Kisah Nabi Harun yang Mendampingi Nabi Musa AS

Kalimat.ID – Kisah Nabi Harun, Nabi Harun Alaihissalam adalah saudara sepupu dari Nabi Musa Alaihissalam Ia dilahirkan tiga tahun sebelum Nabi Musa Alaihissalam Nabi Harun Alaihissalam terkenal karena kepandaiannya dalam berbicara. Allah SWT. menganugerahkan kemampuan berupa kelancaran dalam menjelaskan sesuatu.

Pada saat Allah SWT. memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam dalam mendakwah kepada Raja Fir’aun maka, Nabi Musa Alaihissalam memohon kepada Allah SWT supaya sepupunya tersebut juga bisa diangkat menjadi nabi. Karena Nabi Musa Alaihissalam tidak sepasih Nabi Harun Alaihissalam ketika berkomunikasi. Hal ini akan sangat berguna pada saat berdakwah kepada Raja Fir’aun yang sangat keras kepala.

Nabi Harun Alaihissalam bertemu dengan Nabi Musa Alaihissalam di bukit Haurit sebelum berangkat menuju istana Raja Fir’aun. Allah SWT. berpesan agarmereka berdua tetap santun dalam berdakwah walaupun Raja Fir’aun terkenal dengan Raja yang dzolim. Selain dikenal sangat bengis dan kejam, Raja Fir’aun juga menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Sifat keras kepala Raja Fir’aun ini telah membuat Allah SWT. mendatangkan marabahaya di Negeri Mesir yaitu berupa bencana kemarau panjang, badai topan, rawan pangan dan buah-buahan hingga tersebarnya jutaan belalang di udara yang membuat sinar matahari tertutup. Musibah ini membuat masyarakat mulai percaya dengan perkataan Nabi Harun Alaihissalam dan Nabi Musa Alaihissalam mereka berduyun-duyun meminta perlindungan.

Kisah Nabi Harun Memimpin Bani Israil

kisah nabi harun
image by asep4212.files.wordpress.com

Setelah peristiwa Nabi Musa Alaihissalam membelah laut merah, Bani Israil pergi menuju tanah Kan’an Palestina. Di tengah perjalanan Nabi Harun Alaihissalam diberi amanah oleh Nabi Musa Alaihissalam memimpin Bani Israil. Karena, Nabi Musa Alaihissalam hendak pergi ke bukit Thursina selama 40 hari untuk menerima wahyu kitab suci Taurat.

Di bukit Thursina Nabi Musa Alaihissalam berkhalwat dan berpuasa. Nabi Musa As setelah itu memohon kepada Allah SWT diatas bukit dengan berkata : “YA Tuhan, dapatkah aku melihat Engkau?”. Allah berfirman : “Engkau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi cobalah lihat bukit itu, jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya maka kau akan dapat meleihat KU”.

Lalu, Nabi Musa Alaihissalam menoleh ke arah bukit yang dimaksud. Dengan sekejap bukti yang diperlihatkan itu hancur lebur dengan tidak meniggalkan bekas sedikitpun dengan masuk pada perut bumi. Dengan kejadian seperti itu Nabi Musa kaget dan sangat gemetar tubuhnya hingga jatuh pingsan. Saat beliau sadar, Nabi Musa Lansung bertasbih dan bertahmid dengan memohon ampun atas keberanianya tersebut :

“Maha Besar Engkau wahai Tuhan, ampunilah aku dan terimalah taubatku dan aku akan menjadi orang pertama yang beriman kepadaMu”. Selanjutnya Allah SWT,. menurunkan kitab Taurat yang berupa kepingan-kepingan batu. Di dalamnya tertulis pedoman hidup dan penuntun beribadah kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Harun yang Samiri Membuat Berhala Bahmud

Sementara itu, setelah, lebih dari 40 hari ternyata Nabi Musa Alaihissalam tidak kunjung kembali. Hal ini dimanfaatkan oleh salah satu tokoh Bani Israil yang bernama Samiri untuk membuat berhala Bahmud yaitu berupa patung sapi dari emAlaihissalam Samiri berpura-pura meminjam perhiasan orang-orang Koptik Mesir yang terbawa sampai ke Padangti dan meleburnya menjadi patung sapi.

Dikisahkan bahwa patung sapi tersebut dapat mengeluarkan suara menyerupai suara sapi asli karena, samiri telah melakukan jampi-jampi dengan memasukkan segumpal tanah yang dipercaya berasal dari bekas kaki kuda milik Malaikat Jibril saat menenggelamkan Raja Fir’aun beserta pasukan ke laut. Dakwah Nabi Harun Alaihissalam tidak lagi di dengar oleh Bani Israil. Kaum Bani Israil lebih senang memuja dan menyembah berhala Bahmud.

Kisah Nabi Harun Melawan Samiri

Ketika Nabi Musa Alaihissalam kembali dari bukit Sinai, Nabi Harun Alaihissalam menjelaskan penentangan yang dilakukan oleh Samiri dan Bani Israil. Bersama-sama dengan Nabi Musa Alaihissalam , Nabi Harun As dapat menyadarkan kembali Bani Israil yang tersesat. Patung sapi emas buatan Samiri kemudian di bakar dan di buang ke laut. Sedangkan, Samiri akhirnya diusir. Selain kepada Raja

Fir’aun, Nabi Harun Alaihissalam dan Nabi Musa Alaihissalam juga diperintahkan untuk berdakwah kepada sepupu mereka yang bernama Qorun. Ia memiliki suara yang bagus saat membaca kitab Taurat sehingga, orang-orang memberikan julukan An Nur yang berarti cahaya.

Qorun merupakan pengusaha Mesir yang makmur dan kaya raya. Rumahnya megah, budaknya banyak, hartanya berlimpah ruah, pakaian serta perhiasannya adalah yang paling mahal saat itu. Dikisahkan bahwa kunci-kunci gudangnya sangat banyak sehingga tidak mampu diangkat oleh orang-orang yang kuat dan tangguh.

Kunci-kunci itu dibawa menggunakan 60 ekor Bihal yaitu sejenis hewan hasil persilangan kuda dan keledai. Kemewahan yang dimiliki telah membuat Qorun menjadi sombong, kikir dan semena-mena terhadap orang miskin, sampai-sampai lupa untuk bersyukur apa yang telah Allah SWT berikan kepadanya.

Kisah Nabi Harun Berdakwah Ke Qorun

peninggalan qorun
image by etltravel.com

Seruan Nabi Harun Alaihissalam agar Qorun melaksanakan zakat tidak digubris bahkan, ia menyuap orang-orang untuk menyebarkan fitnah bahwa zakat yang dikumpulkan semata-mata karena Nabi Harun Alaihissalam dan Nabi Musa Alaihissalam ingin menjadi kaya. Padahal, tidak demikian.

Pada suatu hari, Qorun menentang Nabi Musa Alaihissalam beradu kemampuan do’a. Dengan angkuh Qorun mengatakan bahwa ia telah dilebihkan dari Nabi Musa Alaihissalam karena harta. Sedangkan, Nabi Musa Alaihissalam dilebihkan dari Qorun karena kenabiannya.

Nah, tantangannya adalah Qorun harus mendo’akan keburukan untuk Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Musa Alaihissalam harus mendo’akan keburukan untuk Qorun. Nabi Musa Alaihissalam setuju dan mempersilahkan Qorun agar memanjatkan do’anya terlebih dahulu. Setelah itu, ternyata do’a Qorun tidak dikabulkan.

Kemudian, giliran Nabi Musa Alaihissalam yang berdo’a. Nabi Musa Alaihissalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. agar bumi menenggelamkan Qorun beserta seluruh pengikutnya. Oleh karena, sikap Qorun yang melampaui batas maka, Allah SWT. mengabulkan permohonan dan do’a Nabi Musa Alaihissalam

Demikian, kisah Nabi Harun Alaihissalam dalam berdakwah bersama Nabi Musa Alaihissalam

Semoga bermanfaat, dan dapat meningkatkan keimanan kita serta memetik pelajaran dari kisah Qorun yang begitu sombong terhadap hartanya. Semoga Allah SWT. senantiasa menjaga kita dari perbuatan buruk. Aamiin.

Ayat – ayat Alquran yang Menceritakan Kisah Nabi Harun As

1. QS AN NISA:163

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma´il, Ishak, Ya´qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

2. QS AL ANAM:84

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya´qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

3. QS YUNUS:75

Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir´aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

4. QS YUNUS:87

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman“.

5. QS MARYAM:53

Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.

6. QS AL ANBIYA:48

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

7. QS AL MUMINUN:45

Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,

8. QS AL FURQAN:35

Dan sesungguhnya kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

9. QS ASY SYUARA:13

Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.

10. QS AL QASHASH:34

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku“.

11. QS AL QASHASH:35

Allah berfirman: “Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang.

12. QS ASH SHAFFAT:114

Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun.

13. QS ASH SHAFFAT:118

Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.

14. QS ASH SHAFFAT:119

Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian;

15. QS ASH SHAFFAT:120

(yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun“.

16. QS ASH SHAFFAT:122

Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Komentar disini
Hosting Unlimited Indonesia