Beranda Islam Inilah Kisah Nabi Yusuf Lengkap dari Kecil Sampai Dewasa

Inilah Kisah Nabi Yusuf Lengkap dari Kecil Sampai Dewasa

kisah nabi yusuf
image by pixabay

Kalimat.ID – Kisah Nabi Yusuf As. dapat dilihat selengkapnya dalam Al-Qur’an Surat ke 12 yaitu surat Yusuf. Kisahnya diawali ketika Nabi Yusuf As. masih anak-anak. Ketika ia bermimpi sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadanya.

Mimpi ini kemudian ia sampaikan kepada ayahnya yaitu Nabi Yaqub As. Nabi Yaqub As. memahami hal ini sebagai tanda dari Allah SWT. bahwa kelak putranya akan menjadi seorang Nabi dan mendapatkan kemuliaan. Supaya saudara-saudara yang lain tidak iri maka, Nabi Yaqub As. berpesan agar Nabi Yusuf As. tidak menceritakan mimpinya kepada siapapun.

Nabi Muhammad SAW. pernah menyebutkan bahwa nama-nama bintang yang ada di alam mimpi Nabi Yusuf As. adalah Jaryan, Thariq, Dzayyal, Dzul, Katifan, Qobis, Watstsab, Amudan, Faliq, Mushbih, Dharuh, Dzul Furu’, Dhiya’ dan Nur’.

Kisah Nabi Yusuf Kecil yang Dimasukan Kedalam Sumur

Berikut ini adalah kisah nabi yusuf waktu kecil

Kisah Nabi Yusuf As. memiliki seorang adik bernama Bunyamin. Ibu mereka bernama Rahel. Mereka tumbuh menjadi dua anak yang berbakti kepada orangtua dan memiliki kepribadian yang lebih baik dibandingkan dengan sepuluh orang kakaknya. Tidak heran bila Nabi Yaqub As. lebih memperhatikan dan menyayangi mereka sehingga, muncullah rasa iri kepada kakak-kakak Nabi Yusuf As.

Berikut ini adalah kisah nabi yusuf dimasukan ke sumur oleh saudara-saudaranya.

Rasa iri tersebut membuat kakak-kakak Nabi Yusuf As. ingin menyingkirkan Nabi Yusuf As. kecil dengan cara mengajaknya berjalan-jalan sambil bermain dan kemudian memasukkannya ke dalam sumur yang jaraknya sangat jauh dari rumah.

Sebelumnya, mereka sengaja merobek baju Nabi Yusuf As. kecil dan kemudian dilumuri dengan darah domba supaya mereka dapat berbohong kepada Nabi Yaqub As. bahwa, Nabi Yusuf As. telah dimakan oleh kawanan serigala.

Mendengar kabar ini, Nabi Yaqub As. menjadi sangat sedih dan terpukul jiwanya hingga, tangisannya membuat kedua buah matanya tidak dapat melihat. Walaupun, di dalam hati Nabi Yaqub As.

ada kecurigaan terhadap kebenaran kabar ini akan tetapi Nabi Yaqub As. lebih memilih untuk berserah diri kepada Allah SWT. dan terus berdo’a apabila Nabi Yusuf As. masih hidup maka, ia akan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Nabi Yusuf yang Dibawa Oleh Para Musafir

Setelah beberapa hari berada di dalam sumur, Nabi Yusuf As. kecil mendengar sayup-sayup ada sekelompok musafir yang lewat dan datang mendekati sumur. Mereka datang dari arah Madyan menuju Mesir dan ingin mengambil air untuk perbekalan minum mereka. Ketika tiba untuk mengambil air ke dalam sumur, Allah SWT. berfirman kepada Nabi Yusuf As. kecil supaya ia berpegangan pada talinya.

Para musafir merasa heran sebab timba mereka menjadi sangat berat dan setelah berhasil ditarik ke atas mereka terkejut karena ada anak kecil yang ikut terangkat. Karena ketampanannya maka, Nabi Yusuf As. kecil dibawa oleh rombongan musafir tadi pergi menuju ke Mesir.

Sesampainya di Mesir, para musafir berniat untuk menjual Nabi Yusuf As. kecil ke pasar budak. Oleh karena melihat tanda-tanda kebaikan dari Nabi Yusuf As. kecil maka, seorang Al-Aziz atau pejabat tinggi di Mesir yang bernama Qhitfir membelinya dan membawanya pulang ke rumah.

Di perjalanan, Qhitfir melihat Nabi Yusuf As. kecil membantu seorang kakek yang sedang kesusahan. Peristiwa ini merubah pikirannya sehingga, Nabi Yusuf As. kecil tidak dijadikan budak melainkan diangkat sebagai anak.

Selama menjadi anak angkat Qhitfir, Nabi Yusuf As. tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan rupawan. Keindahan rupa Nabi Yusuf As. inilah yang membuat para perempuan di Mesir terpesona sehingga, Nabi Yusuf As. akan selalu menutup wajahnya pada saat akan berpapasan kecuali kepada istri Qhitfir yang telah merawat dan membesarkannya.

Kisah Nabi Yusuf yang Digoda Oleh Istir Qhitfir

Suatu hari, setan datang membujuk. Tiba-tiba istri Qhitfir terpesona dengan ketampanan Nabi Yusuf As. Istri Qhitfir menggoda Nabi Yusuf As. Akan tetapi, Nabi Yusuf As. mampu menahan godaan tersebut dan segera berlari menjauh menuju sebuah pintu keluar.

Namun, sebelumnya istri Qithfir memegang baju Nabi Yusuf As. sehingga baju tersebut robek. Ketika Nabi Yusuf As. membuka pintu ternyata Qhitfir secara kebetulan sedang berada di depan pintu. Untuk menghindari kemarahan Qhitfir maka, istri Qithfir secara spontan memfitnah Nabi Yusuf As. dengan mengatakan bahwa Nabi Yusuf As. telah menggodanya.

Dalam peristiwa ini Allah SWT. memunculkan saksi untuk membela Nabi Yusuf As. Saksi ini adalah seorang bayi yang masih dalam buayan yaitu anak dari paman istri Qithfir sendiri. Bayi ini berkata jika, pakaian Nabi Yusuf As. robek di bagian depan maka, ia bersalah. Dan ternyata pakaian yang robek berada di bagian belakang. Sehingga, Nabi Yusuf As. terbukti tidak bersalah.

Kabar mengenai fitnah istri Qithfir menyebar luas dan menjadi viral pembicaraan masyarakat Mesir. Akibatnya nama baik dan kehormatan keluarga Qhitfir menjadi tercemar. Untuk membersihkan nama baik ini, istri Qithfir mengadakan jamuan di rumahnya dengan mengundang istri-istri para pembesar kerajaan mesir.

Dalam jamuan tersebut sengaja disajikan aneka makanan yang harus dipotong dengan pisau. Ketika para tamu sedang menggunakan pisau untuk memotong makanannya, istri Qithfir dengan sengaja meminta Nabi Yusuf As. untuk muncul di hadapan mereka. Serta merta kehadiran Nabi Yusuf As. membuat seluruh tamu heboh dan terpesona. Bahkan, tanpa sadar pisau yang mereka gunakan untuk memotong makanan mengenai tangan mereka sendiri tanpa terasa sakit.

Pada saat itulah istri Qithfir menegur mereka yang telah menghina dirinya. Padahal, mereka sendiri juga terpesona dan tak berdaya berhadapan dengan Nabi Yusuf As.
Setelah itu, Nabi Yusuf As. ditangkap dan dimasukkan ke penjara guna mengembalikan kehormatan keluarga Qhitfir.

Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bahwa Nabi Yusuf As. dikaruniai separuh ketampanan umat manusia. As-Suhaeli dan para yang lainnya mengatakan bahwa maksud dari separuh tersebut adalah separuh ketampanan Nabi Adam As. Nabi Adam As. Adalah manusia yang paling tampan karena diciptakan langsung oleh Allah SWT. di surga.

Nabi Yusuf As. di masukkan ke dalam penjara bersama dengan dua orang pegawai keistanaan Mesir. Seorang adalah penyaji minuman istana dan seorang lagi adalah pembuat roti istana.

Dikisahkan bahwa mereka berdua berniat meracuni raja tetapi, penyaji minuman mengurungkan niatnya sedang pembuat roti tetap mencampur racun pada makanan raja. Peristiwa ini diketahui oleh pengawal kerajaan dan akhirnya keduanya dijebloskan ke penjara kerajaan Mesir.

Penyaji minuman dan pembuat roti inilah yang menjadi orang-orang pertama yang mendengar dakwah Nabi Yusuf As. agar meninggalkan berhala dan hanya menyembah Allah SWT.

Kisah Nabi Yusuf yang Mentakwil Mimpi

Suatu hari mereka bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada Nabi Yusuf As. Penyaji minuman bermimpi dirinya meremas anggur ke dalam gelas milik raja. Kemudian, menyajikan kepada raja dan raja meminumnya.

