Kisah Nabi Yunus Bersama Kaumnya dan Ditelan Ikan

Kalimat.ID – Kisah Nabi Yunus, Nabi Yunus As. diperintahkan oleh Allah SWT. untuk berdakwah di daerah Ninawa. Ninawa adalah sebuah bangsa yang dihuni oleh bangsa Asyria. Sebetulnya masyarakat Ninawa jumlahnya tidak terlalu banyak. Sementara, wilayahnya pun tidak terlalu luas yaitu berada di sekitar Mosul Irak.

Tatanan kehidupan mereka sudah baik, berperilaku ramah, santun dan hidup rukun. Mata pencahariannya adalah sebagai petani dan penggembala ternak. Sayangnya, mereka tersesat karena memegang teguh adat budaya yaitu dari nenek moyang yang tidak mengakui adanya Allah SWT. Mereka beranggapan bahwa berhala merekalah yang menjamin seluruh kehidupan di Nimawa secara turun temurun.

Kesejahteraan yang mereka rasakan membuat mereka enggan untuk berbuat hal – hal baru. Allah SWT. memilih Nabi Yunus As. yang berasal dari luar Nimawa agar mengajak masyarakat untuk mulai berpikir kembali.

Kisah Nabi Yunus Berdakwah Kepada Kaumnya

Salah satunya adalah dengan memperhatikan keberadaan alam semesta raya, mulai dari terbitnya matahari, keberadaan bulan, bintang – bintang, pohon – pohon yang menghasilkan buah – buahan dan sungai – sungai yang airnya terus mengalir.

Mereka diajak untuk berpikir bahwa tidaklah mungkin bahwa berhala ataupun benda mati dapat menciptakan dan menggerakkan seluruh alam semesta raya.
Meski Nabi Yunus As. telah bertahun – tahun mengingatkan, tetapi tetap saja masyarakat Nimawa tidak bergeming.

Mereka secara terang – terangan menolak dakwah Nabi Yunus As. dan menganggapnya sebagai orang asing. Hanya ada dua orang yang bernama Rubil dan Tanu yang akhirnya mengakui adanya Allah SWT. sebagai pencipta alam semesta.

Rubil adalah seorang yang alim dan bijaksana. Sedangkan, Tanu adalah seorang yang berpikiran tenang dan sederhana. Hingga pada suatu saat, Nabi Yunus As. merasakan kekecewaan yang teramat sangat akibat tidak ada satupun orang yang mau mendengarkan seruannya lagi.

Sampai – sampai Nabi Yunus As. mengancam bahwa dalam beberapa hari akan turun azab dari Allah SWT. yang akan membuat mereka menjadi puing – puing. Namun, tetap saja mereka tidak percaya.

Kisah Nabi Yunus yang Meninggalkan Kaumnya

Nabi Yunus As. memutuskan untuk pergi jauh – jauh dari wilayah Nimawa. Beberapa lama berjalan, Nabi Yunus As. sampai di tepi pantai dan melihat perahu yang akan berlayar. Ia memutuskan menumpang perahu tersebut dan pergi meninggalkannya kaumnya. Di tengah perjalan, perahu yang ditumpangi Nabi Yunus As. mendadak di ombang ambingkan oleh ombak tinggi hingga hampir tenggelam.

Para penumpang kapal menjadi was – was dan memutuskan untuk segera mengurangi beban muatan agar perahu tidak tenggelam. Caranya, dengan mengadakan undian siapakah penumpang yang akan dilemparkan ke laut sehingga, beban perahu menjadi lebih ringan.

Pada saat undian pertama, terpilihlah Nabi Yunus As. tetapi, karena kebaikan Nabi Yunus As. maka para penumpang merasa enggan melemparkan Nabi Yunus As. ke laut.

Selanjutnya, dilakukan undian kedua dan ternyata tetap Nabi Yunus As. yang terpilih. Pada undian yang ketiga lagi – lagi Nabi Yunus As. kembali terpilih. Tak bisa ditunda lagi akhirnya para penumpang sepakat melemparkan Nabi Yunus As. ke lautan.

Kisah Nabi Yunus yang Ditelan Ikan

kisah nabi yunus
image by konfrontasi.com

Allah SWT. telah mentakdirkan Nabi Yunus As. lah yang akan terpilih dalam undian itu. Saat tubuh Nabi Yunus As. mulai terbawa oleh gelombang air laut yang tinggi, tiba – tiba datanglah seekor ikan yang sangat besar menelan hidup – hidup tubuh Nabi Yunus As. Semua yang melihat kejadian ini berteriak – teriak ketakutan. Mereka menyaksikan peristiwa yang mengerikan ini telah menimpa Nabi Yunus As. yang telah mereka kenal.

Dalam Al Quran surat Al Anbiyaa ayat 87 disebutkan bahwa Nabi Yunus As. berdoa di dalam tiga kegelapan. Sebagian ulama diantaranya Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas mengatakan yang dimaksud tiga kegelapan itu adalah gelapnya di dalam perut ikan, gelapnya di dalam lautan dan gelapnya malam hari.

Sedangkan, riwayat lain dari Salim Bin Abi Jaat mengatakan bahwa maksudnya adalah kegelapan dalam dua ikan dan kegelapan lautan. Maksud kegelapan dua ikan ini adalah karena ikan yang menelan Nabi Yunus As. ditelan oleh ikan lainnya yang lebih besar lagi.

Nabi Yunus As. yang meninggalkan kaumnya mendapatkan hukuman dari Allah SWT. Keadaan yang gelap dan sesak dalam perut ikan membuat Nabi Yunus As. bersedih hati. Nabi Yunus As. bertasbih, berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. karena telah meninggalkan kaumnya.

Suara tasbihnya bahkan bisa di dengar oleh para malaikat di Arsy hingga, malaikat bertanya – tanya siapakah orang yang bertasbih seperti ini. Allah SWT. menjelaskan bahwa suara itu adaah suara tasbih Nabi Yunus As.

Setelah beberapa waktu didiamkan dalam perut ikan, tubuh Nabi Yunus As. mulai lemah karena tidak makan dan minum dan Nabi Yunus As. jatuh sakit. Kemudian, Allah SWT. mengampuni kesalahan Nabi Yunus As. Atas perintah Allah SWT. ikan besar memuntahkan Nabi Yunus As. ke sebuah daerah tandus yang tak berkarang.

Atas izin Allah SWT. tumbuhlah sejenis pohon labu di sekitar Nabi Yunus As. Daun – daunnya melindungi dari terik sinar matahari sedangkan, buahnya bisa langsung dimakan oleh Nabi Yunus As.

Kisah Nabi Yunus yang Kembali Ke Ninawa

Setelah kesehatannya pulih, Nabi Yunus As. diperintahkan kembali untuk berdakwah di Ninawa. Ternyata setelah kepergian Nabi Yunus As. tanda – tanda azab muncul di Nimawa. Masyarakat takut dan panik karena apa yang dikatakan oleh Nabi Yunus As. adalah benar. Allah SWT. mengurung mereka sehingga, mereka tidak dapat melarikan diri dari Ninawa. Sementara itu, langit mulai gelap dan mengeluarkan asap serta gemuruh.

Bersama dengan dua orang pengikut Nabi Yunus As. seluruh masyarakat di Nimawa yang sangat ketakutan berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. Mereka mengakui bahwa apa yang telah disampaikan oleh Nabi Yunus As. adalah benar.

Dan mereka bertaubat se taubat – taubatnya menyaksikan bukti bahwa Allah SWT. itu ada. Bahkan, hewan – hewan pun ikut mengeluarkan suaranya. Secara perlahan – lahan, tanda datangnya azab pun berangsur – angsur menghilang.

Setelah semua tenang, para penduduk Nimawa mencari – cari keberadaan Nabi Yunus As. Pada saat mereka dapat bertemu dengan Nabi Yunus As. yang baru tiba di wilayah Nimawa, mereka langsung menceritakan tentang tanda – tanda azab serta proses pertauban mereka kepada Allah SWT. Nabi Yunus As. sangat bersyukur dan senang mendengarnya. Ia pun, berdakwah kembali di Nimawa. Sehingga, masyarakat menjadi semakin mendalami agama Allah SWT. dan bertakwa kepada Allah SWT.

Quran surat Yunus Ayat 98 menyebutkan “ dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus. Tatkala mereka atau kaum Yunus itu beriman Kami hilangkan mereka dari azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Kami berikan kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu tertentu .”

Demikianlah kisah Nabi Yunus As dengan singkat dan jelas. semoga dengan adanya kisah Nabi Yunus ini kita bisa mengambilkan hikmahnya dan dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Selain itu, dari kisah Nabi Yunus As juga memerintahkan kepada kita untuk tidak berputus asa dengan apa yang kita perjuangkan. terlebih tujuan itu merupakan dakwah untuk mengajak kepada jalan yang benar dan memerintahkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia