Beranda Pendidikan Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Penjelasannya

Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Penjelasannya

Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat

Kalimat.ID –┬áPakaian Adat Nusa Tenggara Barat – Indonesia adalah suatu negara yang mempunyai kekayaan alam dan kebudayaan budaya yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

Budaya kebudayaan tersebut yaitu Pakaian adat, merupakan suatu ciri khas yang dimiliki oleh setiap masing – masing provinsi di seluruh wilayah nusantara. Walaupun sekarang adalah jaman modern banyak pakaian yang lebih keren, faktanya bahwa pakaian adat ini masih dipakai sampai saat ini.

Sebagai anak muda penerus bangsa seharusnya kita menjaga dan melestarikan budaya kebudayaan satu ini agar tidak punah keberadaannya. Karena setiap pakaian adat mempunyai ciri khas dan simbol masing daerah provinsi. Pakaian adat Nusa Tenggara Barat ini juga mempunyai nama – nama yang khas di daerah provinsi masing – masing.

Pakaian Nusa Tenggara Barat atau NTB, merupakan pakaian adat khas Lombok Mataran yang biasa berfungsi sebagai acara -acara penting yaitu pernikahan, upacara, atau acara adat lainnya.

Pakaian adat NTB ini terkenal dengan kain songket yang elgan dan terkesan berkelas ini adalah salah satu ciri khas pakaian tradisional tersebut. Tidak heran apabila para wisatawan banyak yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengenalkan kepada Anda tentang pakaian – pakaian adat yang ada di Nusa Tenggara Barat ini. Untuk menambah wawasanmu dalam mengenal pakaian adat yang menjadi salah satu kebudayaan yang sampai saat ini dilestarikan. Dibawah ini 3 nama – nama pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang akan saya bahas !

Mengenal 3 Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat Beserta Penjelasannya

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat, merupakan pakaian yang menjadi salah satu objek bagi para wisatawan yang berkunjung di NTB. Karena pakaian adat di daerah provinsi sana mempunyai keunikan dan bentuk ciri yang khas bagi masyarakat disana. Oleh karena itu tidak jarang apabila pakaian adat bisa dikatan sebagai budaya kebudayaan NTB.

Dimana pada setiap rumah adat mempunyai ciri – ciri yang khas dalam setiap daerah provinsi masing – masing. Berikut 2 Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat Lengkap Beserta Penjelasannya!

1. Pakaian Adat Suku Sasak

Pakaian Aadat Nusa Tenggara Bara yang pertama yaitu Pakain Suku Sasat, merupakan pakaian adat asli dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam pakaian adat tradisional ini terbagi menjadi fungsi untuk laki – laki dan perempuan. Padat adat tradisional dari Suku Sasak ini tentunya cukup unik dengan karakteristi yang khas.

Berikut penjelasan Pakaian adat laki – laki yang bernama Pegon dan Pakaian adat perempuan bernama Lambung. Dimana dibawah ini akan saya berikan penjelasannya dibawah ini !

Pakaian Adat Pegon

Pakan adat Nusa Tenggara Barat yang pertama yaitu Pakaian adat Pegon, merupakan pakaian adat yang dibuat khusus untuk laki – laki. Pakaian adat Nusa Tenggara Barat ini berasal dari pengaruh kebudayaan Eropa dan juga Jawa yang pada masa jaman dulu.

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat untuk bajunya mempunyai bentuk berupa Jas berwarna hitam, sementara untuk bawahannya memakai Wiron yaitu motif nangka terbuat dari bahan kain pelung hitam.

Pakaian adat Nusa ini mempunyai aksesoris lain yang berfungsi untuk menambah nilai-nilai keindahan yaitu untuk laki – laki Sasak selain dari Pegon dan Wiron. Aksesorsi pakaian adat Pegon berupa ikat kepala bernama capuq bentuknya mirip dengan khas Bali.

leang merupakan ikat pinggang digunakan kain songket bersulam benang emas dan yang terakhir keris terselip di belakang ikat pinggang.

Pakaian adat Lambung

Pakaian adat yang kedua yaitu Lambung, merupakan pakaian adat yang khusus untuk seorang perempuan. Pakain adat ini digunakan untuk meyambut kedangan tamu dan upacara adat yang bernama Mendakin atau juga bisa disebut Nyongkol.

Pakaian adat tradisional ini mempunyai bentuk baju berwarna hitam dan kerah huruf V tanpa lengan. Keunikannya yaitu pada baju pakaian adat Lambung ini dihiasi manik – manik untuk tepi jahitan. Identik lagi bahwa pakaian adat Lambung ini dilengkapi selendang yang mempunyai corak Ragi Genep di bahu kanan dan kiri.

Dalam pemakaian pakaian adat Lambung ini biasanya mempunyai keanekaragaman aksesoris berupa sepasang gelang tangan dan gelang kaki terbuat dari bahan perak anting, berbentuk bulat terbuat dari daun lontar, dan bunga mawar terselip di sanggulan rambut mempunyai model Punjung Pliset.

Pakaian adat tradisional bagian bawahan digunakan kain panjang dibalutkan ke pinggan ini menggunakan kai dengan motf bordir kotak atau segitiga di bagian tepi. Untuk memperkuat balutan kaian pada pakaian adat ini menggunakan sabut yang berbentuk kain dibalutkan ke pinggang kiri.

2. Pakaian Adat Suku Sumbawa

Pakaian adat kedua yaitu Pakaian Suku Sumbawa, merupakan pakaian adat yang terkenal terbuat dari bahan kain songket. Secara umum kain songket ini menggunakan benang emas, benang perak, dan juga benang katun. Kain songket yang menggunakan benang emas dan perak ini disebut Selungka.

Pakaian adat Suku Sumbawa ini terdiri dari 4 jenis yaitu Pakaian adat sumbawa laki – laki, pakaian adat sumbawa perempuan, pakaian adat sumbawa pengantin laki – laki, dan yang terkahir adalah pakaian adat sumbawa perempuan. Berikut 4 jenis pakaian adat yang akan saya jelaskan di bawah ini!

Pakaian adat Lamung

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yaitu Lamung, meurpakan pakaian adat biasa yang dipakai khusus untuk seorang laki – laki yang berupa jas tutup berlengan dan celana panjang tanpa hiasan.

Dalam pakaian adat terdapat nama dodot, yaitu pabasa alang seperti selendang songket dengan ukuran agak lebar dibandingkan selendang biasa. Pakaian adat Nusa Tenggara Barat sama dengan pakaian – pakaian lainnya yaitu terbuat dari tenunan benang katun bermotif kotak – kotak.

Pakaian adat Lamung pene

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yaitu lamung pene, merupakan pakaian adat yang di kushus untuk orang – orang perempuan. Pada pakaian adat Lamung pene terdapat perbedaan dengan tembelompa antara lain lamung pene adalah baju sejenis kebaya dengan lengan pendek terbuat dari kain halus, dan sementara tembelompa adalah kain sarung dengan motif kotak – kotak berupa pakaian berfungsi sebagai ikat pinggang perak, sapu tangan, kalung, hiasan telinga, dan gelang tangan.

Pada bagian belakang kepala disebut Bihul Ikata dan sudut sapu ini dipasang tegak pada bagian depan kepala sehingga depan kepalan nampak tegak meruncing.

Pakaian adat Gadu Pengantin Laki – Laki

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang khusus untuk pengantin yaitu Gadu, merupakan pakaian adat seorang laki – laki pada saat pengantin atau pada saat menikah. Gadu, adalah baju lengan panjang berwarna hitam dengan hiasan cepa emas. Selempang kain terbuat dari kain merah dengan hiasan motif bunga disilangkan di atas baju.

Kain untuk pakaian adat ini disebut dengan simbanga. Bagian bawah, menggunakan celana panjang berwarna hitam yang di hias di pinggir celananya. Namun bawah celana ini dipadukan dengan tope seperti rok dari kain halus dengan warna merah juga dihiasi cepa emas cukup besar. Tope ini mempunyai fungsi yaitu sebagai ikat pinggang emas.

Pakaian adat Lamung Naju Pengantin Perempuan

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat terakhir yaitu Lamung Naju, merupakan pakaian adat yang khusus untuk seorang pengantin perempuan yang turun temurun keturunan bangsawan.

Pakaian adat tradisional ini lengan pendek dengan model bodo Sulawesi terbuat dari kain halus serta dihias dengan sulaman emas yang berbentuk cepa atau bunga. Ada istilah Kida Sanging, yaitu pada bagian bahu sebelah kiri seperti sapu tangan dihias dengan motif dedaunan dari benang perak atau emas.

Pakaian adat tradisional bawahannya, menggunakan rok panjang yang disebut tope belo dan rok pendek yang disebut tope pene dihias dengan bunga yang dipakai secara bertumpu.

Ada bagia kepala yang disebut SUA, merupakan hiasan kepala lengkap dengan kembang goyang. Ada istilah Puyung Lakang merupakan sanggul rambut dan dengan perhiasan berupa kalung, anting, hiasan kuku ibu jari dari emas yang mempunyai bentuk kuku panjang sebagai alas kaki.

3. Pakaian Adat Suku Bima

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang ketiga yaitu Pakaian adat Suku Bima, merupakan pakaian adat yang terkenal dengan nama Rimpu dengan bentuk sangat mirip dengan hijab atau muken. Terdapat 2 bagian Rimpu antara lain, satu bagian menutupi kepala sampai perut dan satu bagian menutupi perut sampai kaki.

Dalam Rimpu ini mempunyai 2 fungsi yaitu Rimpu Cili khusus untuk perempuan yang belum menikah, sedangkan Rimpu untuk perempuan yang sudah menikah. Rimpu Cili ini menutup bagian seluruh tubuh kecuali mata dan untuk Rimpu Colo ini menutupi seluruh tubuh kecuali wajah.

Untuk kaum laki – laki, memakai ikat kepala yang terbuat dari kain tenun bernama Sambolo dipakai di ujung melingkari kepala. Pada atasan pakaian adat Suku Bima ini mempunyai bentuk berupa kemeja lengan panjang, sedangkan bawahannya mempunyai bentuk sarung songket yang disebut dengan Tembe Me’e. Pakaian bawahan dilengkap selendang sebagai ikat pinggang Salepe.

Itulah tadi pembasah tentang pakaian – pakain adat yang menjadi kebudayaan budaya sampai saat ini masih terjaga dan terlestarikan. Sebagai warga masyarakat negara Indonesia kita wajib untuk menjaga akan kebudayaan kita ini apapun itu entah pakaian adat atau rumah adat.

Sekian semoga bermanfaat untuk menambah wawasanmu dalam pengetahuan budaya kebudayaan tentang pakaian adat Nusa Tenggara Barat. Jangan lupa share dan kasih react yang cocok untuk postingan ini agar menjadi nilai tersendiri bagi saya selaku penuli artikel.