8 Jenis Pakaian Adat Jawa Tengah dan Sejarahnya Lengkap

pakaian adat jawa timur

Kalimat.ID – Pakaian Adat Jawa Tengah – Indonesia merupakan negara di Asia yang mempunyai kekayaan alam yang begitu melimpah. Tidak hanya itu saja, karena Indonesia juga terkenal dengan keanekaragaman kebudayaan sampai sekarang masih terjaga. Budaya yang menjadi identitas pada setiap daerah provinsi masing-masing.

Salah satu kebudayaan budaya yang menjadi khas yaitu Pakaian Adat. Dimana pakaian ini digunakan dalam acara-acara tertentu seperti upacara adat, pernikahan, dan acara-acara adat lainnya. Bila dilihat dengan seksama, pakaian adat ini mempunyai perbedaan pada setiap daerah provinsi masing-masing.

Termasuk dengan Pakaian Adat Jawa Tengah, merupakan baju atau busana adat yang menjadi ciri khas bagi daerah provinsi Jawa Tengah. Pakaian adat Jawa Tengah ini pun mempunyai ciri-ciri yang khas. Pakaian adat Jawa Tengah ini sebenarnya hampir sama dengan pakaian adat jawa timur yang sudah saya sajikan pada pembahasan sebelumnya.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan artikel sebuah informasi yang guna untuk menambah wawasanmu dalam mengenal kebudayaan budaya di negara Indonesia khususnya Jawa Tengah. Disini, akan saya bahas lengkap mulai dari nama, bentuk, dan ciri khas pada pakaian adat Jawa Tengah.

8 Pakaian Adat Jawa Tengah (Jateng) Lengkap

Pakaian Adat Jawa Tengah, merupakan baju atau busana adat yang menjadi ciri khas dari provinsi Jawa Tengah. Dimana pakaian adat ini mempunyai banyak keberagaman bentuk dan jenisnya. Sebelum mengenal nama-nama pakaian adat Jawa Tengah yang digunakan untuk seorang laki-laki ataupun perempuan, saya akan mengulas tentang sedikit filosofis pada pakaian adat tradisional ini.

Pasalnya, pakaian adat ini mempunyai filosofis yang berbeda dengan pakaian adat tradisional lainnya. Ya walaupun seperti yang kita ketahui bahwa pakaian adat Jawa Tengah ini mempunyai kemiripan dengan pakaian adat jawa timur. Namun, tentunya ini mempunyai perbedaan dan meskipun tidak begitu mencolok.

Selain itu, pakaian adat Jawa Tengah ini mempunyai makna dan filosofi tersendiri, dimana pakaian adat yang membuat berbeda dengan pakaian adat Jawa Timur.

Makna dan Filosofis Pakaian Adat di Jawa Tengah

Dalam setiap daerah tentunya mempunyai cerita yang tidak sama dengan daerah-daerah lainnya. Sama seperti dengan pakaian adat, dimana masing-masing daerah mempunyai bentuk dengan corak yang berbeda-beda. Pada pakaian adat kebaya ini mempunyai filosofi yaitu sebuah simbol kepatuhan, kehalusan dan tindak tanduk dari masyarakat Jawa Tengah.

Kebaya dipakai dengan lilitan kain jarik yang mempunyai makna bahwa seorang perempuan menggunakan lilitan tersebut akan merasa kesulitan dalam bergerak dengan cepat. Bukan berniat untuk membatasi setiap gerakan pada perempuan. Akan tetapi ini menyimbolkan seorang perempuan harus bisa diatur dan identik dengan pribadi yang lemah lembut.

1. Pakaian Adat Blankon

Aksesoris Blankon ini mempunyai filosofis yaitu seorang laki-laki harus mempunyai 4 sifat yaitu:

– Pemikiran yang kuat
– Tenang
– Berwibawa
– Bijaksana

Dapat kita lihat dari bentuk blank yaitu yang kaku, rapi, dan dingin pada saat kita memakainya. Hal tersebut melambangkan bahwa laki-laki itu tidak boleh lemah, tetapi rapi pakaiannya, terus berwibawa. Selain itu, laki-laki harus mempunyai pikiran yang dingin apabila ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi karena menjadi seorang pemimpin keluarga.

2. Pakaian Adat Baju Beskap

Baju Beskap ini mempunyai bentuk yang seperti Jas. Beskap mempunyai makna filosofis yaitu seorang laki-laki harus memperhitungkan segala perbuatan dan keputusan yang diambilnya. Dimana seorang laki-laki harus mengetahui konsekuensinya dalam apa yang diambil dalam kepentingan bersama.

Beskap, merupakan bagian dari atasan Jawi Jangkep, akan tetapi seiring dengan berkembangnya jaman ini sering kali terpisah. Tradisi menggunakan beskap sudah ada sejak jaman dulu pada abad ke 18 dimana waktu itu jaman kerajaan Mataram.

Beskap ini mempunyai bentuk kemeja lipat dan berkerah tidak lipat. Kain berwarna poloslah yang sering digunakan untuk pakaian adat tradisional ini. Biasanya kancing pada baju beskap ini posisinya berada di sebelah kiri dan kanan dengan pola kesamping.

Hal tersebut sebagai mana halnya dengan pakaian atasannya untuk Jawi Jangkep dan bagian belakang beskap ini terbuka sebagai tempat senjata yaitu keris.

Berdasarkan jenisnya, Beskap terdiri dari 4 jenis yakni:

  1. Beskap gaya Solo, merupakan jenis yang terinspirasi dari pakem budaya Keraton Kasunanan.
  2. Beskap gaya Yogya, merupakan beskap jenis yang merujuk pada pakem Keraton Kasultanan.
  3. Beskap landung, merupakan jenis beskap dengan bagian depan yang panjang.
  4. Beskap gaya kulon.

3. Pakaian Adat Kain Jarik

Aksesoris kain jarik ini melambangkan seorang laki-laki harus luwes dan juga fleksibel, maksudnya yaitu laki-laki luwes dalam bergaul dengan siapapun. Sedangkan flesibel dalam artian peraturan. Kain Jarik ini juga memberikan makan tersendiri yaitu keputusan yang diambil jangan sampai merugikan orang lain.

4. Pakaian Adat Jawi Jangkep

Pakaian Jawi Jangkep, merupakan pakaian adat yang sudah resmi dan menjadi pakaian adat yang ada di Jawa Tengah. Dalam hal ini sama dengan pakaian kebaya yang pakaiannya digunakan khusus untuk seorang perempuan. Nah, kalau pakaian Jawi Jangkep ini digunakan khsusu untuk seorang laki-laki.

Pakaian adat tradisional ini berasal dari adat Keraton Kasunan Surakarta. Menurut jenisnya, pakaian Jawa Jangkep ini terdiri daru 2 jenis yaitu:

Jawi Jangkep

Jawi Jangkep, merupakan pakaian yang khusus penggunaan atasanya berawar hita dan hanya boleh digunakan pada acara formal saja.

Jawi Jangkep paditenan atau sehari-hari

Jawi Jangkep padetenan atau keseharian, merupakan pakaian yang digunakan atasan berwarna selain hitam dan pakaian ini boleh digunakan untuk pakaian adat yang non formal. Dimana pakaian adat Jawi Jangkep ini mempunyai beberapa kelengkapan yakni :

– Destar yang sebagai penutup kepalanya
– Keris sebagai pakaian atasan dengan bagian belakang jauh lebih pendek
– Ikat pinggang seperti Epek, timang, lerep dan sejenisnya
– Kain bawahan
– Wangkingan
– Canilan atau alas kaki

Namun berbeda dengan seiringnya jaman yang biasanya menjadi pakaian pilihan khususnya dalam acara adat formal.

5. Pakaian Adat Kebaya

Setelah mengenal pakaian Jawi Jangkep yang dikenakan oleh laki-laki, sekarang pembahasan selanjutnya yaitu Pakaian adat kebaya. Dimana pakaian adat ini dipakai khusus untuk seorang perempuan. Pakaian adat tradisional ini cukup populer di kalangan masyarakat pada umumnya.

Untuk bagian pakaian atasan kebaya ini yaitu kemben, kain tapih pinjung dan juga Stagen. Sementara untuk bagian bawahannya ini seperti pakaian Jawi Jangkep yang menggunakan kain Jarik. Untuk bagian kepalanya ini dilengkapi dengan sanggul konde yang dihias denga bunga melati pada bagian atasnya.

Selain itu, untuk menambah estetis dari pakaian adat kebaya ini ditambahkan aksesoris yang meliputi cincin, kalung, gelang, subang, dan kipas. Yang perlu diingat dalam pakain adat ini yaitu dipakain berdasarkan menurut status sosialnya.

6. Pakain Adat Surjan

Pakaian Adat Surjan berupa kemja atasan yang digunakan khusus untuk seorang laki-laki berlengan panjang dengan kerah tegak. Pakaian adat tradisional ini terbuat dari kain yang bermotifkan lurik atau bunga. Nama Surjan berasal dari singkatan yang digabung yaitu suraksa-janma yang artinya mansia. Ada juga yang berpendapat bahwa Surjan ini berasal dari kata siro-jan yang artinya pelita.

Berdasarkan sejarah menyebutkan bahwa Surjan sudah ada sejak jaman Mataram Islam yang diciptakan pertama kali oleh Sunan Kalijaga. Pakaian adat tradisional ini biasanya disebut dengan pakaian takwa karena mempunyai makna yang religius. Adapun 3 kancing yang terdapat pada Surjan mempunyai lambang sendiri-sendiri berdasarkan jumlahnya yaitu:

– 6 Buah kancing pada kerah ini melambangkan jumlah rukun iman.
– 2 Buah kancing di bagian dada kiri dan kanan ini melambangkan dua kalimat syahadat.
– 3 Buah kancing di bagian dada dekat perut ini melambangkan nafsu manusia harus dikendalikan.

Penggunaan pakaian adat ini dulunya terbatas dan hanya bangsawan dan para penggawa abdi keraton saja yang memakainya.

7. Pakaian Adat Batik

Pada umumnya, masyarakat menggunakan pakaian adat Batik ini dalam rangka acara yang berbentuk formal. Bahkan instansi dari pemerintah, sekolah dan masyarakat lainnya pun menambahkan bati sebagai seragam wajibnya. Dibalik motif baku pada batik, seiring berkembangnya jaman ini membuat para pembuat batik semakin berani menampilkan motif-motif yang terbaru.

Pada masing-masing daerah tentunya mempunyai khas motif tersendiri yang dipengaruhi oleh kondisi geografis. Biasanya batik yang ada di pesisir ini lebih bergejolak dalam pemilihan corak begitupun dengan warna. Hal tersebut  apabila dibandingkan dengan daerah yang masih terpengaruh dengan budaya yang ada di keraton.

Pada berkembangnya di jaman modern saat ini, model pakaian batik ini pun mempunyai keanekaragaman. Karena pakaian batik tidak hanya sebagai bawahan saja. Akan tetapi sudah banyak seorang perempuan yang memakai batik ini untuk bagian atasannya.

Sehingga hal tersebut tidak ketinggalan jaman, bahkan akan meningkatkan kecintaan akan warisan budaya nasional. Dimana mempunyai nilai tersendiri dan menjadi lebih modern. Sekarang, pada perkembangan jaman ini sudah diterapkan khususnya untuk pakaian adatnya menjadi lebih trend.

Beberapa dari instansi pemerintah sudah menggalakkan untuk memakai pakaian adat di salah satu tempat kerja. Tidak hanya itu saja, karena untuk batik ini juga menjadi pakaian yang resmi untuk pendidikan di sekolah-sekolah. Bangga dengan budaya dalam negeri bukan berarti akan tertinggal dengan persaingan di jaman globalisasi ini.

8. Pakaian Adat Pengantin

Selain pakaian adat yang diatas sudah saya sebutkan, bahwa terdapat pakaian adat pengantin yang menjadi adat budaya di Jawa Tengah. Berdasarkan jenisnya, pakaian adat Jawa Tengah ini mempunyai keberagaman yang dikenakan sesuai acara adatnya. Namun untuk pakaian adat pengantin ini khusus digunakan dalam acara pernikahan.

Dalam pakaian adat pengantin yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan ini hampir sama. Namun, yang membedakannya yaitu pada aksesoris yang digunakan. Karena aksesoris yang dikenakan oleh laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan aksesoris yang dipakai oleh perempuan.

Itulah ulasan dari saya yang mengulas lengkap tentang budaya-buday di Indonesia. Dimana pada artikel ini yang membahas mengenai ” 8 Jenis Pakaian Adat Jawa Tengah Lengkap Beserta Penjelasannya “.

Seperti yang sudah saya bahas bahwa pakaian adat tradisional kita ada yang sudah terpengaruh oleh globalisasi dan ada pula yang masih murni tradisional belum terpengaruh jaman modern saat ini.

Tugas kita sebagai penerus bangsa, seharusnya menjaga dan merawat akan keberadaan kebudayaan budaya yang ada tidak hanya budaya yang ada di Jawa Tengah, melainkan seluruh wilayah nusantara. Karena dengan menjaga dan melesatrikan kebudayaan budaya kita menghargai warisan-warisan budaya dari para leluhur.

Komentar disini