Beranda Pendidikan Sejarah dan Latar Belakang Isi Perjanjian Tuntang Lengkap

Sejarah dan Latar Belakang Isi Perjanjian Tuntang Lengkap

isi perjanjian tuntang

Kalimat.ID – Belajar tentang sejarah memang penting sekali bagi kita. Dengan begitu kita pun mengerti bagaimana bangsa kita ini bisa merdeka. Kali ini pembahasan kita mengenai isi perjanjian Tuntang.

Memang sudah banyak sekali perjanjian yang sudah berlaku demi meraih kemerdekaan. Perjanjian Tuntang merupakan salah satu perjanjian yang bernilai sejarah sehingga kita pun perlu mempelajarinya. Pembahasan kita pun nantinya juga akan meluas tentang isi perjanjian Tuntang.

Perjanjian Tuntang seringkali dinamakan Kapitulasi Tuntang. Perjanjian tersebut telah terjadi antara pihak Inggris dan Belanda terkait dengan penyerahan kepulauan Nusantara kepada pihak Inggris.

Ternyata penyerahan kekuasan ini terjadi pada tahun 1811 di sebuah desa yang terkenal dengan nama Tuntang bahkan berada pada kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Tempat tersebut menjadi pilihan dikarenakan tempat ini menjadi salah satu tempat untuk istirahat para pembesar yang berasal dari Hindia Belanda.

Sejarah Perjanjian Tuntang

Perjanjian Tuntang memang sering di sebut dengan Kapitulasi Tuntang. Dimana perjanjian yang satu ini sudah dilakukan oleh pihak Inggris dan juga pihak Belanda dengan tujuan menyerahkan beberapa kepulauan yang ada di Nusantara kepada pemerintahan Britania Raya. Perjanjian tersebut memang sudah berlangsung di desa Tuntang tepatnya tahun 1811.

Lokasi dari desa Tuntang ini memang berada di tepian danau Rawa Pening yang telah mengalir menuju ke sungai Tuntang bahkan nantinya bakalan bermuara menuju ke laut Jawa. Perjanjian ini tentu saja menjadi awal mulanya penjajahan Inggris di Indonesia. Dimana pada saat itu Raffles telah menjabat sebagai gubernur pemerintahan Negara Inggris di nusantara.

Latar Belakang Perjanjian Tuntang

Ketika VOC mengalami kebangkrutanakhirnya VOC pun terpaksa di hapus tepatnya pada tahun 1799 dan pada saat itu juga system pemerintahan langsung di serahkan kepada pemerintahan Belanda. Kebangkrutan dari VOC ini pastinya bisa kita lihat dari keburukan serikat dagang VOC. Semisal saja adanya kas yang kosong akibat dari penumpukan hutang perusahaan. Dengan begitu VOC pun tidak mampu menjalankan semua kegiatannya.

Lantas apa sajakah yang menjadi penyebab dari kebangkrutan VOC ini? Pastinya banyak diantara anda yang merasa penasaran akan hal ini. Sebetulnya ada berbagai hal yang menjadikan VOC mengalami kebangkrutan. Penyebabnya ini ternyata berasal dari berbagai bidang. Inilah berbagai macam faktor penyebab dari bangkrutnya VOC, yakni:

1. Ternyata kalangan dari pegawai VOC banyak yang korupsi
2. Tidak mempunyai ketrampilan yang memukau, sehingga para karyawan dari VOC ini tak mampu mengendalikan perdagangan sehingga tak mampu berjalan dengan lancar
3. VOC mempunyai banyak hutang di karenakan adanya peperangan yang terjadi dengan rakyat pribumi dan juga Inggris
4. Adanya penurunan moral yang terjadi pada para pengusaha akibat dari sistem monopoli
5. Ternyata Verplichte Leverantie tidak lagi dijalankan

Itulah tadi berbagai hal yang menjadi penyebab bangkrutnya VOC. Sebagai akibat dari kejadian bangkrutnya VOC, seorang kaisar asal negara Perancis dengan nama Napoleon Bonaparte memberikan kekuasaannya kepada saudaranya yang akhirnya diangkat menjadi raja Belanda yakni Louis Bonaparte.

Saat itu Louis Bonaparte ini memberikan sebuah perintah pada Herman Willem Daendels yang sudah menjabat sebagai gubernur jenderal yang ada di wilayah Hindia-Belanda. Tugas yang sudah dibebankan kepada Herman Willem Daendels ini yakni mempertahankan Pulau Jawa dari adanya serangan negara Inggris bahkan juga menyelesaikan keuangan yang ada pada pemerintahan.

Herman Willem Daendels ternyata sudah menjual tanah yang masih menjadi milik negara kepada swasta dengan tujuan mengembalikan kondisi keuangan dalam porsi yang stabil. Padahal hal tersebut sudah jelas telah melanggar undang-undang. Karena permasalahan tersebut akhirnya Herman Willem Daendels di berhentikan dan diganti dengan Jansens.

Saat pasukan yang berasal dari negara Inggris ini melakukan penyerangan tepatnya tanggal 26 Agustus tahun 1811, kala itu memang tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Janssens kecuali dengan ke kota Bogor. Hingga akhirnya Janssens berusaha menarik mundur ke daerah Semarang.

Dengan hadirnya tambahan yang berasal dari pasukan Eropa yang berada di Surabaya dan juga Semarang beserta dengan prajurit yang berasal dari Kraton Yogyakarta dan Surakarta ini mampu memberikan bantuan terhadap pihak Belanda dalam menghadapi negara Inggris.

Serangan yang berasal dari negara Inggris ini membuat Janssen harus mundur hingga akhirnya Janssen dan juga pasukannya mundur ke Tuntang. Janssen pun berkata sudah menyerah kepada Jenderal Auchmuty. Belanda kala itu telah mengalami kekalahan ketika perang melawan tentara dari Inggris dan saat itu juga tercetuslah Perjanjian Tuntang ini.

Isi Perjanjian Tuntang

Perjanjian Tuntang tentu saja perjanjian yang telah dilaksanakan guna menyerahkan sebuah kekuasaan Belanda pada Inggris ke seluruh nusantara termasuk dengan pangkalan yang telah menjadi milik bangsa Belanda.

Lantas apa sajakah isi perjanjian Tuntang? Ternyata isi Perjanjian Tuntang ini mencakup berbagai macam hal bahkan membawa berbagai macam dampak dalam kehidupan. Inilah berbagai macam isi perjanjian Tuntang yang perlu anda ketahui, yakni:

1. Semua pulau Jawa dan juga seluruh pangkalan yang sudah menjadi milik Belanda yang berada di daerah Palembang, Makasar, Madura dan juga Sunda Kecil pada akhirnya harus diserahkan kepada Inggris.
2. Semua tentara atau bahkan militer Belanda ternyata perlu menjadi tawanan dari pemerintahan Inggris.
3. Pegawai sipil yang mempunyai keinginan untuk bekerja bisa menjalin kerja sama dengan pemerintahan negara Inggris bahkan hal ini juga berlaku bagi mereka rakyat Belanda.

Itulah tadi beberapa point yang menjadi isi perjanjian Tuntang. Kini ada banyak sekali dampak yang akan dirasakan oleh bangsa Indonesia, Inggris bahkan juga Belanda. Tentu saja semua dampaknya ini bisa memberikan pengaruh bagus dan ada pula pengaruh yang buruk.

Dampak Perjanjian Tuntang

Setelah kita membahas mengenai isi perjanjian Tuntang, kali ini kita juga akan membahasa mengenai dampak dari perjanjian tersebut. Perjanjian Tuntang ternyata mampu menciptakan babak yang baru atas kependudukan bangsa Indonesia oleh bangsa Inggris kurang lebih selama lima tahun lamanya.

Selama lima tahun ini ternyata mulai dari tahun 1811 sampai dengan 1816 memegang Inggris roda pemerintahan sekaligus kekuasaan yang berada di Indonesia. Tentunya ada banyak dampak yang terjadi dari isi perjanjian Tuntang ini.

Ternyata pemerintahan negara Inggris ini sudah memberlakukan berbagai macam point, yakni:
1. Kerja paksa maupun wajib pajak akhirnya terhapuskan
2. Tanaman yang harus di tanam sekarang ini di tentukan oleh rakyat
3. Bupati tentu saja salah satu pegawai pemerintah
4. Tanah menjadi milik pemerintah sedangkan petaninya sebagai pekerjanya

Pemerintahan Inggris ini ternyata sudah ditandai dengan adanya perjanjian Tuntang yang dimulai dari tahun 1811 yang sudah di pimpin oleh Thomas Stamford Raffles dan hanya sampai pada tahun 1816.

Pada saat itu penandatanganan sebuah perjanjian mengenai pengembalian Indonesia kepada Belanda telah terjadi. Bahkan hal tersebut juga menjadi akhir atas kekuasaan Inggris di Indonesia.

Perlu anda ketahui juga bahwa perjanjian Tuntang ini ternyata menyebabkan beragam perubahan terbaru yang terjadi dalam berbagai macam bidang. Berbagai macam perubahan yang terbilang serius sudah dilakukan oleh Raffles yakni sebagai berikut:

a. Bidang pemerintahan

1. Pulau Jawa sudah terbagi menjadi 18 Karesidenan yang telah mengangkat sidekick residen orang Eropa menjadi pengawai seorang bupati
2. Mengurangi kekuasaan yang berasal dari para bupati menjadikannya seorang pegawai pemerintahan maupun digaji dengan uang. Sehingga mereka tidak lagi mengandalkan pajak yang berasal dari masyarakat.
3. Pengadilan akhirnya diterapkan melalui proses penjurian

b. Bidang ekonomi

1. Proses kerja rodi yang sempat diaplikasikan oleh Daendels akhirnya dihapuskan terkecuali untuk daerah Jawa Tengah maupun Priangan
2. Pelayaran hongi yang sudah diaplikasikan oleh VOC ternyata harus dihapuskan
3. Proses perbudakan ikut dihapuskan
4. Penyerahan wajib maupun result bumi yang berasal dari warga kepada penguasa akhirnya dihapuskan
5. Proses pajak tanah kini mulai dilaksanakan sesuai dengan ketentuan petan. Dimana mereka harus secepat mungkin menyewa tanah yang digarapnya kepada pemerintah.

Biasanya besaran sewa tanah akan di sesuaikan dengan kondisi tanahnya. Pajak bumi secepat mungkin harus dibayar baik dengan uang atau bahkan beras bahkan orang yang bukan petani ternyata juga dikenakan pajak kepala

c. Bidang ilmu pengetahuan

1. Membangun sebuah gedung harmoni untuk sebuah lembaga ilmu pengetahuan
2. Menuliskan sejarah mengenai kebudayaan sekaligus alam jawa dalam sebuah History of Java
3. Nama Raffles mula diabadaikan sebagai nama bunga bangkai rafflesia Arnoldi
4. Membangun sebuah Gedung Harmoni untuk lembaga ilmu pengetahuan Bataviassch Genootshap

Memang banyak sekali perubahan serius yang telah dilakukan oleh Raffles dalam berbagai macam bidang. Semunya tentu saja memberikan dampak yang positif untuk semua pihak.

Perlu anda ketahui bahwa isi perjanjian Tuntang ini sudah ditandatangani oleh Jenderal Jasens yang berasal dari Belanda dan juga Jenderal Lord Minto yang berasal dari negara Inggris.

Penyebab Terjadinya Perjanjian Tuntang

Setelah membahas banyak hal tentang isi perjanjian Tuntang maupun pembahasan lainnya, kini anda pun juga harus mengetahui apa saja penyebab terjadinya perjanjian tuntang ini.

Salah satu penyebab dari perjanjian tersebut karena Belanda menyerah kepada pihak Inggris yang sudah menduduki Jakarta. Pada bulan Agustus tepatnya pada tahun 1811 pihak Inggris berhasil melakukan pendaratan di sana di bawah pimpinan Lord Minto.

Pemerintahan Belanda di Indonesia saat itu berada di bawah naungan Jenderal Janssen tepatnya tahun 1811 sudah menggantikan Jenderal Daendels.sementara itu Daendels ini di tarik kembali oleh Belanda dan dianggap telah menjual tanah yang menjadi milik negara pada pihak swasta. Bahkan kabarnya Daendels ini juga dibenci masyarakat Belanda sebab dikenal sebagai orang yang begitu kejam pada mereka rakyat pribumi.

Hingga akhirnya tepatnya tanggal 11 September tahun 1811 Belanda yang berada di bawah pimpinan Jasens saat berada di Indonesia menyerah pada pihak Belanda. Saat itulah perjanjanjian Tuntang terjadi bahkan nama Tuntang ini berasal dari lokasi tempat dimana perjanjian itu berlangsung. Akibat dari perjanjian tersebut maka bangsa Indonesia mengalami berbagai macam perubahan.

Pada tanggal 23 September tahun 1811 kapten Robinson saat itu dating ke Yogyakarta dengan adanya pengumuman bahwa peraturan yang sudah ditetapkan oleh Daendels masih diberlakukan bahkan keadaannya pun tidak diperbolehkan untuk dirubah.

Hanya saja Sunan Hamengkubuwono ini tidak lagi mempedulikan perintahnya tersebut. Lebih singkatnya semua hal yang terkait dengan pemerintahan kerajaan sengaja mereka jalankan sendiri.

Hingga akhirnya Kanjeng Sinuwun pun turun dari tahtanya dan menjadi seorang putera mahkota. Raffles yang pada bulan Desember berada di Semarang dan hendak pergi ke Yogyakarta maupun Surakarta sangat butuh tenaga dari pangeran Notokusumo beserta anaknya.

Pada tanggal 27 September tahun 1811 akhirnya Raffles pun telah tiba di Yogyakarta dan pada tanggal 28 Desember tahun 1811 akhirnya diputuskan dengan sebuah perjanjian bahwa sultan masih tetap memegang pemerintahan.

Kapitulasi Tuntang ini merupakan salah satu perjanjian yang diadakan guna menyerahkan kekuasaan yang berada di wilayah nusantara dari pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintah Inggris.

Konspirasi yang terbilang mustahil pun akhirnya dipahami para leluhur pada saat itu. Ketika dijajah, dunia pun terlihat sangat sempit bahkan sulit sekali berkembang. Perjanjian Tuntang ini terjadi akibat pengaruh dari Inggris maupun Perancis.

Sejujurnya Inggris dan juga Belanda terbilang lumayan akrab dari dulu. Hal ini dikarenakan Napoleon sudah menguasai negara Perancis hingga akhirnya Perancis pun bisa mengalahkan pihak Belanda.

Dan akhirnya jajahan Belanda ini sekarang sudah menjadi milik negara Perancis. Kala itu Inggris telah menduduki Malaysia bahkan buruknya lagi Jenderal Daendels telah membangun sebuah kekuatan saat berada di Inggris. Hal ini pastinya menjadi sebuah ancaman buruk bagi mereka pihak Inggris.

Kelihatannya keberuntungan Inggris terbilang cukup membantu. Napoleon saat itu merasa kesulitan dalam menghadapi Rusia hingga akhirnya mampu membuat Daendels pulang ke kampong halamannya. Hal ini bertujuan untuk membantu para pasukan Perancis.

Kemudian rencana setengah matang dari Daendels ini kemudian di lanjutkan oleh Jan Willem Janssens supaya mampu menerima kenyataan yang terbilang pahit. Memang sudah sepantasnya para penjajah ini mulai belajar tentang pengendalian diri.

Menurut perkataan para leluhur, Inggris memang paling baik diantara penjajah lainnya. Apalagi Belanda yang sudah kalah dari Inggris ini dikarenakan ingin melepaskan jeratan pihak Perancis.

Saat Napoleon tidak lagi berkuasa, segeralah jajahan Belanda ini akhirnya dikembalikan pada Inggris melalui sebuah konferensi London yang sudah terjadi pada tahun 1814. Pada saat itu Kapitulasi Tuntang sudah ditandatangani tepatnya tanggal 18 September tahun 1811.

Thomas Stamford Raffles yang sudah dikirimkan ke Inggris guna mengurus nusantara seakan menjadi obat untuk bangsa Nusantara pada saat itu. Inilah mengapa para pemimpin yang paling tepat untuk daerah tropis tentu saja mereka yang begitu akrab dengan alam.

Hingga akhirnya Belanda berhasil menduduki Nusantara setelah menghancurkan pihak Perancis. Hal ini jelas terbukti ketika Belanda menghajar bangsa nusantara dengan tujuan mengembalikan keadaan negara mereka.

Siapa sangka perjanjian Tuntang ini telah merampas dan juga memeras kraton Yogyakarta secara besar-besaran. Para penjajahnya justru memperoleh keuntungan besar hingga berkali lipatnya. Hingga akhirnya mereka yang menjadi rakyat kecil hanya menjadi korban dari keganasan para penjajah pada waktu itu.

Itulah tadi sedikit ulasan mengenai isi perjanjian tuntang dan berbagai macam pembahasan yang lainnya. Semoga saja dari pembahasan diatas bisa memperluas ilmu anda mengenai perjanjian Tuntang ini.

Mempelajari sejarah memang penting sekali untuk kita, dengan begitu kita pun mengerti mengapa perjanjian itu bisa terjadi dan apa yang akibat dari perjanjian Tuntang ini. Sekian informasi yang bisa saya berikan semoga saja bermanfaat untuk kita semuanya.