2 Jenis Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur

Kalimat.ID – Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur – Negara Indonesia terkenal dengan kaya akan kekayaan alam dan budaya kebudayaan yang dimana pada negara-negara lain tidak mempunyai.

Salah satu kebudayaan yang menjadi ciri khas yaitu Pakaian Adat, merupakan suatu baju yang menjadi ciri khas tersendiri bagi setiap provinsi daerah masing-masing. Dimana pakaian adat sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Meskipun pada kemajuan jaman modern ini sangatlah begitu banyak variasi pakaian atau baju di Indonesia. Kita bangga akan adanya budaya kebudayaan yang ada di Indonesia dan sebagai warga negara kita harus menjaga dan tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada agar tidak hilang dengan begitu saja. Dalam setiap pakaian adat di Indonesia mempunyai bentuk dan ciri khusus untuk seorang laki-laki dan perempuan dimana ada perbedaan dalam pemakaiannya.

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur, merupakan merupakan pakaian atau baju adat yang berada di Indonesia bagian Tenggara yang terdiri dari 4 suku yang bertempat tinggal di setiap pulau. Pakaian adat ini digunakan sebagai pelindung tubuh dari panasnya matahari ataupun dingin nya saat hujan. Dimana pada setiap pakaian adat Nusa Tenggara Timur ini mempunyai ciri untuk pakaian adat laki – laki dan pakaian adat perempuan.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam tentang Pakaian Adat. Pasalnya, pakaian adat adalah sebuah pakaian yang dipakai di acara – acara penting dan menjadi sebuah tradisi bagi setiap provinsi masing – masing. Untuk mengenal lebih dalam tentang Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur ini, saya akan mengajak Anda untuk mengenal nama – nama pakaian adat di Tenggara bagian timur dibawah ini.

2 Daftar Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur Suku Rote dan Suku Sabu

Nusa Tenggara Timur, adalah provinsi yang terletak di negara Indonesia bagian Tenggara yang terdiri dari beberapa Pulau dan beribukotakan di Kupang. Karena NTT merupakan sebuah Kepulauan, maka tidak heran apabila NTT ini mempunyai pariwisata yang sangat menarik dan menawan sebagai objek wisata turis – turis. Namun, tidak hanya itu bahwa provinsi ini juga mempunyai budaya kebudayaan yang beragam yaitu Pakaian adat Nusa Tenggara Timur.

Disini, saya akan membagikan tentang nama – nama pakaian adat Nusa Tenggara Timur yang mempunyai bentuk dan ciri khas pada setiap baju laki – laki maupun perempuan. Sebenarnya pakaian adat di Nusa Tenggara Timur ini banyak, namun saya akan menjelaskan hanya 2 untuk pakaian adat Nusa Tenggara Timur kali ini.

1. Pakaian Adat Suku Rote

Pakaian adat Nusa Tenggara Timur yang pertama yaitu dari Suku Rote, merupakan pakaian adat yang sangat terkenal di Indonesia. Pasalnya, bahwa pakaian adat tradisional ini mempunyai keunikan dan nilai sejarahnya bisa kita lihat dari Ti’i langga. Apa itu Ti’i langga?

Ti’i langga yaitu topi yang mempunyai bentuk semacam topi khas meksiko sombrero yang terbuat dari bahan alas ialah daun lontar dikeringkan. Ti’i langga ini, berfungsi sebagai simbol untuk percaya diri dan berwibaya apabila seorang laki – laki memakai pakain adat ini.

Pakaian adat Suku Rote mempunyai 2 bagian dengan bentuk untuk laki – laki dan perempuan. Seperti yang saya sudah jelaskan diatas bahwa pakaian adat ini mempunyai perbedaan bentuk dan khas tersendiri bagi laki – laki dan perempuan. Berikut saya akan jelaskan dibawah ini !

Pakaian Adat Laki-Laki Untuk Suku Rote

Pakaian adat laki – laki Suku Rote, merupakan pakaian adat tradisional yang bentuknya kemeja dengan lengan panjang berwarna putih polos dan untuk bagian bawahnya memakai sarung tenun berwarna gelap sampai menutupi setengah betis. Keunikan dari pakaian adat ini bahwa motif yang dipakai begitu banyak varian, mulai motif binatanng dan tumbuh – tumbuhan.

Pakai adat Nusa Tenggara Timur ini seperti yang saya singgung diatas bahwa pakaian ini memakai Ti’i langga yaitu topi sombrero dari meksiko. Kelemah dari topi ini bahwa terbuat dari alam ialah daun lontar karena lama dikeringkan maka perubahan warna tersebut menjadi cokelat. Topi sombrero dari meksiko ini cenderung miring dan sulit tegak kembali.

Menurut Suku Rote ini bahwa pakaian adat Nusa Tenggara Timur melambangkan simbol yang mencerminkan sifat asli orang – orang suku Rote yaitu sifatnya cenderung keras dan membuat percaya diri, lebih berwibawa bila memakainya. Motif dari topi sombrero meksiko ini begitu cocok atau bahasa kerennya mecing dengan kain tenun sarungnya.

Pakaian Adat Perempuan Untuk Suku Rote

Pakaian adat Perempuan Suku Rote, merupakan pakaian adat yang dikhususkan untuk perempuan masyarakat disana. Pakain adat tradisional ini berbentuk seperti kebaya pendek dan bawahannya memakai kain tenun sebagai pakai tradisionalnya. Dalam pakaian adat perempuan suku Rote motif yang biasa dipakai berfungsi untuk menghias pakaian adat dengan motif pohon tengkorak.

Pakaian adat perempuan Suku Rote ini dilengkapi dengan sehelai selendang yang menempel pada bahu, rambut sanggul dengan hiasan berbentuk bulan sabit yang mempunyai tiga buah bintang yang disebut bulak molik. Dalam Bulan molik mempunyai arti makna bulan baru ini terbuat dari emas, perak, kuningan atau perunggu yang ditempa dan dipipihkan, lalu dibentuk sampai berupa bulan sabit.

Tidak hanya itu, bahwa pakaian adat perempuan suku Rote ini menggunakan aksesoris seperti gelang, anting, habas, dan pending. Dimana habas atau kalung susun terbuat dari emas atau perak adalah dari warisan keluarga Suku Rote. Bahkan masyarakat dari Suku Rote mempercayai sebagai benda keramat yang mempunyai keajaiban.

Akeseoris selain habas yaitu pending, merupakan hiasan terbuat dari kuningan, tembaga, perak dan emas ini digunakan di bagian pinggang. Motif yang dipakai ini ialah motif bunga atau hewan unggas.

2. Pakaian Adat Suku Sabu

Pakaian adat Nusa Tenggara Timur yang kedua yaitu Suku Sabu, merupakan pakaian adat yang terletak di kabupaten kupang, Nusa Tenggara Timur. Menurut bahasanya, bahwa Sabu ini termasuk kategori bahasa Bima Sumba yang berasal dari nusa Tenggara Barat.

Pasalnya, bahwa Sabu ini secara menyeluruh terdapat di pulau Raijua, Mesara, Timu dan Seba. Pakaian adat Nusa Tenggara Timur ini terkenal dengan sarung sabu dan selimutnya. Dimana benang yang direntangkan pada kayu perentang agar lebih mudah mengikatnya sesuai bentuk motif, kemudian dilumuri dengan lilin.

Setelah itu pencelupkan dengan empat warna dasar antara lain biru pekat dan hitam, diambil ramuannya dari nila, merah yang mengkudu dan kuning berasa dari kunyit. Motif yang terkenal dari Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur ini adalah motif geometris, serta motif Flora dan Fauna.

Pakaian adat Suku Sabu ini juga sama dengan pakaian adat Suku Rote yaitu mempunyai khusus untuk pakaian adat laki – laki dan pakaian adat perempuan. Dimana kedua pakaian adat ini mempunyai perbedaan dalam bentuk ataupun pemakaiannya juga. Oleh karena itu, pembahasan selanjutnya saya bahas tentang pakaian adat laki – laki suku Sabu dan pakaian adat perempuan suku Sabu dibawah ini !

Pakaian Adat Laki-laki untuk Suku Sabu

Pakaian adat suku Sabu untuk laki – laki ini merupakan pakaian yang dikhususkan bagi seorang laki – laki dimana berupa ikat kepala dan kemeja dengan lengan panjang warna putih polos.

Untuk bawahannya ini menggunakan sarung tenun dan sehelai kain tenun dengan ukuran kecil diselmpangkan di bagian bahu. Namun tidak hanya itu bahwa pakaian adat untuk pengantin laki – laki ini mempunyai model tersendiri.

Pakaian adat pengantin laki-laki terdiri dari 6 yaitu sebagai berikut:
– Selendang untuk bagian bahu laki – laki.
– Desar pada pengikat kepala ini melambangkan kebesaran atau kehormatan dilengkapi dengan mahkota kepala laki – laki ini terbuat dari emas yang terdiri dari tiga tiang.
– Kalung mutisala, digunakan untuk mas kawin dengan liontin gong.
– se-setel gelang emas laki – laki.
– Sabuk pada pakaian adat suku Sabu ini mempunyai 2 kantong untuk pengganti dompet ataupun tas.
– Habas untuk pakaian adat Nusa Tenggara Timur ini terbuat dari emas.

Pakaian Adat Perempuan untuk Suku Sabu

Pakaian adat perempuan Suku Sabu, merupakan pakaian adat tradisional yang berupa kebaya pendek dan untuk bawahannya ini menggunakan kain tenun dua kali lilitan dan tidak menggunakan aksesoris.

Dimana pada pakaian adat perempuan Nusa Tenggara Timur ini juga mempunyai perbedaan untuk pakaian adat pengantin perempuan sama halnya pakaian adat pengantin laki – laki diatas.

Berikut 6 pakaian adat Nusa Tenggara Timur untuk pakaian perempuan pengantin suku Sabu dibawah ini:

– Sarung perempuan diikat dengan susun pada pinggul dan sedada.
– Pending yaitu ikat pinggang yang terbuat dari emas, Gelang emas serta gading digunakan untuk upacara adat pernikahan.
– Mutisalak dan liontin yang terbuat dari emas.
– Mahkota kepala perempuan dan dilengkapi tusuk konde berbentuk sovren, uang koin, atau uang emas pada jaman dulu.
– Anting emas berlian.
– Sanggul perempuan yang berbentuk bulat sebagai puncak kepala perempuan.

Itulah diatas tentang pembahasan kali ini yang semoga bisa menambah wawasanmu dalam pengetahuan kebudayaan budaya khususnya di untuk Pakaian Adat. Tidak hanya itu, seharusnya sebagai penerus generasi muda ini kita lebih untuk merawat dan menjaga untuk kebudayaan ini karena pada jaman modern ini budaya – budaya asing sudah mempengaruhi negara Indonesia. Sekian, Jangan lupa share dan kasih react cocok untuk postingan Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur.