23 Obat Sakit Pinggang Paling Berkhasiat dan Manjur

Kalimat.IDObat Sakit Pinggang – Sakit pinggang merupakan suatu kondisi timbulnya rasa nyeri di area pinggang. Penyakit ini sering terjadi pada banyak orang. Bahkan, 80% orang dewasa pernah mengalami sakit pinggang setidaknya satu kali sepanjang hidupnya.

Sakit pinggang yang dialami tiap orang berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Rasa sakit yang ditimbulkan juga bisa ringan dan ada juga yang menderita sakit pinggang sangat parah hingga tidak bisa melakukan aktivitas.

Jenis – Jenis Sakit Pinggang

Jenis Obat sakit pinggang bisa dibedakan dari sumber penyebabnya. Rasa nyeri yang muncul bisa berkumpul pada satu titik dan bisa juga menyebar. Secara garis besar, sakit pinggang terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Sakit Pinggang Akut

Jenis sakit pinggang akut biasanya muncul dengan tiba-tiba. Sakit pinggang ini biasanya terjadi karena beberapa penyakit seperti:

Kram usus
Kram usus bisa terjadi karena beberapa kondisi, diantaranya yaitu karena mengonsumsi obat tertentu, gangguan saluran pencernaan, kekurangan serat dan pola makan yang buruk.

Radang usus buntu
Usus buntu adalah sebuah kantong yang terhubung langsung dengan usus besar. Karena itu, jika usus buntu meradang, maka akan menimbulkan rasa nyeri pada perut kanan bagian bawah yang menjalar ke pinggang.

Penyakit radang panggul
Radang panggul biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri pada organ reproduksi wanita. Radang panggul juga ditandai dengan rasa sakit pada bagian sekitar pinggang.

Kista ovarium
Penyakit ini bisa terjadi karena terdapat sebuah kantong yang berisi cairan pada ovarium. Sebenarnya kista ovarium tidaklah berbahaya, bahkan bisa menghilang dengan sendirinya.

Namun, masalah mulai terjadi ketika dinding kista retak, membesar atau menutup aliran darah menuju ovarium. Kondisi tersebut memicu timbulnya sakit pada bagian pinggang.

2. Sakit Pinggang Kronis

Sakit pinggang dinyatakan kronis jika terjadi terus-menerus dalam 6 bulan atau lebih. Ada 3 penyebab yang menjadi pemicu sakit pinggang kronis, yaitu:

Radang panggul kronis
Radang panggul kronis disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi pada organ reproduksi. Berbeda dengan radang panggul akut, radang panggul kronis berlangsung secara terus-menerus hingga menyebabkan sakit pinggang kronis.

Endometriosis
Pada kasus endometriosis, jaringan yang seharusnya berada pada dinding rahim tumbuh pada luar rahim. Hal ini memicu rasa nyeri pada sekitar pinggang.

Iritasi usus
Iritasi pada usus bisa terjadi karena gangguan pada sistem pencernaan. Iritasi usus bisa menyebabkan perut kembung, kram perut, konstipasi, diare dan sakit pinggang.

Penyebab Sakit Pinggang

Umumnya, sakit pinggang terjadi karena otot yang terkilir akibat peregangan yang berlebihan pada sekitar pinggang. Selain itu, ada banyak penyebab lainnya yang bisa memicu timbulnya sakit pinggang, diantaranya yaitu:

1. Saraf Terjepit

Penyebab yang paling sering memicu sakit pinggang adalah saraf yang terjepit. Sakit pinggang berkaitan erat dengan otot, tulang belakang, dan ginjal. Jika nyeri sudah merambah pada bagian kaki, maka penyebab utamanya adalah saraf yang terjepit.

2. Cedera

Cedera juga menjadi penyebab sakit pinggang yang paling sering terjadi. Cedera kerap terjadi akibat olahraga berat, jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan kendaraan bermotor. Cedera yang mengenai struktur pinggang akan menimbulkan gejala sakit pinggang, baik ringan maupun berat.

3. Mengemudi Dalam Waktu yang Lama

Terlalu lama mengemudi juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Dari hasil penelitian oleh British Chiropractic Association dan Citroen UK, ada 5,5 juta pengemudi yang mengalami sakit pinggang akibat mengemudi dalam waktu yang lama.

Mengemudi terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan pada otot, terutama otot disekitar pinggang, sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah dan sakit pinggang.

4. Posisi Tidur yang Salah

Posisi tidur yang salah juga sering menyebabkan sakit pinggang. Bukan hanya memicu sakit pinggang, posisi tidur yang salah bahkan bisa memperparah sakit pinggang yang sudah terjadi.

Untuk itu, sangat penting untung mencari posisi yang nyaman sebelum tidur. Pastikan bagian bahu, kepala dan pinggang dalam posisi yang selaras.

Posisi tidur yang salah akan menyebabkan tekanan pada area tersebut sehingga menimbulkan sakit pada pinggang bagian belakang.

Supaya lebih nyaman, letakkan bantal tipis dibawah lutut, dengan posisi tidur terlentang. Jika tidak terbiasa tidur dalam keadaan terlentang, anda bisa tidur dengan posisi miring dan meletakkan bantal di antara lutut agar salah satu sisi punggung tidak tertarik kebawah.

5. Kasur Terlalu Keras

Selain posisi tidur yang salah, kasur yang terlalu keras juga dapat menimbulkan sakit pinggang. Dampaknya akan langsung terasa saat bangun di pagi hari.

Karena itu, memilih kasur yang nyaman sangat penting untuk menjaga kualitas tidur dan mencegah sakit pinggang.

6. Salah Bantal

Sakit pinggang juga bisa terjadi karena salah bantal. Bantal yang baik untuk digunakan adalah yang dapat menyokong tulang belakang hingga leher tetap selaras.

Bantal yang digunakan untuk tidur sebaiknya terbuat dari viskoelastik atau bantal yang bisa diisi dengan air.

7. Bekerja Terlalu Berat

Penyebab berikutnya yang juga sering memicu sakit pinggang adalah terlalu berat dalam bekerja. Sakit pinggang mudah sekali dialami bagi mereka yang melakukan pekerjaan berat yang mengganggu struktur tulang belakang.

Pekerjaan yang terlalu berat jika tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan ruas-ruas pada tulang belakang menjepit saraf dan menimbulkan rasa sakit hingga ke pinggang.

8. Obesitas

Obesitas juga ternyata menjadi salah satu penyebab seseorang menderita sakit pinggang. Menurut para ahli, sebagian berat badan ditopang oleh pinggang.

Jika berat badan mencapai 100 kg, maka bagian atas tubuh setidaknya menopang berat sekitar 50 kg. Itu sebabnya orang yang berat badannya berlebih kerap mengalami sakit pinggang.

9. Osteoporosis

Osteoporosis sering terjadi pada wanita di masa menopause. Pada masa menopause, tubuh wanita akan kesulitan menyerap kalsium. Akibatnya, asupan kalsium pada tubuh tidak tercukupi hingga akhirnya kebutuhan kalsium diambil dari tulang belakang.

Kondisi tersebut menyebabkan osteoporosis sehingga wanita sering mengalami cedera tulang dan nyeri pinggang.

10. Kurang Minum

Mengonsumsi air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Kurang minum dapat menyebabkan sakit pada pinggang, karena sendi dan otot sangat membutuhkan cairan.

11. Batu Ginjal

Sakit pinggang juga bisa menjadi tanda adanya batu ginjal. Batu ginjal yang masih berukuran kecil mampu menyebabkan saluran kemih tersumbat mengalami iritasi.

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit pada pinggang bagian samping, pinggang belakang dan bagian bawah tulang iga.

Rasa sakit bahkan bisa menjalar ke bagian bawah perut. Rasa sakit akibat batu ginjal biasanya terasa hilang timbul dan semakin terasa sakit.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering timbul akibat batu ginjal:
– Nyeri pada tulang punggung bagian bawah yang menjalar ke daerah kemaluan dan perut bagian bawah
– Sakit pinggang datang secara tiba-tiba dan terasa sangat sakit
– Nyeri saat buang air kecil
– Buang air kecil disertai darah
– Urin berwarna merah muda atau kecoklatan
– Urin mengeluarkan bau yang tidak sedap
– Disertai mual dan muntah
– Lebih sering buang air kecil dari biasanya
– Demam dan menggigil

Untuk memastikan, segeralah berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami gejala-gejala penyakit ginjal.

