Kisah Nabi Idris As yang Sangat Pandai

kisah nabi idris
image by flickr.com

Kalimat.ID – Kisah Nabi Idris, Nabi Idris As. termasuk Bani Adam atau keturunan Nabi Adam generasi ke enam. Nabi Idris mempunyai garis keturuan dari Nabi Adam As., Nabi Syits, Amnusi, Qinan, Mahlil, Yarid dan kemudian Nabi Idris As.

Nabi Idris As. merupakan keturunan Nabi Adam yang pertama yang pernah menginjakkan kakinya di surga. Dalam surat Maryam ayat 56-57 menyebutkan bahwa “dan ceritakanlah wahai Muhammad kisah Idris di dalam Al-Qur’an.

Sesungguhnya dia adalah yang membenarkan dan seorang Nabi dan Kami telah mengangkatnya ke derajat tertinggi.” Dalam tafsir Ibnu Kasir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan derajat tertinggi adalah Allah SWT. mengangkat Nabi Idris ke langit ke empat atau surga tingkatan ke empat.

Awal Mula Kisah Nabi Idris As

Inilah awal mula dari kisah nabi idris as yang perlu kita ketahui!

babilonia

Nabi Idris As. lahir di daerah Babilonia sekarang masuk wilayah Irak. Allah SWT. mengutus Nabi Idris unttuk berdakwah kepada keturunan dari Khobil yaitu keturunan Nabi Adam As. Nama asli dari Nabi Idris As. adalah Hanum.

Idris yang artinya belajar yang merupakan gelar dari kata darasa. Gelar ini didapat karena ia telah banyak mempelajari kitab dan lembaran wahyu yang berisi ajaran dari Nabi Adam As. dan Nabi Syits.

Kegemarannya dalam belajar sejak masih anak-anak inilah yang membuat Nabi Idris As. memiliki pengetahuan yang sangat luas. Dari Nabi Idris lah manusia dapat mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan banyak keahlian. Contohnya adalah ilmu Matematika, menjahit, Astronomi dan menulis dengan pena.

Nabi Idris As diriwayatkan oleh Ibnu Katsir, beliau merupakan manusia yang pertama kali menulis dan menggunakan pena. Pena yang digunakan berupa serpihan batu atau kayu. Cara menggunakannya dengan cara menggoreskannya di atas lempengan lumpur luna setelah itu, dijemur agar mengeras. Goresannya berupa gambar, simbol atau huruf.

Nabi Idris As diriwayatkan oleh Ibnu Katsir beliau merupakan manusia pertama yang menjahit pakaian. Keterampilan ini merupakan salah satu bentuk petunjuk dari Allah SWT. supaya manusia dapat membuat pakaian yang layak. Proses menjahitnya masih menggunakan tangan. Nabi Idris As. juga menjahit pakaiannya sendiri.

Kisah Nabi Idris (Bidang Keilmuan)

Di bidang Astronomi atau ilmu perbintangan, Nabi Idris As. merupakan salah satu pelopornya. Nabi Idris As. mengetahui bahwa bintang dan benda langit lainnya tidak hanya sekedar menghias langit saat pagi, siang atau malam saja. Melainkan ada banyak manfaatnya terutama, bagi kehidupan manusia. Salah satu manfaat dari bintang adalah sebagai petunjuk arah bagi yang sedang melakukan perjalanan di darat atau di laut pada malam hari.

Nabi Idris As. juga adalah orang pertama yang menjadikan kuda sebagai hewan tunggangan. Ibnu Kasir dalam kitab Al-Bidayah menulis Nabi Idris As. adalah orang yang pertama mengkaji ilmu hitung atau Matematika dan kemudian memperkenalkannya kepada masyarakat Babilonia. Tidak heran bila orang Babilonia telah mempraktekkan penulisan angka sejak 3000 tahun sebelum Masehi.

Dalam dunia perdagangan, mereka telah mengenal cara penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dalam sistem Babilonia, angka 60 dan kelipatannya menjadi patokan. Sistem ini hingga kini masih digunakan dalam perhitungan waktu contohnya, 1 jam sama dengan 60 menit, 60 menit sama dengan 3600 detik.

Kelahiran Nabi Idris As dan Tugas Berdakwahnya

Kisah Nabi Idris, Nabi Idris As. memang lahir dan tumbuh di Babilonia yaitu tanah subur Mesopotamia diantara sungai Euprat dan sungai Tigris. Pada jamanya (nabi Idris) masyarakat Babilon telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Tanah yang subur membuat kebudayaan dan bahasa berkembang sangat pesat.

Mereka mampu membangun kota modern sebanyak lebih dari 100 kota dan lebih dari 70 ragam bahasa untuk berkomunikasi. Saat itu, bumi dibagi menjadi 4 wilayah kekuasaan yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja. Keempat raja itu adalah raja Ilwis, raja Zeus, raja Iskalbius dan raja Zeus Amun.

Nabi Idris As diriwayatkan oleh Ibnu Katsir beliau merupakan manusia yang pertama kali mendapat amanah atau tugas sebagai Nabi setelah Nabi Adam As. dan Nabi Syits As. Maksudnya dari 25 Nabi dan Rasul Nabi Idris As. adalah Nabi pertama yang mendapat perintah untuk berdakwah ke suatu kaum. Kaum itu adalah zuriah Khobil atau keturunan Khobil salah satu putra dari keturunan
Nabi Adam As.

Nabi Idris As. menerima wahyu Allah SWT. melalui malaikat Jibril. Ia mengajak kaumnya untuk mengamalkan agama yang dibawa oleh Nabi Adam As. dan Nabi Syits AS Sayangnya, banyak orang yang menentangnya.

Mereka malah memuja berhala serta berbuat kerusakan. Tidak jarang Nabi Idris AS ditertawakan bahkan diusir. Meskipun berdakwah selama bertahun-tahun tetapi, hanya sedikit orang yang mau taat dan patuh kepada Nabi Idris As.

Nabi Idris Hijrah Ke Mesir

Kisah Nabi Idris yang Hijrah – Nabi Idris AS mulai berpikir untuk hijrah. Nabi Idris AS tidak selamanya tinggal di Babilonia. Ia akhirnya ke Mesir bersama pengikutnya. Pada awalnya para pengikutnya ini enggan meninggalkan Babilonia karena pada saat itu tanah di Babilonia lebih subur dibandingkan dengan Mesir. Nabi Idris As. meyakinkan mereka jika, mau berhijrah maka Allah SWT. pasti akan memberikan ganti yang lebih baik.

Sesampainya di Mesir, pengikut Nabi Idris As langsung bertasbih memuji Allah SWT. Mereka terpana saat melihat sungai Nil yang besar dan tanah di sekitarnya yang subur. Allah SWT. telah memberikan ganti yang lebih baik kepada mereka.

Sesudah Nabi Idris beserta pengikutnya hijrah ke Mesir, wilayah Babilonia atau tempat asal mereka mengalami musim kekeringan yang sangat hebat. Banyak yang meninggal dunia karena kelaparan.

Suatu hari ada malaikat yang menyatakan kekagumannya terhadap Nabi Idris AS Pada saat melakukan perjalanan Nabi Idris As. berdo’a agar matahari bersinar tidak terlalu panas.

dikabulkanya oleh Allah SWT  do’a Nabi Idris As Ketika itu juga. Peristiwa ini membuat malaikat pengatur matahari memohon izin kepada Allah SWT. agar diperbolehkan berjumpa dengan Nabi Idris As. Allah SWT. kemudia mempertemukan keduanya.

Nabi Idris As. tidak pernah berputus asa dalam berdakwah dan tidak takut menghadapi umatnya yang membangkang. Ia mendapat gelar Ashadul Usud yang artinya singa dari segala singa.

Ia mengajarkan bahwa yang terbaik dari dunia hanyalah merupakan kelelahan dan seburuk-buruk dari dunia adalah penyesalan. Umatnya dilarang untuk saling iri karena semua adalah pemberian Allah SWT. Cinta dunia dan cinta akhirat selamanya tidak akan pernah bertemu di dalam satu hati.

Allah SWT. memberikan keistimewaan kepada Nabi Idris As. yang tidak dimiliki oleh para Nabi dan Rasul lainnya yaitu diwafatkan di langit ke empat. Allah SWT. memerintahkan malaikat maut buat mencabut nyawa Nabi Idris As. di langit ke empat.

Malaikat maut bertanya “bagaimana caranya mencabut nyawa Nabi Idris As. di langit ke empat? Sedangkan Nabi Idris As. ada di bumi”. Kemudian Allah SWT. memerintahkan malaikat maut agar membawa Nabi Idris As. naik dulu ke langit ke empat setelah itu, baru mencabut nyawanya di sana.

