Inilah Kisah Nabi Daud yang Menjadi Raja (David AS)

kisah nabi daud
image by wattpad.com

Kalimat.ID – Kisah Nabi Daus, Nabi Daud As. adalah keturunan Nabi Yaqub As. Ia tinggal di Palestina. Sejak anak-anak Nabi Daud As. sudah dikenal sebagai seorang pemberani, cerdas dan bijaksana. Wahab bin Munabih mengatakan bahwa Nabi Daud As. badannya pendek, matanya biru, rambutnya sedikit dan hati bersih.

Inilah Kisah Nabi Daud yang Menjadi Raja

Pada Kisah Nabi Daud ini berawal pada saat Nabi Musa As. dan Nabi Harun As. wafat. Sehingga, Bani Israil kehilangan sosok-sosok seperti mereka. Kekosongan kepemimpinan ini di manfaatkan oleh bangsa Palestina yang merupakan penduduk asli wilayah Palestina untuk melakukan penyerbuan.

Peristiwa ini membuat Bani Israil mengalami kemunduran, tersingkir dan hidup tanpa tempat tinggal. Bahkan, dalam sebuah pertempuran peti tabut atau peti keramat milik Bani Israil raib.

Padahal, peti tabut ini sangatlah penting bagi Bani Israil. Ada yang mengatakan bahwa peti keramat tabut berisi bah air yang digunakan untuk mencuci dada para Nabi. Adapula yang mengatakan bahwa isi peti tabut adalah serpihan batu yang berisi ajaran kitab Taurat Nabi Musa As.

Kisah Nabi Daud (Kemunduran dan Kekalahan Bani Israil)

Peritiwa kemunduran dan kekalahan ini membuat Bani Israil kembali menjalani hidup dalam kesengsaraan. Memang, kaum Bani Israil ini memiliki sifat yang unik. Mereka keras kepala, suka membangkang, tukang mengeluh dan lebih senang mengandalkan orang lain.

Mereka mendatangi Nabi Samuel As. di wilayah Suf. Nabi Samuel As diminta oleh bani Israil untuk memilihkan seorang raja untuk menjadi pemimpin Bani Israil yang dapat membebaskan mereka dari penderitaan.

Menyaksikan kondisi Bani Israil, Nabi Samuel As. setuju. Nabi Samuel As terus berdo’a kepada Allah SWT disiang hari dan malam hari. secara terus menerus hingga, akhirnya pada suatu hari Allah SWT. memberikan petunjuk kepada Nabi Samuel As. melalui sebuah mimpi. Nabi Samuel bermimpi tentang sosok muda yang bernama Thalut. Pencarian pun dimulai ke seluruh pelosok daerah.

Allah SWT. mentakdirkan ada dua orang pemuda desa miskin menghadap kepada Nabi Samuel As. Mereka menyampaikan bahwa ternak yang mereka gembalakan telah hilang selama tiga hari. Pencarian telah dilakukan tetapi, ternak yang hilang tidak ditemukan. Hingga membuat mereka putus asa.

Kemudian, atas saran dari orang-orang desa kedua pemuda tadi menghadap Nabi Samuel As. yang disebut oleh masyarakat memiliki kemampuan meramal. Sehingga, sangat mungkin Nabi Samuel As. dapat mengetahui keberadaan ternak mereka yang hilang.

Nabi Samuel As. mengamati kedua orang tamunya. Dalam hatinya, Nabi Samuel As. terkejut bercampur senang karena melihat salah satu tamu yang memiliki ciri-ciri fisik persis dengan pemuda yang muncul dalam mimpinya. Keterkejutannya bertambah manakala sang pemuda mengenalkan dirinya bahwa ia bernama Thalut.

Secara perlahab-lahan Nabi Samuel As. kemudian memberitahukan mimpi yang dialaminya kepada sang pemuda Thalut dan meminta Thalut menjadi raja pemimpin kaum Bani Israil. Pada awalnya Thalut tidak yakin apakah dirinya mampu menjadi raja. Demikian pula kaum Bani Israil, mereka juga tidak percaya bahwa pemuda desa miskin yang bernama Thalut inilah yang memimpin mereka.

Untuk membuktikannya Nabi Samuel As. meminta kaum Bani Israil beramai-ramai naik ke sebuah bukit. Kemudian, pemuda yang bernama Thalut tadi diminta oleh Nabi Samuel As. untuk menemukan Tabut atau peti keramat Bani Israil yang telah hilang. Izin dari Allah SWT dengan kekuasaannya pemuda Thalut berhasil menemukan peti keramat Tabut yang telah lama hilang.

Kaum Bani Israil menjadi takjub setelah melihat peristiwa tersebut. Mereka segera memeriksa peti keramat Tabut dan ternyata benar. Peti keramat Tabut telah ditemukan oleh Thalut. Akhirnya, Bani Israil beramai-ramai mengangkat Thalut menjadi raja mereka.

Nabi Daud (Tentang Raja Thalut)

Tugas pertama raja Thalut adalah memimpin tentara Bani Israil melawan tentara bangsa Palestina. Pasukan bangsa Palestina ini rata-rata berbadan besar dan dipimpin oleh seorang perwira yang berperawakan seperti raksasa, ia bernama Jalut.

Raja Thalut segera mempersiapkan strategi perang dan sangat hati-hati. Hal ini karena minimnya perbekalan, alat transportasi serta kesiapan pasukan yaitu, siapa saja yang bersedia menjadi tentara dan berangkat berperang.

Di tengah persiapan yang dilakukan raja Thalut dari wilayah Betlhehem terdapat seorang ayah yang mengirimkan tiga putranya untuk turut menjadi tentara.

Dua orang menjadi tentara perang dan satu orang yang baru saja beranjak dewasa bernama Daud menjadi pasukan pembawa perbekalan. Ia bertugas mengurusi dan bertanggungjawab atas persediaan makanan bagi seluruh pasukan tempur.

Setelah semua persiapan cukup maka, di bawah mandor raja Thalut pasukan Bani Israil berangkat menuju medan perang. Mereka menempuh perjalanan melalui gurun. Allah SWT. memberikan ujian kepada para pasukan tentara Bani Israil.

Dalam kondisi kehausan mereka tiba-tiba melihat ada sebuah sungai yang airnya mengalir sangat bening dan menyegarkan. Kepada raja Thalut Allah SWT. melarang minum air sampai kenyang. Mereka diizinkan minum secukupnya saja yaitu, dengan menggunakan telapak tangan.

Walaupun, raja Thalut sudah memperingatkan tetapi ternyata sebagian besar pasukan Bani Israil melanggarnya. Setelah puas meminum air hingga kenyang, terjadilah peristiwa dimana mereka kehilangan keberanian untuk melawan pasukan perang bangsa Palestina.

Nyali mereka menjadi ciut membayangkan pasukan tempur bangsa Palestina yang dipimpin oleh Jalut dengan persenjataan lengkap dan berjumlah lebih banyak.

Bara bin Azib atau salah seorang sahabat Rasulullah SAW. menceritakan bahwa jumlah pasukan raja Thalut pada saat berperang melawan raja Jalut ini sama dengan jumlah pasukan Rasulullah SAW. pada saat peristiwa perang badar yaitu kurang lebih sebanyak 310 orang saja.

Setelah kejadian ini, tentara Bani Israil banyak yang mundur, tidak ikut melanjutkan perjalanan bersama raja Thalut.

Daud sang penanggungjawab perbekalan tidak termasuk dalam golongan mereka. Daud menuruti seruan raja Thalut agar taat pada perintah Allah SWT. sesampainya rombongan raja Thalut di negeri Palestina, Jalut beserta pasukannya telah siap menghadang.

Melihat jumlah pasukan raja Thalut yang sangat sedikit, Jalut atau sang panglima perang berbadan besar dan kuat mengumbar kesombongan. Ia menantang bertarung satu lawan satu.

Tentara raja Thalut satu persatu dikalahkan oleh tentara raja Jalut hingga tidak ada yang berani maju lagi. Tiba-tiba muncul Daud tentara remaja penanggungjawab perbekalan yang berani maju untuk melawan tentara Jalut.

Kesombongan Jalut Menjadi Sebuah Kekalahan

Kisah Nabi Daud – Melihat lawannya yang masih sangat muda dan berbadan kecil, Jalut tertawa meremehkan Daud. Ia menyerang dengan bersenjatakan pedang dan perisai. Sedangkan, Daud hanya membawa sebuah pelontar batu atau ketapel. Pertarungan sengitpun terjadi.

Daud sangat tahu akan bahaya yang sedang ia hadapi maka, secepat kilat Daud melemparkan batu yang sudah ia siapkan ke arah kepala Jalut. Atas izin Allah SWT., batu melesat sangat cepat dan tepat masuk ke dalam kepala Jalut.

Ternyata, disinilah kelemahan Jalut. Ia terhuyung-huyung kemudian, jatuh ke tanah dengan kepala bersimpah darah dan tidak bangkit lagi. Allah SWT. mengambil nyawa Jalut melalui kecepatan tangan Daud.

Pasukan Palestina menepati janji untuk mundur setelah tentara terkuat mereka mati. Setelah berhasil mengelahkan peperangan, raja Thalut mengangkat Daud menjadi panglima perang.

Daud juga dinikahkan dengan putri raja Thalut yang bernama Mikael. Allah SWT. memberikan banyak kemuliaan kepada Daud dalam memimpin bala tentara dan mendampingi raja Thalut mengatur kerajaan. Bani Israil diliputi kesejahteraan dan keadilan.

Kemasyuran panglima Daud membuat raja Thalut terancam. Ia curiga bahwa Daud akan mengambil alih kekuasaannya. Raja Thalut memerintahkan Daud agar berangkat berperang melawan Bani Kan’an yang hendak menyerang.

Raja Thalut berharap panglima Daud terbunuh dalam peperangan ini. Allah SWT. berkehendak lain. Kemenangan yang gemilang membawa pulang nabi Daud bersama pasungan. Rakyat semakin mengelu-ngelukan panglima Daud.

Akhirnya raja Thalut berniat untuk membunuh panglima Daud dengan tangannya sendiri. Allah SWT. mengirimkannya Mikael atau putri raja Thalut yang telah menjadi istri Daud untuk selalu menggagalkan upaya raja Thalut.

Daud memutuskan untuk mengundurkan diri dari kerajaan raja Thalut. Ia bersama Mikael istrinya menyingkir ke suatu tempat. Tetapi, semakin hari justru semakin banyak bala tentara dan rakyat yang mengikuti Daud dan Mikael. Hal ini semakin membuat raja Thalut marah dan memerintahkan pasukan untuk menumpas Daud beserta pengikutnya.

Dalam perjalanan hendak memerangi Daud dan pengikutnya, raja Thalut dan seluruh tentaranya tertidur di sebuah lembah. Bagi panglima Daud sangat mudah bila ingin mengalahkan raja Thalut saat itu.

Namun, Daud hanya mengambil senjata raja Thalut yang berbentuk lembing sebagai peringatan agar raja Thalut bertaubat. Tetapi, yang terjadi justru raja Thalut menolak tobat dan malah menyusun taktik perang baru.

Kisah Nabi Daud yang Diperangi Raja Thalut

Untuk kedua kalinya raja Thalut memerangi panglima Daud beserta pengikutnya. Dengan hal tujuan atau pengejaran tersebut membuat kembali kepada Allah SWT dan membuat bingung dan lelah raja Thalut dan pasukannya karena, Daud memecah rombongan dan berpencar secara berkelompok.

Dan untuk kedua kalinya panglima Daud memperingatkan raja Thalut yang sedang lelap tidur bersama tentaranya dengan cara mengambil senjata panah sang raja dan kantung minumnya.

Kali ini raja Thalut mulai sadar bahwa panglima Daud adalah orang yang setia dan tidak berniat jahat kepada raja Thalut. Dan ia bisa saja dibunuh oleh panglima Daud apabila memang panglima Daud ini mau melakukannya. Raja Thalut bertaubat karena telah mengikuti bujukan setan.

Untuk menebus kesalahannya, raja Thalut melepaskan kekuasaannya dan pergi meninggalkan istana untuk beribadah kepada Allah SWT. Bani Israil mengangkat panglima Daud menjadi raja.

Ada juga kisah nabi daud dimana raja Thalut mendatangi seorang wanita ahli ilmu. Tiba-tiba wanita ini mengajak Thalut menuju maqam Nabi Yusya As. atas kehendak Allah SWT., Nabi Yusya dibangunkan.

Kemudian, wanita tadi menyampaikan kepada Nabi Yusya As. tentang apa yang harus dilakukan dalam taubatnya raja Thalut. Nabi Yusya As. mengatakan bahwa raja Thalut harus turun tahta dan berperang sampai terbunuh.

Nabi Daud Menjadi Raja

Kisah Nabi Daud, Raja Daud menjadi raja yang adil dan bijaksana serta dicintai oleh rakyatnya. Selanjutnya, Allah SWT. menetapkannya menjadi Nabi bagi Bani Israil. Tugas utamanya adalah membimbing kaumnya untuk tunduk hanya kepada Allah SWT serta bisa untuk melakukan hal baik kepada semua manusia.

Allah SWT menganugerahkan istana megah, harta berlimpah, keturunan yang banyak, kekuasaan serta sifat yang amanah hingga dicintai oleh rakyatnya.

Sifat ini nantinya menurun kepada salah satu putranya yang juga menjadi Nabi yaitu Nabi Sulaiman As. diantara nabi-nabi yang diangkat oleh Allah SWT., Nabi Daud As. adalah Nabi dengan suara paling merdu.

Imam Al-Auza’i bercerita jika, Nabi Daud As. membaca kitab Zabur maka, seluruh makhluk bukan hanya manusia saja akan terpesona dan khidmat mendengarkannya. Tetapi juga, burung-burung mendekat, unta terdiam, jin dan manusiapun duduk mengelilinginya. Selain itu, gunung-gunung ikut bertasbih bersama Nabi Daud As. setiap pagi dan petang.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW. mengakui dalam hadist. Apalagi dalam beberapa isi kitab Zabur merupakan pujian bagi Allah SWT. yang mempesona siapapun yang mendengarkannya. Nabi Daud As. juga bisa berbahasa dengan bahasa binatang seperti juga Nabi Sulaiman As.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda shalat yang disukai oleh Allah SWT. adalah shalatnya Daud dan puasa yang paling disukai oleh Allah SWT. adalah puasanya Daud. Nabi Daud As. menggunakan separuh waktu malam untuk tidur setelah itu, bangun untuk shalat di sepertiga malam terakhir.

Kemudian, tidur lagi seperenam malamnya. Sedangkan, puasa Nabi Daud As. adalah dengan sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

Nabi Daud As. wafat di usia 100 tahun 6 bulan dan di maqamkan di Baitul Maqdis Palestina. Rasulullah SAW. bersabda sesungguhnya makanan terbaik yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil pekerjaannya, dan Nabi Daud As akan makan hanya dari hasil yang dikerjakannya.

Selain menjadi raja, Nabi Daud As. membuat pakaian perang dari besi dan dijual setiap hari dengan harga 6000 dirham. Allah SWT. memberikan mukjizat untuk Nabi Daud As. yaitu melunakkan besi dan mampu membentuk besi tanpa harus dibakar dan ditempa.

Khotodoh mengatakan bahwa Nabi Daud As. merupakan orang yang pertama kali memakai baju besi yang dibentuk sesuai bentuk tubuh. Pada awalnya, pakaian perang hanya merupakan lempengan besi yang diikat di badan.

Demikian kisah Nabi Daud As. Semoga dapat menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Komentar disini