Inilah Kisah Nabi Isa As Lengkap (Putra Siti Maryam)

Kalimat.ID – Kisah Nabi Isa, Nabi Isa As diutus oleh Allah sebagai rasul sebelum nabi Muhammad SAW. Beliau adalah putra dari Maryam yang masih ada garis keturunan dari Nabi Sulaiman As.

Maryam merupakan sosok perempuan yang mulia yaitu dari keturunan ulama terkemuka. Sejak kecil Maryam dididik dalam lingkungan agama yang sangat kuat. Oleh karena sang ayah telah tiada maka, Maryam dibesarkan oleh bibi dan pamannya yaitu Nabi Zakaria As. Tidak heran bila, Maryam sangat terjaga kesucian dan kehormatan dirinya.

Allah SWT. pun senantiasa menjaga dan menyediakan seluruh kebutuhan makanan serta minuman yang berasal dari surga untuk Maryam. Sampai pada suatu hari Allah SWT. mengutus malaikat Jibril agar menyampaikan berita bahwa Maryam akan mengandung seorang anak walaupun dirinya belum menikah dan tidak pernah disentuh oleh laki-laki manapun.

Malaikat Jibril mengabarkan hal tersebut sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. sehingga, Maryam tidak perlu takut dan khawatir.

Kisah Nabi Isa Lahir Kedunia

kisah nabi isa
image by abiummi.com

Kisah Nabi Isa, Waktu terus berlalu saat-saat kelahiran sudah semakin dekat. Maryam mengasingkan diri ke suatu tempat yang jauh dan sepi yaitu di gurun wilayah Yerussalem atau Palestina. Pada saat itu tidak ada satupun orang yang menemani.

Ia hendak bersandar pada sebuah pangkal pohon kurma yang sangat lebat buahnya. Kemudian, Allah SWT. menjadikan sebuah anak sungai yang mengalir berada di bawahnya.

Di malam yang dingin inilah Maryam mulai merasakan kesedihan dan kecemasan. Allah SWT. mengutus malaikat Jibril untuk menjaga dan menghiburnya. Hingga akhirnya dengan kuasa penuh dari Allah SWT. Nabi isa yang mulia lahirlah. Kemudian, Allah SWT. memerintahkan agar Maryam menggoyang-goyangkan pangkal pohon kurma dan berguguranlah buah kurma yang ranum serta masak. Sehingga, Maryam dapat memakannya dengan bersenang hati dan dapat memulihkan kembali kondisi tubuhnya.

Wahab bin Muhabbih mengisahkan bahwa ketika Nabi Isa As. lahir, terjadi peristiwa yang sangat menggemparkan yaitu semua berhala dari belahan barat hancur hingga setan-setan pun kebingungan.

Malam itu muncul bintang besar bersinar di langit yang menyebabkan raja Persia jatuh pingsan melihatnya. Para juru ramal raja juga meramalkan bahwa ada seorang manusia agung yang telah dilahirkan di muka bumi.

Nabi Isa Saat Masih Bayi

Kehadiran bayi Nabi Isa As. ini memicu kaum BANi Israil untuk melemparkan cercaan serta tuduhan-tuduhan yang sangat keji kepada Maryam. Diantaranya yaitu, Maryam bukan perempuan baik-baik. Allah SWT. memerintahkan Maryam agar pulang ke rumahnya dengan kondisi yang sedang berpuasa dan tidak berbicara kepada siapapun.

Kisah Nabi Isa, Nah, ketika kaum Bani Israil menghujaninya dengan banyak pertanyaan seputar bayi yang dilahirkannya maka, Maryam hanya menunjukkan jarinya ke arah bayi yang digendongnya. Atas izin Allah SWT. bayi Nabi Isa As. mampu menjawab seluruh pertanyaan dari kaum Bani Israil. Nabi isa pada saat bayi menjelaskan bahwa ia adalah utusan Allah SWT. dan ibunya merupakan seorang perempuan yang mulia.

Kejadian bayi yang bisa berbicara layaknya orang dewasa ini telah membuat kaum Bani Israil takjub dan kaget. Mereka diam seribu bahasa mendengar setiap jawaban yang sangat jelas dan bijaksana dari Nabi Isa As. sejak saat itu, Maryam tidak lagi diganggu oleh rorang-orang di sekitarnya.

Qur’an Surat Maryam ayat 30-36 menyebutkan yang artinya “Dia Nabi Isa As. berkata sesungguhnya aku hamba Allah. Ia memberiku kitab Injil dan Ia menjadikan aku seorang Nabi dan Ia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan Ia memerintahkan kepadaku melaksanakan solat dan menunaikan zakat selama aku hidup dan berbakti kepada Ibuku dan Ia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku , pada kelahiranku, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar yang mereka ragukan kebenarannya. Tidak patut bagi Allah SWT. mempunyai anak. Maha Suci Allah apabila Ia hendak menetapkan sesuatu Maka, Ia hanya berkata jadilah! Maka, jadilah sesuatu itu. Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu maka, sembahlah Ia. Ini adalah jalan yang lurus.”

Nabi Isa As. diutus khusus oleh Allah SWT. untuk menyadarkan Bani Israil. Seperti kita ketahui bahwa sejak zamn Musa As., sudah banyak kaum Bani Israil yang menyimpang dari ajaran Taurat. Mereka juga tidak segan membunuh para Nabi dan utusan Allah SWT.

Masyarakat beserta para pendeta mengamalkan isi Taurat dengan sekehendak hati mereka sendiri. Bahkan, setiap orang dengan mudah bisa memesan hukum kepada para pendeta asalkan mau membayar. Oleh karena itu, tidak heran jika isi dalam kitab Taurat telah banyak terjadi perubahan isi dan makna.

Dalam ajaran Taurat, Allah SWT. melarang Bani Israil bekerja pada hari Sabtu. Hal ini karena pada hari Sabtu mereka diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada suatu kisah yang menceritakan, ada sebagian kaum Bani Israil memiliki kegemaran memancing dan ternyata di hari Sabtu ikan-ikan justru lebih banyak berdatangan dibandingkan dengan hari-hari lainnya.

Untuk mensiasati hari ini maka, mereka dengan sengaja memasang pancing dan jala pada hari Jum’at. Kemudian, mengambil hasil pancingannya pada hari Minggu. Dengan cara seperti ini maka, mereka tetap bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Melihat hal tersebut Allah SWT. mengubah tubuh orang-orang itu menjadi kera.

Masa kecil Nabi Isa As. sama seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Ia, sangat suka bermain. Hanya saja ada kelebihan yang sudah sangat terlihat pada diri nabi Isa kecil yaitu, ia mampu menyebutkan benda-benda tanpa melihatnya bahkan dari tempat yang sangat jauh sekalipun.

Mendengar kemasyuran Nabi Isa kecil di kalangan masyarakat, raja Persia yang berkuasa pada saat itu merasa was-was. Ia memerintahkan pasukan kerajaan untuk menangkap Nabi Isa As. Mengetahui hal ini, Maryam segera membawa Nabi Isa As. kecil pergi ke Mesir.

Dalam pengawasan ibunya, Nabi Isa As. belajar banyak hal di Mesir hingga menjadi seorang anak remaja yang sangat cerdas. Walupun masih terbilang sangat muda tetapi, Nabi Isa As. selalu hadir mengikuti berbagai macam diskusi dengan orang-orang yang jauh lebih tua. Kepandaian serta kecemerlangan cara berpikirnya membuat orang-orang dewasa justru mendengarkan ceramah Nabi Isa As. dan merenungkan tentang apa yang disampaikannya.

Terdapat satu kisah yaitu, pada suatu hari datanglah seorang yang mengadu kepada Maryam bahwa ia kehilangan harta. Padahal, yang tinggal di rumahnya hanya ada orang buta dan orang cacat.

Mendengar hal tersebut, Nabi Isa As. yang sudah beranjak dewasa mendatangi orang buta dan orang lumpuh itu yang tinggal di rumah orang tersebut dan meminta mereka untuk mengangkat kursi. Akhirnya, Nabi Isa As. berhasil membuktikan bahwa mereka itulah pencurinya. Mereka berdua telah bekerja sama dengan cara orang yang buta membawa barang sedangkan, orang yang lumpuh yang menunjukkan arahnya.

Nabi Isa As. sampai menginjak usia 12 tahu, beliau tinggal dimesir. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa Nabi Isa As. diangkat menjadi Rasul utusan Allah SWT. di usia 29 tahun di wilayah Palestina. Adapula yang mengatakan pada usia 30 tahun.

Pada saat itu, Nabi Isa As. diajak oleh ibunya ke atas sebuah bukit untuk berdo’a. Saat itulah Allah SWT. mengangkatnya menjadi Rasul dan menurunkan kitab Injil kepada Nabi Isa As. Sama halnya dengan para Nabi lainnya, Nabi Isa As. juga diberikan mukjizat oleh Allah SWT. berupa merubah gumpalan tanah menjadi seekor burung, menyembuhkan orang buta sejak lahir juga berpenyakit kusta bahkan menghidupkan orang mati atas izin Allah SWT., dan lain-lain.

Walaupun, Nabi Isa As. diberikan berbagai bentuk mukjizat oleh Allah SWT. namun ternyata hal ini tidak membuat kaum Bani Israil sadar dan bertaubat. Mereka justru terus mencerca, memfitnah dan mengusir Nabi Isa As. beserta para pengikutnya. Para pengikut yang setia atau sahabat Isa As. ada berjumlah 12 orang. Mereka disebut dengan Hawariyyun. Hawariyyun yang paling akhir bernama Yahuda.

Pada saat dakwah Nabi Isa As. mulai meluas, pemerintah Romawi yang berkuasa pada saat itu merasa terancam. Sehingga, mereka mengadakan sayembara. Barangsiapa yang bisa menangkap Nabi Isa As. akan diberi hadiah berupa harta yang berlimpah. Yahuda tergiur dengan iming-iming hadiah yang ditawarkan. Ia, kemudian berinisiatif menunjukkan kepada para tentara Romawi dimana Nabi Isa As. berada.

Namun, Allah SWT. telah memerintahkan Nabi Isa As. beserta para pengikutnya untuk mengungsi. Setelah itu, Allah SWT. mengangkat Nabi Isa As. naik ke langit. Sedangkan, Yahuda oleh Allah SWT. diubah wajahnya menyerupai Nabi Isa As. Ia, kemudian ditangkap dan dibawa oleh tentara Romawi untuk dihukum sampai menemui ajalnya di atas tiang Salib.

Demikian, Allah SWT. telah menyelematkan Nabi Isa As. Kelak, di akhir zaman Allah SWT. akan mengirim kembali Nabi Isa As. ke tengah-tengah umat manusia dengan tidak membawa ajaran agama baru.

Melainkan, untuk membunuh Dajjal yang pada hari itu menjadi fitnah yang paling berat bagi umat manusia. saat turun ke bumi, Nabi Isa As. akan melakukan solat berjama’ah yang dipimpin oleh Imam Mahdi. Allah SWT. pernah menegur Nabi Isa As. seperti yang tertera di Qur’an surat Al-Maidah ayat 116-117 “Dan ingatlah ketika Allah berfirman, Hai Isa putra Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah. Nabi Isa As. mejawab “Maha Suci Engkau, tidaklah patutu bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika, aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu, mengatakan sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka. maka, setelah Engkau wafatkan aku Engkaulah yang mengawasi mereka dan Engkau adalah yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

Nabi Isa As. telah mengabarkan akan kehadiran Nabi Muhammad SAW. seperti tertera dalam Qur’an As-Shaaf ayat 6 “dan ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata Hai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad atau Muhammad maka, tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata mereka berkata ini adalah sihir yang nyata.”

Allah SWT. memberikan gelar Al-Masih kepada Nabi Isa As. Selain Nabi Isa As., Allah SWT. juga memberikan gelar Al-Masih kepada Dajjal yaitu makhluk pendusta yang mengaku sebagai Tuhan yang kedatangannya menjadi tanda sudah dekatnya hari kiamat.

Meskipun mempunyai lafal yang sama, gelar yang diberikan kepada keduanya mempunyai makna yang berbeda. Nabi Isa As. mendapatkan gelar Al-Masih yang berarti As-Shiddiq yang benar. Sedangkan, Dajjal mendapatkan Al-Masih yang berarti Al-Dalil atau Al-Akhzab yang sesat lagi pembohong.

Demikian kisah Nabi Isa As. Semoga dengan adanya kisah nabi Isa ini bisa mendapatkan manfaat.

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia