tradisional yang dipakai di masyarakat suku Tolaki, Sulawesi Tenggara. Pakaian adat ini terdiri dari lipa hinoru dan roo mendaa.

Dimana kedua ini mempunyai fungsi masing – masing yaitu lipa hinoru adalah atasan dari baju busana adat tradisional ini yang dilengkapi dengan aksesori dan blus dengan bahu yang terputus – putus, Sedangkan roo mendaa adalah bawahan dari baju busana adat tradisional ini merupakan rok panjang sampai ke mata kaki dengan hiasan manik – manik berwarna emas.

Motif pakaian adat Babu Nggawi ini terdiri dari motif pinetobo, motif pinesowi, dan motif pineburu mbaku. Tidak hanya itu bahwa masih ada keunikan dan bentuk ciri khas tersendiri untuk pakaian adat pengantinnya.

Pasalnya, pakaian adat Babu Nggawi merupakan pakaian adat yang dipakai pengantin perempuan. Pakaian adat ini dilengkapi dengan aksesoris yang begitu banyak keanekaragamannya.

Yuk, mari mengenal asksesoris yang dipakai oleh perempuan pada pakaian adat di

Sulawesi Tenggara ini sebagai berikut:
– Anting panjang terurai
– Kalung panjang
– Kalung pendek
– Gelang bolusu
– Gelang pipisu
– Gelang poto
– Ikat pinggang menyerupai kura – kura
– Perhiasan kaki berupa gelang 2 buah

Itulah tentang aksesoris yang dipakai pada pengantin perempuan, selanjutnya saya akan mengenalkan kepada Anda tentang sanggul rambut yang dipakai oleh pengantin perempuan.

Pasalnya, adat empat nama sanggul rambut perempuan untuk pakaian adat Sulawesi Tenggara ini. Berikut 4 sanggul rambut perempuan yang sering digunakan pada saat pakaian adat Sulawesi Tenggara pengantin perempuan yakni:

– sebuah hiasan sanggul yang menjulur panjang terurai disebut Towe ndowe melai
– sebuah hiasan sanggul berjeniskan pinang goyang disebut Towe ndowe menggila
– sebuah hiasan yang berbentuk kembang kecil mengkilat disebut Wunga – wungai
– merupakan tanaman langka yang jarang sekali Anda temukan disebut Sanggula

Hiasan – hiasan sanggul diatas mempunyai fungsi sebagai memperindah penampilan dan sebagai pengharum, mengingat hiasan – hiasan pakaian adat pengantin perempuan ini aromanya sangat wangi semerbak.

Tidak berhenti disitu saja, bahwa ada riasan yang menjadi urutan permanen wajib untuk ditaati. Urutan – urutan riasan pada pakaian adat Sulawesi Tenggara yaitu sebagai berikut:

– Memakai bedak
– Menghitamkan kelopak mata
– memberi bayang mata
– menggambar alis
– memakai lipstick
– membentuk dahi
– memberi warna kuku yang terbuat dari kapur sirih
– Memberi noktah merah di bagian dahi kiri.

3. Pakaian Adat Suku Muna

Pakaian adat Sulawesi Tenggara yang ketiga yaitu pakaian adat Suku Muna, merupakan pakaian adat yang menjadi salah satu ciri dari kebudayaan budaya yang ada di Tenggara. Biasanya untuk seorang laki – laki memakai baju, sarung, celana, dan ikat kepala untuk pakai sehari – harinya. Jika dilihat memang mirip dengan pakaian sekarang yang berlengan pendek berwarna putih. Untuk ikat kepala pakaian adat Suku Muna ini mempunyai corak batik yang unik.

Selanjutnya untuk ikat pinggang ini terbuat dari logam berwarna kuning mempunyai fungsi sebagai penguat sarung pada saat menyelipkan senjata tajam. Warna sarung yang ada di pakaian adat Sulawesi Tenggara Suku Muna ini secara umum semuanya berwarna merah yang mempunyai corak geometris horizontal.

Kalau pakaian adat khusus untuk perempuan ini terdiri antara lain bhadu, bheta, dan ikat pinggang juga disebut simpulan Kagogo. Bentuk dari pakaian adat Sulawesi Tenggara ini mempunyai bentuk busana dengan lengan pendek dan panjang mempunyai lubang pada bagian atas baju berfungsi sebagai memasukkan kepala.

Pakaian adat Suku Muna ini terbuat dari kain satin berwarna merah ataupun biru. Untuk perempuan Muna memakai pakaian dengan lengan pendek ini biasanya disebut Kuta Kutango yang digunakan untuk pakaian sehari-hari

Tentunya tidak berhenti disitu saja, bahwa pakaian adat perempuan Suku Muna ini memakai sarung yang terdiri dari 3 lapisan. Jangan salah, walaupun perempuan buktinya memkai sarung yang dengan lapisan – lapisan. Berikut lapisan dari pakaian adat Sulawesi Tenggara:

– Lapisan yang pertama yaitu pakaian sarung dengan warna putih melilit di pinggang perempuang
– Lapisan yang kedua, yaitu pakaian yang membalut baju dengan melilitkan di dada sampai di atas lutut
– Lapisan ketiga, yaitu pakai yang melilit di bagian dada terjepit ketiak dan ujungnya dipegang oleh satu tangan

Nah, itulah tadi ulasan yang sudah saya bahas tentang kekayaan kebudayaan budaya yang ada di kepulauan ujung Tenggara yaitu di provinsi Sulawesi Tenggara. Dini sudah saya bahas lengkap mengenai ” 3 Jenis Pakaian Adat Sulawesi Tenggara Lengkap Beserta Penjelasannya “.

Dengan artikel ini, seharusnya kita bangga akan keanekaragaman budaya yang bahkan negara – negara lain saja tidak mempunyai kebudayaan budaya Pakaian Adat yang unik seperti negara Indonesia.

Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dalam wawasanmu mengenal pakaian-pakaian adat yang menjadi salah satu kebudayaan budaya yang besar bagi Indonesia.

Jangan lupa kasih react yang cocok untuk postingan ini dan semoga bermanfaat. Apabila Anda ingin mengenal pakaian adat yang lainnya bisa membaca artikel yang terkait khusus untuk sejenis pakaian – pakaian adat dan tunggu artikel yang menarik selanjutnya!