11 Tanda dan Gejala Kanker Payudara yang Perlu di Ketahui

Kalimat.ID – Gejala Kanker Payudara – Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang mematikan, khususnya bagi wanita.

Survey yang dilakukan oleh Singapore Health Service telah membuktikan bahwa dari semua jenis kanker yang dialami wanita, sebanyak 21% adalah kanker payudara.

Kanker payudara umumnya diawali dengan benjolan pada area sekitar payudara. Benjolan yang masih berukuran kecil yakni kurang dari 3 cm belum dikategorikan sebagai kanker ganas karena sel kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya.

Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker payudara, kebanyakan penderita memeriksakan diri setelah berada pada stadium lanjut sehingga penanganan terhadap kanker payudara menjadi lebih sulit.

Apa saja penyebab kanker payudara?

Kanker payudara sangat erat kaitannya dengan riwayat penyakit sebelumnya dan gaya hidup. Beberapa faktor yang disinyalir bisa meningkatkan risiko penyakit kanker payudara antara lain:

1. Jenis Kelamin

Seperti yang kita ketahui, kanker payudara merupakan kanker yang menyerang payudara yang tentunya sangat rentan menyerang wanita, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria.

Hal ini disebabkan oleh hormon reproduksi wanita yakni estrogen dan progesteron. Pada sebagian kasus kanker payudara, kedua hormon tersebut menjadi penyebab tumbuhnya sel-sel kanker pada payudara wanita.

Risiko kanker payudara akan semakin meningkat jika sel-sel pada payudara terpapar hormon progesteron dan estrogen yang terlalu tingga saat periode menstruasi.

Tak hanya itu, yang mengalami masa menstruasi sebelum berusia 12 tahun akan berisiko mengidap kanker payudara. Begitu juga bagi wanita yang mengalami menopause diusia 55 tahun keatas.

2. Usia

Selain jenis kelamin, faktor usia juga bisa memicu terjadinya kanker payudara. America Cancer Society menyatakan bahwa rata-rata kanker payudara dialami oleh wanita usia lanjut, yakni berusia 55 tahun keatas. Hanya sebagian kecil wanita yang mengalami kanker payudara di usia muda.

3. Riwayat Kanker Payudara

Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara, mengalami risiko lebih besar untuk menderita kanker payudara. Kanker payudara dapat diturunkan dengan keluarga yang memiliki hubungan darah langsung seperti ibu atau kakak perempuan.

4. Genetik

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Memorial Sloan menunjukkan bahwa faktor genetik dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Mutasi genetik BRCA dan BRCA1 disinyalir menjadi penyebab terbentuknya sel-sel kanker payudara. Gen lainnya yang bisa menyebabkan kanker payudara yaitu p53, ATM, CDH1, PTEN dan CHEK2.

5. Etnis

Siapa sangka jika etnis juga turut andil dalam meningkatkan risiko kanker payudara? Wanita Eropa memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap kanker payudara.

Selain Eropa, wanita Amerika-Afrika juga sangat rentan mengidap kanker payudara. Kanker payudara juga menjadi sangat sering terjadi pada wanita Hispanik.

Tak hanya menyerang wanita dari Negara lain saja, di Indonesia sendiri kanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu bagi wanita.

6. Faktor Gaya Hidup

Kanker payudara bisa disebabkan oleh gaya hidup seseorang. Menurut American Cancer Society, ada beberapa perilaku dan kondisi yang dapat menyebabkan kanker payudara, yaitu:

– Mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang lama
– Tidak memiliki anak
– Mengonsumsi minuman beralkohol
– Menggunakan terapi hormon
– Obesitas
– Melahirkan anak pertama diusia 35 tahun keatas

Tingkat Perkembangan Kanker Payudara

Jika ditunjai dari perkembangan dan penyebarannya, kanker payudara dibagi menjadi beberapa stadium, yaitu:

Stadium 0: Ini adalah tahap awal kanker payudara. Pada tahap ini, sel kanker mulai tumbuh dan berkembang, namun hanya ada pada saluran payudara.

Stadium 1: Pada tahap ini, sel kanker atau tumor mulai membesar, namun tidak lebih dari 3 cm. Tumor kecil mulai berkelompok dan telah sampai pada kelenjar getah bening.

Stadium 2: Sel kanker terus berkembang dan mulai menyebar ke beberapa kelenjar getah bening. Ukuran tumor juga semakin membesar, namun tidak lebih dari 5 cm.

Stadium 3: Tahap ini disebut sebagai stadium lanjut. Sel kanker pada stadium ini mulai menguasai hampir seluruh kelenjar getah bening dan juga jaringan dada. Sel kanker juga menggerogoti jaringan kulit di bagian dada hingga menyebabkan luka dan peradangan.

Stadium 4: Pada stadium paling parah ini, sel-sel kanker berkembang semakin cepat dan mulai menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Pada stadium 4, penderita harus diterapi secara intensif.

Tanda Gejala Kanker Payudara

Setidaknya ada 10 tanda dan gejala yang terjadi jika seseorang mengalami kanker payudara. Apa saja? Mari kita simak selengkapnya.

1. Benjolan di payudara

Gejala kanker payudara yang paling umum terjadi adalah benjolan di area payudara. Benjolan tersebut bisa dikatakan sebagai tumor dengan ukuran yang bervariasi. Benjolan umumnya tumbuh dibawah ketiak dan sekitarnya.

Namun, kurangnya perhatian terhadap perubahan bentuk payudara, membuat wanita lambat menyadari gejala ini.

2. Perubahan kulit

Perubahan kulit bisa terjadi akibat tumbuhnya sel-sel kanker pada payudara. Perubahan kulit biasanya terjadi disekitar puting.

Tak hanya itu, kulit juga sering terasa gatal, memerah dan menebal tanpa sebab. Pada beberapa kasus, penderita mengalami kulit kering dan pecah-pecah di area payudara.

Hal ini disebabkan oleh adanya sel kanker yang menghambat saluran getah bening. Gejala seperti ini biasanya terjadi pada penderita kanker payudara stadium akhir. Namun, pada beberapa kasus, perubahan kulit disekitar payudara merupakan gejala awal kanker.

3. Keluar cairan dari puting

Gejala kanker payudara lainnya yang mudah dideteksi adalah keluarnya cairan pada puting payudara. Cairan yang keluar dari puting bisa berupa cairan bening seperti air, nanah berwarna kuning maupun darah.

4. Pembengkakan Payudara

Pada tahap awal pertumbuhan sel kanker, ukuran payudara masih terlihat normal kendati sel kanker sedang berkembang didalam payudara.

Pada tahap selanjutnya, pasien akan mengalami pembengkakan pada area payudara, tepatnya di bawah ketiak. Pembengkakan ini akan semakin parah dan menimbulkan nyeri pada stadium 4.

5. Nyeri Pada Payudara

Saat kanker mulai berkembang dan menyebar, penderita akan merasakan nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara.

Ditambah lagi jika sudah terjadi peradangan dan iritasi pada kulit sekitar payudara, penderita tentu akan semakin merasa kesakitan. Rasa nyeri di kulit sekitar payudara bisa juga disebabkan oleh terapi radiasi.

6. Kelelahan

Sama seperti gejala kanker lainnya, penderita kanker payudara akan merasa kelelahan. Kelelahan bisa terjadi saat penderita menjalani rentetan terapi guna memerangi sel-sel kanker payudara.

Ditambah lagi jika penderita sudah berada pada stadium 4, kelelahan akan semakin menjadi karena menahan rasa nyeri pada payudara yang menguras energi.

7. Insomnia

Penderita kanker payudara, khususnya pada stadium 4, sangat rentan mengalami gangguan tidur. Beberapa pasien yang menjalani terapi kanker payudara mengalami rasa panas pada payudara sehingga mereka menjadi sulit tidur.

Selain rasa panas, nyeri yang hebat pada payudara juga menyebabkan penderita menjadi insomnia.

8. Kram perut dan penurunan berat badan

Kanker payudara dapat menimbulkan gejala lain seperti kram perut dan berat badan menurun. Tak hanya itu, terapi pengobatan kanker payudara dapat menimbulkan mual-muntah, sulit buang air besar dan diare.

Gejala ini disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi dan stres yang dialami penderita kanker payudara. Hal-hal tersebut secara tidak langsung menyebabkan penurunan fungsi sistem pencernaan di dalam tubuh penderita.

Penderita kanker payudara biasanya akan sangat sulit mengatur pola makan. Penderita cenderung menjauhi berbagai makanan yang menyebabkan perut mereka terasa sakit. Dampaknya, tubuh akan kekurangan serat pangan dan penderita akan mengalami sembelit.

Lama kelamaan, penderita akan kehilangan selera makan sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terpenuhi. Wajar saja jika kebanyakan penderita kanker payudara mengalami penurunan berat badan secara drastis.

9. Sesak Napas

Pada kanker payudara stadium 4, penderita akan merasa sesak napas. Mereka kesulitan saat menarik napas dalam sehingga menimbulkan sesak pada bagian dada. Jika hal ini terjadi, biasanya sel-sel kanker sudah menyebar hingga ke paru-paru penderita.

Kesulitan bernapas tersebut juga kerap diiringi dengan batuk kering. Gejala ini juga bisa terjadi saat pasien menjalani kemoterapi dan radioterapi.

10. Rasa Ngilu Pada Tulang

Gejala kanker payudara yang satu ini erat kaitannya dengan penyebaran sel kanker. Penyebaran sel kanker yang semakin luas akan menimbulkan gejala pada organ lainnya seperti rasa ngilu pada tulang.

Ngilu yang dirasakan biasa terjadi pada tulang pinggul, tulang lengan, tulang kaki, tulang rusuk, tulang belakang hingga tulang pada bagian kepala. Tak hanya itu, rasa ngilu pada tulang bisa membuat penderita kesulitan untuk berjalan atau menggerakkan sendi.

11. Gangguan Liver

Gangguan pada organ liver tidak akan terjadi jika kanker payudara masih dalam stadium awal. Namun, pada kanker payudara stadium 4, penderita akan mengalami gejala gangguan liver, demam tinggi dan penurunan berat badan.

Apakah Kanker Payudara Bisa Diobati?

Jika anda sudah didiagnosa mengidap kanker payudara, maka anda tidak perlu terlalu cemas karena hanya akan memperburuk kesehatan anda. Untuk saat ini, ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker payudara.

Adapun penerapannya sangat bergantung dengan ukuran dan penyebaran sel kanker. Beberapa metode tersebut antara lain:

1. Operasi

Sebagian besar kasus kanker selalu ditangani dengan jalan operasi pengangkatan sel kanker, begitu juga dengan kanker payudara.

Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah payudara masih memungkinkan untuk dipertahankan, ataukah harus diangkat secara total demi membendung penyebaran sel kanker.

Operasi kanker payudara dikenal dengan istilah mastektomi. Mastektomi dilakukan dengan cara mengangkat tumor yang berada di bawah ketiak atau pada kelenjar getah bening secara keseluruhan.

Jika memungkinkan, maka akan dilakukan penyuntikan guna mematikan sel-sel kanker. Mastektomi juga bisa dilakukan untuk memprediksi risiko kekambuhan kanker.

2. Radioterapi

Selain kanker, metode lain yang cukup populer yaitu radioterapi. Penderita kanker payudara yang tidak memungkinkan untuk di bedah, maka radioterapi merupakan alternatif yang tepat.

Radioterapi pada pasien kanker payudara biasanya dilakukan dengan memberikan energi cahaya tingkat tinggi pada bagian dada, agar sel-sel kanker pada payudara benar-benar mati dan tidak muncul kembali. Terapi ini dilakukan kurang lebih 5 minggu.

3. Kemoterapi

Penderita kanker tidak akan bisa menghindari kemoterapi. Karena kemoterapi dilakukan agar sel-sel kanker tidak muncul kembali. Kemoterapi untuk kanker payudara biasanya memakan waktu 4 sampai 6 bulan.

Kemoterapi menyebabkan efek samping yang membuat pasien tidak nyaman, yaitu mual, muntah, lesu, rambut rontok, kehilangan selera makan hingga kelelahan.

Deteksi dini terhadap kanker payudara sangat perlu dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang cepat dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Walaupun tidak mengalami gejala-gejala kanker payudara yang telah dijelaskan, anda harus tetap waspada dan rajin memeriksa payudara anda secara rutin.

Jika dirasa ada perubahan bentuk dan ukuran pada payudara, segera periksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui diagnosa secara pasti.