Obat Sakit Pinggang Medis

Jika anda mengalami sakit pinggang, anda bisa mengatasinya dengan obat-obatan medis. Beberapa diantaranya yaitu:

1. Paracetamol

Paracetamol lebih dikenal sebagai obat penurun panas. Namun, obat ini sebenarnya masuk ke dalam golongan analgesik atau anti nyeri.

Karena itu, paracetamol cukup efektif digunakan sebagai obat nyeri pinggang. Baik nyeri pinggang ringan maupun nyeri pinggang sedang.

2. Obat Anti inflamasi Non Steroid

Obat sakit pinggang medis berikutnya yang bisa anda konsumsi adalah obat golongan anti inflamasi non steroid atau OAINS. Obat jenis ini bisa digunakan untuk mengurangi peradangan pada tubuh, termasuk pada pinggang.

Salah satu OAINS yang bisa digunakan adalah Ibuprofen. Ibuprofen sangat aman digunakan untuk anak-anak yang berusia diatas 6 bulan dan orang dewasa.

Selain ibuprofen, ada beberapa obat anti inflamasi lainnya yang juga bisa digunakan untuk mengatasi sakit pinggang, yaitu Naproxen, ketorolac, diclofenac, dan meloxicam.

Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak untuk digunakan jangka panjang kecuali dibawah pengawasan dokter. Efek samping yang bisa timbul yaitu gangguan pencernaan dan kerusakan ginjal.

3. Antidepresan

Obat antidepresan biasanya digunakan untuk pasien yang menderita depresi. Tak hanya itu, antidepresan ternyata juga dapat dijadikan obat sakit pinggang yang cukup efektif.

Antidepresan bisa menghilangkan rasa sakit dengan cara mengendalikan zat kimia dalam otak, yaitu norepinefrin dan serotonin. Senyawa tersebut dapat mempengaruhi mood dan reseptor nyeri.

Pasien yang mengalami nyeri kronis dan tidak bisa merespon obat lain, biasanya akan diberikan antidepresan untuk mengendalikan rasa nyeri.

4. Suntik Kortison

Jika pasien telah banyak mengonsumsi obat sakit pinggang tapi tak kunjung sembuh, biasanya dokter akan memberikan suntikan kortison. Kortison dapat membantu meradang radang yang terjadi di sekitar akar saraf. Penyuntikan kortison dilakukan pada sekitar sumsum tulang belakang.

5. Opioid

Opioid merupakan golongan obat penghilang rasa sakit yang sangat kuat dan dikhususkan untuk mengobati nyeri yang parah. Obat ini harus dibeli dengan resep dokter dan penggunaannya juga harus dalam pengawasan dokter.

Cara kerja obat ini yaitu dengan menghalangi reseptor rasa nyeri pada otak. Dalam penggunaannya, Opioid bisa mempengaruhi pernapasan dan detak jantung.

Beberapa obat yang masuk dalam jenis opioid antara lain oksidon, morfin, fentanyl dan kodein. Mengonsumsi Opioid untuk jangka panjang bisa mengakibatkan ketergantungan.

Untuk itu, anda harus berkonsultasi dengan dokter bagaimana cara mengonsumsi Opioid dengan benar agar terhindar dari ketergantungan.

6. Relaksan Otot

Relaksan otot juga merupakan salah satu obat sakit pinggang yang sering direkomendasikan oleh dokter. Relaksan otot bekerja dengan memberitahu otak untuk mengendurkan otot-otot yang tegang dan kaku.

Ada beberapa relaksan otot yang sering digunakan untuk sakit pinggang, yaitu Myonal, Soma, dan Flexeril. Obat-obat tersebut biasanya dikombinasikan dengan obat sakit pinggang lainnya yang berhubungan dengan kejang otot.

Tetapi, Relaksan Otot memiliki efek samping seperti mengantuk dan pusing. Untuk itu, hindari berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan konsentrasi tinggi saat mengonsumsi Relaksan Otot.

Obat Sakit Pinggang Tradisional

Untuk anda yang tidak mau bergantung dengan obat-obatan medis, anda bisa mengatasi sakit pinggang dengan obat tradisional.