Sedangkan, pembuat roti bermimpi dirinya sedang keluar dari dapur sambil membawa keranjang di atas kepalanya. Roti dan beraneka jenis makanan yang ada di dalam keranjang tersebut dimakan oleh burung buas. Setelah menyampaikan mimpi masing-masing, mereka meminta Nabi Yusuf As. untuk menafsirkannya.

Nabi Yusuf As. menjelaskan bahwa salah seorang diantara mereka akan dibebaskan, jabatannya dikembalikan dan diperlakukan dengan baik oleh raja karena kejujurannya. Sedangkan, yang lainnya akan dipecat dan dihukum berat karena penghianatannya. Tafsir mimpi ini ternyata menjadi kenyataan. Pembuat roti dipecat dan dihukum berat karena roti yang disajikan terbukti mengandung racun.

Sedangkan, penyaji minuman dibebaskan dan mendapatkan lagi jabatannya karena ia secara jujur menjelaskan bahwa pada awalnya ia ditugaskan meracuni minuman raja namun ia tidak dapat melakukannya. Oleh karena itu, tidak ditemukan racun dalam minuman yang disajikannya.

Ketika masa hukuman Nabi Yusuf As. akan berakhir, raja Mesir yang bernama Ar-Rayan bin Walid bermimpi. Ia melihat 7 sapi betina yang kurus memakan 7 sapi betina yang gemuk, 7 bulir gandum yang kering dan 7 bulir gandum yang hijau. Raja sangat gelisah sehingga, meminta para ahli tafsir kerajaan untuk menafsirkan arti mimpinya. Tetapi, tak ada satupun yang mampu untuk menafsirkan mimpi raja.

Penyaji minuman istana teringat kepada Nabi Yusuf As. Atas izin dari raja maka, berangkatlah ia menemui Nabi Yusuf As. dipenjara untuk menceritakan mimpi raja. Nabi Yusuf As. menjelaskan bahwa arti mimpi sang raja adalah akan datang masa kemakmuran selama 7 tahun. Setelah itu, akan datang masa kekurangan makanan atau paceklik selama 7 tahun karena kekeringan. Mendengar tafsir mimpi ini, penyaji minuman segera memberitahukannya kepada raja.

Raja terkesan dan meminta Nabi Yusuf As. dikeluarkan dari penjara. Tetapi, Nabi Yusuf As. justru menolak untuk dibebaskan sebelum tuduhan yang menyebabkan dirinya dipenjara diselidiki kebenarannya. Akhirnya Nabi Yusuf As. dibebaskan setelah memang terbukti tidak bersalah.

Saat berada di istana, Nabi Yusuf As. mengusulkan agar raja segera memerintahkan semua penduduk Mesir membangun tempat penyimpanan bulir gandum dan menanam gandum selama 7 tahun sampai datang masa kekurangan pangan. Nabi Yusuf As. juga meminta agar gandum yang dihasilkan nantinya tidak dimakan semuanya akan tetapi, disisihkan sebagian.

Kemudian rakyat Mesir diwajibkan menjemur bulir gandum sampai kering sebelum disimpan. Selain itu, bulir gandum harus dibiarkan tetap utuh beserta kulitnya. Ternyata benar, bulir gandum yang kering dan kulitnya tidak terbuka memang lebih tahan lama dibandingkan dengan gandum basah dan terbuka kulitnya.

Pengetahuan Nabi Yusuf As. telah membuat raja Mesir kagum dan akhirnya Nabi Yusuf As. diangkat menjadi penanggungjawab produksi dan pengelolaan makanan meliputi seluruh wilayah kekuasaan kerajaan Mesir. Raja memberinya cincin stempel kerajaan, pakaian dari sutera, mahkota emas dan kendaraan khusus.

Nabi Yusuf As. diangkat menjadi menteri dalam urusan pangan di Mesir pada usia 30 tahun. Terdapat kisah suatu ketika, raja Mesir mengajaknya berbicara dengan menggunakannya 70 bahasa dan Nabi Yusuf As. mampu mengimbanginya dengan tata bahasa yang sangat baik. Hal ini semakin membuat raja takjub dan bangga dengan kemampuan Nabi Yusuf As. yang terbilang masih muda.

Pada saat Mesir dilanda paceklik, kekeringan yang sama juga dialami negeri Syam tempat tinggal Nabi Yaqub As. beserta keluarganya. Kondisi ini membuat Nabi Yaqub As. mengutus seluruh putranya kecuali Bunyamin agar pergi ke Mesir menemui penanggungjawab produksi dan pengelolaan makanan kerajaan untuk meminta izin agar boleh membeli bahan makanan.

Awal Mula Nabi Yusuf Menemui Lagi Keluarganya

Sesampainya di Mesir, mereka tidak mengenali Nabi Yusuf As. Sedangkan, Nabi Yusuf As. berpura-pura tidak mengenali saudara-saudaranya. Nabi Yusuf As. sempat mencari

Bunyamin adik kesayangannya yang ternyata tidak turut serta. Kemudian, Nabi Yusuf As. mencari akal supaya dapat bertemu dengan Bunyamin. Maka, dijebaklah kakak-kakaknya sebagai mata-mata dan untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah mereka harus membawa Bunyamin serta menyerahkan surat bukti kenabian ayah mereka yaitu Nabi Yaqub As. Dan salah satu dari mereka harus tetap tinggal sebagai jaminan.

Setelah mendapatkan surat bukti kenabian Nabi Yaqub As. mereka mengajak Bunyamin pergi ke Mesir. Kali ini Nabi Yusuf As. sangat gembira karena dapat berjumpa dengan Bunyamin. Supaya Bunyamin tetap tinggal di Mesir maka, Nabi Yusuf As. sengaja memasukkan alat penakar gandum ke dalam karung Bunyamin dan menghukumnya menjadi budak di Mesir selama 1 tahun lamanya.

Akhirnya saudara-saudara Nabi Yusuf As. pulang kembali ke negeri Syam tanpa Bunyamin. Barulah setelah itu, Nabi Yusuf As. memanggil Bunyamin dan memberitahu bahwa ia adalah Yusuf kakaknya. Mereka berpelukan melepas kerinduan yang telah lama terpendam.

Di Negeri Syam Nabi Yaqub As. sangat sedih kehilangan Bunyamin dan memerintahkan putra-putranya agar kembali ke Mesir dengan misi untuk membawa pulang Bunyamin. Sesampainya di Mesir dan bertemu dengan Bunyamin, alangkah terkejutnya ketika

Bunyamin menjelaskan bahwa yang menjadi menteri pengelolaan pangan adalah Yusuf yang dulu mereka buang ke sumur. Sontak saudara-saudara Nabi Yusuf As. langsung syok dan meminta maaf karena mereka telah iri kepada Nabi Yusuf As.

Mereka menceritakan bahwa sepeninggal Nabi Yusuf As., Nabi Yaqub As. selalu menangis hingga matanya tidak dapat melihat. Pada saat saudara-saudaranya akan kembali lagi ke negeri Syam, Nabi Yusuf As. membawa baju gamis miliknya untuk diusapkan ke bagian wajah Nabi Yaqub As. Ternyata setelah diusapkan maka, atas izin Allah SWT. mata Nabi Yaqub As. dapat melihat kembali. Ia bersama seluruh keluarga besarnya segera berangkat ke Mesir untuk menemui Nabi Yusuf As. dan Bunyamin.

Saat bertemu dengan Nabi Yusuf As., Nabi Yaqub As. dan ibu beserta sebelas saudaranya melakukan sujud penghormatan. Inilah arti mimpi Nabi Yusuf As. ketika masih kecil. Matahari melambangkan Nabi Yaqub As., bulan melambangkan ibunya dan sebelas bintang melambangkan sebelas saudaranya.

Pada zaman Nabi Yusuf As. , bersujud kepada sesama merupaka tradisi bahkan di Syariatkan. Sujudnya seperti sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam As. Tradisi ini kemudian dihapus dengan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. yang melarang orang yang bersujud kecuali hanya kepada Allah SWT. saat solat.

Di dalam Al-Qur’an, penguasa Mesir pada masa Nabi Yusuf As. disebut dengan Al-Malik yang berarti raja. Sedangkan, pada masa Nabi Musa As. dan Nabi Harun As. penguasa Mesir disebut dengan Fir’aun.

Hasan Al Basri mengatakan bahwa Nabi Yusuf As. dimasukkan ke dalam sumur pada usia 17 tahun dan meninggal dunia saat berusia 120 tahun. Dikisahkan dalam kitab Al Bidayah bahwa menjelang wafatnya, Nabi Yusuf As. berwasiat agar jasadnya dibawa ke luar dari negeri Mesir dan dikuburkan di dekat makam Nabi Yaqub As., Nabi Ishaq As. dan Nabi Ibrahim As.

Demikian kisah Nabi Yusuf As. Apabila dalam kisah ini terdapat versi yang berbeda mohon maaf. Jadi sebaiknya Anda membaca referensi lain lagi untuk mengetahui lebih jelas dan detail serta dibarengai dengan ceramah-ceramah dari berbagai ustadz yang kompeten. sampai berjumpa di kisah Nabi berikutnya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Komentar disini
error: