Kisah Nabi Muhammad Lengkap Dari Lahir Hingga Wafat

Kisah Nabi Muhammad

Kalimat.ID – Kisah Nabi Muhammad, Muhammad rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang wajib diiman oleh setiap orang Islam. Nabi Muhammad merupakan makhluk Allah yang sempurna dengan mempunyai akhlaq yang begitu mulai.

Dengan kemuliaan akhlaqnya ini Muhammad rasulullah SAW menjadi suri tauladan yang baik serta harus menjadi panutan bagi seluruh muslim dan muslimah. Nabi Muhammad diciptakn Allah SWT untuk menyempurnakan agama tauhid ini dengan menurunkan kitab Alquran kepada beliau dengan cara berangsur-angsur.

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

Oleh karena itu, inilah kisah Nabi Muhammad yang bisa anda baca, pelajari, pahami, dan dapatkan hikmah yang begitu banyak dan luar biasa. Kisah Nabi Muhammad yang kami sajikan akan dibahas dengan dibagi ke beberapa episode. Mulai dari sejarah jazirah Arab, kelahiran beliau, pernikahan bersama khadijah, anak-anaknya, sampai wafatnya beliau. Maka, silahkan anda simak dibawah ini dengan penuh keyakinan dan kebersihan hati!

Kisah Nabi Muhammad SAW. – Episode 1 (Asal Mula Jazirah Arab)

Kisah Nabi Muhammad, Asal mula jazirah Arab akan dirunut dari Nabi Nuh As. Dalam kisah Nabi Nuh As, anak – anak dari Nabi Nuh As ada yang mengikuti beliau naik ke atas kapal. Bersama itu pula ada beberapa orang lainnya yang beriman yang juga turut serta. Semua kejadian tersebut Allah SWT yang mentakdirkan bahwa yang terus memiliki keturunan adalah anak – anak dari Nabi Nuh As. saja.

Mereka adalah Yafiz anak sulung, Syam anak kedua dan Ham anak bungsu. Dalam riwayat lainnya juga disebutkan bahwa selain Nabi Nuh As. beserta anaknya, semua manusia yang selamat dari bencana banjir di masa Nabi Nuh As. akhirnya meninggal dunia karena wabah penyakit. Oleh karena semua umat manusia setelah kejadian banjir besar adalah keturunan Nabi Nuh As. maka, jadilah Nabi Nuh As. sebagai bapak dari seluruh manusia setelah Nabi Adam As.

Berkenaan dengan hal ini, Allah SWT. Berfirman yang artinya “dan Kami jadikan anak – anak cucunya orang – orang yang melanjutkan keturunan.” Q.S. As-Shaafat ayat 77. Banjir pada jaman Nabi Nuh As. terjadi ke dataran seluruh dunia sehingga, tidak ada satupun manusia yang selamat kecuali yang berada di atas kapal.

Allah SWT. Berfirman dalam Q.S. Hud ayat 42-43 yang artinya “dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung – gunung dan Nuh memanggil anaknya ketika anak itu berada di tempat yang jauh terpencil. ‘Wahai anakku naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah engkau berada bersama orang – orang kafir’. Kemudian, anaknya menjawab ‘aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkanku dari air bah’. Nuh berkata ‘tidak ada yang berlindung dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang’. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya. Maka, anak itu termasuk orang yang ditenggelamkan. Orang -orang kafir yang tidak mau beriman terkena banjir hingga tak tersisa dan Nuh berkata ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun diantara orang – orang kafir itu tinggal di atas bumi’. “ Q.S. Nuh ayat 26.

Allah SWT. Berfirman yang artinya “Maka, kami selamatkan Nuh dan orang – orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian, sesudah itu kami tenggelamkan orang – orang yang tinggal.” Q.S. Asy-Syura ayat 119-120.

Ibnu kasir dalam kitab sejarah Al – Bidayah Wan Hinayah menjelaskan bahwa semua yang ada di muka bumi sekarang di nisbatkan kepada ketiga anak Nabi Nuh As. yaitu Syam, Ham dan Yafiz. Setelah air surut, Nabi Nuh As. dan sebagian keturunan Yafiz anak sulung Nabi Nuh As. bergerak ke arah Timur, sebagian lagi bergerak ke arah Barat dan semuanya terus menyebar.

Si bungsu Ham dan sebagian keturunannya pergi ke Selatan dari Wilayah Mesopotamia sedangkan, sebagian lagi ke arah Barat Daya dan Tenggara menuju India dan menyebar. Sam anak kedua beserta sebagian lain menuju Mesopotamia sekarang Wilayah Irak sedangkan, keturunannya menyebar ke wilayah Jazirah Arab dan menjadi asal mula dari bangsa Arab.

Para ahli sejarah membagi bangsa Arab menjadi tiga yaitu, Arab Baidah yang merupakan bangsa Arab terdahulu termasuk diantaranya adalah kaum Ad, Tsamud dan Madyan. Berikutnya adalah keturunan Arab Aribah berasal dari keturunan Yarub bin Yasibud bin Hattan yang dikenal pula dengan sebutan Arab Hatanniah yang aslinya mereka tinggal di Yaman. Kemudian, sebagian sukunya pergi ke Mekah. Berikutnya adalah bangsa Arab Musta’ribah mereka ini hidup di Mekah berasal dari Adnan bin Ismail As. bin Ibrahim As. yang juga dikenal sebagai Arab Adnaniah.

Sementara itu, Wilayah Mekah Nabi Ismail As. tumbuh dan besar hingga menjadi pemimpin kota Mekah dan merawat Ka’bah sampai akhir hayatnya. Selanjutnya yang melanjutkan tugas ini adalah Nabid dan Haidar putra dari Nabi Ismail As.

Setelah keduanya tiada, kaum Jurhum yang tinggal di Mekah menjadi penguasa kota. Tetapi, sayangnya mereka tidak menjaga kemuliaan kota Mekah. Bahkan, mereka berbuat buruk dan berani mencuri harta kekayaan Ka’bah yang merupakan persembahan dari para peziarah.

Setelah peristiwa itu, Allah SWT. Menjadikan mata air zam – zam tidak mengeluarkan air. Sumur zam – zam yang menjadi sumber air paling utama di kota Mekah pun menjadi kering. Sejak saat itu, kemasyuran sumur zam – zam menjadi pudar dan orang – orang mulai melupakannya.

Pada saat kaum Jurhum kalah dalam perang melawan seorang yang bernama Syalabah bin Amru bin Amir maka, kekuasaan di Mekah berpindah ke kaum Syalabah. Kemudian, karena menderita sakit maka, Syalabah terpaksa pulang meninggalkan kota Mekah dan menyerahkan kekuasaan kepada putra dari saudara berserta kaumnya yang dinamakan dengan kaum Kaza’ah.

Kaum Ka’zaah ini berkuasa di Mekah selama beberapa abad lamanya sampai akhirnya kaum Quraisy yang dipimpin oleh Qusay bin Kilab, kaum Khuda’ah dan beberapa kaum lainnya memenangkan peperangan melawan kaum Ka’zaah.

Sebelum datangnya Islam, masyarakat yang tinggal di Jazirah Arab terbiasa hidup dengan berbagai kebiasaan buruk seperti menyembah berhala, berjud, minum – minuman keras. Akan tetapi, diantara mereka ini ada orang – orang yang oleh Allah SWT. dijaga kemuliaan garis keturunannya. Mereka terbebas dari segala keburukan dan budaya jahiliah yang berkembang di Jazirah Arab.

Dari garis keturunan yang mulia inilah Nabi Muhammad SAW. berasal. Dalam hadist riwayat Muslim dan Tirmidzi Rasulullah SAW. Bersabda “Sesungguhnya Allah SWT. Telah memilih Ismail diantara anak Ibrahim. Kemudian, memilih Kinanah diantara anak keturunan Ismail. Kemudian, memilih Quraisy diantara Bani Kinanah. Kemudian, memilih Bani Hasyim diantara Quraisy. Kemudian, memilih aku diantara Bani Hasyim”

Demikian ringkasan kisah nabi muhammad bagian kisah tentang asal mula bangsa Arab. Selanjutnya, silahkan ikuti dan baca kisah – kisah selanjutnya di Kalimat.id ini. Semoga bermanfaat, menambah wawasan kita mengenai sejarah Islam serta menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Aalmiin.

Kisah Nabi Muhammad SAW. Episode 2 (Masyarakat Jahiliyah dan Berhala)

Kisah Nabi Muhammad, Pada cerita sebelumnya diceritakan bahwa Nabi Ismail As. wafat maka, kepemimpinan kota Mekah berganti – ganti terus hingga kaum Kaza’ah berkuasa beberapa abad sebelum kaum Quraisy berkuasa. Pemimpin Bani Kaza’ah yang bernama Amru bin Luhai inilah yang menjadi pembawa berhala pertama di Hijaz yaitu daerah di sebelah Barat Laut Saudia Arabia tempat dimana kota Mekah, Madinah, Jeddah berada.

Kisahnya berawal ketika Amru bin Luhai berkunjung ke Syam, ia bertemu dengan kabilah Amaliq. Ia menyembah berhala di Muaf yang merupaka salah satu wilayah di Abaho. Kabilah Amalik mengatakan bahwa berhala mereka dapat memberikan pertolongan dan mendatangkan hujan. Mendengar hal itu, Amru bin Luhai meminta kepada kabilah Amalik agar bersedia memberikan berhala yang bernama Habal untuk dibawa ke Mekah.

Dalam Surat Nuh ayat 23 disebutkan beberapa nama berhala yang pernah disembah oleh masyarakat pada masa Nabi Nuh As. Berhala – berhala tersebut juga kembali disembah oleh masyarakat Arab di masa jahiliyah. Bani Kilab bin Muroh menyembah berhala Wat.

Behala Suwa disembah oleh Bani Hudzail, Yaqudz menjadi berhala bagi Bani Anam sementara, Bani Hawan Al Ham Danin memiliki berhala bernama Ya’udz dan kabilah Kalahim Yoriah menjadikan berhala Nasr sebagai berhala mereka. Beberapa keluarga bahkan memiliki berhala setiap rumah mereka. Selain menyembahnya, mereka juga berharap berkah dengan menyentuh berhala tersebut setiap akan pergi atau tiba dari bepergian.

Terdapat sebuah kisah tentang Said bin Abdullah yang memahat sendiri patung berhalanya. Berhala ini berbentuk seperti manusia. Ia kemudian membaca bejana yang berisi susu kental dan menuangkannya ke lubang hidung patung berhalanya. Ia berharap sang berhala mau menghirupnya. Setelah itu, ia menyiramkan susu ke seluruh patung. Kemudian, tiba – tiba datanglah seekor anjing menghampirinya dan menjilat – jilat berhala tadi lalu mengencinginya.

Selain dari batu adapula berhala yang terbuat dari tepung terigu. Berhala seperti ini dimiliki oleh kaum Bani Hanifah. Pada saat bencana kelaparan melanda akibat gagal panen, mereka terpaksa memotong berhalanya sendiri untuk dimakan.

Masyarakat Arab juga menyekutukan Allah SWT. dengan binatang, matahari dan api. Para penyembah bintang banyak terdapat di wilayah Bahrain dan Haron. Abu Kabasyah adalah seorang penyembah binatang yang disebut Syara.

Pernah berada di Mekah dan menyebarkan kepercayaan kepada yang berada di suku Quraisy. Sementara itu, sebagain masyarakat di Yaman ada yang menyembah matahari. Sedangkan para penyembah api atau Majusi mereka tinggal tersebar di wilayah Tamim, Hajar dan Bahrain.

Nah, pada puncaknya, masyarakat Arab membangun rumah – rumah khusus untuk berhala – berhala yang disebut Thagut. Kemudian, memuliakan bangunan tersebut seperti layaknya Ka’bah di masa Nabi Ibrahim As. dan Nabi Ismail As. Thagut yang terkenal disebutkan dalam Qur’an Surat An-Najm ayat 19-20 yaitu Latta, Uzza dan Manna.

Thagut bernama Latta di Taif adalah milik Kabilah Saqif. Thagut ini dikelola oleh Bani Mutaf. Kemudian, Thagut Uzza dimiliki oleh suku Quraisy dan Hinanah. Thagut ini terletak di Nahla dan diurus oleh Bani Syaiban. Sedangkan, Thagut Manna yang menjadi berhala kaum Aus dan Hazraj berada di daerah Musalal Khadid.

Tidak semua orang Arab pada saat itu menyembah berhala. Terdapat orang – orang yang tetap memegang teguh ajaran Nabi Ibrahim As. Mereka disebut dengan Al-Hafiyyun atau Al-Hunafah yang berarti orang – orang para penganut ajaran lurus dan benar.
Zaid bin Amru bin Hafil, Khalid bin Sinan dan Ka’ab bin Luay bin Ghalid adalah contoh orang-orang Al-Hafiyyun.

Demikianlah sekelumit kisah nabi muhammad bagian kisah Arab pada masa Jahiliyah. Untuk kelanjutan ceritanya baca dan ikuti episode selanjutnya. Yakni berikut ini :

Kisah Nabi Muhammad SAW. Episode 3 (Umat Yahudi, Nasrani dan Majusi di Jazirah Arab)

Masyarakat Arab pada masa jahiliyah selain menjadi penyembah berhala, adapula yang menjadi pengikut agama Yahudi. Agama Yahudi masuk ke Arab saat umat Yahudi menyelamatkan diri ke daerah Utara Hijaz yang merupakan wilayah di semenanjung Arab tempat kota Mekah dan Madinah.

Peristiwa ini terjadi saat bangsa Babilion dan juga Ansur di Palestina mengalami penaklukan pada tahun 587 SM. selain itu, penjajah terhadap Palestina yang dilakukan oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 770 Masehi membuat umat Yahudi mengungsi ke Hijaz tepatnya di daerah Yastrib, Kanibar dan Taima.

Keberadaan umat Yahudi di Arab menyebabkan para pedagang dan pembeli mengalami kerugian karena umat Yahudi memonopoli perdagangan. Mereka juga menjadi sebab perpecahan dan peperangan antara masyarakat Aus dan Kasrad. Agama Yahudi berkembang pesat pula di Yaman.

Raja Yaman saat itu Jumnuaz yang menjadi pengikut agama Yahudi pernah memaksa para penduduk Najran untuk memeluk agama Yahudi. Saat itu, penduduk Najran menolak karena mereka sudah bergama Nasrani.

Penolakan ini membuat Raja Yaman marah besar dan menghukum mereka dalam parit yang di dalamnya terdapat kobaran api yang menyala – nyala. Para penduduk yang menjadi korban dari hukuman parit berapi ini mencapai 20-40 ribu jiwa.

Agama Nasrani tahun 340 masehi dibawa oleh orang – orang Habasyah dan Romawi yang masuk ke Jazirah Arab melalui Yaman. Agama Nasrani berkembang pesat setelah wilayah Yaman di duduki oleh seorang Habasyah dan dikuasai oleh Abrahah. Di wilayah Arab yang memeluk agama Nasrani diantaranya kaum Quraisy dari Bani Asyab bin Abdul Uzza.
Pada sekitar abad ke 4 secara umum umat Nasrani dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama disebut Manufisyah seperti umat Nasrani Koptik di Mesir yang meyakini bahwa Isa Al Masih hanya memiliki satu wujud saja yaitu wujud manusia. Sedangkan, kelompok kedua disebut Milkaniah yang meyakini bahwa Isa Al Masih memiliki dua wujud yaitu manusia dan Tuhan.

Dalam hal ini, para penguasa Romawi tersebut di dalamnya sehingga akidah ini menjadi akidah negara. Dan Negara memaksakan akidah mereka kepada semua umat Nasrani. Akibatnya, terjadilah perselisihan antara kedua kelompok tersebut yang menimbulkan peperangan.

Selain peperangan, kemiskinan juga menjadi bencana bagi umat Nasrani di Timur Tengah. Di Suriah umat Nasrani miskin dan terlilit hutang. Mereka terpaksa menjadi anak – anaknya sebagai budak untuk membayar hutang dan terlepas dari kemiskinan.

Pada masa itu, terlepas dari perbedaan kesetaraan antara rakyat dengan para penguasa kekaisaran Romawi yang hidup mewah. Ada anekdot bahwa jika satu saja pakaian mewah pejabat Romawi di jual maka, hasil penjualannya dapat dipergunakan untuk membeli makanan penduduk di wilayah kecil. Mereka juga suka mengadu binatang ataupun manusia sebagai hiburan semata.

Selain agama Yahudi dan Nasrani, agama para penyembah api juga berkembang di Jazirah Arab yang meliputi Irak, Bahrein serta wilayah pesisir Teluk Arab dan juga yang terkait hubungannya dengan Persia. Persia dikenal sebagai kekaisaran penyembah api tempat agama Majusi berkembang pesat disana.

Selain menyembah api, adapula orang Persia yang menyembah Dewa Tra, Yama dan Asya. Masyarakat cenderung menganggap para penguasa mereka sebagai orang yang suci dengan kekuasaan yang tak terbatas. Yang menjadi penguasa wilayah Persia dapat menentukan pajak dan upeti yang sangat tinggi, yang akhirnya membuat seluruh rakyat menderita.

Mereka beranggapan bahwa merekalah bangsa yang paling terhormat sehingga, memandang rendah bangsa lainnya. Inilah sebabnya mengapa Persia sering bertikai dengan bangsa – bangsa lain. Seperti kekaisaran Roma yang akhirnya memicu peperangan besar

Karena di Persia para penguasa disetarakan dengan Tuhan maka, kaum bangsawannya belomba – lomba saling berebut kekuasaan dan kekaisaran penyembah api ini. Bahkan, pernah ada orang – orang Raja yang berkuasa hanya beberapa bulan saja.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui tentang beberapa perkembangan umat Yahudi, Nasrani, Majusi di Jazirah Arab. Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW. lahir kaum Nasrani dan Yahudi pada masa itu. Ia telah mengetahui tentang akan munculnya Nabi akhir zaman.

Banyaknya berita Nabi Muhammad SAW. yang tertulis dalam Taurat dan Injil membuat mereka bisa mengenali sosok Nabi Muhammad SAW. seperti mereka mengenali anak – anak mereka sendiri. Q.S. Al – Baqarah ayat 146. Firman Allah SWT. berkaitan dengan hal tersebut terdapat dalam Qur’an Surat Al – Araf ayat 157 dan Qur’an surat As-Shaf ayat 6.

Demikianlah kisah nabi muhammad bagian episode 3 yang bisa Anda ambil hikmahnya, semoga kisah nabi muhammad ini bisa bermanfaat!

Kisah Nabi Muhammad SAW. Episode 4 (Sihir, Tahayul, Kamr di Jazirah Arab)

Kisah Nabi Muhammad, Pada episode ini kita akan membahas tentang tahayul, sihir, jimat, perampasan, judi, mengundi nasib di Jazirah Arab pada zaman jahiliyah.

Yang pertama yakni Tahayul. Masyarakat Arab jahiliyah angat percaya tahayul. Hal ini merupakan bentuk lain penyekutuan terhadap Allah SWT. Dalam bahasa Arab tahayul disebut dengan Tadoyyur misalnya, mereka percaya bahwa burung yang terbang di atas kepala akan dapat menentukan nasib. Bisa berarti baik bila burung tersebut berbelok ke kanan dan jika berbelok ke kiri maka, mereka yakin akan mendapat nasib buruk dan harus berdiam diri di rumah untuk menghindarinya.

Kepercayaan ini di dukung oleh kehadiran para dukun, peramal dan penyihir yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, sampai dimintai tolong untuk memutuskan berbagai urusan tentang keagamaan. Pada masa itu sihir dilakukan dengan cara meniup simpul – simpul dari tali. Para penyihir ini bersekutu dengan jin untuk meramal masa depan selain untuk mengirimkan sihir.

Masyarakat Arab jahiliyah percaya bahwa benda – benda atau jimat yang diberi oleh para dukun dapat mendatangkan keuntungan yakni melindungi dari kesialan atau membuat mereka menjadi kuat.

Dalam hal ini maka, Rasulullah SAW. melarang umatnya mendatangi para peramal – peramal yang mempercayainya. Rasullullah SAW. bersabda yang artinya “Barangsiapa yang datang ke tempat juru ramal kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan tentang apa yang dikatakan maka, solatnya tidak akan diterima selama 40 hari.”

Masyarakat Arab jahiliyah memiliki perilaku yang sangat kejam pada saat mereka merampas dan mencuri harta orang lain. Biasanya para pemiliki harta yang dirampas akan dijadikan budak. Tidak hanya secara perorangan tetapi, perampasan juga dilakukan secara per suku yaitu melalui peperangan yang biasanya berlangsung sadis.

Beberapa perang antar antar suku yang pernah terjadi tersebut diantaranya adalah perang dahlis, perang gabara, perang basus, perang buaz dan perang pijar. Kekejaman mereka juga dialami oleh para binatang sebagai contoh apabila seseorang diantara mereka meninggal dunia maka, keluarganya akan mengikat seekor unta di kuburannya dan membiarkannya hingga unta tersebut mati kelaparan. Mereka percaya unta tersebut akan menjadi tunggangan orang yang meninggal dunia.

Untuk masalah Kamr, penduduk Arab jahiliyah dari kalangan yang kaya, pejabat, seniman dan pujangga sastra mereka sangat gemar minum kamr atau minuman yang memabukkan. Selain itu, mereka juga suka berjudi. Judi potong unta lah yang paling populer. Caranya adalah bilah – bilah kayu dikocok dalam kantung kemudian, dibagikan. Yang kalah harus membayar unta yang dipotong.

Kemudian, saat berencana melakukan sesuatu, orang Arab jahiliyah akan mengundi nasib dengan cara mengambil salah satu dari tiga batang panah yang tidak ada bulunya tanpa melihat. Mereka akan melaksanakan rencananya jika, aslam bertuliskan ya. Tetapi, apabila aslam bertuliskan tidak maka, rencana akan dibatalkan. Sedangkan, bila aslam yang kosong atau tanpa tulisan yang keluar maka, undian nasib akan diulang kembali.

Allah SWT. berfirman dalam Surat Al – Maidah ayat 90 yang artinya “Hai orang – orang yang beriman sesungguhnya meminum kamr, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan maka, jauhilah perbuatan – perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Itulah sekilas tentang tahayul, sihir, jimat, perampasan, judi serta mengundi nasib di Jazirah Arab pada masa jahiliyah. Ikuti terus kisah Nabi Muhammad SAW. pada episode selanjutnya. Semoga kisah ini bermanfaat.

Kisah Nabi Muhammad SAW. Episode 5 (Kaum Perempuan dan Kebaikan Dibalik Keburukan Masyarakat Jahiliyah)

Kisah Nabi Muhammad, Masyarakat Arab jahiliyah sangat tidak menghargai kaum perempuan. Perlakuan buruk terhadap perempuan membuat masyarakat Arab jahiliyah merasa malu jika, dikaruniai anak perempuan. Mereka bahkan tega mengubur hidup – hidup bayi perempuan yang baru lahir. Mereka rata – rata takut miskin atau khawatir menjadi miskin.

Islam mengangkat derajat perempuan. Rasulullah SAW. kemudian berwasiat untukberbuat baik kepada perempuan. Dalam Islam perempuan berhak untuk memperoleh harta warisan dan berhak untuk mendapat pendidikan. Kedua hak ini hanyalah sedikit contoh bagaimana Islam memuliakan perempuan.

Terdapat seseorang yang bernama Zaid bin Amru bin Nafil, ia adalah seorang Al-Hanafiyyun yang taat yaitu orang yang teguh memegang agama Nabi Ibrahim As. Saat itu, ia menentang masyarakat Arab jahiliyah yang mengubur hidup – hidup bayi perempuan yang baru lahir. Sosok Zaid bin Amru bin Nafil ini pernah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. namun, ia meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad SAW. diangkat menjadi Nabi.

Dibalik sifat – sifat dan kebiasaan buruk dari masyarakat Arab jahiliyah, ternyata mereka tetap memiliki keistimewaan salah satunya adalah sebagian masyarakat Arab di anugerahi oleh Allah SWT. berupa ingatan yang sangat kuat. Beberapa orang bahkan dapat menghafal perkataan atau syair – syair yang diucapkan oleh orang lain hanya dengan sekali mendengar saja. Oelh karena itu, tidak heran manakala Islam hadir, banyak dari mereka menjadi penghafal hadist dan surat yang sangat hebat.

Para sastrawan pada saat itu memilikimkebiasaan bertemu dan melantunkan syair – syair di pasar. Uniknya, selain transaksi jual beli di pasar ada juga orang – orang yang menjadi juri untuk menilai keindahan syair.

Masyarakat Arab jahiliyah juga dikenal sebagai orang – orang yang memiliki pendirian kuat terhadap ajaran yang mereka imani dan tidak mudah tunduk kepada orang lain. Itulah sebabnya mengapa mereka sangat sulit menerima ajaran Islam. Meski demikian, sesudah memeluk Islam, mereka benar – benar memegang teguh ajarannya.

Qur’an surat Al-Ankabut ayat 61 dan 63 menyebutkan yang artinya bahwa meskipun masyarakat Arab jahiliyah menyembah berhala, mereka sesungguhnya mengetahui bahwa Allah SWT. lah yang menjadikan langit dan bumi, menundukkan matahari dan bulan serta menurunkan hujan.

Demikianlah sekilas tentang kaum perempuan dan kebaikan/keunggulan dibalik keburukan masyarakat Jazirah Arab pada masa jahiliyah. Jangan lupa, ikuti terus kisah Nabi Muhammad SAW. pada episode berikutnya. Semoga kisah ini bermanfaat untuk kita semua.

Kisah Nabi Muhammad 6 ( Suku Quraisy, Abdullah, dan Aminah )

Kisah Nabi Muhammad, Quraisy disegani oleh jazirah arab setelah kaum gajah menyerahkan kekuasaan makkah kepada qusay bin khilaf. Qusay kemudian menyatukan kagum Quraisy dan menjadi pemimpin makkah yang pertama. Dari kaum quraisy inilah lahir para pemimpin besar dan disegani pada masa itu. Salah satu orang yang disegani adalah Hasyim bin Abdul Manaf. Ia merupakan cucu dari Qusay, Hasyim bin Abdul Manaf adalah kakek buyut Rasullullah SAW.

Sejak dari Qusay hingga Hasyim seluruh masyarakat arab sudah diajak menafkahkan sebagian harta mereka untuk memberi makan dan minum para peziarah yang datang ke makkah. Hasyim dikenal sebagai pemimpin yang berhasil dalam mencukupi persediaan makanan serta minuman pada musim kemarau yang luar biasa dimakkah.

Tugas dan tanggung jawab ini selanjutnya dipegang oleh saudaranya yang bernama Muthalib, kemudian diteruskan oleh Abdul Muthalib bin Hasyim, dan diteruskan oleh Abbas bin Abdul Muthalib.

Pada masa kepemimpin Rasulullah SAW, Abbas bina Abdul Muthalib tetap di percaya untuk memegang tugas serta jabatanya sebagai sikayah. Nah apa itu sikayah? Terdapat berbagai jabatan dalam susunan pemerintahan di Makkah. Diantaranya adalah Hijabah yaitu pemegang kunci Ka’bah, kemudian rifadah bertugas mengatur pembagian bantuan untuk fakir miskin, sikayah ini bertugas dan bertanggung jawab menyediakan makanan dan air minum untuk para penziarah yang datang ke makkah, sedangkah qiyadah menjadi pengatur urusan kemilitera.

Perdagangan kaum Quraisy mulai berkembang pesat pada masa kepemimpinan kakek buyut Rasulullah SAW yaitu Hasyim bin Abdul Manaf. Pada awalnya masyarakat di Arab melakukan perjalanan dan perdagangan sepanjang tahun dengan tanpa memperhatikan musim, kemudian oleh Hasyim bin Abdul Manaf untuk masyarakat dalam berdagang untuk menyesuaikan dengan perubahan musim. Saat musim dingin mereka berjalan ke Yaman yang sangat hangat, pada musim panas mereka berdagang ke Syam yang sangat sejuk.

Masanya pada perdagangan kaum Quraisy ini dijamin dengan keamanan dari para penguasa di wilayah-wilayah yang dilalu oleh khafilah-khafilah dagang. Tak kelak hal itu merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah SWT.

Hasyim memiliki putra yang dijuluki Abdul Muthalib, nama asli dari Abdul Muthalib ini adalah Syaibah, kisahnya berawal saat ia baru saja memasuki wilayah makkah dengan menaikki unta milik saudaranya yaitu Muthalib, orang-orang saat itu mengira bahwa Syaibah adalah budak dari Muthalib, sejak itulah Syaibah dipanggil Abdul Muthalib yang artinya budak atau hamba miliki Muthalib.
Walaupun Muthalib sudah menjelaskan kalau Syaibah adalah keponakan yang datang dari Jatrib, tetapi orang-orang lebih mengenal Syaibah dengan nama Abdul Muthalib.

Suatu hari Abdul Muthalib bernadzar, apabil ia dikarunia sepuluh orang anak laki-laki, maka sebagai salah satu rasa syukur ia akan menyembelih salah satu dari sepuluh anaknya. Ketika anak laki-lakinya sudah genap berjumlah sepuluh orang, maka ia mengunji mereka.
Pada undian pertama, keluarlah nama Abdullah, oleh karena itu sebuah rasa sayangnya kepada Abdullah ia melakukan pengundian ulang dan pada pengundian kedua ternyata keluarlah lagi nama Abdullah, akhirnya Abdullah dibawa kesamping bangunan Ka’bah untuk disembelih.

Masyarakah Quraisy yang melihat hal itu menghalanginya karena mereka juga sangat menyayangi Abdullah. Akhirnya Abdul Muthalib menemui seorang dukun, oleh sang dukun ia sarankan untuk mengundi kembali nama anaknya. Dan jika nama Abdullah yang keluar, maka hendaklah ditebus dengan sepuluh ekor unta. Kemudian pengundian dilakukan lagi hingga sepuluh kali dan tetap saja yang keluar adalah selalu nama Abdullah.

Tak satupun nama lain yang muncul selain hanya nama Abdullah saja. Mengetahui hal ini, dengan segera Abdul Muthalib menyembelih seratus ekor unta sebagai ganti putra tercintanya. Unta memiliki peran yang sangat penting jazirah Arab, tidak hanya sebagai hewan ternak yang diperdagangkan tetapi juga sebagai alat transportasi yang handal. Jumlah unta yang dimiliki penunjukkan tingkat kemapanan seseorang pada masa itu.

Sebagai tambahan informasi, bahwa terdapat perbedaan bentuk unta dibeberapa wilayah sebagai contoh, hewan unta dikawasan timur tengah memiliki punuk tunggal sedangkan unta yang berada di gurun gobi berpunuk ganda.

Abdullah merupakan ayah dari Rasulullah SAW dikenal sebagai anak dari Abdul Muthalib yang paling baik budinya, juga paling bagus rupanya. Allah SWT menjaganya dengan garis keturunan paling baik diantara bani Adam. Sementara itu Aminah binti Wahab ibunda dari Rasulullah SAW adalah seorang wanita yang sangat terjaga dan tertutup pergaulannya.

Para ilmuan dan ahli sejarah hanya mengumpulkan informasi bahwa sosok Aminah adalah gadis paling mulai, garis keturunannya diantara kaum quraisy. Ayah Aminah yaitu Wahab bin Abdul Manaf adalah pemimpin bani Zuhrah, ia juga merupakan keturunan dari khilaf, sehingga bisa dikatakan ayah dan ibu dari Rasulullah masih merupakan saudara jauh.

Apabila Abdullah berasal dari keturunan qushay bin khilaf, sedangkan Aminah berasal dari keturunan Zuhrah. Dengan garis keturunan istimewa inilah nabi Muhammad SAW dilahirkan kedunia.

Pada saat memusuhi Rasullah, Abu Sufyan pernah mengatakan bahwa Muhammad memang orang yang memiliki garis keturunan yang terhormat.

Kisah Nabi Muhammad Episode 7 ( Wafatnya Abdullah dan Hancurnya Tentara Begajah)

Kisah nabi muhammad, Abdullah atau ayah nabi Muhammad SAW terkenal sebagai pemuda tampan dan bersih jiwanya, hal ini membuat semua orang jadi sayang kepadanya terutama sang Ayah yaitu Abdul Muthalib. Dalam riwayat Ibnu Hisyam At tharikh at Tabbarikh mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Akulah anak atau cucu dari kedua orang yang dipersembahkan sebagai sembelih atau qurban” .

Kedua orang yang dimaksud adalah Nabi Ismail As atau moyangnya yang di jadikan qurban berdasarkan perintah Allah SWT melalu mimpi kepada Nabi Ibrahim As. Kemudian, Abdullah ayah Nabi Muhammad SAW yang diqurbankan karena nadzar Abdul Muthalib yaitu kakek Nabi Muhammad SAW.

Saat Abdullah bin Abdul Muthalib dewasa ia menikah dengan Aminah binti Wahab. Sebenarnya antara aminah dan abdullah sudah saling mengenal sejak mereka sering bermain bersama pada masa kanak-kanak. Keluarga Abdullah dan Keluarga Aminah memang memiliki hubungan erat. Mereka sering berkumpul dan berunding untuk membahas permasalah penting yang sedang dihadapi oleh masyarakat quraisy dimakkah.

Saat Aminah dewasa, tidak sedikit pemuda makkah yang ingin mempersuntingnya. Akan tetapi anak muda yang memiliki martabat setinggi Abdullah lah yang kemudian terpilih dan layak serta sepadan untuk menjadi pasangan seorang putri pingitan dari keluarga yang menjaga akhlaq serta martabatnya.

Setelah abdullah dan aminah menikah, mereka tinggal dan menetap dimakkah. Pada suatu hari Abdullah diminta oleh ayahnya agar berniaga ke negara Syam. Abdul Muthalib sejak awal memang ingin mendidik putra kesayangannya ini supaya mampu menjadi pewaris utama.

Ia telah melihat banyak keistimewaaan pada diri Abdullah putra bungsunya itu. Masyarakat makkah juga turut mengakui keistimewaan yang dimiliki oleh Abdullah. Beberapa riwayat menceritakan bahwa telah datang kepada Abdullah wanita-wanita cantik yang meminta agar mereka dipersunting. Namun dengan sangat santun Abdullah menolaknya.

Kembali ke kisah sebelumnya, berangkatlah Abdullah ke Syam untuk berniaga melaksanakan perintah Ayahnya. Namun ketika hendak kembali ke Makkah Abdullah jatuh sakit dan dirawat di kediaman para pamannya dari keturunan bani Nazar. Didaerah Yastrib atau sekarang lebih dikenal dengan nama Madinah hingga akhirnya Abdullah meninggal dunia. Ia wafat pada usia 25 tahun dan dimakamkan di Dar’an Nabi’ah.

Berita duka ini sampai kepada Aminah yang berada di makkah, ternyata pada saat Abdullah berpamitan untuk berangkat berniaga Aminah sedang dalam keadaan mengandung. Sudah dapat dipastikan bahwa yang diakan dilahirkannya nanti dalam kondisi Yatim.

Allah SWT berfirman didalam Alquran yang artinya “bukankah dia mendapatimu dalam keadaan yatim dan kemudian dia melindungimu” Q.S Ad dhuha ayat 6.

Ditengah rasa duka yang mendalam, Aminah menuangkan kesedihaanya didalam puisi yang sangat menyentuh hati kepergian suaminya. Sementara itu penguasa yaman pada masa itu Abraham bin Assabah Al Habasyi ia sangat ingin sekali mengancurkan Ka’bah dimakkah.

Abrahah sangat membenci Ka’bah karena merasa terganggu kehadiran banyak orang berziarah ke makkah. Sedangkan juga yang berziarah ke negerinya yaitu yaman sangatlah sedikit. Kondisi Ka’bah memang sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran nabi Ibrahim As. disekitar bangunan Ka’bah telah dibangun berhala-berhala, sebagian orang yang datang untuk menyembah berhala, sebagian lagi masih tetap memegang teguh ajaran nabi Ibrahim As.

Dari waktu ke waktu juga orang yang datang berziarah semakin banyak, hal inilah yang membuat raja Abraham tersindungung. Ia kemudian membangun sebuah bangunan berupa gereja yang berlapis emas dikota Syam’an Yaman untuk menandingin kemasyuran bangunan Ka’bah.

Abrahah merupakan penganut umat nasrani tetapi ia memiliki watak yang sombong dan otoriter. Tepatnya 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, raja abaraham memerintahkan untuk mengirim enam ribu bala tentara dengan perlengkapan perang lengkap bersama pasukan gajah untuk meruntuhkan bangunan Ka’bah. Hal ini seketika membuat wilayah makkah menjadi mencekam,.

Seluruh pendudukanya lebih meninggalkan rumah mereka, suasana makkah menjadi sepi seperti kota mati yang tak berpenghuni. Pada peristiwa ini Abdul Muthalib dihina oleh Abraham karena lebih memilih untuk melindungi unta-untanya dibanding dengan Ka’bah.

Kemudian dijawab oleh Abdul Muthalib, bahwa 200 ekor unta yang akan dirampok oleh tentara Abraham adalah miliknya,sehingga ia berjibaku untuk mempertahankannya.
Sementara itu, Ka’bah adalah milik Allah SWT dan Allahlah yang akan melindunginya dari serangan tentara Abrahah.

Dikisahkan pasukan bergajah dan bala tentara raja Abrahah terus bergerak mendekati wilayah makkah, namun ketika sampai diwilayah wadi muhasir wilayah mudzalifah dan mina secara tiba-tiba gajah berhenti dan tidak mau berjalan menuju Ka’bah. Mereka menolak melanjutkan perjalanan, maka hewan yang berukuran sangat besar ini malah berlama-lama duduk diatas daerah padang pasir yang tandus.

Raja abrahah dan pasukannya menjadi kebingungan saat ada muncul yang dari langit, rombongan burung-burung menujur kearah bala tentara Abrahah. Buruang-burung ini membawa bebatuan yang terbakar dan melemparkannya diatas pasukan Abrahah hingga mereka oleh Allah SWT digambarkan seperti daun-daun yang dimakan ulat.

Seperti yang diabadikan didalam Alquran yang ada di surat Al Fil. Nah orang-orang dimakkah kemudian menyebutkan tahun peristiwa hancurnya pasukan bergajah ini dengan sebutan tahun gajah.

Demikianlah kisah nabi Muhammad SAW episode 7 wafatnya Abdullah bin Abdul Muthalib dan hancurnya serangan tentara bergajah.

Kisah Nabi Muhammad Episode 8 (Kelahiran Nabi Muhammad dan Pemberian Nama)

Hari senin 12 rabiul awal 570 masehi atau 50 hari setelah penyerbuan Abrahah ke makkah Aminah melahirkan bayi laki-laki keturunan Abdullah bin Abdul Muthalib, kelak bayi ini diberi nama Muhammad.

Beberapa riwayat menuturkan bahwa ketika Muhammad lahir terjadilah peristiwa-peristiwa yang luar biasa mengejutkan diantaranya adalah 14 teras istana kistra dipersia roboh, kemudian api yang biasa dianut oleh ajaran majusi mendadak padam, air danau tiba-tiba surut, dan tempat-tempat pengujian berhala disekeliling ka’bah roboh.

Pada saat Aminah mengandung pun, hal-hal luar biasa terjadi. Rasulullah SAW pernah bersabda, aku adalah doa dari moyangku Ibrahim As dan kabar gembira oleh Isa As ketika ibuku tengah mengandungku, ieu melihat seakan-akan ada cahaya yang keluar dari dirinya. Dan kemudian menerangi istan-istana busro dinegeri syam.

Berdasarkan ibnu ishaq dan baihaqi dikatakan Aminah pernah mengatakan ketika ia sedang mengandung ada seseorang yang mendatanginya dan berkata, “apabila anak ini telah lahir, berilah ia nama Muhammad karena sesungguhnya nama dalam kitab Taurat dan Injil adalah Ahmad. Semoga dengan namanya itu ia dipuji oleh seluruh penjuru langit dan bumi, sedangkan namanya didalam Alquran adalah Muhammad” .

Sesaat setelah Muhammad lahir, ibnu hisyam meriwayatkan bahwa Abdul Muthalib sang kakek segera membawa cucunya yang lahir dalam keadaan yatim itu masuk kedalam ka’bah seraya berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT.

Abdul Muthalib paham betul telah mengetahui tanda-tanda bahwa cucunya ini kelak akan menjadi manusia besar. Dalam islam anak-anak yatim piatu mendapatakan perhatian khusus jika dibandingkan dengan anak memiliki orangtua lengkap.

Dalam quran dalam surat Al Maun dan Ad Dhuha, terlulis jelas bagaimana seharusnya kita mempelakukan anak-anak yatim. Kedua surat ini merupakan bukti betapa Allah SWT mencintai dan melindungi anak yatim. Nabi Muhammad SAW juga anak yatim dan Allah SWT sangat mencintai belum.

Status Rasullah SAW sebagai anak yatim ini, membawa hikmah yang sangat penting bagi penyebaran Islam didunia ini, para penentang dunia Islam tidak bisa menentang alasan apa lagi bahwa ajaran yang disampai oleh Nabi Muhammad SAW telah dipersiapkan oleh ayah atau kakek beliau sebelumnya dengan tujuan untuk kepentingan duniawi atau orang terpandang dimata manusia.

Terdapat banyak pendapat tentang khitannya bayi Muhammad SAW. sebagaian ulama berpendapat bahwa bayi Muhammad SAW terlahir sudah dikhitan. Sementara itu ada pula yang mengatakan bahwa Abdul Muthalib menkhitan nabi Muhammad SAW saat usianya tujuh hari dan setelah itu diadakanlah penjamuan khusus yang dihadiri oleh pembesar quraisy.

Pada saat itulah Abdul Muthalib sang pemimpin kota makkah, mengumumkan bahwa cucunya diberi nama Muhammad. Pada masa itu tidak ada orang Arab yang bernama Muhammad selain tiga orang. Yaitu Muhammad bin Sufyan At Taimi, Muhammad bin Bilal Aushi, dan Muhammad bin Hamran Al Jaffi.

Nama tersebut diberikan oleh ayah-ayah mereka berdasarkan pendengaran mereka bahwa beberapa orang ahli nuzung mencanangkan akan datang seorang nabi di hijjaz bernama Muhammad. Mereka berharap anak merekalah yang dimaksud.

Rasulullah pernah berkata, sesungguhnya aku memiliki beberapa nama aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Mahi atau sing penghapus yang ditulis oleh Allah untuk menghapus kekafiran. Aku adalah hasyir atau sing menghimpun orang-orang dibawah kekuasaanku, dan aku adalah aqib atau yang berarti nabi terakhir dan tidak ada nabi setelahnya.

Didalam hadits riwayat muslim Rasullah SAW dikatakan memiliki nama-nama lain seperti Almukaffa atau orang yang dimulyakan, dan nabi Ar rahman atau utusan pembawa rahmat Allah SWT.

Terkait dengan khitan, islam mengajarkan umatnya agar bekhitan. Seiring dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka telah diakui dan telah terbukti bahwa khitan sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Kembali kepada masalah nama, dalam hal ini nama merupakan doa. Kepada orang tua dianjurkan memberi nama kepada anaknya dengan nama-nama yang baik, mengapa demikian? Karena seseorang akan dipanggil namanya sejak ia lahir sampai usia tua dan bahkan setelah ia meninggal dunia. Panggilan tersebut akan diulang jutaan kali hingga miliaran kali disepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, memberikan nama yang baik dengan arti yang baik merupakan doa bagi yang menanjangnya. Untuk saat ini, nama Muhammad menjadi nama bagi anak laki-laki yang sering dan banyak digunakan diseluruh dunia.

Demikianlah tentang kisah Nabi Muhammad episode 8 kelahiran dan pemberina nama. Semoga bisa bermanfaat dan tunggu kisah selanjutnya tentang kisah Nabi Muhammad episode 9 . terima kasih!

Kisah Nabi Muhammad Episode 9 ( Nabi Muhammad saat usia batita)

Kisah nabi muhammad, Bangsa Arab perkotaan pada masa muhammad lahir, khususnya para orangtua memiliki tradisi unik dalam unik dalam membesarkan bayi-bayi mereka. Jika ada bayi yang lahir, maka orangtuanya harus mencarikan ibu susuan dari kalangan wanita badiyah atau dusun-dusun atau desa-desa pedalaman.

Hal ini menjadi kebiasaan kota makkah terutama kalangan bangsawan, dengan harapan bayi-bayi mereka bisa memiliki tubuh-tubuh yang kuat memiliki semangat kemandirian atau tidak bergantung kepada orangtua, kakek, nenek, paman, bibi, atau kerabat lainnya, selain itu untuk juga menjaga kepasihan asli logat bahasa Arab mereka.

Pada kisah sebelumnya diceritakan, bahwa Abdul Muthalib sang kakek dan aminah sang ibunda begitu gembira atas kelahiran bayi Muhammad SAW. Walaupun Muhammad lahir dalam keadaan yatim, namun kebahagiaan telah menyelimuti keluarga Abdul Muthalib.

Sang langsung mencari ibu susuan, tidak mudah bagi anak yatim pada jaman itu untuk langsung mendapat ibu susuan. Hal ini dikarena balas jasa yang diharapkan oleh ibu susuan adalah berupa harta benda yang dimiliki oleh sang Ayah dari si bayi.

Jika bayi dalam keadaan yatim, maka pasti balas jasanya jadi sering sedikit. Singkat cerita akhirnya Abdul Muthalib mendapatkan ibu susuan untuk bayi Muhammad. Ibu susuan ini adalah perempuan yang berasal dari bani Sa’ad yang bernama Halimah binti Abi Syu’aib Assadiah. Suaminya bernama Al Harist bin Abdul Uzza.

Bani Sa’ad adalah kabilah besar dari suku huazim yang hidup sekitar seratus tujuh puluh kilometer sebelah timur kota makkah. Desanya sangat gersang sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat bani Sa’ad bermata pencaharian sebagai pengembala domba, keledai, dan unta.

Walaupun gersang karena termasuk wilayah pegunungan, desa mereka memiliki kualitas udara yang bersih hingga kini wilayah bani Sa’ad tetap menjadi wilayah perkampungan badui yang tidak banyak dihuni oleh banyak orang.

Halimah dan keluarganya bukan orang yang berkecukupan. Ia datang ke makkah dimusim paceklik dengan hewan tunggangan yang jalannya sangat lambat karena telah lemah dan kurus. Sebagai pembekalan, suaminya membawa hewan ternak yang tidak lagi menghasilkan susu. Sedangkan anak mereka yang masih kecil seringkali menangis karena menahan lapar.

Sesampainya dikota mekkah, mereka berharap bisa mendapatkan penghasilan yang cukup dari menawarkan jasa menjadi ibu susuan. Awalnya halimah menolak untuk mengambil bayi Muhammad karena statusnya yatim. Akan tetapi, Allah SWT menetapkan agar bayi Muhammad mendapatkan ibu susuan yang baik yaitu Halimahbinti Abi Syu’aib.

Allah telah mengatur untuk Halimah mengambil bayi susuannya. Oleh karena kuasa Allah SWT ini, maka tidak heran bahwa sosok Halimah begitu istimewa dimata Rasulullah. Beliau memanggil Halimah dengan sebutan ibuku setelah ibuku.

Selain Rasulullah SAW, halimah juga menyusui beberapa bayi lain seperti Abdullah bin Harits, Annisa binti Harits, Ussafah atau Zussah binti Harits serta Abu Supyan bin Al Harits bin Abdul Muthalib sodara sepupu dari Rasulullah SAW.

Hamzah bin Abdul Muthalib juga pernah disusuan oleh Halimah dikalangan bani Sa’ad. Sehingga, ia tidak hanya berstatus paman, tetapi sodara sesusuan dengan Rasulullah SAW.

Nah, keputusan Halimah membawa bayi Muhammad ternyata karena melimpah keberkahan dari Allah SWT. banyak hal luar biasa yang tercurah bagi Halimah beserta keluarganya.

Misalnya, pada saat perjalanan pulang Halimah hendak menyusui bayi Muhammad ia terheran-heran tiba-tiba air susunya terasa penuh hingga Halimah bukan hanya menysusui bayi Muhammad tetapi juga bisa menyusui anaknya hingga keduanya kenyal dan tertidur pulas.

Keajaiban juga terjadi ketika suami Halimah menghampiri hewan ternak yang mereka bawa. Hewan yang semuanya kurus dan air susunya kering, sekarang menjadi sehat dan berlimpah susunya. Halimah dan Suaminya dapat meminum susu hewan ternaknya sampai puas. Tidak hanya itu, kali ini hewan tungganganya tampak bugar dan mampu berlari hingga mereka bisa lebih cepat sampai ke desa tempat tinggalnya.

Sesampainya dirumah, domba-domba dikeluarganya tampak gemuk-gemuk dan menghasilkan banyak susu untuk diminum dan dijual. Padahal, kondisi desa sedang kekeringan dan panceklik.

Saat domba digembalakan, mereka juga tahu padang rumput mana yang menjadikan mereka untuk dimakan. Allah SWT telah memberkahi dan memberikan mereka kemudahan-kemudahan. Waktu demi waktu terus belalu, wilayah desa yang berbukit-bukit menjadi Nabi Muhammad menjadi laki-laki yang bertubuh sehat, kuat, dan bertanggung jawab.

Atas ijin Allah SWT, Muhammad tumbuh dan berkembang lebih cepat melebihi anak pada umumnya. Sebagai contoh, saat Muhammad berusia sekitar 2 tahun, ia sudah ikut mengembala domba bersama anak-anak halimah yang lain. Dari sinilah Muhammad kecil mulai mengenal rasa kasih sayang. Tidak hanya kepada manusia tetapi juga terhadap seluruh hewan ternah yang ia gembalakan.

Ia selalu begembira sehingga membuat orang-orang disekitarnya terhibur. Kemudian hari atas jeri payah mengembala anak domba yang terus bertambah banyak, maka Muhammad kecil diberi upah meskipun ia tidak memintanya.

Dari sisi bahasa, kabilah bani Sa’ad menggunakan bahasa Arab asli yang masih murni. Pasih dan baik sangat berbeda dengan bahasa penduduk kota makkah. Tidak heran bila pemilihan kata-kata yang santun, halus, dan baik telah berpengaruh kepada perkembangan cara berkomunikasi Muhammad kecil.

Rasullah SAW pernah bersabda, “aku yang paling pasih diantara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tetapi diasuh ditengah-tengah keluarga Sa’ad bin Ba”.

Nabi Muhammad SAW berasal dari Quraisy, kakekanya yaitu Abdul Muthalib merupakan salah satu pemipin Quraisy yang disegani. Ia menerima jabatan dari Ayahnya Hasyim bin Abdul Manaf bin Husain. Sebagai pengurus ka’bah dan bertanggung jawab sebagai penyedia makanan serta minuman bagi para peziarah dimakkah.

Walaupun memiliki kedudukan dan harta, tetapi kehidupannya sangat sederhana dan bersahaja. Hal inilah yang membuat ia disegani.

Itulah kisah nabi muhammad episode 9 yang bisa disampaikan. Semoga kisah nabi muhammad ini bisa bermanfaat dan mendapatkan hikmahnya.

Kisah Nabi Muhammad SAW. Episode 10 (Wafatnya Siti Aminah Sang Ibunda)

Kisah nabi muhammad, Pada episode sebelumnya dikisahkan bahwa bayi Muhammad berada dalam susuan Halimah binti Abi Syuaib Assadiah dari Bani Saad yang merupakan salah satu kabilah besar dari suku hawa zin yang hidup sekitar 170 KM sebelah Timur kota Mekah.

Setelah kedatangan bayi Muhammad di Desa tempat tinggal Halimah, Allah SWT. menurunkan berkah dari langit berupa anugerah kemakmuran dan kesejahteraan kepada Halimah beserta seluruh keluarganya. Seperti kebiasaan saat itu maka, setiap 6 bulan sekali

Halimah selalu membawa Muhammad pergi ke Mekah untuk menemui ibu kandungnya.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dua tahun sudah Halimah merawat dan mendidik Muhammad kecil penuh kasih sayang dan cinta kasih seperti anaknya sendiri. Demikian pula anak-anak Halimah lainnya mereka sangat menyayangi dan menganggap Muhammad sudah seperti saudara kandung mereka sendiri. Mereka hidup bahagia dan sejahtera.

Setelah masa penyusuan telah selesai maka, Halimah harus mengembalikan Muhammad kecil kepada ibu kandungnya. Berat rasanya harus berpisah dengan anak susuan yang lucu, membahagiakan dan penuh berkah ini. Pada saat mengantar Muhammad kecil ke Mekah, Halimah merasakan hatinya menjadi sangat sedih. Kemudian, ia memberanikan diri meminta keikhlasan Aminah agar mengizinkan Muhammad kecil tetap tinggal di Desa Bani Assad.

Mengetahui kesedihan Halimah dan keluarganya, Aminahpun akhirnya mengizinkan. Betapa gembira keluarga Halimah mengetahui Muhammad kecil masih diperbolehkan tinggal bersama mereka. Saat mereka pulang ke Desa, Muhammad kecil ikut serta. Tahun berganti tahun hingga suatu hari Halimah dan suaminya dikejutkan oleh peristiwa yang terjadi pada Muhammad.

Kala itu, Muhammad kecil berusia sekitar 4 tahun ia sedang menggembalakan domba bersama saudara sesusuan dan anak-anak lainnya yang sebaya dengannya. Tiba-tiba muncullah dua orang laki-laki tegap, berpakaian putih bersih mendekati dan membawa Muhammad kecil.

Menurut hadist Riwayat Muslim, laki-laki itu memegang tangan Muhammad kecil lalu membaringkan seraya membuka baju Muhammad dan membelah dada Muhammad serta mengambil hatinya. Kemudian, mereka mengeluarkan segumpal darah dari dalam hati Muhammad kecil untuk selanjutnya mencuci hatinya. Setelah bersih hati tersebut dikembalikan lagi ke tempat semula.

Melihat kejadian ini, saudara-saudara sesusuan Muhammad menjadi sangat khawatir dan segera berlari mengabarkan peristiwa mengejutkan ini kepada Halimah. Rasa takut akan terjadi hal-hal buruk kepada Muhammad kecil yang dicintainya membuat Halimah dan suaminya memutuskan untuk mengembalikan saja anak susuan yang amat mereka sayangi ini kepada ibu kandungnya dan keluarga besar Abdul Muthalib di Mekah. Maka, pergilah mereka ke Mekah.

Pada saat sampai di Mekah, penjelasan Halimah tentang peristiwa yang dialami Muhammad kecil semakin menguatkan Abdul Muthalib bahwa cucunya kelak akan menjadi orang besar dan melahirkan peristiwa-peristiwa besar. Sementara itu, Aminah sebagai ibu kandung tidak terlalu terkejut mendengar cerita Halimah karena ia telah mengetahui keistimewaan Muhammad sejak dalam kadungan. Aminah hanya merasakan kebahagiaan karena putra satu-satunya telah kembali dan menetap di Mekah.

Sejak kecil sosok Muhammad telah dikenal sebagai anak yang jujur dan berakhlak mulia. Hal inilah yang membuat semua saudara sesusuan beserta anak-anak sebayanya sangat mencintainya. Saat Muhammad beranjak dewasa, orang-orang mulai menjulukinya dengan gelar Al-Amin yang berarti selalu amanah, tidak pernah berbohong dan dapat dipercaya.

Halimah Sadiah, ibu susuannya mengatakan “aku belum pernah melihat seorang anak yang bersih dan suci seperti Muhammad”. Sedangkan, saudari perempuan sesususannya pernah berkata “aku tidak pernah mendapat saudaraku Muhammad merasakan panas selalu ada awan yang menaunginya. Jika ia berhenti maka, awan juga akan berhenti dan jika ia berjalan maka, awan juga akan berjalan”.

Kerinduan Aminah binti Wahab terhadap Muhammad kecil terobati sudah. Kini, Muhammad telah berada di pangkuannya serta setiap kali Aminah menatap wajah Muhammad, Aminah selalu teringat kepada mendiang suaminya yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib.

Abdullah bin Abdul Muthalib semasa hidupnya bukanlah seorang yang kaya raya namun, sebelum meninggal ia meninggalkan warisan untuk istri dan anaknya yang waktu itu belum lahir. Warisan itu berupa 5 ekor unta jantan, domba dan seorang budak setia perempuan yang bernama Barakah binti Syalabah Bin Amru. Barakah inilah yang kelak akan mengasuh Muhammad SAW. hingga dewasa.

Seperti Halimah ibu susuan Nabi Muhammad SAW. saat bayi, Barakah juga sangat mencintai dan menyayangi Muhammad kecil. Ia nantinya akan menjadi salah satu wanita mulia yang mendapat tempat istimewa di hati Nabi Muhammad SAW. Rasululloh sering memanggilnya dengan panggilan ibuku.

Barakah mempunyai suami yang bernama Zaid bin Haritsah, anak pertamanya bernama Aiman maka, ia juga dikenal sebagai Ummu Aiman. Selain itu, Barakah juga memiliki anak lainnya yang bernama Usamah. Meskipun, terlahir dari ibu dan ayah yang merupakan mantan budak tidak berarti Usamah ini dididik layaknya seorang budak. Kelak ia dikenal sebagai panglima besar yang mengalahkan lawan tanpa ada jatuh korban bahkan, ia membawa harta rampasan peperangan dalam jumlah besar ke Madinah.

Barakah dijuluki oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai seorang perempuan ahli surga karena keimanannya terhadap Islam. Barakah telah merelakan Aiman anak pertamanya berhijrah, berjihad bahkan syahid di medan perang dalam membela Islam. Suaminyapun gugur di perang Mutah.

Kita kembali kepada kisah Aminah. Oleh karena kerinduan yang tertahan sekian lama terhadap mendiang suaminya dan juga keinginannya untuk mempertemukan Muhammad kecil yang sejak lahir tidak pernah melihat wajah sang ayah maka, Aminah memutuskan untuk pergi berziarah ke maqam Abdullah ditemani pula oleh budak setianya yaitu Barakah.

Betapa riang hati Muhammad kecil saat ibunya memberitahu bahwa mereka akan menengok maqam ayahnya di Yatstrib Madinah. Tibalah musim panas Aminah berkemas-kemas mempersiapkan bekal untuk perjalanan sejauh kira-kira 400mil dari Mekah ditambah mengantisipasi terjangan angin padang pasir disertai sinar matahari yang terik.

Semua kesulitan tidak menyurutkan semangat untuk mempertemukan Muhammad kecil dengan sang ayah yang dimakamkan di Yatstrib. Bersama kafilah Quraisy yang hendak berngkat ke Syam, mereka bergabung dalam satu perjalanan bergerak ke arah Utara. Sesampainya di Yatstrib kafilah ini menambah perbekalan.

Sedangkan, Aminah bersama Muhammad kecil dan Barakah bertemu dengan sanak saudara Aminah dari Bani Annajar. Mereka tinggal di tempat Abdullah dahulu sakit hingga meninggal dunia. Air mata Aminah tak terbendung melepas kerinduan terhadap suaminya ditambah kehadiran Muhammad kecil dihadapan pusaran ayahandanya. Seakan terjadi dialog antara keluarga yang telah lama tak pernah berjumpa.

Selama sebulan mereka betah berada di Yatstrib hingga Aminah teringat bahwa mereka harus kembali lagi ke Mekah. Sempat terpikir di benaknya seandainya putranya bukan merupakan keluarga dari Bani Hasim yang terpandang di Mekah dan jika kota itu bukanlah tanah tumpah darahnya sendiri tentu ia tidak akan berniat pulang kembali.

Ketika dalam perjalanan pulang dari Yatstrib ke Mekah tiba-tiba terjadi peristiwa angin tibut disertai datangnya udara panas. Hal ini membuat kondisi kesehatan Aminah menurun bercampur kesedihan dan kelelahan teramat sangat Aminah jatuh sakit. Dalam perjalanan pulang inilah Aminah wafat menyusul sang suami menghadap Allah SWT.

Ibunda dari Rasululloh Muhammad SAW. menghembuskan nafas terakhir di Afwah daerah antara Yatstrib dan Mekah dengan Muhammad kecil berada dalam pelukannya. Ternyata inilah tumpahan kasih sayang yang terakhir dari Aminah untuk sang buah hatinya.

Kembali langit dan bumi menjadi saksi baru saja Muhammad kecil melihat keberadaan maqam ayahnya di Yatstrib, sekarang Muhammad kecil harus kehilangan ibundanya wafat menyusul sang ayah.

Setelah proses pemakaman Aminah di daerah Afwah dalam duka yang teramat mendalam, Barakah mengajak Muhammad kecil yang meneruskan perjalanan ke Mekah untuk menemui Abdul Muthalib. Ketika peristiwa ini terjadi, Nabi Muhammad SAW. masih berusia 6 tahun.

Nah, bagaimana nih kisah nabi muhammad selanjutnya? Ikuti terus episode berikutnya yaa! Semoga episode 10 dari kisah nabi muhammad ini bisa mengambil hikmah dan bermanfaat!

Komentar disini