Beranda Kesehatan 7 Obat Keputihan di Apotik Paling Manjur

7 Obat Keputihan di Apotik Paling Manjur

Obat Keputihan di Apotik

Kalimat.ID – Obat keputihan di apotik, Penyakit keputihan memang tak bisa dianggap remeh, bila tidak ditangani dengan cepat bisa berakibat fatal sebab bisa menyebabkan kemandulan dan juga kehamilan di luar rahim, selain itu dapat menjadi gejala awal dari adanya kanker serviks, yang bisa menyebabkan kematian.

Namun pada umumnya keputihan (Fluor Albus) ialah sesuatu hal yang normal terjadi pada setiap wanita. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Kalian bisa menggunakan beberapa obat alami atau resep. Nah, artikel ini akan mengulas mengenai obat keputihan di apotik yang dapat membantu penyembuhannya.

Gambaran Umum Keputihan

Keputihan ialah hal yang sangat biasa pada wanita. Kondisi ini ditandai melalui sebuah cairan yang keluar dari kelamin wanita. Terkadang keputihan yang normal tak akan menimbulkan bau. Akan tetapi, pada keputihan yang tak normal ini akan disertai dengan rasa gatal serta bau yang busuk. Keputihan yang tak normal akan jadi salah satu tanda dan keadaan yang sangat berbahaya dalam wanita

Keputihan yang menjadi keadaan umum pada wanita terkadang disebabkan oleh keadaan tubuh yang normal. Namun, ada beberapa faktor yang jadi penyebab keputihan tak normal, seperti:

– Bakteri vaginosis.
– Infeksi jamur.
– Infeksi bakteri menular.
– Penyakit menular seksual.

Jenis Keputihan

Keputihan dibagi menjadi 2 jenis yakni keputihan normal (fisiologis) dan juga keputihan abnormal (patologis).

– Keputihan fisiologi, keputihan ini biasanya terjadi di waktu masa subur, baik sebelumnya ataupun sesudah menstruasi. Terkadang ketika ada lendir yang sangat berlebihan, itu normal dan biasanya tidak ada gatal dan tidak berbau.
– Keputihan patologis atau dikenal sebagai penyakit keputihan ini terjadi karena keluarnya keputihan yang disertai dengan rasa gatal yang ada di dalam atau di sekitar bibir Miss V di bagian luar.

Ciri-ciri Wanita terjangkit Penyakit Keputihan

Wanita yang biasanya terjangkit atau sedang mengalami keputihan memiliki ciri-ciri, diantaranya sebagai berikut:

– Cairan berubah warna menjadi warna hijau kekuningan
– Cairan bahkan bercampuran dengan darah,
– Terasa gatal dalam miss v
– Berbau seperti baunya telur busuk, tengik, atau bahkan berbau amis sehingga akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.
Penyebab Keputihan yang Berbahaya
Sementara dengan memperhatikan cairannya yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab dari keputihan, antara lain:
– Infeksi kencing nanah, misalnya seperti menghasilkan cairan kental, yang bernanah dan warnanya kuning kehijauan.
– Keputihan yang disertai dengan bau busuk bisa disebabkan oleh kanker.
– Keputihan akibat dari jamur Candida albicans. Keputihan jenis ini mempunyai ciri-ciri warna putih seperti susu, cairannya kental, bau yang tak sedap dan sangat gatal. Terkadang bisa menimbulkan radang di bagian vagina sehingga terlihat kemerahan.
– Keputihan akibat dari bakteri Vaginosis ataupun Gardnerella. Keputihan jenis ini mempunyai ciri-ciri warna abu-abu dan tidak terlalu kental, cairan berbuih, lalu mengeluarkan bau yang amis, serta gatal yang mengganggu.
– Keputihan akibat dari parasit Trichomonas vaginalis. Keputihan jenis ini mempunyai ciri-ciri warna kehijauan atau kuning, dan cairannya berbuih serta bau amis. Tidak menimbulkan rasa gatal namun saat ditekan maka vagina akan terasa sakit. Keputihan ini bisa ditularkan melalui hubungan seks yang tak sehat, perlengkapan kamar mandi ataupun kloset.
– Keputihan akibat dari virus. Keputihan jenis ini bisa diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes maupun Candyloma. Keputihan yang diakibatkan jenis ini bisa memicu kanker rahim. Pada keputihan herpes terkdang disertai tanda-tanda herpes misalnya seperti luka yang melepuh,
– Sedangkan pada keputihan dari candyloma disertai tanda-tandanya candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh pada bagian vagina atau rahim.
– Penyakit herpes ataupun candyloma terkadang tak terdeteksi secara dini, sebab umumnya tanda-tanda ini tidak mudah terlihat, sebab muncul di dalam vagina.
Cara Mencegah Penyakit Keputihan
– Menjaga kebersihan di daerah Miss V
– Membilas Miss V menggunakan cara yang benar
– Hindari menggunakan bedak di area organ kewanitaan
– Gunakan panty liner hanya pada waktu dibutuhkan, namun ini jangan terlalu lama. Misalkan pada saat bepergian dari luar rumah dan lepaskan jika sudah sampai di rumah
– Jika basah atau lembab, kalian coba untuk segera menggantikan celana dalam kalian
Dan bila dibiarkan dapat menyebar menuju rongga rahim dan juga indung telur serta ke saluran indung telur dan pada akhirnya ke dalam rongganya panggul, bahkan tidak jarang seorang wanita dapat menjadi mandul, sehingga ada baiknya jika kamu segera mengobati hal tersebut. Kalian bisa menggunakan obat herbal atau bisa dengan Obat keputihan di apotik.

Cara Mengobati Keputihan dengan Obat Keputihan di Apotik

cara menghilangkan keputihan
Image by: elevenia.co.id

Sebagian orang mengatasi kondisi keputihan banyak yang melakukan dengan cara alami. Atau perawatannya dilakukan dirumah menggunakan beberapa bahan-bahan alami. Ini adalah sebagai pilihan yang bisa kamu lakukan dalam mengatasi keputihan.

Namun, yang harus kamu ketahui adalah mengobati keputihan dengan cara yang dilakukan sendiri tidak bisa menjadi pilihan utama, karena kamu hanya akan terlepas dari beberapa gejala yang ditimbulkan. Cara yang sangat efektif ini adalam mengatasi keputihan kalian bisa menggunakan resep obat keputihan di apotik.

Berikut ini obat keputihan berdasarkan jenis penyakitnya:
– Infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis)

Kondisi ini dari pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginitis dalam vagina yang menyebabkan lendir jadi lebih banyak, lebih tipis, serta berwarna keabuan yang disertai bau amis. Wanita yang mengalami kondisi tersebut akan merasa nyeri pada waktu melakukan hubungan seks/ buang air kecil.

Obat keputihan di apotik yang bisa kalian tebus, antara lain:

Metronidazole (Flagyl)

Antibiotic yang tersedia dalam bentuk pil maupun gel yang dioleskan di vagina. Obat ini sangat ampuh untuk menekan bakteri. Efek samping yang ditimbulkan adalah sakit perut atau mual.

Tinidazole (Tindamax)

Antibiotik ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam vagina. Efek sampingnya hanya sedikit, obat ini hanya tersedia bentuk krim yang dioleskan secara tipis-tipis pada vagina.

Clindamycin (Cleocin, Clindesse, dll)

Antibiotik ini hanya berbentuk krim yang dioleskan dalam vagina. Krim clindamycin bisa merusak karet kondom dan setidaknya tiga hari sesudah berhenti menggunakan krim.

– Trikomoniasis
Penyakit menular pada seksual ini disebabkan dari parasit Trichomonas vaginalis dengan menginfeksi vagina sehingga lender dapat berubah warna menjadi kuning yang kehijauan dan berbau. Gejala lain yang terkadang muncul ialah rasa gatal serta nyeri pada vagina waktu buang air kecil atau saat hubungan seksual.

Trikomoniasis ini disebabkan oleh parasite, maka obat keputihan di apotik yang bisa digunakan adalah antibiotik, seperti metronidazole (flagyl) ataupun tinidazole yang dalam bentuk pil berdosis tunggal. Bukan hanya pasien, tapi pasangannya juga harus melaksanakan pemeriksaan atau mengikuti sebuah pengobatan guna menghindari penularan.

– Gonore
Sama dengan trikomoniasis, gonore merupakan penyakit yang menular seksual dan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Wanita yang mengalami keadaan ini akan merasakan panas, gatal, serta nyeri waktu buang air kecil sehingga vagina akan menjadi bengkak dan kemerahan. Keputihan yang muncul saat kondisi ini berasal oleh nanah biasanya akan mengeluarkan bersama dengan urine.

