13 Tanda dan Gejala Kanker Usus Serta Cara Pengobatannya

Gejala Kanker Usus

Kalimat.ID – Gejala Kanker Usus – Kanker usus adalah salah satu jenis kanker yang mengakibatkan naiknya angka kematian dunia. Kanker usus diawali dengan adanya pertumbuhan sel yang abnormal di dalam usus kecil, usus besar, usus buntu dan anus.

Sel-sel abnormal tersebut menginvasi sel-sel baik didalam usus sehingga menimbulkan dampak yang buruk bagi sistem pencernaan.Kanker usus secara garis besar terbagi menjadi 2, yaitu kanker usus halus dan kanker usus besar.

Namun, kasus kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker usus besar. Kanker usus bisa dialami oleh siapapun tanpa mengenal batasan usia. Meskipun 60 persen diantara seluruh penderita kanker usus berusia 60 tahun keatas.

Apa itu kanker usus halus?

Kanker usus halus adalah suatu penyakit dimana terdapat sel-sel abnormal yang tumbuh dan berkembang secara tidak wajar pada area usus halus. Sel-sel tersebut kemudian menginvasi sel-sel baik dan mengganggu kinerja usus halus.

Kanker usus bisa membuat usus mengalami penurunan fungsi sehingga sulit menyerap sari-sari makanan yang masuk. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami kekurangan nutrisi.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada tubuh jika asupan makanan tidak tercukupi secara optimal. Pastinya seluruh bagian tubuh tidak bisa berfungsi secara maksimal.

Hal tersebut jika dibiarkan akan menyebabkan menurunnya sistem imun, metabolisme, dan regenerasi sel.

Apa penyebab kanker usus halus?

Hingga saat ini, para ahli belum bisa memastikan penyebab kanker usus halus. Namun, ada beberapa faktor yang disinyalir sebagai faktor risiko terjadinya kanker usus halus, diantaranya yaitu:

– Orang berusia lanjut
– Pria lebih berisiko tinggi daripada wanita
– Faktor keturunan
– Merokok
– Minuman beralkohol
– Makanan tinggi lemak
– Lingkungan tempat tinggal yang tinggi kandungan kimianya
– Riwayat penyakit lain seperti Celiac dan Crohn
– Limfedema

Tahapan Perkembangan Kanker Usus Halus

Penderita harus diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui tingkat perkembangan kanker usus halus agar tenaga medis bisa menentukan penanganan kanker dengan tepat.

Kanker usus halus dibagi menjadi 4 stadium, yaitu:

Stadium 1 – Pada stadium 1, sel kanker hanya berkembang pada satu area usus. Sel kanker hanya ada pada permukaan dinding usus halus.

Stadium 2 – Dalam stadium ini, sel-sel kanker telah menyebar ke semua lapisan dinding usus halus bahkan menembus dinding luar usus.

Stadium 3 – Pada tahap ini, sel-sel kanker mulai menyebar ke jaringan limpa yang dekat dengan usus.

Stadium 4 – Stadium 4 adalah tahap yang paling berbahaya karena sel kanker mulai menyebar ke organ-organ lain disekitar usus seperti ginjal, liver dan uterus.

Apa itu kanker usus besar?

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang perkembangannya dimulai dari usus besar. Kasus kanker usus besar lebih sering dijumpai jika dibandingkan dengan kanker usus halus. Sebagian besar penderita kanker usus besar berusia 60 tahun keatas.

Umumnya, kanker usus besar bermula dari gumpalan-gumpalan sel yang dikenal dengan polip adenoma. Gumpalan tersebut kemudian terus berkembang dan menyebar dari waktu ke waktu.

Penyebab Kanker Usus Besar

Meski para ahli belum bisa menentukan secara pasti penyebab kanker usus besar, namun sebaiknya kita berjaga-jaga dan menghindari faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker usus besar berikut ini:

– Mengonsumsi daging merah secara berlebihan
– Kurangmengonsumsi serat
– Mengonsumsi minuman beralkoho
– Merokok
– Obesitas
– Usia di atas 60 tahun
– Riwayat diabetes
– Kurang olahraga
– Menderita gangguan pencernaan
– Riwayat keturunan
– Menderita polip pada usus besar

Tahapan Perkembangan Kanker Usus Besar

Sama halnya dengan kanker usus halus, kanker usus besar juga memiliki 4 tahap perkembangan, yaitu:

Stadium 1 – Pada tahap paling awal ini, sel kanker tumbuh pada usus besar. Tetapi, sel kanker belum menyebar dan belum menembus dinding usus besar.

Stadium 2 – Pada tahap kedua, sel kanker sudah tersebar diseluruh dinding usus besar dan bahkan sampai menembus dinding usus besar.

Stadium 3 – Pada stadium ketiga, sel kanker mulai menyebar hingga kelenjar limfa yang dekat dengan usus besar.

Stadium 4 –  Pada stadium paling parah ini, sel kanker semakin berkembang secara brutal dan mulai menggerogoti organ-organ lain seperti hati dan paru-paru.

Penentuan tingkat perkembangan kanker usus besar ini sangat penting untuk membantu tenaga medis melakukan pengobatan yang sesuai.

Tanda dan Gejala Kanker Usus Secara Umum

Baik kanker usus halus maupun kanker usus besar biasanya memiliki gejala yang tidak jauh berbeda, karena sama-sama menyerang organ pencernaan. Namun, rasa sakit yang dirasakan tergantung pada tingkat keparahan kanker itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa gejala kanker usus yang perlu di waspadai:

1. Nyeri Perut

Hal paling umum yang bisa menjadi indikator kanker usus ialah nyeri pada bagian perut. Nyeri yang dimaksud disini tentunya bukan nyeri karena ingin buang air besar, tetapi sangat melilit.

Rasa nyeri pun sering muncul dan hilang dengan sendirinya tanpa sebab. Gejala seperti ini memang tidak selalu disebabkan oleh kanker usus, untuk mengetahui secara pasti, segera periksakan diri anda ke dokter.

2. Sering Mual

Sering mual biasanya identik dengan kehamilan atau ada yang tidak beres dengan organ lambung, misalnya asam lambung naik atau memang penderita memiliki riwayat penyakit maag.

Namun anda harus tetap waspada, karena mual bisa menjadi sinyal adanya sel-sel kanker dalam tubuh. Jika mual terus berlanjut, segeralah periksakan diri anda.

3. Muntah

Poin ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya yakni mual. Muntah adalah hal biasa yang sering terjadi saat penderita merasakan mual.

Namun, jika muntah terjadi hingga berhari-hari tanpa sebab yang jelas, ini bisa jadi pertanda adanya kanker dalam usus halus atau usus besar.

4. Sembelit

Adanya tumor yang cukup besar pada usus halus dan usus besar, maka saluran pencernaan akan terhambat dan tinja menjadi sulit dikeluarkan.

Gejala seperti ini mungkin akan dianggap sembelit biasa dimana penderita hanya merasa kesulitan saat buang air besar.

Ketidaktahuan tersebut bisa memperlambat penanganan terhadap kanker usus dan berakibat sangat fatal. Jika anda sering merasa kesulitan saat buang air besar dan terjadi secara terus menerus tanpa sebab, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

5. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan sangat umum terjadi pada penderita kanker. Namun, jika berkaitan dengan kanker di usus, penurunan berat badan disebabkan karena selera makan yang menurun akibat mual-muntah dan nyeri pada perut.

Selain itu, sel-sel kanker pada usus bisa menghambat penyerapan sari makanan sehingga asupan nutrisi yang didapat oleh tubuh sangat minim, sehingga penderita akan kehilangan berat badan.

6. Feses Disertai Darah

Gejala kanker usus yang paling mencolok adalah keluarnya feses yang disertai darah. Namun, buang air besar yang disertai dengan darah juga bisa diakibatkan oleh ambeien atau wasir.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab adanya darah pada feses, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

7. Anemia

Pada kasus kanker usus, penderita bisa mengalami gejala anemia. Hal ini berkaitan dengan hilangnya darah saat buang air besar. Darah yang keluar dari tubuh secara terus menerus pastinya akan membuat tubuh kekurangan darah sehingga terjadilah anemia.

8. Tubuh Cepat Lelah

Selanjutnya, jika sudah terkena anemia, maka tubuh akan menjadi lemas dan mudah lelah. Rasa lemas dan lelah biasanya muncul ketika kita baru melakukan aktivitas yang berat dan padat.

Tetapi, anda harus waspada jika tubuh terasa sangat lelah tanpa melakukan aktivitas berat. Karena bisa saja itu adalah tanda gejala kanker usus.

9. Diare

Orang yang menderita kanker usus biasanya akan sulit buang air besar, namun pada beberapa kasus ditemukan penderita yang mengalami diare.

Baik sembelit maupun diare disebabkan oleh sel-sel kanker yang mengganggu fungsi organ pencernaan, khususnya usus.

10. Perut Terasa Penuh

Perut terasa penuh juga biasa terjadi pada penderita kanker usus. Pada kanker usus halus. Rasa penuh pada perut biasanya diiringi dengan rasa nyeri pada perut bagian tengah.

Beda halnya pada penderita kanker usus besar, rasa penuh dan nyeri akan terasa pada perut bagian bawah.

11. Kolik atau Kram Perut

Selain rasa penuh dan nyeri pada perut, penderita kanker usus akan mengalami kram perut, khususnya pada penderita kanker usus halus. Bagi wanita, kram perut adalah hal biasa yang sering terjadi pada periode menstruasi.

Namun jika kram perut terjadi saat tidak dalam periode menstruasi, segera periksakan diri anda untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

12. Perut Kembung

Gangguan seputar perut lainnya yang menjadi gejala kanker usus ialah perut kembung. Gejala perut kembung ini biasanya disertai dengan gejala-gejala lain yang telah dijelaskan sebelumnya.

Perut kembung yang tak kunjung membaik selama berhari-hari perlu diwaspadai dan secepatnya diperiksa untuk mengetahui diagnosa penyakit yang dialami.

13. Sakit Kepala

Selain gangguan pada perut, penderita kanker usus kerap mengalami sakit kepala. Sakit kepala bisa disebabkan oleh gejala sebelumnya, yaitu anemia.

Sakit kepala karena kanker usus biasanya juga diiringi dengan gejala lain seperti mudah lemas, lelah dan mual-muntah.

Dari sederet gejala yang telah dijelaskan, tidak semuanya akan dirasakan oleh penderita kanker usus. Sebagian penderita biasanya akan mengalami buang air besar yang disertai darah.

Sebagian lainnya sama sekali tidak mendapati darah pada feses saat buang air besar, walaupun sama-sama mengalami nyeri yang hebat pada bagian perut.

Jika anda mengalami gejala kanker usus diatas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Terutama jika anda mengalami susah buang air besar hingga tiga minggu. Ditambah lagi jika anda berusia 60 tahun keatas dan mengalami beberapa gejala diatas.

Pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengetahui secara pasti diagnosa penyakit yang anda derita, apakah anda benar-benar terkena kanker usus atau tidak.

Bagaimana cara mengobati kanker usus?

Sebelum melakukan pengobatan untuk kanker usus, tentunya penderita harus memeriksakan diri kepada dokter spesialis kanker.

Nantinya dokter spesialis akan menentukan seberapa jauh tingkat keganasan sel kanker pada tubuh penderita dan menentukan metode terapi yang tepat.

Metode pengobatan untuk kanker usus sangat bervariasi, karena tergantung dengan ukuran, letak dan persebaran sel-sel kanker.

Untuk kanker usus stadium awal dan berukuran tidak terlalu besar, biasanya akan dilakukan operasi pengangkatan tumor. Semakin besar tumor, maka operasi pengangkatan yang dilakukan akan semakin rumit.

Untuk kanker usus stadium lanjut, akan dilakukan penanganan kombinasi, dimulai dari operasi pengangkatan tumor, radiasi dan ditutup dengan kemoterapi.

Penanganan secara kombinasi dilakukan untuk mencegah sel-sel kanker tumbuh kembali sekaligus memperbesar harapan penderita untuk segera sembuh dari kanker usus.

Demikianlah informasi mengenai gejala kanker usus beserta faktor risiko dan cara penanganannya. Kanker usus memang tidak bisa dianggap remeh, maka dari itu, kenali tanda dan gejalanya sedini mungkin.