Latar Belakang Isi Perjanjian Saragosa Beserta Dampaknya

Isi Perjanjian Saragosa

Kalimat.ID – Mendengar isi Perjanjian Saragosa tentu saja kita akan melakukan flashback dari sejarah yang ada di Indonesia. Apalagi selama ini catatan sejarah sudah menuliskan jika isi Perjanjian Saragosa memiliki beberapa dampak dan juga alasan diadakannya perjanjian tersebut.

Tentu saja sebagian orang yang ingin memahami secara keseluruhan tentang perjanjian tersebut, ingin menambah pengetahuan dan memaknai nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Selama ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki daya tarik sendiri oleh dunia luar. Apalagi kekayaan alam yang melimpah tentu saja menjadi bukti jika Indonesia layak dijadikan negara yang cocok sebagai penghasil bahan baku yang bisa diperdagangkan di dunia. Inilah yang membuat bangsa luar banyak yang melakukan kegiatan perdagangan di wilayah Indonesia.

Tetapi seiring terbukanya Indonesia bagi dunia luar untuk melakukan perdagangan di beberapa wilayahnya, membuat sebagian negara ingin mengambil keuntungan lain selain berbisnis. Banyak negara dari Timur yang ingin semakin menguasai wilayah Indonesia yang kaya akan rempah-rempah hasil bumi lain yang bisa dijual ulang.

Apalagi saat itu beberapa wilayah memang masih diduduki oleh kerajaan kecil yang masih dalam taraf perkembangan. Sistem perang dan juga pasukan yang ada di wilayah kerajaan kecil tersebut memang masih membutuhkan bantuan dari pihak luar untuk melakukan penambahan kekuatan.

Banyak sekali negara luar ingin menjalin kerjasama dengan tujuan lain yaitu semakin memahami kekuatan dari beberapa wilayah jajahan yang cocok untuk dijadikan bahan penyuplai rempah-rempah. Maka dari itu tujuan awal untuk berdagang menjadi lebih menyimpang dan mengarah pada keinginan menguasai sebagian wilayah Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan oleh dua negara yang berkuasa saat itu yaitu Spanyol dan Portugis. Keinginan mereka singgah di Indonesia yang pada awalnya ingin berdagang kemudian menjadi berniat menguasainya.

Adanya dua kubu yang berbeda pandangan, tentu saja membuat Spanyol dan Portugis menghalalkan beberapa cara untuk saling bersaing memperebutkan kekuasaan di wilayah Maluku yang terkenal sebagai negara yang cukup dipandang tinggi oleh dunia. Dari beberapa pertikaian kemudian muncul sebuah perjanjian baru yang dikenal dengan isi Perjanjian Saragosa.

Untuk memperdalam pengetahuan anda yang ingin mempelajari tentang sejarah dan isi Perjanjian Saragosa, pembahasan berikut ini merupakan hal yang bisa anda jadikan informasi terbaru dalam mempelajari sejarah negara ini.

Pengertian Perjanjian Saragosa

isi-perjanjian-saragosa

Sejak dahulu Indonesia memang merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam beragam dan jumlahnya sangat besar. Apalagi hasil rempah-rempah dapat di Indonesia tentu saja membuat bangsa luar tertarik dan ingin menguasainya. Sikap awal yang ditunjukkan oleh bangsa luar memang pada awalnya hanya untuk berdagang, namun setelah memahami banyaknya kekayaan alam serta masih lemahnya persatuan bangsa Indonesia, keinginan mereka untuk menguasai menjadi sangat terbuka secara lebar.

Pada awalnya bangsa Spanyol dan Portugis merupakan dua negara yang sampai di wilayah Indonesia paling pertama. Mendaratnya mereka di wilayah kepulauan Maluku menjadi bukti jika keinginan mereka untuk menguasai wilayah Indonesia memang sudah dari awal kedatangannya. Karena sama-sama keinginan yang kuat untuk menguasai Indonesia, kedua belah pihak Lantas sebuah kesepakatan untuk meredam konflik. Hal inilah yang membuat awal mulanya Isi Perjanjian Saragosa dicetuskan oleh dua pihak tersebut.

Perjanjian Saragosa yaitu sebuah perjanjian kesepakatan antara dua belah pihak negara Spanyol dan Portugis. Yakni keputusan menentukan wilayah mereka pada belahan bumi wilayah timur dan membaginya menjadi dua kawasan di antara dua kerajaan.
Langkah ini diambil sebagai jalan untuk memperbarui kesepakatan yang dulunya dijalankan Spanyol dan Portugis melalui perjanjian tordesillas. Karena selama ini dua belah pihak negara dari kawasan benua Eropa tersebut memang sama-sama negara yang sudah banyak mengarungi samudra. Selain itu perjanjian juga membahas soal batas garis bujur yaitu batas 297,5 marine leagues yang berada 17 derajat di sisi timur Maluku.

Saat itu pihak Portugis memang sudah mendarat di kawasan Ternate, sedangkan pihak Spanyol juga mendarat di kawasan Tidore. Ketika kedua negara bertemu hampir saja terjadi pertempuran karena salah satu pihak menuduh jika ada yang sengaja melanggar perjanjian Tordesillas. Sehingga dua belah pihak kemudian membawa permasalahan tersebut ada Paus. Hingga akhirnya pada tanggal 22 April tahun 1529 telah hadir perjanjian Saragosa. Isi perjanjian tersebut bahkan sudah langsung di tandatangani oleh Kaisar Charles V dan juga Raja John III.

Di dalam isi Perjanjian Saragosa tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan yang mana hal tersebut masih mengacu pada pembagian dua belah pihak portugis dan Spanyol. Kesepakatan kedua negara tersebut adalah:

1. Spanyol harus segera meninggalkan kawasan Maluku serta memusatkan semua kegiatan mereka di wilayah negara Filipina.
2. Portugis masih bisa melakukan semua aktivitas perdagangan di kawasan Maluku
Melihat isi dari perjanjian diatas tentu saja spanyol menjadi salah satu negara yang dirugikan. Karena Keinginan mereka untuk menetap dan menguasai sebagian wilayah Maluku menjadi semakin tertutup. Portugis yang terlebih dahulu berada di sana berhasil memenangkan wilayah Maluku secara sepenuhnya.

Bahkan dari isi perjanjian tersebut sebanyak merasa tersisihkan dengan dipindahkannya wilayah kekuasaan mereka keluar dari Maluku. Jika spanyol masih berada di kawasan Maluku, tentu saja ada sanksi tersendiri. Nilai yang dirasakan sebanyak jika adanya Perjanjian Saragosa memang menjadi salah satu keputusan yang merugikan.

Bukan hanya kehilangan kekuasaan, tetapi hak untuk melakukan perdagangan di kawasan Maluku juga tertutup lebar bagi Spanyol. Karena jumlah kekayaan alam yang melimpah di kawasan Maluku merupakan sebuah ah bahan dagang yang bisa dijual tinggi di kawasan Eropa. Bahkan Portugis yang memenangkan wilayah Maluku, semakin mudah mendapatkan banyak bahan dagang yang membuat mereka semakin mendapatkan pemasukan besar pada kas negaranya.

Latar Belakang Isi Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa yang terjadi 22 April 1529 merupakan sebuah kesepakatan yang dilangsungkan antara dua negara Portugal dan Spanyol. Santai saja memiliki latar belakang yang sangat kompleks sehingga dijalankan perjanjian untuk mengatur wilayah kekuasaan 2 negara tersebut.

Soalnya memang Perjanjian Saragosa hanya bertujuan untuk menindaklanjuti adanya perjanjian Tordesillas yang lebih dulu disepakati antara dua negara. Karena dua belah pihak negara tersebut selama ini memang menjadi negara pelopor sebagai penjelajah dari Eropa. Kedua negara sudah melalui beberapa negara dengan melakukan penjelajahan samudra. Sehingga dua belah pihak sampai dan melabuhkan kapal di kawasan Indonesia.

Adanya pertemuan 2 negara tersebutlah yang menjadi latar belakang terjadinya Perjanjian Saragosa. Karena sudah lama sekali jika dua negara memang bertemu dalam sebuah area yang sama, dua pihak negara tersebut memang telah membuat kesepakatan bersama untuk mencegah pertikaian wilayah.

Karena salah satu pihak dari dua negara tersebut memang jika salah satunya mengingkari perjanjian Tordesillas yang telah disepakati sebelumnya. Sehingga untuk mencegah terjadinya insiden menjadi memanas, pertemuan dua negara tersebut melahirkan perjanjian baru.

Pertemuan kedua bangsa timur tersebut berada di kawasan kepulauan Maluku. Dimana bangsa Portugis mendarat pertama kali pada tahun 1512. Saat itu Portugis masih dalam kepemimpinan Alfonso de Albuquerque. Bagan pada saat kedatangan Portugis Raja Ternate menyambut mereka dengan tangan terbuka.

Saat itu Raja Ternate memanfaatkan kedatangan bangsa Portugis dengan meminta bantuan mendirikan benteng pertahanan untuk melindungi wilayah kerajaan dari serangan luar. Tujuannya memang benar karena wilayah Maluku yang menjadi pusat incaran negara asing masih dianggap kurang aman dari sistem pertahanannya saat itu. Dan Portugis sebagai salah satu negara yang sudah memiliki kekuatan perang yang besar, tentunya telah memiliki sistem pertahanan bagus dengan alat yang lebih lengkap. Raja Ternate akan senang dengan adanya kerjasama dengan Portugis.

Dengan menggunakan campur tangan Portugis pada sistem perang mereka, tentu saja kerjasama antara dua negara menjadi semakin kuat dan membuat negara lain akan sulit untuk menembus kekuatan kerajaan Maluku.

Imbalan balas jasa Raja Ternate saat itu yakni memberikan beberapa hak kepada bangsa Portugis untuk melakukan perdagangan dan memberikan wewenang untuk melakukan kerjasama dengan beberapa bangsa luar di kawasan Ternate. Tetapi bangsa Portugis malah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil alih kawasan Ternate dan mendudukinya sebagai negara jajahan.

Karena tidak hanya melakukan monopoli perdagangan saja, bangsa Portugis saat itu telah bertindak sangat kejam dan seolah-olah menjadi penguasa di wilayah Ternate. Bahkan pada titik tertentu Portugis ingin lebih menguasai Ternate sepenuhnya dengan menaklukkan beberapa wilayah untuk memuluskan niat mereka mengambil semua hasil bumi di sana.

Hubungan yang pada awalnya berjalan baik kemudian berbelok arah menjadi permusuhan karena sikap Portugis yang kejam. Sehingga hal tersebut membuat maluku dan Portugis bersitegang. Dan akibatnya Raja Tidore saat itu Sultan Hairun dibunuh oleh Portugis dengan cara yang kejam.

Lalu pada tahun 1721 penjelajahan bangsa Spanyol membawa mereka ke wilayah Tidore. Hadirnya bangsa Spanyol di kawasan Maluku malahan menambah banyak konflik dan masalah baru dengan Portugis yang terlebih dahulu menduduki kawasan Maluku.
Karena tidak ada ujung penyelesaian, dua belah pihak kemudian membawa permasalahan tersebut ke Paus. Dari usulan dan ingin mendapatkan sebuah kesepakatan baru, maka Paus akhirnya ingin meredam permasalahan dengan membuat perjanjian Saragosa yang menjadi titik lanjutan dari perjanjian Tordesillas.

Tujuan Perjanjian Saragosa

Dilihat dari isi Perjanjian Saragosa sudah dapat disimpulkan jika perjanjian tersebut menginginkan Spanyol untuk meninggalkan Maluku serta berpindah ke wilayah Filipina. Sedangkan portugis berhak memiliki sepenuhnya wilayah kekuasaan yang ada di Maluku.
Tujuan yang bisa disimpulkan dari perjanjian Saragosa yaitu pasukan Portugis dan Spanyol supaya tidak bersaing dalam persaingan mereka memperebutkan wilayah kekuasaan. Sehingga antara Portugis dan Spanyol berhak memiliki kekuasaan sendiri dari kesepakatan yang terdapat di Perjanjian Saragosa.

Sejak Perjanjian Saragosa disepakati maka Portugis mendapatkan lampu hijau untuk menguasai sepenuhnya wilayah Maluku. Dan Spanyol hanya mendapatkan beberapa hak wilayah termasuk hak menguasai kepulauan Mindanao.

Tapi setelah ditetapkannya perjanjian Saragosa, portugis adalah negara yang banyak diuntungkan. Dan pakan Spanyol menganggap jika perjanjian tersebut hanya membuang-buang mereka untuk melakukan penguasaan di wilayah Indonesia. Apalagi atas hak Portugis melakukan Banyak sekali kegiatan yang lebih leluasa di kawasan Maluku. Membuat Spanyol seakan-akan nggak ada harapan lagi untuk ikut campur dalam perdagangan di wilayah Maluku.

Dampak dan Akibat Perjanjian Saragosa

Isi perjanjian Saragosa tentu saja membawa beberapa dampak dan akibat dari adanya kesepakatan dan keputusan dari dua negara, yaitu Spanyol dan Portugis. Dan tentu saja dari perjanjian tersebut Portugis adalah negara yang banyak diuntungkan.

Karena dari adanya Perjanjian Saragosa Portugis semakin memiliki wewenang penuh dengan kekuasaan mereka pada kawasan Maluku. Sehingga Portugis semakin memiliki banyak peluang untuk menguasai semua kekayaan alam Maluku secara bebas.

Apalagi Portugis juga diberikan kebebasan untuk melakukan monopoli perdagangan secara. Keinginan mereka memperkaya diri juga semakin tidak terasa Ini lagi setelah Spanyol meninggalkan kawasan Maluku. Kesempatan tersebut juga membuat Portugis semakin memiliki Ambisi besar untuk berkuasa dalam waktu yang lama di Maluku.

Hal inilah yang membuat Raja Ternate semakin marah atas kesepakatan yang terus memberikan keleluasaan kepada Portugis di kawasannya. Dari adanya perjanjian tersebut membuat rakyat Maluku semakin ingin mengusir Portugis dengan melakukan beberapa perlawanan serta barang secara terbuka.

Untuk melihat dampak atas adanya Perjanjian Saragosa tentu saja bisa langsung dilihat secara langsung dari beberapa isi perjanjian yang sudah disepakati antara dua negara. Namun perjanjian tersebut tentu saja hanya menimbulkan beberapa dampak kurang bagus kepada bangsa Spanyol secara berkelanjutan. Di bawah ini adalah beberapa dampak yang dialami Spanyol pada perjanjian yang telah disepakati dengan Portugis tersebut.

– Spanyol Dianggap Gagal Menguasai Maluku
Dampak yang paling sangat menonjol dari isi Perjanjian Saragosa yaitu semakin berkuasanya Portugis di wilayah Maluku. Sedangkan Spanyol sama sekali tidak memiliki hak atas berkuasanya mereka di wilayah Maluku. Tentu saja hal tersebut membuat Spanyol dianggap sebagai negara yang gagal mendapatkan kekuasaan di wilayah Maluku.

Karena dari isi perjanjian secara langsung memang harus membuat bangsa Spanyol angkat kaki dari wilayah Maluku. Sedangkan Spanyol harus dialihkan ke kepulauan Filipina dan sama sekali tidak memiliki kaitan langsung dengan wilayah Maluku.

– Semakin Melemahnya Kedudukan Spanyol
Dampak yang timbul dari perjanjian Saragosa kedua ya itu sama sekali tidak adanya penguasaan wilayah Spanyol karena kalah dari kedudukan Portugis. Karena Portugis sudah memenangkan semua wilayah Maluku secara utuh. Dan bahkan Portugis semakin memiliki kesempatan melakukan monopoli perdagangan secara bebas pada wilayah yang kaya rempah-rempah tersebut.

Dari konflik yang terjadi antara dua bangsa tersebut memang di anggap Spanyol sebagai salah satu kegagalan terbesar mereka selama mengelilingi dunia. Karena memang saat itu Maluku memang memiliki kedudukan yang begitu menarik di mata dunia. Jadi bagi siapapun bangsa yang berhasil menduduki wilayah Maluku, akan dianggap sebagai bangsa terkuat. Karena memang wilayah Maluku memiliki kekuatan perang yang sangat hebat dengan kualitas perdagangan paling ramai dibanding dengan wilayah lainnya di Indonesia.

– Adanya Pola Pikir Soal Bumi
Setelah terjadinya Perjanjian Saragosa dengan membelah wilayah barat dan timur menjadikan adanya perubahan pada pola pikir soal bentuk dari muka bumi. Yang semula berpandangan jika bentuk bumi itu datar menjadikan pemikiran baru jika saat itu bentuk bumi adalah bulat.

Demikianlah ulasan lengkap tentang isi perjanjian saragosa beserta dampak dari kesepakatan dari perjanjiannya. Semoga dengan membaca secara menyeluruh ulasan di atas, akan menambah wawasan baru untuk semakin mengenal penuh sejarah yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Komentar disini