Malaikat maut segera melaksanakan perintah Allah SWT. dengan baik. Hal ini diberitakan oleh Allah SWT. dalam surat Maryam ayat 57 yang artinya “dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”. Beberapa orang percaya bahwa Nabi Idris As. tidak diwafatkan.

Malaikat Izrail Bertamu ke Nabi Idris As

cahaya
image by http://images1.rri.co.id

Pada suatu malam, malaikat Izrail atau malaikat pencabut nyawa mengagumi kepandaian Nabi Idris As. Kekaguman ini membuat malaikat Izrail ingin lebih jauh mengenalnya. Atas izin Allah SWT. malaikat Izrail dapat menyamar sebagai manusia dan bertamu ke rumah Nabi Idris As. nabi Idris As. tidak mengetahui bahwa tamunya itu adalah malaikat Izrail.

Saat malaikat Izrail memuji dan menyampaikan kekagumannya, Nabi Idris As. senantiasa menanggapinya dengan rendah hati dan bersahaja. Nabi Idris mempersilahkan masuk ke dalam rumah untuk berbincang-bincang. Keduanya juga khusyuk melakukan ibadah bersama. Nabi Idris As. kepada malaikat Izrail saat itu menawarkan makan untuknya. Tetapi, malaikat Izrail menjawab “Terimakasih, saya hanya ingin beribadah saja”.

Dikisahkkan (Kisah Nabi Idris) malam semakin larut. Mereka berdua tidak banyak bicara melainkan, terus larut dalam beribadah sampai akhirnya Nabi Idris As. merasa mengantuk dan berkata ‘Saya mau tidur. Bagaimana dengan anda?”.

Malaikat Izrail menjawab “Tidurlah! Saya belum selesai beribadah kepada Allah SWT.”. Menyaksikan kuatnya ibadah tamunya tadi, Nabi Idris As. kemudian bertanya “Siapa sesungguhnya anda? Jika manusia tak mungkin sekuat ini”. Akhirnya, malaikat Izrail memberitahu Nabi Idris As. bahwa ia adalah sebenarnya malaikat pencabut nyawa.

Kepada malaikat Izrail inilah Nabi Idris As. bertanya tentang keadaan surga dan neraka dan ia ingin melihatnya. Atas izin Allah SWT. malaikat Izrail memperbolehkan Nabi Idris As. menuju neraka. Ke pintu neraka juga belum sampai, Nabi Idris As. pingsan.

Hal tersebut disebabk malaikat yang menjaga neraka sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa orang-orang yang semasa hidupnya tidak taat kepada Allah SWT. Dengan tubuh lemas, Nabi Idris As. meninggalkan tempat mengerikan itu.

Malaikat Izrail kemudian membawa Nabi Idris As. ke pintu surga. Di sana malaikat Ridwan menyambut dengan wajah berseri-seri yang dihiasi senyuman. Saat dipersilahkan masuk dan melihat surga, Nabi Idris As. terpukau tanpa bisa berkata-kata. Sungai-sungai yang terlihat airnya begitu bening menyerupai kaca.

Terdapat pohon-pohon dipinggir sungai terbuat dari emas dan perak batangnya. Ada juga istana-istana yang terbuat dari marmer dan pohon buah-buahan surga yang segar, ranum, harum dan tak pernah busuk dan selalu ada di setiap penjuru.

Setelah puas melihat surga tibalah saatnya Nabi Idris As. untuk pulang ke bumi. Tetapi, ternyata Nabi Idris As. menolak untuk pulang. Nabi Idris As. tidak ingin kembali ke bumi. Beliau kepada Allah SWT berdo’a memohon agar diijinkan tinggal di surga. Karena kekhusyukan do’a Nabi Idris As., terus diulang-ulang akhirnya Allah SWT mangabulkannya untuk kepada Nabi Idris As yang izinkan untuk tinggal di surga. Saat itu, Nabi Idris AS sedang berusia 82 tahun .

Demikian kisah Nabi Idris As. Sebagai tambahan, Nabi Idris As. juga gemar belajar. Allah SWT. mengangkat derajat orang yang berilmu. Dalam surat Al-Mujadilah ayat 11 disebutkan bahwa Allah SWT. meninggikan derajat orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan sebanyak beberapa derajat.

Semoga dengan Adanya Kisah Nabi Idris As ini bisa memberikan pelajaran dan hikmah bagi kita semua. Aamiin!

Komentar disini