Awalnya, penicilin ialah obat yang umum dipakai untuk gonore ringan. Namun, untuk gonore dengan tingkat lanjut bakteri jadi lebih kebal dari antibiotik ini sehingga akan lebih sulit untuk diobati. Obat keputihan di apotik selain penicilin, antibiotik lainnya yang digunakan guna menyembuhkan gonore, antara lain:

a. Azitromisin
Tidak seperti penicilin, efek samping dari antibiotik ini lebih sedikit di sistem pencernaan. Azitromisin adalah obat lanjutan yang dipakai jika penicilin tak mampu menyembuhkan gonore.

b. Doxycycline
Antibiotik ini dipakai sebagai alternatif bila azitromisin tak mampu melawan bakteri. Namun, tak dianjurkan dipakai untuk wanita hamil atau sedang berencana untuk mempunyai anak karena bisa menyebabkan bayi lahir pada kondisi cacat.

c. Ceftriaxone
Obat ini yang diresepkan bersama azitromisin guna menyembuhkan gonore yang melebihi parah. Kombinasi dari kedua antibiotik dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri gonore.

d. Eritromisin
Penyakit gonore bisa ditularkan dari ibu pada anaknya, jika sang ibu terjangkit penyakit ini selama masa kehamilan. Eritromisin hanya dipakai pada bayi yang lahir dan memperoleh infeksi gonore dari ibunya menggunakan cara disuntikkan.

– Klamidia
Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Biasanya penyakit ini tidak dapat menimbulkan gejala, namun keputihan yang berlebihan dapat menjadi tanda awal. Sama seperti gonore, penyakit jenis ini ditularkan melewati hubungan seksual. Gejala yang sering muncul meliputi seperti rasa nyeri dan panas waktu buang air atau saat melakukan hubungan seks, sakit perut yang disertai demam.

Pengobatan obat antibiotik dengan kombinasi azitromisin beserta doxycycline bisa menyembuhkan klamidia sampai 90 persen. Selain itu, tersedia pula amoxicillin, namun tidak umum digunakan guna menyembuhkan klamidia. Antibiotik levofloxacin ataupun ofloxacin dipakai bila bakteri telah resistan (kebal) terhadap obat antibiotik lain.

– Infeksi jamur vagina
Jamur Candida yang berhidup di sekitar area vagina bisa terus menerus berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada jamur vagina. Keputihan yang muncul penyebab kondisi ini biasanya malah lebih tebal dan berwarna putih, namun tidak berbau. Selain itu, gejala ini yang ditimbulkan ialah rasa sakit serta panas pada vagina waktu buang air kecil ataupun melakukan hubungan seksual.

Kondisi ini bisa diobati dengan obat antijamur berbentuk krim, salep, ataupun tablet.
Contohnya obat tersebut miconazole, clotrimazole, terconazole, atau butoconazole. Obat-obatan tersebut dipakai untuk pengobatan dalam jangka pendek selama 3 sampai 7 hari, hasilnya mampu membersihkan penyebab dari jamur vagina. Kemudian, tersedia pula flukozanol yang dipakai selama tiga hari guna menangani gejala berat.

Nah itulah beberapa obat keputihan di apotik. Keputihan normalnya terjadi waktu wanita sedang dalam masa suburnya. Yaitu menjelang menstruasi waktu indung telur memproduksi sel telur, jadi produksi lendir ini mengeluarkan lebih banyak. Bila terdapat perubahan yang tak normal dalam cairan keputihan, dapat menjadi suatu penyakit.

Misalnya yang menjadi lebih banyak akan berbau, berubah warna, yang disertai rasa gatal ataupun nyeri pada vagina. Vagina ialah bagian organ intim wanita yang paling sensitif, jadi butuh perhatian yang ekstra dalam menjaga kebersihannya.

Jika kamu sedang mengalami keputihan yang tak seperti biasanya terjadi, maka sebaiknya lakukan untuk pemeriksaan kepada dokter terlebih dahulu. Melakukan diagnosis sendiri serta pengobatan yang tanpa resep dari dokter, kemungkinan dapat memperburuk kondisi kamu.

Komentar disini
error: