KH Zainudin MZ
Kiai Haji Zainuddin MZ. (Foto: YouTube)

Kalimat.IDKH Zainuddin MZ merupakan seorang ustad asal Indonesia, lahir di Jakarta tanggal 2 Maret 1952, melalui kepopuleran beliau dalam berceramah sampai di sebut dai sejuta umat atau ustad sejuta umat.

Beliau juga aktif dalam dunia perpolitikan di Indonesia pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Bintang Reformasi, sebelum diganti oleh Bursah Zarnubi. KH Zainuddin juga pernah aktif dalam partai berlogo Ka’bah yakni PPP (Partai Persatuan Umat) atas tawaran dari DPP PPP Suryadharma Ali.

Beliau kuliah di Universitas IAIN Syarif Hidayatullah dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia. KH Zainuddin MZ merupakan anak dari pasangan Turudzi dan Zainabun keluarga betawi asli.

Sejarah Singkat Profil KH Zainuddin MZ

zainuddin mz
Image by: merahputih.com

Udin merupakan nama panggilan dari keluarganya di kala masih kanak-kanak suka naik keatas meja untuk sekedar berpidato di depan tamu yang datang berkunjung dirumah kakeknya. Bakat berpidatonya ini mulai tersalurkan saat KH Zainuddin MZ memasuki sekolah menengah pertama yakni MTS disana ia mulai mengasah kemampuan dalam berpidato.

Setiap ia tampil beripdato atau berceramah di depan rekannya selalu membuat terpukau dan kemampuan ini terus ter-asah, dibarengi dengan permintaan ceramah yang terus mengalir. Bahkan jika beliau berceramah sering dihadiri oleh puluhan ribu umat, maka kita tak salah beliau dijuluki sebagai “DAI sejuta umat” oleh Masyarakat.

Suami dari Hj Kholilah ini semakin terkenal dimana saat ceramah beliau masuk rekaman, melalui kaset rekamannya beredar bukan hanya beredar di Indonesia saja, bahkan sampai beredar di beberapa Negara Asia lainnya.

Dai yang suka mendengarkan alunan lagu dangdut ini juga mulai di lirik oleh beberapa stasiun TV milik swasta dan pemerintah, bahkan ia dikontrak oleh salah satu biro perjalanan umroh dan haji untuk bekerjasama bersafari bersama artis ke berbagai daerah yang disebut “Nada dan Da’wah”.

Kepiawaian dalam ceramahnya juga mengantarkan beliau ke ranah politik, hal ini tidak lepas dari guru ngajinya beliau KH Idham Chalid, sebab gurunya juga merupakan tokoh penting dalam PBNU dan merupakan tokoh deklarator PPP. Sebelum masuk ke DPP ia sudah aktif dalam kepengurusan PPP menjadi anggota dewan penasihat DPW DKI Jakarta.
Walaupun KH Zainuddin MZ kini telah tiada, banyak yang tidak tahu akan nama terakhir yang ia pakai yakni “MZ”, banyak orang menilai bahwa huruf MZ ini merupakan kepanjangan dari Muhammad Zein, tapi hal ini dibantah oleh anak pertama beliau Fikri Haikal.

Singkatan nama ini merupakan nama dari orang tua beliau, nama Enkong Turmuzi jika di betawi dipanggil Mizi dan nama Nyai Zainabun, jadi jika disingkat menjadi MZ, tutur dari putra pertama almarum Zainuddin MZ ini.

Sejak kecil KH Zainudin MZ sangat suka dengan gaya pidato dari Presiden pertama RI yakni Bung Karno, yang tampil gagah berani dan dapat memikat perhatian berjuta-juta rakyat Indonesia dalam berpidatonya ini. KH Zainudin MZ memiliki banyak koleksi buku kehidupan Bung Karno sejak ia berada di bangku sekolah.

Saat usia 5 tahun KH Zainuddin kerap ikut dengan ibunya pergi ke pasar, dengan warna kulit yang gelap dan bermata sipit ini membuat para pedagang China geram (lucu) terhadap KH Zainudin, ia juga sering naik ke meja pemilik pedagang itu untuk berpidato. Dengan mimik muka serius ia suka menirukan gaya Soekarno dalam berpidato.

KH Idham Khalid merupakan guru beliau dan merupakan pemimpin NU pada tahun 1952-1984, ia menuntut ilmu di MTS hingga tamat Aliyah (Setara SMA/SMK) di Perguruan Darul Maarif yang dipimpin langsung oleh guru beliau. Semua tanduk gaya KH Idham Khalid enarik perhatian Zainuddin kala itu, hingga KH Khalid mengatakan kepada Zainuddin “Singa Podium” meski memiliki postur tubuh kecil.

KH Zainuddin juga pernah mengidolakan salah seorang Ulama yang dicintai oleh umatnya, ketika sang ulama ini berpidato dengan menceritakan kesedihan maka umat juga ikut menangis, jika sang Ulama ini mengabarkan dengan Gembira maka semua orang akan ceria, ulama seperti ini memang patut untuk diteladani, ulama tersebut tidak jauh dan tidak bukan merupakan gurunya ia sendiri.

KH Zainudin MZ sejak muda sering Mengidolakan Buya Hamka, ia terpukau dengan karya-karya tangan dari Buya Hamka, KH Zainuddin bukan hanya tertarik dengan sosok sastrawan dari Buya Hamka juga melainkan ketegasan-nya dalam membina islam di Indonesia. Maka disini KH Zainudin belajar dalam memilah dan memilih kosa dalam bahasa sesuai dengan diksi atau bahasa kelak yang ia akan gunakan.

Ciri khas dari Buya Hamka jika belajar secara otodidak dalam ilmu pengetahuan, juga menginspirasi KH Zainudin untuk melakukan hal yang sama, apa yang dipelajari oleh Hamka, seperti politik, filsafat, sejarah, sosiologi, baik ilmu barat juga ia tekuni dan ikuti.
KH Syukron Makmun pemimpin sebuah pondok Pesantren Darul Rahma di Jakarta Selatan juga di idolakan oleh KH Zainudin MZ, keberanian beliau dipelajari oleh KH Zainudin dalam membentuk kariernya dalam podium. KH Syukron dikenal sebagai ulama yang tidak takut mengkritik pemerintahan pada masa ORBA (Orde Baru), kerap KH Syukron juga kerap menjadi sasaran PETRUS (Penembak Misterius), namun atas izin dan perlindungan dari Allah SWT tembakan tidak pernah mengenai atau melukai KH Syukron Makmun, KH Syukron juga dikenal disiplin dalam mendidik para santrinya.

Sepanjang hidup beliau pernah membongkar sebuah masjid yang berada di depan rumahnya yakni Masjid Darul Islam, hal ini ia bongkar karena arah kiblat dari masjid ini salah. Meskipun dibongkar Mesjid ini, ia tetap bertanggung jawab atas pembongkaran dan pembangunan Masjid ini dan menjadi tempat ia terakhir kali istirahat.

KH Zainudin MZ Meninggal

situ lembang bandung

KH Zainudin MZ meninggal pada usia 59 Tahun, pada 5 juli 2011 sekitar pukul 09.20 WIB, beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RS Pertamina Jakarta, meninggal disebabkan oleh sakit jantung dan gula darah.

Menurut Rhoma Irama sebelum ia meninggal juga pernah mengatakan atas keprihatinan beliau terhadap umat islam di Indonesia, terutama kelompok Islam ekslusif yang saling meng-kafirkan satu sama lainnya, atau biasa dikenal sekarang ini adalah WAHABI dan berganti nama menjadi Salafi, yang kerap bilang sesama umat islam Bid’ah (Silakan bisa dicari di Youtube ceramah KH Zainuddin ini).

Kematian KH Zainuddin MZ ini dianggap tidak wajar, ini diungkapkan oleh Joko Siswonov yang tidak percaya atas kepergian Ustad Sejuta Umat ini, ia merasa wafatnya KH Zainuddin MZ ini wafat secara tidak wajar (bisa dibaca di tautan ini tinggal di COPAS: https://goo.gl/mQJPWr)

Komentar disini