Kisah Nabi Ismail AS Lengkap Sampai Wafat

kisah nabi ismail
image by intisari.grid.id

Kalimat.ID – Kisah Nabi Ismail, Nabi Ismail As. merupakan orang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa Arab dengan sangat fasih dan jelas. Waktu itu usianya 14 tahun. Sejak saat itulah bahasa arab menjadi kaya akan nilai kesusastraan. Sehingga, Allah SWT. memilihnya menjadi bahasa Al-Qur’an.

Kisah ini berawal dari ayah Nabi Ismail As. yaitu Nabi Ibrahim As. Bertahun lamanya Nabi Ibrahim As. menikah dengan istrinya yang bernama Siti Sarah tetapi, belum diizinkan oleh Allah SWT. untuk dikaruniai keturunan. Saat itu, Nabi Ibrahim As. dan Siti Sarah telah kembali tinggal di Palestina setelah sebelumnya berada di Mesir. Allah SWT. melimpahkan banyak rezeki sehingga mereka hidup berkecukupan dan dakwah Nabi Ibrahim As. mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Meski usia mereka semakin tua tetapi, do’a – do’a kepada Allah SWT. senantiasa dipanjatkan agar mereka diizinkan memiliki keturunan atau anak. Hingga pada suatu hari Siti Sarah merestui Nabi Ibrahim As. menikah lagi ke perempuan lain untuk mendapatkan keturunan . Pada awalnya Nabi Ibrahim As. menolak permintaan Siti Sarah ini. Akan tetapi, setelah didesak beberapa kali dan adanya petunjuk dari Allah SWT. maka, Nabi Ibrahim As. menyetujuinya.

Siti Sarah memilihkan wanita yang akan dinikahi oleh Nabi Ibrahim As. Wanita yang dipilih adalah wanita yang selama ini telah dikenal baik oleh Siti Sarah yaitu Siti Hajar. Siti Hajar merupakan utusan dari Raja Mesir. Ia ditugaskan khusus untuk menjadi dayang Siti Sarah. Raja Mesir memang menghadiahkannya untuk keluarga Nabi Ibrahim As. Tentunya semua itu tidak lepas dari rencana Allah SWT.

Kelahiran Kisah Nabi Ismail

padang pasir
image by rumahhufazh.or.id

Kurang dari dua tahun, setelah pernikahan Nabi Ibrahim As. dan Siti Hajar lahirlah Nabi Ismail As. Kelahiran bayi Ismail membuat Nabi Ibrahim As. menjadi sangat bahagia. Kehadiran seorang anak yang akan menjadi penerus dakwah memang telah lama ditunggu oleh Nabi Ibrahim As.

Nabi Ismail As. lahir di Palestina namun, dibesarkan di Makkah. Hal ini Nabi Ibrahim As diperintahkan oleh Allah SWT. untuk membawa Siti Hajar dan Ismail kecil yang masih dalam masa susuan pergi ke Palestina. Selama berminggu – minggu Nabi Ibrahim As. menuntun Siti Hajar dan Ismail kecil hingga, sampai di sebuah lembah yang tandus dan sunyi. Di lembah inilah Allah SWT. meminta Nabi Ibrahim As. agar meninggalkan Nabi Ismail kecil beserta ibunya.

Siti Hajar menerima peristiwa ini dengan ikhlas. Keimanannya telah mendasari ketaatan dirinya pada Allah SWT. serta pada Nabi Ibrahim As. Ia sangat yakin Allah SWT. tak akan pernah menerantarkan mereka dengan keyakinan kepada Allah SWT. memiliki rencana yang sangat besar di balik perintah ini.

Sebelum berpamitan dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail As., Nabi Ibrahim As. memberi mereka bekal yaitu sekantung kurma dan air. Nantinya, lembah tandus yang semula tak dikenal dan tak tidak berpenghuni ini akan menjadi daerah yang makmur dan sangat ramai dikunjungi oleh orang – orang dari segala penjuru dunia. Lembah ini bernama Makkah.

Kisah Nabi Ismail yang Diberikan Air Zamzam

Memasuki kondisi perbekalan yang telah habis sementara, Ismail kecil mulai menangis karena lapar, Siti Hajar mulai mencari air dengan berlari – lari dari bukit Shafa hingga ke bukit Marwah. Walaupun, sudah tujuh kali bolak – balik tetapi tetap saja belum menemukan air disana.

Ditengah kebingungannya memikirkan nasib dari Ismail kecil yang terus menangis serta tubuhnya yang mulai letih dan kepayahan, Allah SWT. menurunkan salah satu tanda kekuasaanNya.

Malaikat Jibril turun dari langit menyapa Siti Hajar : “Wahai Siti Hajar, kepada siapakah putramu kau titipkan?”. Lalu Siti Hajar menjawab : “Hanya kepada Allah SWT.” Kemudian malaikat Jibril menyampaikan : “Jika begitu, engkau seharusnya tidak perlu cemas.”

Tepat di bekas tempat hentakan Ismail kecil yang sedang menangis malaikat Jibril menginjak tanah itu dan keluarlah mata air yang memancar sangat deras sampai – sampai mengenai tempat tersebut. Di bekas genangan yang meluas itu nantinya akan dibangun Ka’bah di atasnya.

Setelah mendapatkan ketersediaan air, Siti Hajar mulai membangun pondok untuk tempat tinggal. Memancarnya mata air yang sekarang dikenal dengan nama air zam – zam telah menarik perhatian burung – burung untuk terbang di sekitarnya.

Hal ini mengundang sekelompok suku Lurhum yang melewati Makkah dalam perjalanan dagang ke Syam dan Yaman. Mereka meminta izin kepada Siti Hajar untuk ikut memanfaatkan air zam – zam. Pada akhirnya suku Lurhum ini memutuskan untuk menetap juga di wilayah Makkah.

Keajaiban dari Air Zamzam

Seorang ilmuwan dari Jepang yang bernama Masaru Emoto mengatakan bahwa air ternyata dapat merekam pesan. Dari penelitiannya disebutkan bahwa molekul air zam – zam bentuknya sangat teratur. Ketika dibacakan ayat – ayat Al-Qur’an, susunan molekul air zam – zam membentuk seperti kristal yang sangat indah yang memancarkan 12 warna jika dibekukan. Pada saat dibacakan kata – kata buruk, molekulnya berubah menjadi seperti sel darah merah.

Kisah Nabi Ismail Tentang Kepribadiannya

Nah, selain dikenal sebagai seorang yang penyabar dan penyayang, Nabi Ismail As. tumbuh besar menjadi seorang anak laki – laki yang kuat dan selalu menepati janjinya. Ia gemar memelihara dan menggembalakan kuda. Kuda Arab dikenal sebagai kuda yang paling unggul pada saat itu. Bentuk tubuhnya bagus, staminanya kuat, kecerdasannya tinggi serta semangatnya yang dapat diandalkan.

Sekarang kuda Arab sudah tersebar di seluruh dunia. Kuda ini biasanya dikawinkan dengan kuda – kuda daerah lain supaya memperoleh kuda yang kualitasnya bagus.
Jauh di kediaman Nabi Ibrahim As. yaitu di Palestina, berita gembira terlah tersiar bahwa Siti Sarah telah melahirkan pula. Nama Ishaq yang diberikan kepada bayi laki itu nanti juga ia diangkat oleh Allah SWT menjadi seorang nabi. dengan nama Nabi Ishaq As.

Kerinduan Nabi Ibahim As. kepada Nabi Ismail As. dan Siti Hajar telah terpendam lama tak dapat ditahan lagi. Pada saat Nabi Ibrahim As. berdo’a, Allah SWT. menurunkan wahyu agar ia mencari Nabi Ismail As. serta istrinya Siti Hajar di daerah Makkah.

Nabi Ibrahim As. tercengang melihat Makkah yang telah ramai dengan orang dan semakin terpana manakala berjumpa dengan Nabi Ismail As. dan Siti Hajar. Dengan tangisan kegembiraan, mereka melepas kerinduan. Nabi Ibrahim As di salah malamnya. bermimpi didatangi oleh malaikat Jibril yang membawa perintah dari Allah SWT. Supaya ia mengorbankan anak kesayangannya yaitu Nabi Ismail As.

Kisah Nabi Ismail yang diSembelih

domba
image by voanews.com

Oleh karena keraguan Nabi Ibrahim As. terhadap keaslian mimpinya apakah benar ini mimpi dari Allah SWT. atau hanya godaan setan maka, Allah SWT. memerintahkan kembali malaikat Jibril untuk datang lagi ke mimpi Nabi Ibrahim As. dan lagi sampai hari ketiga.

Setelah memanjatkan do’a kepada Allah SWT., yakinlah Nabi Ibrahim As. bahwa perintah itu adalah memang benar datang dari Allah SWT. Sejak saat itu, Nabi Ibrahim As. tampak selalu murung. Pada waktunya, ia nabi Ibrahim mendatangi Nabi Ismail kecil dan dengan perbekalan sekupnya ia mengajaknya pergi. Siti Hajar bingung dengan kejadian itu tetapi, ia tidak berani mencegahnya.

Sesampainya di suatu tempat di suatu gurun, Nabi Ibrahim As. memberitahu tentang perintahkan Allah SWT. untuk mengorbankan Nabi Ismail As. Begitu betapa terkejut dan teriris – iris hait Nabi Ibrahim As. sebagai seorang ayah manakala Nabi Ismail kecil menjawab dengan lugas bahwa apabila itu memang perintah Allah SWT. maka, dirinya siap menjalaninya.

Persiapan telah dilakukan dan pada saat Nabi Ibrahim As. hendak melakukannya, Allah SWT. kembali menunjukkan kekuasaannya. Tiba – tib a seekor domba besar yang gemuk dan sehat telah menggantikan posisi Nabi Ismail kecil di tempat pengorbanan.

Nabi Ibrahim As. semakin takjub karena Ismail kecil telah berdiri disampingnya dengan wajah yang ceria. Mereka berdua berpelukan lalu, bersujud kepada Allah SWT. Peristiwa ini terjadi saat pertemuan Nabi Ibrahim As. dengan Nabi Ismail As. kecil yang pertama. Menurut cerita, Nabi Ibrahim As. berkunjung kepada Anaknya Nabi Ismail As. sebanyak 4 kali seumur hidupnya.

Kisah Nabi Ismail yang Menceraikan Istrinya

Pertemuan kedua yaitu pada saat Nabi Ismail As. dewasa. Nabi Ismail As. belajar bahasa Arab dari suku Jurhum dan menikah dengan seorang wanita suku Jurhum yang bernama Umara binti Yasar Bin Ahil. Kemudian dalam kisah tersebut ibunya meninggal dunia . Suatu hari, datanglah Nabi Ibrahim As. mengunjungi Nabi Ismail As. di Makkah. Disana Nabi Ibrahim As. hanya mendapat istri dari Nabi Ismail As. saja di rumahnya. Karena, pada saat itu Nabi Ismail As. tidak ada dirumah sedang mencari nafkah.

Nabi Ibrahim As. kurang berkenan dengan perilaku Nabi Ismail As. Sebelum pergi Nabi Ibrahim As. menyampaikan pesa kepada istri Nabi Ismail As. supaya anaknya itu mengganti pegangan pintunya. Saat mengengar pesan tersebut, Nabi Ismail As. langsung mengerti bahwa tamu yang datang adalah ayahnya dari Palestina dan Nabi Ismail As. diminta oleh ayahnya untuk menceraikan istrinya tersebut.

Kisah Nabi Ismail yang Menikah Dengan Sayida binti Mas bin Umru

Nabi Ismail As. kemudian menikah lagi dengan seorang wanita dari suku Jurhum yang bernama Sayida binti Mas bin Umru. Pada suatu saat, Nabi Ibrahim As. kembali lagi untuk  berkunjung kepada Nabi Ismail As. Tapi, Nabi Ismail As. sedang tidak berada di rumah.

Pada waktu itum istri Nabi Ismail As. sangat menghormati Nabi Ibrahim As. Saat berpamitan pulang, Nabi Ibrahim As. memberikan pesan supaya Nabi Ismail As. memperkokoh pegangan pintunya. Pesan tersebut dimengerti oleh Nabi Ismail As. bahwa ayahnya merestui dan memberkahi pernikahannya dengan Sayida.

Dengan pernikahan yang kedua Nabi Ismail As. dikaruniai 12 anak yaitu Nabit, Khitsar, Isbil, Nisyi, Masma, Wasya, Duhsya, Awar, Yatur, Nabasyi, Timma dan Khitsyama. Anak – anak ini melahirkan keturunan berbagai kaum dan suku bangsa salah satunya adalah kaum Quraisy yang lahir dari suku Adnan.

Arab keturunan atau Arab Mustoribah sering juga disebut sebagai Bani Ismail karena nenek moyang mereka adalah Nabi Ismail As. Mereka juga disebut sebagai Adnaniyyun karena berdasarkan salah satu cucu Nabi Ismail As. yang bernama Adnan.

Kisah Nabi Ismail yang Dikunjungi Ayahnya Ke 3 Kalinya

ka'bah
image by 3.bp.blogspot.com

Kunjungan Nabi Ibrahim As. yang ketiga dikarenakan turunnya perintah Allah SWT. untuk membangun Ka’bah di Makkah. Nabi Ismail As. dipanggil untuk turut membantu mengangkut batu – batu. Sementara, Nabi Ibrahim As. memasangkannya untuk meninggikan pondasi Ka’bah.

Setelah bangunan menjadi tinggi, Nabi Ismail As. membawakan satu batu untuk dijadikan pijakan oleh Nabi Ibrahim As. Maka batu itulah yang pada akhirnya diberinama sebagai Makhom atau tempat berdiri Nabi Ibrahim As.

Setelah selesai membangun pondasi Ka’bah dan hendak melanjutkan bangunan di atasnya, Nabi Ibrahim As. memerintahkan Nabi Ismail As. untuk mengambil Hajar Aswat di India yaitu tempat pertama kali Nabi Adam As. diturunkan di bumi.

Awalnya Hajar Aswat berwarna putih kemudian berubah menjadi warna hitam lantaran dosa – dosa manusia. Ketika hendak pergi ke India, tiba – tiba Nabi Ismail As. mendapati Hajar Aswat telah ada di sudut pondasi Ka’bah. Malaikatlah yang telah membawanya.
Nah, semula Hajar Aswat ini merupakan satu bongkahan.

Pada tahun 317 Hijriah terjadi peristiwa penjarahan di Baitul Haram. Selain menjarah harta para jama’ah haji, para penjarah yang dipimpin oleh Abu Tohir telah mencongkel Hajar Aswat. Akibatnya kini Hajar Aswat menjadi 8 bongkahan kecil. Penjarahan ini juga, menyebabkan rusaknya sumur zamzam dan mengakibatkan banyaknya korban. Para korban penjarahan tersebut dikuburkan di dekat sumur zamzam.

Pada saat membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim As. dan Nabi Ismail As. senantiasa berdo’a : “Wahai Tuhan kami, terimalah kepada kami atau amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Nabi Ismail As. meninggal dunia di usia 137 tahun dan dikuburkan di Hijr yaitu disamping Makam ibunya. Dari Umar bin Abdul Aziz dikatakan bahwa Nabi Ismail As. pernah mengeluhkan panasnya suhu di Makkah kepada Allah SWT. Kemudian, turunlah wahyu bahwa Allah SWT. akan membukakan untuknya pintu di surga sampai di tempat dimana ia di makamkan.

Semua tentang kisah Nabi Ibrahim As., Siti Hajar dan Nabi Ismail As. tadi diabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi patokan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah haji, umrah dan qurban. Dari Abu Hurairah R.A. bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Perjalanan tidak diperintahkan dengan sangat kecil kecuali perjalanan mengunjungi tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasululloh di Madinah dan Masjid Al-Aqsa.

Para ahli sejarah membagi bangsa Arab menjadi tiga yaitu (1) Arab Kuno yaitu bangsa Arab yang telah binasa sepert kaum Ad, Tsamud, Tasim, Judais, Imlak; (2) Arab asli yaitu keturunan Yarub bin Yasibud bin Haptop; (3) Arab keturunan yaitu anak cucu Nabi Ismail As.

Demikian kisah Nabi Ismail As. Semoga dengan adanya kisah Nabi Ismail ini dapat menambah wawasan kita serta semakin meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin.

Kisah Nabi Ismail mengajarkan kepada kita arti dari kesabaran dan ketataan kepada perintah Allah SWT.