Mengenal 14 Jenis Jenis Manusia Purba dan Penjelasannya

Jenis Jenis Manusia Purba

Kalimat.ID – Dalam mengenal istilah Jenis jenis Manusia Purba sejumlah keunikan dari jenis Homo dan dikelompokkan secara luas yakni Manusia Purba, sangat berlawanan dengan manusia Modern atau disebut Homo Sapiens.

Menurut sejarah ilmuwan dimulai dari 500.000 ribu tahun yang lalu, dikategorikan manusia purba berdasarkan jenis nya, Homo rhodesiensis, Homo heidelbergensis, Homo neanderthalensis, dan termasuk Homo antecessor.

Pada perkembangan manusia Modern (Homo Sapiens) diteorikan dari manusia purba yang berkembang dari jenis Homo Erectus, jenis manusia modern ini dikelompokkan Homo Sapiens karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia Modern, dengan memiliki ukuran otak antara 1200 hingga 1400 kubik sentimeter.

Sejarah Manusia Purba (Jenis Jenis Manusia Purba)

Nirleka (Nir: tidak ada, leka: tulisan) atau jaman Prasejarah adalah istilah yang biasa digunakan kepada masa catatan sejarah tertulis belum tersedia, zaman prasejarah bisa dikatakan bermula pada saatnya terbentuk alam semesta, atau bisa diartikan masa dimana kehidupan manusia di bumi hidup.

Batas antara zaman prasejarah dan zaman sejarah dimulai dimana dikenalnya tulisan, jika diartikan pengertian dari jaman pra sejarah ini dimana belum ditemukan tulisan, sedangkan zaman sejarah dimana zaman setelah ditemukannya tulisan.

Contoh bangsa Mesir sudah mengenal tulisan sejak 4000 tahun SM (Sebelum Masehi), namun zaman sejarah yang ada di indonesia ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai yang dimulai pada abad ke-5 di Indonesia, hal ini diperkuat dengan ada prasasti dan yupa yang ditemukan di dekat Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Bagaimana kita tahu bahwa zaman prasejarah dimulai sedangkan tulisan saat itu belum ditemukan, keterangan ini dapat ditemukan melalui bidang ilmu seperti astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi dan palentologi, dalam artian ini sejarah ditemukan berupa bentuk peninggalan barang-barang dan tulang belulang yang ditemukan di penggalian situs sejarah.

Dalam ilmu arkeologi mempelajari ilmu kehidupan masa lampau melalui benda artefak, dari hasil penelitian menurut para ahli arkeologi, maka jaman kehidupan di Indonesia ini dapat dipastikan berdasarkan 2 zaman yakni zaman batu dan zaman logam.

– Zaman Batu
Pada zaman ini dimana logam belum dikenal, dan alat-alat kebudayaan masih terbuat semuanya dari batu, kayu dan tulang

– Zaman Logam
Pada zaman ini batu sudah ditinggalkan dan pada masa ini logam baru saja ditemukan, maka orang-orang pada masa itu sudah membuat alat-alat terbuat dari logam, taknik pada pembuatan logam ini sendiri ada dua macam, yakni dengan cetakan batu atau biasa disebut Bivalve dan yang kedua dari tanah liat dan lilin biasa disebut dengan periode a cire perdeu.

Jenis Jenis Manusia Purba dan Gambarnya

1. Ardipithecus Ramidus

Ardipithecus Ramidus

Jenis Ardipithecus Ramidus pertama kali ditemukan sekitar 4,4 juta tahun lalu, fosil ini ditemukan dinegara Ethopia, Afrika Timur, ditemukan oleh Yohannes Haile Salassie, fosil ini ditemukan dalam tumpukan fosil hewan, artinya mereka hidup dalam lingkungan hutan.
Menurut penelitian berat badan manusia purba jenis Ardipithecus Ramidus berbobot sekitar 50 KG dengan tinggi kisaran 120 CM, dengan makanan pokok mereka buah, daun dan juga mamalia kecil. Jika dilihat sekilas jenis manusia purba tipe Ardipithecus Ramidus tidak jauh mirip dengan seekor simpanse, hal ini diperkuat dengan bukti pada oto tulang kaki yang ia miliki terlihat lebih besar dan gigi taringnya juga memiliki ukruan yang lebih besar daripada jenis kera pada umumnya.

2. Australopithecus Africanus

Australopithecus Africanus

Jenis manusia purba Australopithecus Africanus ditemukan oleh anak-anak di tahun 1924, didaerah bernama Taung Afrika Selatan, Benua Afrika, jenis manusia purba Australopithecus Africanus diperkirankan hidup sekitar 3,3 juta tahun yang lalu. Atau biasa dikenal dengan manusia purba jenis kera dari Afrika Selatan, setelah 20 tahun dilakukan penelitian, jenis satu ini dimasukkan dalam kategori manusia.

Secara anotomi tubuh jenis manusia purba Australopithecus Africanus memiliki sebuah kombinasi fisik hampir menyerupai manusia dan menyerupai fisik umumnya pada seekor kera, dan memiliki tulang pada bagian panggulnya, tulang pada bagian paha, tulang tangan, tulang kakinya hingga tulang pada bagian bahunya, yang mana berfungsi untuk digunakan berjalan pada umumnya.

3. Sinanthropus Pekinensis

Sinanthropus Pekinensis

Jenis manusia purba tipe Sinanthropus Pekinensis berbeda dengan yang lainnya, Sinanthropus Pekinensis sering dinamai manusia Peking Man, berdasarkan penelitian otaknya diperkirakan ber-volume 1.000 CM3 hingga 1.300 CM3 juga dari struktur gigi ini dikelompokan jenis manusia purba, dan volume ini sama seperti ukuran manusia jaman sekarang.

Jenis manusia purba Sinanthropus Pekinensis lebih mirip dengan ciri-ciri dahi yang relatif kecil, dengan tulang tekngkorak lebih tebal dan juga bagian pada mata alisnya juga lebih tebal, hingga pada bagian rahang juga terlihat lebih besar dibandingkan dengan jenis Sinanthropus Pekinensis ini.

4. Homo Rhodesiensis

Homo Rhodesiensis
Image by: turkcewiki.org

Ketika penambangan yang dilakukan oleh Tom Zwiglaar pada tahun 1921 ketika itu sedang mencari biji besi di sebuah gua, tidak sengaja menemukan sebuah fosil jenis Homo Rhodesiensis, fosil ini memiliki ciri-ciri memiliki bagian punggung yang besar dan lebar, hidungnya juga dikategorikan besar, dengan kening menonjol, juga dari bagian belakang tengkorak ini ada tonjolan, jenis manusia purba Homo Rhodesiensis sudah bisa berjalan dan menyerupai seperti manusia pada umumnya.

5. Homo Cro Magnon

Homo Cro Magnon

Jenis manusia purba Homo Cro Magnon ini merupakan jenis jenis manusia purba tertua di Eropa, fosilnya berhasil ditemukan pada tahun 1868, Homo Cro Magnon hidup dengan cara berburu dan meracik makanan, mengumpulkan buah-buahan hingga akar-akaran serta sudah bisa berburu hewan.

Jenis manusia purba kali ini adalah tipe Homo Cro Magnon, memasuki benua Biru setelah mereka tinggal di kawasan Timur Tengah, jenis manusia purba Homo Cro Magnon tinggal disebuah Gua atau perkemahan, dengan mempertahankan hidup lebih baik, jenis Homo Cro Magnon sudah menguasai kosa kata, juga mampu membuat sebuah karya seperti pakaian, hingga sebuah lukisan dan lain sebagainya.

6. Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus

Jenis jenis manusia purba Meganthropus Paleojavanicus ditemuka di daerah bernama Sangiran pada tahun 1936, penemuan ini ditemukan oleh seorang Arkeolog dari Belanda, seorang arkeolog ini berpendapat bahwa jenis manusia purba hidup kisaran 1 juta tahun yang lalu.

Pembuktian Meganthropus Paleojavanicus menggunakan teknik karbon, dengan demikian arkeolog bisa memperkirakan mengenai usia fosil yang berhasil ditemukan, umumnya memiliki ciri-ciri tulang pipi cukup tebal, otot bagian rahang kuat, tidak memiliki dagu, memiliki postur tubuh tegap, memiliki tonjolan cukup tajam, tulang kening menonjol, dan umumnya mereka memakan tumbuh-tumbuhan dengan cara bertahan hidup.

7. Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus

Jenis jenis manusia purba Pithecanthropus Erectus berasal dari Indonesia, ditemukan pada 1 juta tahun yang lalu, menurut cerita pada jaman dahulu Indonesia pernah mengalami bencana alam, yang menemukan manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus adalah Eugene Dubois seorang Arkeolog dari kebangsaan Belanda.

Memiliki ciri-ciri berjalan dengan tegak, namun struktur hampir sama dengan seekor kera, otaknya kecil namun tingkat kecerdasannya sama dengan hewan akan tetapi instingnya lebih kuat. Mereka bertahan hidup dengan cara mengumpulkan makanan, memiliki tubuh yang tegak dan termasuk makhluk hidup yang besar, mereka lebih terlihat mirip kera namun bisa dibilang tidak seperti kera pula pada umumnya.

8. Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis

Jenis manusia purba ini adalah Pithecanthropus Soloensis ditemukan di daerah Ngandong Solo Jawa Tengah, ciri-cirinya Pithecanthropus Soloensis memiliki area tengkorak terdapat tonjolan kening lebih tebal, memiliki hidung yang cukup lebar, dan tulang pipi pada area ini terkesan menonjol, memiliki tinggi kisaran 165 cm hingga 180 cm, bertahan hidup dengan memakan tumbuh-tumbuhan dan daging, rahang bawah cukup kuat, tulang bagian belakang cukup menonjol, dengan perawakan tegap dan memiliki otot lebih besar.

9. Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis

Jenis Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Mojokerto Jawa Tengah, penemuan fosil jenis Pithecanthropus Mojokertensis merupakan penemuan terbesar pada abad ini, namun belum seutuhnya digali sehingga tidak menimbulkan kerusakan karena proses penggalian, akhirnya detail dari fosil tidak diteliti secara menyeluruh.

Pitecanthropus Mojokertensis memiliki ciri-ciri fisik cukup berbeda dengan manusia jaman modern, meskipun tidak bisa di cirikan secara detail, namun menurut saya (penulis) bahwa manusia purba Pitecanthropus Mojokertensis memiliki struktur tubuh yang unik dibandingkan jenis lainnya.

10. Homo Floresiensis

Homo Floresiensis
Image by: nationalgeographic.com

Jika menilik dari sebuah nama untuk jenis manusia purba ini, sudah pasti ditentukan dimana ia ditemukan, ya di sebuah pulau Nusa Tenggara yakni Flores, pada zaman manusia purba tipe Homo Floresiensis memiliki akal untuk bertindak dan juga bisa menjadi mkhluk yang mampu untuk mandiri. Pada umumnya manusia purba ini, memiliki kesadaran terhadap orang di sekitarnya, hal inilah yang menimbulkan kesamaan ras di Dunia.

Arkeolog penemu Homo Floresiensis berasal dari kebangsaan Belanda, ia menemukan artefak ini dengan tidak menggunakan namanya ia sendiri, melainkan diambil dari nama dia menemukan fosil tersebut di Flores Nusa Tenggara.

Pada umumnya manusia purba Homo Floresiensis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
– memiliki wajah besar dan memiliki hidung lebih lebar
– memiliki bentuk mulut menonjol dibandingkan dengan hidung
– memiliki bentuk dahi menonjol tapi pada umumnya tidak memiliki dahi menonjol
– dari bentuk fisiknya berbeda dari kera bahkan bahka menyerupai bentuk fisik manusia modern (Jaman sekarang)
– memiliki ketinggian berkisar antara 130 cm hingga 210 cm
– berat badan kisaran 30 Kg hingga 150 Kg
– manusia purba jenis Homo Floresiensis hidup kurang lebih 40 ribu tahun yang lalu

11. Homo Wajakensis

Homo Wajakensis ditemukan di Wajak, diberi nama dengan sesuai dengan tempat ia ditemukan, beberapa arkeolog telah meneliti pengaruh susunan geografis Indonesia juga iklim maupun keadaan alamnya. Kondisi manusia purba zaman dulu bentuknya hampir sama, Cuma cara berkomunikasi mereka saja berbeda.

Homo Wajakensis ditemukan di TulungAgung JATIM dan merupakan penemuan paling penting dalam sejarah, melalui penemuan ini suatu kepingan (seperti puzzle) telah ditemukan dan berhasil digabungkan, dan diduga kuat terdapat hubungan antara kera dengan manusia. Teori ini hampir serupa dengan apa yang diungkapkan oleh Charles Darwin, dimana dibahas mengenai asal mulanya manusia dari manusia purba hingga sekarang.

12. Homo Soloensis

Homo Soloensis

Jenis manusia purba satu ini bernama Homo Soloensis, memiliki ciri-ciri berbadan lebih tegap dan berhidung besar, juga pada bagain mulutnya lebih menonjol dan ini masuk kedalam kategori ciri-ciri manusia purba jenis Homo Soloensis. Meskipun Arkeolog tidak memiliki penelitian cukup, namun keberadaan manusia purba Homo Soloensis masih bisa ditemukan dengan jelas.

13. Pithecanthropus Robustus

fosil purba

Jenis jenis manusia purba Pithecanthropus Robustus yang satu ini memiliki keunikan ia suka memakan tumbuhan, terbukti dari bentuk rahang cukup besar dan kuat, fungsi rahang besar dari jenis Pithecanthropus Robustus untuk mengunyah makanan seperti tumbuh-tumbuhan agar bisa dikunyah lebih mudah.

14. Homo Sapiens

Homo Sapiens
Image by: hswstatic.com

Jenis jenis manusia purba terakhir ini Homo Sapiens merupakan manusia purba yang memiliki otak lebih cerdas, tubuhnya tidak jauh sama dengan manusia kini, sudah bisa berkomunikasi, berikut terdapat juga beberapa ciri-ciri manusia purba yang bisa disimak dibawah ini.

– memiliki otak cerdas yakni 1.000 sampai 1.200
– otak tengkuk mengalami penyusutan sehingga menimbulkan tonjolan
– tinggi 130 cm hingga 210 cm
– bentuk gigi tidak terlalu besar tidak sama seperti manusia purba pada abad-abad sebelumnya
– jalan tegak berdiri
– memiliki dagu dan tulang rahang tidak terlalu kuat
– wajah tidak menonjol ke arah depan

Manusia purba jenis ini jauh berbeda dengan jenis manusia purba pada abad sebelumnya, mereka sudah memiliki otak dan akal lebih cerdas, tidak suka berburu hewan liar, tidak senang mengumpulkan makanan dalam jumlah lebih banyak

Penutup

Beberapa ulasan diatas memang ditemukan menurut para ahli, mungkin ini bisa membantu Anda untuk belajar dan mencari referensi dalam belajar IPS (ilmu pengetahuan sosial) khususnya dalam sejarah ilmu Arkeolog.

Komentar disini