Sejarah Isi Piagam Madinah dan Penjelasannya Lengkap

Isi Piagam Madinah

Kalimat.ID – Islam tidak dapat di pisahkan dari dunia politik. Batas antara ajaran Islam dengan persoalan politik sangatlah tipis, terkadang masalah yang timbul di dunia politik cara penyelesaiannya ada di dalam Al-Qur’an. Sebab ajaran di dalam Islam mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk persoalan politik dan masalah ketatanegaraan, hal tersebut terjadi karena islam mempunyai Al-Qur’an sebagai pedomah hidup didunia. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang isi piagam Madinah yang telah menyempurnakan dunia politik, mari simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Peristiwa Nabi ke Yatsrib yang melakukan hijrah merupakan permulaan berdirinya sosial politik dalam sejarah perkembangan Islam. Kedudukan Nabi di Yatsrib bukan hanya sebagai pemimpin agama, tetapi juga kepala negara dan pemimpin pemerintahan.

Sosiologis yang berasal dari masyarakat Madinah memang tak pernah terlepas dari pengamatan sang Nabi. Belaiu pun tersadar jika tiada acuan bersama dalam hal pengaturan pola hidup dari masyarakat yang begitu banyak ini, maka beragam konflik antar golongan pun bisa menjadi permasalahan yang besar suatu hari nanti bahkan bisa saja mengancam kesatuan maupun persatuan dari kota Madinah. Hijrah Nabi ke Yatsrib di karenakan oleh adanya permintaan para sesepuh Yatsrib dengan tujuan supaya Nabi dapat menyatukan masyarakat yang bertikai dan menjadi pemimpin yang diterima oleh semua golongan.

Isi piagam Madinah ini disusun pada saat Beliau menjadi pemimpin pemerintahan di kota Madinah.Isi piagam Madinah tersebut merupakan fakta tertulis, tidak dapat dilawan oleh siapapun yang mencoba mendistorsi sejarah itu. Isi piagam Madinah memberikan perlindungan hak- hak semua orang untuk hidup dalam satu atap tanpa rasa takut menjalankan keyakinan mereka masing-masing,walaupun agamanya berbeda-beda.

Salah satu paparan kehidupan bernegara yang menjangkau kepentingan bersama, saling melindungi hak-hak bersama dan hidup untuk saling bantu membantu. Madinah pada waktu itu menjadi surga bagi semua agama untuk saling melindungi, tidak terpetik sejarah adanya perlindungan berbangsa dan beragama sebagaimana terjadi di masa Piagam Madinah yang menjadi Deklarasi dengan umat Yahudi dan Nasrani.

Isi piagam Madinah merupakan sebuah catatan sejarah yang tidak akan pernah hilang dari memori kejayaan Islam. Karena piagam ini adalah bukti nyata bahwa islam bukan hanya sekedar agama yang mengatur dalam kegiatan yang bersifat religious saja tetapi merupakan agama yang mencakup semua aspek kehidupan manusia seperti bernegara. Rasulullah telah memberikan contohnya kepada kita semua bagaimana carahidup bermasyarakat, berbangsa, beragama, dan bernegara, sehingga islam menjadi agama yang Rahmatan Lil’alamiin.

Sejarah Mengenai Piagam Madinah

Di dalam sejarahnya, salah satu bentuk kesepakatan yang sudah mengaitkan kelompok non muslim dengan kelompok muslim ini adalah Piagam Madinah dimana piagam tersebut ternyata berlaku pada tahun 622 sebelum perang Badar terjadi. Naskah asli dokumen ini menyebut dirinya kitab atau tulisan serta sahifah atau dokumen dan sering dirujuk sebagai sebuah piagam dan konstitusi.

Berbicara mengenai isi Piagam Madinah ternyata berisi tentang pernyataan bahwa arga muslim dn juga non muslim Yatsrib ini merupakan satu bangsa dan juga orang Yahudi dan Kristen maupun non muslim yang lainnya nantinya akan mendapatkan sebuah perlindungan dari segala bentuk gangguan maupun penistaan.

Memang terjadi sebuah penekanan akan kesamaan hak antara kaum muslim dan juga non muslim. Dengan begitu maka jaringan sebuah relasional Islam bakalan meluas pada kaum non muslim yang sudah terangkum di dalam semangat tauhid dimana semuanya berada pada tingkatan yang terbilang sama.

Kala itu sang nabi telah hijrah menuju ke Yastrib. Kebanyakan yang hidup di sana memang umat Yahudi bahkan juga ada beberapa suku Arab politeis. Kaum Anshar seringkali menjadi kaum penolong yang terkait sebagai penduduk local Yastrib. Ketika dilakukan sensun penduduk ternyata kelompok muslim jumlahnya lebih sedikit jika kita bandingkan dengan penduduk non muslim. Semisal dari 10.000 penduduk Madinah kala itu, maka umat muslim yang ada di sana hanya berkisar pada 1.500 orang saja. Sedangkan untuk 4000 orang itu umat Yahudi dan untuk sisanya ternyata suku Arab.

Jika kita melihat sebuah gambaran mengenai jumlah penduduknya dari hasil sensus penduduk bisa di ambil kesimpulan bahwa nabi sekaligus pengikutnya memang minoritas penduduk dari Madinah. Nabi akhirnya berhasil membentuk sebuah ikatan persaudaraan yang terjalin antara penduduk local Yastrib dengan mereka para pendatang yang muslim.

Selama dua tahun lamanya sebelum akhirnya memilih hijrah, Nabi Muhammad memang sering di hubungi beberapa tokoh Yastrib yang berasal dari suku Khazraj dan Aus yang sudah lama di landa oleh perang saudara. Saat itu kaum Yahudi berada di bawah perlindungan suku Arab.

Saat itu Yatsrib berada dalam masalah yang beneran krisis sehingga mereka butuh seorang tokoh agar mampu mempersatukan semua pihak. Hingga akhirnya sebuah kisah penyambutan kaum anshar dan juga penduduk Yatsrib pada kaum muhajirin yang sudah hijrah bersama dengan Rasulullah SAW ini menjadi sebuah titik yang awal atas berdirinya masyarakat Madani. Supaya mampu membangun sebuah masyarakat yang tergolong ideal berdasar pada nilai ketauhidan maka Nabi Muhammad akhirya mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah.

Lebih tepatnya di kota Madinah ini Nabi Muhammad pun memutuskan untuk berjihad agar mampu mempererat tali persaudaraan antar kaum dengan idenditas suku maupun agama yang berbeda. Adapun untuk bentuk ijtihad dari Nabi Muhammad ini sudah tertuang dalam sebuah isi piagam Madinah. Isi piagam tersebut berisi tentang kepentingan suku, agama, golongan bahkan kelompok berbeda yang bersama-sama memilih berdiam diri di Madinah.

Piagam Madinah ini bahkan memberikan nama pada mereka pihak yang sudah sepakat sebagai ummah wahidah. Yang perlu anda ketahui bahwa suku Arab yang politeis ini juga menjadi bagian dari ummah wahidah. Suku Arab ternyata menjadi salah satu pihak yang ada dalam piagam tersebut. Bahkan yang lebih istimewa ternyata juga di sebutkan secara khusus.

Mereka adalah Banu Jusham, Banu Awf, Banu al-haritg, Banu Sa’idah, Banu al Najjar, Banu al Nabit, Banu’Amr bin’Awf dan juga Banu al-Aws. Isi piagam Madinah ini menyebutkan tentang sebuah larangan akan usaha balas dendam di kalangan yang sudah sepakat dalam piagam tersebut. Sebab salah satu tujuan dari ummah wahidah adalah pencegahan sengketa internal yang berdarah.

Jika pelanggaran akhirnya terjadi maka proses penyelesaiannya dengan melakukan musyawarah yang mengaitkan Nabi Muhammad. Piagam Madinah ini menjadi salah satu bukti yang terbilang sah mengenai bagaimana petunjuk Al qur’an yang sudah difungsikan dalam masyarakat plural di bawah pimpinannya Nabi Muhammad Hamidullah yang berasal dari negara India.

Bahkan Munawir Sadzali ini menjadikan piagam Madinah menjadi tanda bukti bahwa Nabi ini sendiri tidak menjadikan islam sebagai dasar negara. Hanya saja ada beberapa golongan yang mudah berpikiran kritis. Dengan melihat adanya isi piagam Madinah ini, Annie Setyowati membuat channel tersendiri.

Isi Piagam Madinah

Di bawah ini ada point-point penting dari isi piagam Madinah yang saya sajian secara ringkas:

A. Point-Point Yang Berkaitan Dengan Kaum Muslimin

1. Kaum Mukminin asal dari Yatsrib, Quraisy telah bergabung dan juga berjuang bersama
2. Kaum mukminin yang asalnya dari bani sa’idah, Muhajirin, Bani al Harits, Bani’Auf, Bani Jusyam, Bani Amr bin’Auf, Bani Najjar, Bani an Nabit dan al Aus diperbolehkan melakukan beragam kebiasaan tolong-menolong dalam hal pembayaran
3. Sebetulnya kaum mukminin ini tidak diperbolehkan membiarkan orang yang mempunyai beban berat hanya karena hutang. Hanya saja mereka perlu memberikan sebuah bantuan entah dalam hal pembayaran maupun tebusan
4. Orang mukminin yang bertaqwa memang perlu memberikan pertentangan pada mereka orang yang zalim. Kekuatan mereka pun perlu dipersatukan supaya mampu memberikan perlawanan pada orang zhalim walaupun orang zhalim ini anak dari salah satu diantara mereka
5. Jaminan yang diberikan Allah itu hanyalah satu, Allah memberikan jaminan pada mereka kaum muslimin yang paling rendah. Dimana mukminin itu memang harus saling menolong di antara mereka
6. Sejujurnya mereka orang Yahudi yang sudah ikut pada kaum mukminin mempunyai hak mendapatkan sebuah pertolongan selama kaum Yahudi tidak zolim pada kaum muslimin

B. Point Yang Berkaitan Dengan Kaum Musyrik

Kaum musyrik Madinah ternyata tidak diperbolehkan melindungi harta maupun jiwa yang dimiliki kaum kafir Quraisy bahkan mereka tidak diperbolehkan menghalangi kaum muslimin.

C. Point Yang Berkaitan Dengan Kaum Yahudi

1. Kaum Yahudi seharusnya mampu menanggung biaya dengan mukminin selama masa peperangan
2. Kaum Yahudi yang berasal dari Bani’Auf ini memang satu umat dengan mereka kaum mukminin. Kaum Yahudi bahkan mempunyai hak atas agama, budak bahkan jiwa mereka. Ketentuan tersebut nyatanya juga berlaku bagi mereka kaum Yahudi lainnya yang berasal dari bani Harits, Bani Najjat, Bani al Aus, Bani Jusyam, Bani Sa’idah, dan juga Bani Tsa’labah.
3. Tiada seorangpun dari orang Yahudi yang telah dibenarkan untuk ikut berperang kecuali atas izin dari Nabi Muhammad SAW
4. Kaum Yahudi mempunyai tugas menanggung semua biaya perang dan kaum muslimin juga mempunyai tugas yang sama. Kaum muslimin maupun Yahudi memang harus saling membantu terlebih dalam hal menghadapi orang yang sudah memerangi pendukung dari piagam Madinah ini.
D. Point-Point Yang Berkaitan Dengan Ketentuan Umum
1. Sebetulnya seseorang bisa memperoleh jaminan selama ia tidak melakukan sesuatu hal yang berbahaya bahkan juga tidak berkhianat. Jaminan ini tidak diperbolehkan diberikan kecuali dengan adanya izin dari pendukung piagam tersebut
2. Jika perselisihan terjadi antara pendukung dalam piagam ini, khawatirnya bisa menghadirkan bahaya. Maka penyelesaian menurut Allah Azza wa jalla dan juga Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam
3. Kaum kafir Quraisy maupun pendukungnya tidak diperbolehkan memberikan jaminan keselamatan
4. Para pendukung dari isi piagam Madinah memang harus saling membantu terlebih dalam hal menghadapi musuhnya yang sudah menyerang kota Yatsrib
5. Orang yang sedang bepergian aman dan orang yang berada di Madinah juga aman, kecuali mereka orang yang khianat dan zhalim.

Pelajaran Dari Isi Piagam Madinah

1. Piagam Madinah memang dianggap sebagai peraturan yang tertulis pertama yang ada di dunia

2. Para ulama bahkan tidak menyatakan diantara hukum yang sudah tertera dalam piagam Madinah ini sudah di nasakh terkecuali untuk perjanjian dengan mereka kaum Yahudi . hukum tersebut nyatanya sudah dihapus dengan adanya firman Allah yang tercantum dalam Surat at Taubah 9:29

3. Sebagian dari para ulama pun menyatakan bahwa hubungan yang sudah terjalin antara kaum muslimin dan juga Yahudi ini tela tercantum dala piagam yang sejalan dengan adanya firman Allah dalam Al-Qur’an

4. Isi Piagam Madinah ini sudah mengatur berbagai sisi yang ada dalam kehidupan

5. Dalam piagam Madinah ini terdapat landasan perundang-undangan, misalnya:

a. Pembentukan umat yang di sesuaikan dengan tempat tinggalnya sehingga mencakup mereka kaum muslim maupun non muslim
b. Adanya sebuah persamaan dalam pergaulan secara umum
c. Tidak diperbolehkan memberikan perlindungan kepada mereka pelaku criminal
d. Larangan bagi mereka kaum Yahudi yang berkeinginan ikut perang kecuali atas izin Nabi Muhammad SAW
e. Adanya larangan untuk berbuat zalim kepada harta maupun kehormatan
f. Adanya sebuah larangan melakukan perjanjian damai dengan musuh secara diam-diam
g. Ikut serta dalam hal pembiayaan yang memang diperlukan untuk bisa membela Negara
h. Sebuah keharusan dalam hal pembayaran diyat dari yang sudah melakukan tindak pembunuhan
i. Adanya tebusan bagi tawanan
j. Berusaha selalu melestarikan semua kebiasaan yang terbilang baik
k. Adanya sebuah larangan yang mampu memberikan perlindungan kepada pihak musuh

Pengaruh Piagam Madinah Terhadap Masyarakat Madinah

Piagam Madinah memang memiliki arti tersendiri bagi mereka para penduduk Madinah yang berasal dari masing-masing golongan yang berbeda. Bagi Nabi Muhammad, beliau sudah diakui sebagai pimpinan yang memiliki kekuasaan politis. Sehingga jika terjadi sebuah perselisihan antara penduduk Madinah maka keputusan Allah maupun Kebijakan Rasul-Nya harus di patuhi.

Pasalnya wewenang dari Nabi Muhammad yang berperan sebagai penengah sekaligus pengambil keputusan atas segala pendapat ini hadir di antara mereka. Hal ini sebetulnya sudah sejak lama menjadi harapan masyarakat Madinah terlebih bagi mereka yang bergolongan Arab. Sehingga kedatangan Nabi Muhammad pun bisamereka terima. Harapan yang berada di dalam Baitul Aqabah 1 dan juga 11 ini mengakui bahwa nabi Muhammad yang berlaku sebagai pemimpin mempunyai peranan penting dalam hal persatuan semua golongan yang berada di Madinah.

Sedangkan bagi mereka umat islam, terlebih kaum Muhajirin, isi piagam Madinah ini pun semakin memberikan sebuah kemantapan pada kedudukan mereka. Bersatunya antara penduduk Madinah dalam sebuah politik ternyata mampu membuat kehidupan mereka lebih terjamin. Dengan suasana yang terbilang lebih aman ini menjadikan banyak orang lebih berkonsentrasi dalam mendakwahkan Islam. Hal ini tentu saja sudah terbukti dengan adanya perkembangan Islam yang berada di Madinah.

Sementara itu bagi mereka para penduduk Madinah, dengan hadirnya piagam Madinah ini kebebasan dalam beragama pun sudah memperoleh dukungan dari berbagai golongan. Yang lebih ditekankan lagi bahwasanya piagam tersebut merupakan hasil kerja sama maupun persamaan hak maupun kewajiban yang ada dalam kehidupan sosial politik sehingga terwujud sebuah kesatuan dan juga persatuan.

Piagam Madinah ini ternyata mampu merubah sebuah eksistensi yang ada pada kaum mukmin dan lainnya dari kumpulan manusia menjadi masyarakat politik. Dimana masyarakatnya mempunyai kedaulatan sekaligus otoritas politik dalam suatu daerah yang ada di Madinah. Tentunya isi dari perjanjian Madinah ini membawa dampak baik bagi kedua kaum yakni kaum Yahudi dan juga Mukminin.

Demikian yang dapat saya ulas mengenai isi piagam Madinah. Semoga sedikit ilmu ini dapat bermanfaat bagi anda semua. Dengan pembahasan diatas kini anda semakin tahu apa tujuan dari adanya piagam Madinah ini.

Komentar disini