Tetapi, sebelum mulai mengonsumsi obat sakit pinggang tradisional, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, untuk memastikan obat tradisional ini aman untuk tubuh anda.

Berikut ini adalah beberapa obat sakit pinggang tradisional yang bisa anda konsumsi:

1. Jahe

Obat sakit pinggang tradisional yang pertama adalah jahe. Sebuah penelitian membuktikan bahwa jahe mengandung phytochemical dapat mengobati nyeri otot dan nyeri sendi. Dengan kata lain, jahe dapat digunakan untuk mengobati sakit pinggang.

Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa pasien yang teratur mengonsumsi jahe mengalami perbaikan terhadap bengkak, rasa kaku dan nyeri pada pinggang.

Untuk mengobati sakit pinggang, anda bisa mengolah jahe menjadi minuman hangat.

2. Kunyit

Tak hanya jahe, rempah yang satu ini juga mampu mengobati sakit pinggang. Penelitian membuktikan bahwa kunyit dapat melawan nyeri sendi dan radang.

Senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit dikenal sebagai anti inflamasi yang sangat efektif untuk mengatasi nyeri pada sendi.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi kunyit dalam jangka panjang dapat mengganggu pencernaan. Untuk menghindari efek samping tersebut, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi kunyit.

3. Minyak Eucalyptus

Sakit pinggang juga bisa diobati secara alami dengan minyak eucalyptus. Cara mengobati sakit pinggang dengan minyak eucalyptus sangat mudah. Cukup ambil 4 tetes minyak eucalyptus, lalu oleskan pada pinggang yang sakit sambil dipijat secara perlahan.

Agar terasa lebih hangat, campurkan minyak eucalyptus dengan parutan jahe. Kombinasi keduanya dapat dengan cepat meredakan otot yang tegang di sekitar pinggang.

4. Bawang Putih

Obat sakit pinggang yang satu ini juga tak kalah efektif dengan obat tradisional lainnya. Bawang putih berperan sebagai anti inflamasi yang dapat mengatasi radang pada sendi dan otot.

Cara mengobati sakit pinggang dengan bawang putih cukup mudah. Sangrai 8 siung bawang putih bersama minyak kelapa selama 2 menit. Biarkan beberapa saat hingga dingin, lalu gunakan untuk memijat bagian pinggang yang terasa sakit.

Diamkan hingga sekitar 4 jam, kemudian mandilah dengan air hangat. Cara ini akan membuat otot pada pinggang menjadi lebih rileks.

5. Teh Chamomile

Teh chamomile juga bisa dijadikan obat sakit pinggang yang ampuh. Kandungan teh chamomile mampu melemaskan otot-otot yang tegang disekitar pinggang yang.

Cara mengobati sakit pinggang dengan teh chamomile yaitu dengan meminumnya secara teratur 1-3 sehari sampai sakit pinggang benar-benar menghilang.

Cara Lain Mengobati Sakit Pinggang

Selain mengonsumsi obat-obatan farmasi dan tradisional, anda juga bisa mengatasi sakit pinggang dengan beberapa caraberikut ini.

1. Menambah Asupan Kalsium

Sakit pinggang yang masih tergolong ringan bisa disembuhkan dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium seperti keju, wijen, sayuran hijau, yogurt dan susu.

Selain itu, tulang ikan juga merupakan sumber kalsium yang cukup tinggi. Anda bisa mengonsumsi ikan dengan cara dipepes atau dipresto agar tulang ikan menjadi lunak dan mudah dikonsumsi.

2. Mengonsumsi Buah dan Sayur

Untuk mengatasi sakit pinggang, perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran yang beraneka warna. Karena buah dan sayuran berwarna bisa mengatasi peradangan dan nyeri otot pada pinggang lebih cepat daripada buah dan sayur yang pucat.

Anda bisa mulai mengonsumsi buah-buahan seperti buah bit, ubi, wortel, buah delima, semangka dan anggur untuk mengatasi sakit pinggang. Untuk sayuran, anda bisa mengonsumsi sayur yang mengandung magnesium seperti bayam.

3. Mengonsumsi Makanan yang Tinggi Protein

Protein dapat memulihkan tulang dan otot yang mengalami peradangan sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi penderita sakit pinggang.

Makanan yang mengandung banyak protein antara lain daging sapi, kalkun, ayam, kacang-kacangan dan telur.

Tetapi jika anda memiliki masalah hipertensi dan asam urat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan sumber protein mana yang aman untuk anda konsumsi.

4. Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Kalium

Selain kalsium dan protein, makanan yang tinggi kalium juga bisa mengatasi sakit pinggang. Kalium bersifat anti inflamasi yang bisa mengatasi peradangan pada otot, khususnya pada sekitar pinggang.

Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium seperti tomat, yogurt, pisang dan kentang.

5. Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Omega 3

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa Omega 3 mampu mengatasi peradangan pada otot. Tak heran jika makanan yang mengandung Omega 3 sangat bagus dikonsumsi penderita sakit pinggang.

Tak hanya itu, Omega 3 juga dapat memperkuat sistem imun dalam tubuh. Beberapa bahan makanan yang mengandung Omega 3 yaitu ikan tuna, ikan sarden, ikan salmon, kacang kedelai dan telur.

6. Lakukan Pemijatan

Pijat merupakan cara yang cukup ampuh untuk meredakan sakit pinggang. Dengan melakukan pemijatan, maka sirkulasi darah akan menjadi lancar.

Selain itu, pijat juga dapat membuat otot menjadi rileks, mengurangi stres dan meningkatkan endorfin yang dapat menghilangkan rasa nyeri pada tubuh.

7. Kompres

Sakit pinggang dapat disembuhkan dengan kompres, baik kompres dingin maupun kompres panas.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kompres dingin yang dilakukan 24-48 jam dapat mengurangi peradangan atau pembengkakan pasca cedera. Setelah 48 jam, penderita bisa melanjutkannya dengan kompres panas.

Dalam melakukan kompres, jangan melakukannya secara terus menerus dalam waktu lama, sebaiknya berikan jeda sekitar 20 menit agar kulit dapat beristirahat sejenak.

8. Berendam dengan Air Hangat

Berendam dengan air hangat adalah ide yang bagus untuk mengurangi rasa nyeri pada pinggang. Berendam dengan air hangat akan membuat otot dan saraf yang tegang menjadi lebih rileks.

Berendam di air hangat juga bisa melancarkan peredaran darah dan meningkatkan produksi dopamin yang berguna untuk mengatasi stres.

Untuk menghilangkan sakit pinggang, berendam dengan air hangat sekitar 2 atau 3 jam sebelum tidur sangat dianjurkan. Anda juga bisa memakai bantal mandi untuk menopang pinggang dan punggung selama berendam.

9. Lakukan Peregangan

Duduk dalam waktu yang lama di depan layar komputer dapat memicu sakit pinggang. Karena itu, sangat penting untuk melakukan peregangan setiap 20 menit sekali.

Peregangan bisa anda lakukan dengan cara bangkit dari tempat duduk lalu berjalanlah beberapa langkah selama beberapa menit.

Disamping itu, aturlah ruang kerja dan posisi duduk agar tidak terlalu membungkuk saat bekerja didepan monitor.

Gunakanlah meja dan kursi yang dapat memberikan rasa nyaman pada pinggang, punggung dan kaki agar posisi tubuh baik dan terhindar dari sakit pinggang.

10. Bergerak Aktif

Mengalami sakit pinggang bukan berarti anda harus berhenti bergerak aktif. Orang yang mengalami sakit pinggang justru dianjurkan untuk tetap bergerak daripada hanya berbaring saja.

Gerakan yang dilakukan tidak perlu yang terlalu berat apalagi ekstrem. Anda hanya perlu berjalan santai agar pinggang terasa membaik. Hal ini akan membantu memperbaiki otot-otot yang tegang dan saraf yang terjepit agar lebih longgar.

Walaupun harus bergerak aktif, sebaiknya hindari melakukan aktivitas yang dapat memperparah sakit pinggang, seperti mendorong atau mengangkat barang yang sangat berat.

Jika pinggang sudah terasa membaik, lakukan olahraga rutin seperti bersepeda, jogging, aerobik atau berjalan santai agar tubuh tetap sehat dan otot tidak mudah kaku.

11. Hindari Memakai Sepatu Hak Tinggi

Saat mengalami sakit pinggang, sebaiknya hindari memakai sepatu hak tinggi karena akan memperparah sakit pinggang yang sudah ada. Tak hanya itu, memakai sepatu hak tinggi juga dapat membuat tubuh tidak stabil dan dapat meningkatkan tekanan pada bagian pinggang.

Untuk itu, gunakanlah sepatu hak rendah atau flat ketika anda harus pergi keluar rumah.

12. Ubah Posisi Tidur

Mengubah posisi tidur sangat penting saat mengalami sakit pinggang. Posisi tidur yang baik untuk penderita sakit pinggang yaitu berbaring terlentang dengan posisi punggung yang lurus.

Posisi tersebut sangat baik karena posisi punggung dalam keadaan lurus sehingga dapat menopang berat tubuh dengan baik dan seimbang.

Agar terasa lebih nyaman, letakkan bantal kecil dibawah lutut anda sebagai penopang agar posisi tubuh tetap selaras dari kepala hingga kaki. Ini juga sangat baik untuk menjaga postur tulang belakang.

Selain terlentang, anda juga bisa tidur dengan posisi miring kiri atau miring kanan dengan menyelipkan guling atau bantal kecil diantara kedua lutut. Cara tidur seperti ini akan menjaga tulang belakang, panggul, pinggul dan tulang belakang tetap pada posisi yang selaras.

Jika anda memang sudah terbiasa memeluk guling saat tidur, anda bisa terus melakukannya saat mengalami sakit pinggang.

Makanan dan Minuman Pantangan Sakit Pinggang

Sakit pinggang umumnya terjadi akibat adanya peradangan pada sendi atau otot. Maka dari itu, saat mengalami sakit pinggang, ada jenis makanan dan minuman tertentu yang harus dihindari agar tidak memperparah rasa nyeri pada pinggang.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan dan minuman pantangan bagi penderita sakit pinggang:

1. Makanan dan Minuman yang Tinggi Gula

Pantangan utama bagi penderita sakit pinggang adalah makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi. Makanan dan minuman jenis ini dapat memperparah rasa nyeri pada pinggang.

Karena makanan dan minuman yang terlalu manis akan memicu antibodi untuk bekerja ekstra sehingga rasa nyeri akan bertambah parah.

Karena itu, saat pinggang anda sakit, sebaiknya hindari makanan-makanan manis dan minuman ringan seperti soft drink.

2. Minuman Berkafein

Selain minuman yang tinggi gula, minuman berkafein juga bisa memperparah sakit pinggang. Minuman berkafein seperti teh dan kopi bersifat diuretik yang dapat membuat anda kehilangan cairan tubuh lebub cepat.

Hal tersebut akan menyebabkan tubuh kekurangan cairan, baik melalui urine maupun keringat. Sedangkan sendi sangat membutuhkan cairan, sehingga saat dehidrasi akan berdampak buruk bagi sendi, termasuk sendi di sekitar pinggang.

Jika anda tidak ingin sakit pinggang anda bertambah parah, maka hindarilah mengonsumsi minuman berkafein sampai pinggang anda pulih.

3. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol juga perlu dihindari bagi orang yang sedang mengalami sakit pinggang. Karena minuman beralkohol dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada sendi.

Tak hanya itu, minuman ini juga dapat menghambat pemulihan otot pada pinggang. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol agar sakit pinggang bisa segera pulih.

4. Makanan Tinggi Lemak

Makanan yang tinggi lemak, terutama lemak trans akan memperparah rasa nyeri pada pinggang. Makanan yang mengandung lemak trans biasanya melalui berbagai proses pengolahan sehingga sangat tidak sehat untuk dikonsumsi.

Makanan yang tinggi lemak trans diantaranya yaitu junk food, gorengan, camilan kemasan, dan masih banyak lagi. Beralihlah untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan rendah lemak saat anda mengalami sakit pinggang.

Sakit pinggang bisa diatasi dengan berbagai macam obat, mulai dari obat alami hingga obat-obatan medis. Selain itu, anda juga perlu menghindari beberapa pantangan yang dapat memperparah sakit pinggang, agar pengobatan bisa lebih maksimal.

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia