Beranda Pendidikan Sejarah Lahirnya Isi Sumpah Pemuda Beserta Penjabarannya Lengkap

Sejarah Lahirnya Isi Sumpah Pemuda Beserta Penjabarannya Lengkap

Isi Sumpah Pemuda

Kalimat.ID – Sebagai salah satu warga indonesia tentu saja anda sudah tahu secara lengkap mengenai isi Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda sendiri merupakan salah satu tonggak sejarah yang sangat penting bagi seluruh warga Indonesia. Sehingga ikrar yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda mampu melahirkan negara Indonesia sampai saat ini.

Setelah sekian lama Indonesia dikurung oleh kolonialisme dalam beberapa abad lamanya, tepat di tanggal 28 Oktober 1928 semua pemuda yang berasal dari beberapa suku yang tersebar di daerah-daerah wilayah Indonesia kemudian mengikrarkan sebuah sumpah baru.

Dimana sumpah tersebut menjadi salah satu ikrar yang menjadikan bangsa Indonesia semakin mengenal persatuan. Para pemuda juga menolak anti kolonial dengan semboyan satu nusa, satu bahasa, dan satu bangsa. Kemudian ikrar tersebut menjadi sebuah janji jika bangsa Indonesia saat itu kembali bisa berdiri dari jerih keringat para pemuda. Semua pergerakan nasional yang berlangsung pada saat itu dipelopori penuh oleh semua pemuda Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda yang lahir pada waktu itu mampu menyingkirkan beberapa sekat yang memisahkan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Apalagi saat itu beberapa suku yang terbagi di beberapa wilayah serta masih adanya perjuangan yang bersifat kedaerahan masih menjadi jembatan yang memisahkan antara tujuan dan misi seluruh masyarakat Indonesia. Lahirnya Sumpah Pemuda, para pemuda kemudian melakukan pergerakan dan menjadi sebuah tonggak utama di dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Dibawah ini ada penjelasan yang lebih lengkap mengenai isi sumpah pemuda, dari kapan sumpah pemuda mulai dirilis, isi sumpah pemuda, tokoh, makna dan sejarah dari sumpah pemuda secara lengkap.

Hari Sumpah Pemuda

sumpah pemuda

Lahirnya isi Sumpah Pemuda diawali dari adanya Kongres Pemuda II yang dilangsungkan selama 2 hari dan mengambil tempat di Jakarta. Kongres tersebut berlangsung pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1928. Selama berlangsungnya kongres terdapat tiga rapat yang penting. Lokasi rapat saat itu diadakan di Gedung Katholieke Jongenlingen-Bond, Waterlooplein yang saat ini berlokasi di daerah Lapangan Banteng.

Kemudian Oost Java Bioscoop Koningsplein Clubgebouw Kramat 106 menjadi lokasi diikrarkan dan diucapkannya isi Sumpah Pemuda pada rapat yang ketiga. Sejauh ini hari sumpah pemuda menjadi sebuah hari bersejarah untuk bangsa Indonesia. Karena lahirnya hari penting tersebut sudah mampu membuktikan jika semua rakyat Indonesia telah bersatu dan bersiap untuk merdeka.

Sampai saat ini tanggal 28 Oktober masih diperingati sebagai hari bersejarah yaitu semua warga Indonesia harus merayakan hari Sumpah Pemuda. Mengingat pada tanggal tersebut bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang sudah mampu lahir meskipun Indonesia belum merdeka.

Sumpah Pemuda sendiri merupakan sebuah keputusan dalam Kongres yang mampu menegaskan jika indonesia telah memiliki cita-cita yang sama. Kemudian asas kebangsaan yang lahir dari hari bersejarah tersebut disebarkan serta ditulis melalui beberapa surat kabar yang sudah ada di waktu itu.

Saat itu Muhammad Yamin menuliskan semua rumusan kongres yang berisi ikrar Sumpah Pemuda pada selembar kertas. Kemudian kertas tersebut diberikan langsung pada Soegondo. Dan kemudian Soegondo menyetujui kertas tersebut dengan memberikan paraf setuju.

Awalnya Soegondo membacakan langsung isi dari ikrar yang telah disetujuinya, kemudian Muhammad Yamin menjelaskan secara panjang lebar kepada para peserta Kongres agar semakin memaknai isi yang terkandung dari tulisannya.

Isi Sumpah Pemuda

Teks sumpah pemuda

Lahirnya sumpah pemuda memang diawali dari beberapa usulan isi teks. Setelah mengalami beberapa usulan, akhirnya teks resmi disepakati oleh semua pemuda yang hadir di kongres. Sehingga perumusan teks ini memang dituangkan dari pikiran pemuda Indonesia yang memiliki keinginan sama untuk negaranya.

Teks isi Sumpah Pemuda sendiri pada awalnya terdapat 2 versi, yang mana versi pertama merupakan teks asli tulisan tangan dan kemudian tes kedua merupakan teks ejaan yang sudah disempurnakan sesuai dengan versi EYD. Isi teks tersebut yaitu:

1) Pertama: kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
2) Kedua: kami poetra dan poetri Indonesia, mengaku berbangsa satoe, bangsa Indonesia.
3) Ketiga: kami poetra dan poetri Indonesia, menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kemudian teks isi Sumpah Pemuda tersebut dirubah menjadi versi EYD menjadi:

1) Pertama: Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2) Kedua: kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
3) Ketiga: kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ketika poin dari isi Sumpah Pemuda tersebut sama persis dengan apa yang ada di dinding prasasti yang terdapat di Museum Sumpah Pemuda. Namun teks yang berada di dinding prasasti masih memakai ejaan Van Ophuysen.

Tokoh Sumpah Pemuda

tokoh sumpah pemuda
Image by: monitor.co.id

Peristiwa Sumpah pemuda yang menjadi moment penting, memang lahir dari ide para tokoh-tokoh pemuda. Dimana selama kongres memang tujuan mempersatukan negara Indonesia sudah menjadi pokok bahasannya. Tanpa adanya tokoh yang berperan tentu saja peristiwa Sumpah Pemuda tak akan bisa lahir dan memberikan sangat persatuan dan kesatuan yang mewujudkan Indonesia merdeka.

Ada sejumlah tokoh yang berperan dari lahirnya isi Sumpah Pemuda. Di mana semua tokoh tersebut memang memiliki andil besar dalam pembuatan teks serta sebagai pemicu lahirnya pergerakan Sumpah Pemuda. Tokoh-tokohnya adalah berikut ini:

1. Soenario

Prof. Mr. Soenari Sastrowardoyo merupakan salah satu penasehat yang sekaligus menjadi orang yang merumuskan isi teks Sumpah Pemuda. Dan dialah yang menjadi pembicara pertama kali pada Kongres Pemuda.

2. J. Leimena

Leimena merupakan salah satu anggota panitia yang hadir di Kongres Pemuda II. J. Leimena merupakan salah satu aktivis dari kalangan mahasiswa dan menjadi ketua dari sebuah organisasi pemuda yang saat itu diberi nama Jong Ambon. Lemina adalah orang Ambon Maluku yang lahir pada tahun 1945.

3. Soegondo Djojopoespito

Menjabat sebagai ketua kongres, Soegondo Djojopoespito merupakan pria yang lahir pada tahun 1905. Dia merupakan tokoh penting yang selamat Kongres Pemuda II memimpin semua jalannya rapat sampai dihasilkannya isi Sumpah Pemuda.

4. Djoko Marsaid

Djoko Marsaid adalah ketua dari Jong Java. Dia juga salah satu aktivis dari kalangan mahasiswa. Pada kongres pemuda II, dirinya menjabat sebagai seorang wakil ketua Kongres.

5. M Yamin

M Yamin merupakan pria yang lahir di tahun 1963 dan berasal dari Minangkabau. Sosoknya adalah salah satu orang yang memberikan usulan serta mendorong supaya bangsa Indonesia menggunakan bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Dia juga dikenal sebagai salah satu penyair Puisi bergaya modern.

6. Amir Syarifuddin Harahap

Amir merupakan salah satu tokoh yang mewakili Jong Batak Bond. Dia juga seorang aktivis yang sangat membenci Jepang dan bahkan anti Jepang. Dari kebenciannya terhadap Jepang dia pun pernah diancam akan dikenai hukuman mati. Amir memiliki beberapa peran dan kontribusi terhadap lahirnya perumusan Sumpah Pemuda, karena ide-idenya memang sangat berlian.

7. W.R Supratman

Bukan hanya dikenal sebagai salah satu wartawan, pencipta lagu Indonesia Raya dan pengarang, WR. Supratman juga merupakan salah satu tokoh yang melahirkan isi Sumpah Pemuda. Saat penutupan kongres, wR Supratman memakai biola menunjukkan beberapa lagu instrumental. Meskipun belum memiliki teks resmi namun alunan musik biola beliau yang sampai saat ini ini menjadi musik yang mengiringi lagu kemerdekaan Indonesia.

8. S. Mangoensarkoro

Sarmidi Mangoensarkoro merupakan tokoh yang lahir pada tahun 1904. Dia juga menjadi salah satu tokoh atas lahirnya Sumpah Pemuda. Sarmidi adalah salah satu aktivis pendidikan dan pada saat digelarnya kongres pemuda I maupun II, dia menjadi tokoh yang selalu ada di dalamnya. Semua hal yang berkaitan dengan pendidikan bagi rakyat Indonesia menjadi salah satu hal yang dikuasainya. Maka dari itu pada tahun 1949 hingga 1950, beliau diangkat menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Selain itu hadir juga beberapa peserta yang menyaksikan isi Sumpah Pemuda dibacakan. Beberapa peserta tersebut adalah:

Abdul Muthalib Sangadji, Soekmono, Dali, Sulaeman, Sigit, Soemarto, Anta Permana, S.M Kartosoewirjo, Raden Soeharto, Siti Sundari, Soenario, Koentjoro Poerbopranoto, Bahder Djohan, Sujono (volksraad), Muhidin, Dr Pijper, Mukarno, Sjahrial, Sahardjo, Muwardi, Halim, Sarmidi Mangunsarkoro, Martakusuma, Soejono Djoenoed Poeponegoro, R.M Djoko Marsaid, Kasman Singodimedjo, Soerjadi, Arnold Manohutu, Nona Tumbel, Sarbini, Suhara, Hamami, Soekamto, Jo Tumbuhan, Sarmidi, Mohamad Ali Hanafiah, Soewirjo, Masmoen Rasid, Soeworo, Assaat, Sartono, Setiawan, Abdul Rachman, Mohammad Nazif, Mohammad Tabrani, Purnama Wulan, Darsa, Soemanag, Dien Pantouw, Ramelan, Saerun, Sjahpuddin Latif, Djuanda, Joesoepadi, Mohammad Roem, Jos Masdani, Raden Soekamso, Abu Hanifah, Adnan Kapau Gani, Mohammad Tanzil, Karto Menggolo, Tjahija, Kadir, Suwarni, dan Van Der Plaas (pemerintah Belanda).

Makna Sumpah Pemuda

makna sumpah pemuda
Image by: kompas.com

Peristiwa lahirnya isi Sumpah Pemuda merupakan sebuah pengakuan dari seluruh Pemuda Pemudi pada waktu itu. Sementara itu untuk pembacaannya dilakukan tepatnya tanggal 28 Oktober 1928. Berdasarkan pada sebuah hasil rumusan dari Kongres Pemuda II hingga sekarang ini tepatnya tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda tersebut memakan 3 sesi, dan dijalankan pada tiga tempat berbeda yang mana PPPI ( organisasi perhimpunan pelajar indonesia) adalah tim pelaksananya. Semua Organisasi yang anggotanya adalah para pelajar di seluruh bagian wilayah yang ada di Indonesia.

Setelah mempelajari semua isi Sumpah Pemuda, tentu saja ada hal yang terkandung di dalam tulisan yang dihasilkan oleh semua pemuda pemudi bangsa. Hasil dari Sumpah Pemuda sangat memiliki makna besar kepada semua kalangan apalagi hal tersebut juga sangat menunjang perjuangan bangsa Indonesia yang tengah meniti kemerdekaan.

Untuk lebih mendalami tentang apa saja yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda, berikut ini adalah makna yang tersirat dari hasil Kongres yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928 tersebut.

Penekanan Sebagai Bentuk Menghargai Perjuangan Indonesia

Dengan lahirnya Sumpah Pemuda menjadikan bangsa Indonesia semakin memiliki motivasi besar untuk memulai perjuangan. Apalagi pada saat itu para penjajah masih menguasai sebagian wilayah yang ada di Indonesia. Dengan lahirnya Sumpah Pemuda menjadi titik awal para pemuda semakin mengikrarkan jika mereka ingin merdeka dan terlepas dari penjajah.

Jika peristiwa Sumpah Pemuda tidak terjadi, sudah pasti bangsa Indonesia sangat sulit untuk dipersatukan. Bahkan sebuah bangsa yang merdeka seperti saat ini tentunya belum bisa dirasakan oleh semua masyarakat yang ada di Indonesia. Saat itu semua pemuda pemudi memang rela menyumbangkan banyak pikiran, harga, waktu dan beberapa mengorbankan materiil. Dengan adanya peristiwa tersebut tentu saja moral para pemuda semakin terangkat untuk bergerak menuju Indonesia yang merdeka.

Menambah Motivasi Perjuangan

Memahami makna dari Sumpah Pemuda dan terjajah hal tersebut juga menjadi pemicu para pemuda untuk semakin berjuang lebih maju di barisan terdepan. Semua pemuda memang memberikan banyak sekali pikiran yang berintikan untuk persatuan dan kesatuan bagi semua warga Indonesia.

Semangat yang timbul dari isi Sumpah Pemuda juga membuktikan jika semua pemuda memang layak untuk menjadi satu untuk semakin terbebas dari penjajah. Maka dari itu di beberapa wilayah semakin giat para pejuang berkumpul dan menyatukan visinya untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Mencintai Indonesia Sesuai Hati Nurani

Lahirnya Sumpah Pemuda juga semakin membuat rakyat Indonesia semakin memiliki satu pikiran dan satu hati. Apalagi sudah banyaknya pahlawan yang rela gugur di medan perang untuk membela Indonesia. Sehingga saat itu tujuan utama para pemuda memang untuk mempersatukan kekuatan di beberapa wilayah Indonesia yang sangat luas.

Dari lahirnya Sumpah Pemuda banyak sekali pejuang-pejuang muda, semakin gigih memperjuangkan wilayahnya supaya tidak terbelenggu oleh penjajah. Meski alat perang saat itu masih adanya tetapi dari hati yang bersatu semua berjuang menjadi lebih mudah untuk mengejar tujuan dan mempersatukan wilayah Indonesia seutuhnya.

Latar Belakang Sumpah Pemuda

Kongres yang yang berlangsung pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928, bukankah kongres yang pertama diadakan oleh semua pemuda Indonesia. Bahkan pertemuan pertama memang sudah berlangsung pada tahun 1926. Dan semua hasil pertemuan pada saat itu kemudian dikeluarkan pada tanggal 20 Februari 1927. Pada tahun berikutnya di bulan Mei 1928, berlangsung lagi pertemuan pemuda. Kemudian pada tanggal 12 Agustus 1928 barisan organisasi dari seluruh Pemuda Indonesia kembali berkumpul dan merapatkan posisi.

Hingga akhirnya tanggal 12 Agustus pun berkesempatan mengeluarkan sebuah keputusan akan di adakannnya kongres tepatnya bulan Oktober 1928. Soal penyusunan, semua pemuda bersepakat untuk menunjuk perwakilan dari masing-masing kepemudaan yang ada pada waktu itu. Dari beberapa keputusan tersebut, para pemuda semakin memiliki motivasi tinggi untuk mengobarkan semangat juang kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kongres Pemuda 1

Kongres Pemuda sebagai latar belakang dari isi Sumpah Pemuda ini kabarnya nanyi akan berlangsung mulai dari tahun 30 April sampai dengan 2 Mei 1928. Pada kongres tersebut banyak sekali perwakilan yang menghadirinya, seperti:

Jong Sumatra Bond, Jong Java, Sekar Rukun Jong Batak, Jong Islamieten Bond dan Pemuda Theosofie. Pada kongres tersebut semua pemuda kan akan pentingnya rasa persatuan serta kesatuan untuk menjadi bangsa Indonesia yang memiliki satu payung bersama.

Beberapa tokoh yang menjadi pembicara hadir dalam Kongres tersebut. Tokoh tersebut antara lain: Bahder Johan, Sumarto, Muh. Yamin, M. Tabrani dan Pinontoan. Meskipun sudah membuat kesepakatan dan menerima semua cita-cita bahasa Indonesia namun semua organisasi yang dihadiri oleh para pemuda masih belum berhasil terbentuk. Alasannya sangatlah kuat yaitu masih adanya perbedaan pendapat dan kesalahpahaman antara semua anggota kongres.

Pada Kongres Pemuda 1 tersebut, masih mengalami beberapa pertemuan lain yang ingin membahas secara tuntas soal organisasi pemuda yang ingin dibentuk. Namun dalam Kongres Pemuda 1, para pemuda sudah mendapatkan keputusan penting yaitu:

Perkumpulan pemuda dari semua organisasi sudah mengambil kesimpulan menjadi satu wadah organisasi yang diberi nama pemuda Indonesia. Adanya kongres lanjutan kedua untuk mencapai kesepakatan bersama.

Kongres Pemuda 2

Pada Kongres Pemuda 2 yang dilangsungkan pada hari Sabtu 27 Oktober 1928, ada 3 rapat yang dilangsungkan oleh para pemuda dalam Kongres tersebut. Rapat itu langsung dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito sebagai ketua PPPI.

Pada sambutan tersebut Soegondo menyampaikan jika dirinya ingin dalam Kongres tersebut semua pemuda semakin memperkuat semangat persatuan. Penanaman semangat persatuan harus ada dihati semua pemuda yang hadir di Kongres.

Hal ini bertujuan untuk menjadi Indonesia sepenuhnya. Ada 5 faktor yang dibahas untuk membuat para pemuda semakin memikirkan persatuan Indonesia. Fakta tersebut antara lain harus kuat dari fakta sejarah, hukum adat, pendidikan, kemauan, dan bahasa.

Pada rapat yang pertama tempatnya berada di KJB atau Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Waterlooplein yang lebih dikenal lagi dengan sebuah kawasan lapangan Banteng.
Dilanjutkan dengan rapat kedua yang mengambil lokasi di Gedung Oost-Java Bioscoop pada tanggal 20 Oktober 1928. Pada rapat kedua tersebut tema yang banyak dibahas yaitu mengenai pendidikan. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro adalah dua tokoh yang menjadi pembicara pada rapat kedua.

Inti dari rapat kedua yaitu pembahasan mengenai semua rakyat Indonesia khususnya anak-anak harus mendapatkan perhatian penuh tentang pendidikan kebangsaan. Supaya mampu memperkuat pendidikan dari anak bangsa tentu saja perlu adanya sebuah keseimbangan antara pendidikan yang ada di rumah dan juga di sekolah.

Selanjutnya untuk rapat yang ketiga akhirnya mengambil lokasi pada Gedung Indonesische Clubgebouw atau tepatnya lagi Jalan Kramat Raya 106. Sunario yang saat itu telah ditunjuk sebagai pembicara akhirnya membahas secara lengkap mengenai pentingnya sebuah rasa nasionalisme dan juga demokrasi dengan tujuan gerakan kepanduan. Ramelan juga menjadi salah satu pengisi rapat, mengungkapkan jika gerakan kepanduan harus seiring dengan pergerakan nasional yang saat itu ingin di wujudkan semua pemuda Indonesia.

Dengan menerapkan gerakan kepanduan tentu saja penanaman secara Dini kepada anak-anak mendidik mereka untuk semakin mandiri dan disiplin. Karena hal tersebut memang sangat mendukung sekali dalam langkah Indonesia untuk menggapai perjuangan ke arah kemerdekaan.

Pengamalan Nilai Sumpah Pemuda di Kehidupan Sehari Hari

Dari isi Sumpah Pemuda yang sudah lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 tentu saja sangatlah penting bagi semua rakyat Indonesia. Selain memiliki nilai sejarah Sumpah Pemuda juga menjadi tonggak awalnya gerakan yang langsung di dipandu langsung oleh para pemuda Indonesia. Meskipun berbeda suku bangsa, agama, adat istiadat, bahasa dan budaya pada akhirnya semuanya bisa menjadi satu yaitu Indonesia yang ingin bebas dari penjajah.

Nilai Nilai Sumpah Pemuda

Isi Sumpah Pemuda mampu menghadirkan persatuan dari tanah air, bangsa, dan bahasa. Sholat itu perjuangan seluruh bangsa Indonesia tidak lagi hanya bersifat kedaerahan tetapi sifatnya sudah menyeluruh dan nasionalisme. Hal tersebut tentu saja bisa mewujudkan Indonesia merdeka sampai saat ini.

Semangat Sumpah Pemuda sampai saat ini memang harus kita jaga dan dilestarikan agar persatuan dan kesatuan Indonesia dapat maksimal terjaga secara. Perlu anda ketahui bahwa ada beberapa nilai yang sudah terkandung dalam Sumpah Pemuda ini. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

1. Persatuan dan Kesatuan

Bangsa Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu bangsa yang memiliki ragam budaya yang sudah diakui dunia, namun bangsa Indonesia masih tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan. Tersebut memang sudah ada pada semboyan bangsa bhinneka Tunggal Ika yang mana juga tercantum pada lambang negara yakni Garuda Pancasila. Mengutip dari bahasa Sansekerta karangan dari Mpu Tantular, bhinneka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda namun tetap satu jua.

Catatan sejarah sudah mampu mengajarkan kepada semua rakyat indonesia akan arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam semua perwujudannya. Masuknya bangsa penjajah pada saat itu memang karena lemahnya persatuan dan kesatuan rakyat pada masa terdahulu dari Indonesia.

Demi mendapatkan dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia memang harus selalu menghormati semua perbedaan. Jalan untuk hidup berdampingan tanpa ada perbedaan ras dan golongan juga merupakan hal yang utama. Semua suku bangsa memang harus memiliki hak dan kewajiban yang sama, karena perbedaan tersebut tentu saja seringkali membawa perpecahan. Hadirnya Sumpah Pemuda juga menjadi pemicu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi lebih tertata secara konkrit.

Terdapat beberapa sikap sebagai perwujutan rakyat indonesia mengamalkan apa yang sudah di rumusan isi Sumpah Pemuda. Berikut ini merupakan perkembangan dari sikap yang bisa diwujudkan generasi saat ini yang selalu mengacu pada isi Sumpah Pemuda serta perwujudan dari rasa persatuan dan kesatuan.

– Selalu menggunakan bahasa Indonesia dan mengucapkannya secara baik dan benar.
– Selalu mengutamakan produk yang dibuat dari dalam negeri.
– Selalu menghormati bendera kebangsaan yaitu merah putih.
– Selalu menghormati seluruh suku bangsa yang ada di negara Indonesia.
– Menampung dan menyeleksi kebudayaan asing dan mempelajari kebudayaan dari daerah sendiri.
– Selalu bersikap toleran terhadap penganut agama lain.
Selain itu untuk mengamalkan semua hal yang mengacu pada isi Sumpah Pemuda yaitu dengan menerapkan beberapa cara. Cara yang bisa diterapkan yakni sebagai berikut:
– Mengadakan kunjungan pada daerah lain untuk mempererat rasa persaudaraan.
– Mempertunjukkan beberapa kesenian dari daerah lain untuk melakukan pertukaran kebudayaan.
– Sering mengadakan lomba dengan pertunjukan kesenian dari beberapa daerah yang ada di Indonesia.
– Berusaha mempelajari beberapa kebudayaan lain untuk menambah pengetahuan dan mengenalnya

2. Rela Berkorban Untuk Bangsa dan Negara

Pengamalan nilai Sumpah Pemuda juga bisa diwujudkan dengan sikap rela berkorban. Dalam pengertiannya rela berkorban memiliki arti mau dengan ikhlas serta berbuat sepenuh hati sesuai dengan apa yang ada dipikiran pribadi.

Karena di dalam peristiwa Sumpah Pemuda tersebut seluruh Pemuda banyak meluangkan waktu dan rela berkorban demi terwujudnya kesatuan bangsa dan negara. Semua pengorbanan para pemuda memang sama sekali tidak ternilai karena jiwa raga, waktu, harta benda serta tenaga memang tercurahkan untuk bangsa Indonesia.

Meskipun selama ini negara kita sudah dalam masa menikmati kemerdekaan, terus meningkatkan semangat untuk rela berkorban memang merupakan salah satu cara untuk mengisi kemerdekaan dengan mengacu pada peristiwa Sumpah Pemuda. Sikap yang harus diterapkan semua warga negara bisa mengacu pada beberapa hal di bawah ini.

Sikap di Dalam Keluarga

Untuk mengamalkan sikap rela berkorban demi bangsa dan negara, lingkungan keluarga merupakan salah satu acuan dan pijakan pertama yang bisa dijadikan contoh yang baik kepada pihak luar. Ada beberapa hal yang harus di wujudkan seorang pemuda demi terciptanya rasa rela berkorban untuk bangsanya. Sikap tersebut bisa diwujudkan dari beberapa hal berikut ini.

– Selalu berusaha menjaga nama baik semua anggota keluarga.
– Membantu orang tua dalam segala hal termasuk kebersihan lingkungan.
– Meluangkan waktu untuk membantu tetangga yang menerima musibah.
– Mengasuh anggota keluarga lain pada saat orang tua sedang bekerja.
– Selalu belajar tekun untuk meraih cita-cita.

Sikap di Sekolah

Lingkup sekolah merupakan wilayah kedua setelah keluarga yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran meningkatkan sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara. Karena penerapan sistem pendidikan saat ini memang bertujuan memperkuat seluruh siswa dan siswi untuk semakin member tangguh jiwa dan raganya demi bangsa Indonesia. Ada beberapa sikap yang harus diterapkan seorang pelajar di sekolah sebagai wujud rela berkorban untuk bangsanya, berikut ini adalah sikap yang harus di wujudkan.

– Berusaha datang ke sekolah sesuai jam masuk dan tidak terlambat.
– Tertib di dalam mengikuti upacara bendera setiap hari Senin.
– Mengerjakan tugas secara ikhlas dari guru.
– Melakukan piket dari jadwal yang sudah disepakati bersama teman-teman.
– Meluangkan kesempatan untuk membantu teman yang kesusahan.

Di lingkungan masyarakat

Perwujudan rela berkorban juga bisa di terapkan di lingkungan masyarakat sekitar. Karena bagaimanapun lingkungan masyarakat merupakan lingkungan yang sampai saat ini mendukung beberapa kegiatan dan juga kelangsungan hidup seseorang. Ada beberapa sikap yang harus dilakukan setiap warga negara untuk menerapkan sikap rela berkorban bagi bangsa Indonesia. Adapun untuk beberapa hal itu diantaranya:

– Ikut dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar rumah.
– Menyumbang dan memberikan bantuan kepada korban bencana di daerah lain.
– Selalu hadir mengikuti kegiatan kerja bakti yang diselenggarakan lingkungan.
– Ikut membantu warga yang sedang dalam masa kesusahan.

3. Setia Kepada Bangsa dan Negara

Sikap yang harus diwujudkan para pemuda saat ini yaitu tetap menjunjung tinggi nilai kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Setia sendiri berasal dari kata yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat indonesia yaitu selalu taat dan berpegangan teguh pada suatu pendirian.

Dengan menerapkan setia terhadap bangsa dan negara tentu saja semua masyarakat akan lebih menghargai keberagaman bangsa negara yang sudah lama saat ini masih menjadi tujuan utama seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk mewujudkan kesetiaan terhadap bangsa dan negara ada beberapa sikap yang harus diwujudkan seluruh warga Indonesia, antara lain sebagai berikut ini.

– Selalu memiliki sikap disiplin kepada diri sendiri, sosial, dan nasional.
– Selalu meyakini semua yang tertulis di dalam Pancasila serta UUD 1945.
– Berusaha untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.
– Selalu meluangkan waktu untuk bekerja demi kemakmuran diri, masyarakat, keluarga, dan bangsa negara.
– Berani untuk menegakkan kebenaran serta keadilan.
– Pematuhi peraturan perundang-undangan saat ini berlaku.
– Selalu mewujudkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia.

4. Bangga Sebagai Warga Indonesia

Selain itu untuk mewujudkan apa yang sudah tertuang dalam isi Sumpah Pemuda, sebagai warga Indonesia yang baik juga harus merasa bangga terhadap tanah air Indonesia. Ada beberapa sikap yang menunjukkan rasa bangga kepada negara tercinta ini, berikut ini adalah sikap tersebut.

– Bersikap hormat kepada lagu Indonesia Raya dan bendera merah putih.
– Selalu menjaga nama baik bangsa dan negara pada saat berkunjung ke negara lain.
– Menerapkan rasa cinta terhadap bangsa dan juga tanah air
– Selalu menggunakan barang yang berasal dari produksi dalam negeri.
– Menghormati adanya keberagaman budaya yang berada di negara Indonesia
– Selalu menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan secara baik dan benar.
– Berusaha untuk mengharumkan bangsa Indonesia dalam beberapa kompetisi internasional.

Mengamalkan Semua Nilai Sumpah Pemuda di Kehidupan Sehari-Hari
Sumpah Pemuda mempunyai nilai dan makna yang yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi warga Indonesia. Ada beberapa sikap dan juga pengamalan yang tentunya harus ditetapkan setiap warga Indonesia. Selain untuk menghormati juga untuk mengisi semua hal yang berkaitan langsung dengan apa yang sudah tertuang dalam bunyi Sumpah Pemuda.

Karena apa yang sudah diperjuangkan seluruh Pemuda Indonesia pada waktu dirilisnya kongres sampai lahirnya isi Sumpah Pemuda memang harus dituangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika tidak maka budaya tersebut akan semakin sirna dan bahkan menyimpang dari norma yang sudah lama diterapkan oleh semua masyarakat di Indonesia sejak dahulu.

Apalagi sebagai salah satu generasi yang ingin mengisi kemerdekaan, seorang pemuda yang menjadi tumpuan negara tidak boleh menyimpang dari nilai yang terkandung dalam isi Sumpah Pemuda. Dengan mengisi semua kegiatan berdasarkan apa yang sudah tertuang dari perumusan Sumpah Pemuda, tugas acara tersebut akan membuat bangsa ini semakin kokoh dan tidak akan mudah dijajah kembali.

Semua nilai tersebut memang bisa diterapkan di beberapa lingkup misalnya keluarga, sekolah dan juga lingkungan masyarakat sekitar. Cara untuk mengamalkan semua nilai Sumpah Pemuda bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

Di Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan salah satu lingkungan yang sangat dekat dengan siapapun. Karena itu pengamalan nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda memang harus wajib diawali dari lingkup keluarga. Berikut ini adalah cara pengamalannya.

– Saling menolong antar anggota keluarga dan tidak membedakannya.
– Sikap saling menyayangi dan menghormati seluruh anggota keluarga.
– Menghormati beberapa pendapat yang dilontarkan oleh anggota keluarga.
– Saling membantu dan bahu membahu ketika ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Di Lingkungan Sekolah

Lingkup sekolah juga merupakan salah satu tempat yang harus mengacu pada nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Karena tentunya teman dan juga guru yang ada di lingkungan sekolahan memiliki latar belakang yang tak sama. Berikut ini adalah nilai yang harus diterapkan dalam setiap harinya di sekolah.

– Selalu mematuhi peraturan yang sudah tertulis di sekolah.
– Membantu teman pada saat kesusahan.
– Selalu ikut dalam acara rutin upacara bendera pada hari Senin.
– Memperhatikan semua materi pelajaran yang sudah diberikan guru.
– Selalu aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolahan
– Selalu giat belajar demi meraih semua cita-cita yang ingin diwujudkan.

Di lingkungan Masyarakat Sekitar

Bukan hanya selalu ada di lingkungan keluarga serta sekolah saja, penerapan isi dari Sumpah Pemuda juga harus diterapkan dalam kehidupan masyarakat sekitar. Berikut ini adalah cara untuk mengamalkan semua nilai Sumpah Pemuda di lingkungan sekitar kita.

– Selalu ikut dalam menjaga keamanan lingkungan.
– Aktif dalam kegiatan lingkungan yang berguna bagi seluruh warga masyarakat.
– Selalu menghadiri kegiatan rutin kerja bakti yang diselenggarakan lingkungan.
– Membantu para tetangga yang membutuhkan bantuan ataupun kesusahan.
– Adanya kerjasama baik antar sesama warga masyarakat sekitar.

Berikut itulah beberapa pembahasan mengenai Isi sumpah Pemuda yang didirikan oleh para pemuda yang ingin bangsanya merdeka dari belenggu penjajahan. Karena peran penting dalam sebuah negara adalah pemuda pemudinya.