16 Tanda Gejala Kanker Otak yang Tidak Bisa Dianggap Remeh

gejala kanker otak

Kalimat.id – Gejala Kanker Otak – Kanker otak adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor ganas pada otak. Walaupun pengidap kanker otak terbilang sangat jarang dijumpai, faktanya kanker otak menduduki peringkat ke-17 dengan jumlah penderita lebih dari 5.000 orang.

Penyebab Kanker Otak

Kanker otak bisa terjadi saat ada satu sel di dalam otak yang berubah dari karakteristik awal dan berkembang secara brutal. Pertumbuhan sel ini akan berubah menjadi tumor yang menjadi cikal bakal kanker otak. Berikut ini ada sederet faktor yang diduga bisa menyebabkan kanker otak.

– Radiasi pada area kepala. Area kepala yang sering terpapar radiasi seperti CT scan dan radioterapi akan meningkatkan risiko kanker otak atau glioma ganas.Memiliki penyakit genetik.
– Mengidap penyakit HIV/AIDS.
– Memiliki keluarga dengan riwayat kanker.
– Obesitas. Seseorang dengan berat badan berlebih akan sangat berisiko terkena kanker otak.
– Kebiasaan merokok.
– Terpapar zat kimia.
– Tinggal di daerah yang tingkat pencemaran lingkungan dan polusi tinggi.
– Stadium Kanker Otak

Gejala kanker otak sangat bervariasi, hal ini dipengaruhi oleh stadium perkembangan sel kanker itu sendiri. Sel-sel yang tumbuh dengan cepat dan tak terkendali akan terlihat abnormal pada mikroskop.

Untuk menilai seberapa jauh perkembangan sel kanker, The National Cancer Institute menggunakan sistem stadium sebagai berikut:

Stadium I

Pada stadium I, sel kanker yang berkembang dalam otak masih tergolong jinak. Sel-sel tersebut masih terlihat seperti sel otak pada umumnya dan pertumbuhannya sangat lambat.

Stadium II

Pada stadium II, sel kanker terus berkembang dan mulai terlihat berbeda jika dibandingkan dengan sel otak normal.

Stadium III

Selanjutnya jaringan kanker yang mulai ganas semakin terlihat berbeda dari sel sebelumnya. Sel-sel ini disebut anaplastik dan tumbuh sangat aktif pada stadium III.

Stadium IV

Pada stadium akhir, jaringan kanker semakin menunjukkan dengan jelas sel-sel abnormal dan berkembang semakin cepat dan agresif.

Tanda dan gejala kanker otak yang perlu diketahui

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker otak sangat beragam, tergantung ukuran tumor dan lokasi penyebarannya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering muncul pada penderita kanker otak.

1. Sakit Kepala

Sakit kepala adalah gejala kanker otak yang paling umum terjadi. Survei menunjukkan bahwa dari 38 orang dari 50 penderita kanker otak mengalami sakit kepala.

Namun, sakit kepala yang dialami penderita kanker otak berbeda dengan sakit kepala biasa. Sakit kepala akibat kanker otak biasanya disertai dengan gejala lain seperti mual dan muntah.

Bahkan sakit kepala bisa diiringi dengan gejala yang lebih ekstrim seperti kesulitan bicara, kejang-kejang, dan gangguan penglihatan.

Sakit kepala yang dimulai saat bangun tidur dengan disertai mual muntah dan membaik saat siang hari adalah salah satu gejala kanker otak.

2. Perubahan Mental

Kanker otak dapat menyebabkan penderita mengalami perubahan mental. Setelah diteliti, 32 orang dari 50 penderita mengalami perubahan mental yang sangat drastis.

Kanker otak dapat mengganggu kinerja otak sehingga tidak bisa berjalan secara maksimal sehingga berpengaruh terhadap mental penderita.

Selain perubahan mental, penderita akan mengalami beberapa hal berikut:

– Kehilangan memori
– Gangguan konsentrasi
– Masalah dengan penalaran
– Peningkatan intensitas tidur

3. Muntah-muntah

Menurut hasil penelitian oleh BSMMU, 26 dari 50 penderita kanker otak mengalami muntah-muntah. Gejala muntah yang diakibatkan oleh kanker otak adalah terjadi pada pagi hari tanpa diawali dengan mual.

Hampir sama dengan gejala pada poin pertama, baik sakit kepala maupun muntah adalah penyakit yang tergolong umum sehingga sangat sulit dibedakan. Diperlukan kejelian untuk mengenali gejala penyakit apa yang sedang anda alami.

Gejala muntah tersebut bisa terjadi karena saraf yang terganggu akibat pertumbuhan sel kanker pada otak. Gejala muntah ini tidak akan bisa diatasi selagi tumor ganas masih ada pada otak.

4. Gangguan Penglihatan

Gejala kanker otak lainnya yang sering terjadi adalah gangguan penglihatan. Terbukti dari 50 penderita kanker otak, ada 23 orang yang mengalami gejala ini.

Berikut ini adalah karakteristik gejala gangguan penglihatan akibat kanker otak:

– Lampu terlihat seperti berkedip
– Penglihatan menjadi kabur
– Hanya bisa melihat lurus ke depan
– Tidak mampu melihat huruf saat membaca teks
– Serta gangguan mata lainnya yang sebelumnya tidak pernah dialami

Gangguan penglihatan tersebut terjadi karena ada saraf mata yang terganggu akibat sel kanker otak. Lokasi penyebaran sel kanker juga sangat berpengaruh terhadap hal ini.

5. Kesulitan saat bergerak

Sebanyak 42 persen penderita kanker otak mengalami gejala kesulitan bergerak. Adanya tumor ganas pada otak akan menurunkan fungsi otak sebagai penggerak tubuh.

Penderita kanker otak biasanya akan sulit menggerakkan salah satu sisi tubuhnya. Selain itu, penderita akan kehilangan keseimbangan saat berjalan dan sering tersandung.

6. Kejang-Kejang

Penderita kanker otak biasanya akan mengalami kejang-kejang. Ada 21 orang dari 50 responden yang mengalami gejala ini. Kejang bisa terjadi akibat aktivitas motorik yang tidak normal pada otak.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik kejang yang dialami oleh penderita kanker otak

– Kejang terjadi secara mendadak
– Kejang diikuti dengan hilangnya kesadaran
– Kehilangan kontrol terhadap fungsi-fungsi tubuh
– Menggigit lidah
– Kulit menjadi biru kehitaman
– Tidak bernapas selama 30 detik
– Kejang berlangsung 2-3 menit

Setelah kejang timbul sakit kepala, kantuk, sakit otot, kebingungan, mati rasa.

7. Kebutaan

Kanker otak bisa membuat penderita mengalami kebutaan. Penderita kanker otak dilaporkan mengalami gejala ini hingga 20 persen. Kebutaan biasanya terjadi pada kanker otak stadium lanjut, yaitu ketika sebagian sel tumor menyebar dan mulai mengganggu area mata.

8. Demensia

Gejala kanker otak lainnya yang tidak disangka-sangka adalah demensia. Demensia dikenal sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelainan otak. Namun, survei membuktikan bahwa 14% penderita kanker otak juga mengalami demensia.

9. Kehilangan Kesadaran

Otak sangat erat kaitannya dengan kesadaran. Kanker otak dapat membuat penderita mengalami kehilangan kesadaran. Kehilangan kesadaran adalah dampak kronis dari kanker otak stadium lanjut. Tumor atau kanker pada otak yang semakin berkembang pesat akan membuat penderita mudah lupa dan kehilangan kesadaran.

10. Gangguan Kesadaran

Gejala ini merupakan efek lanjutan dari gejala sebelumnya. Setidaknya ada 6 persen penderita yang mengalami gangguan kesadaran. Gangguan kesadaran yang dimaksud disini yaitu sering bengong, sering terkejut, dan sering lupa apa yang telah dilakukan.

11. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan ini dialami sekitar 6 persen dari penderita kanker otak. Meskipun begitu, penyebab turunnya berat badan belum bisa dijelaskan secara pasti. Namun, penurunan kemampuan kognitif dan aktivitas penderita yang sudah tidak teratur disinyalir mempengaruhi metabolisme dan asupan nutrisi sehingga berat badan menurun.

12. Demam

Demam merupakan penyakit yang sangat umum, hampir semua orang pernah mengalami demam. Namun, siapa sangka jika demam adalah salah satu gejala kanker otak? Setelah dilakukan penelitian, ada sekitar 6 persen penderita kanker otak yang mengalami gejala demam.

13. Kehilangan Sensasi

Penderita kanker otak juga mengalami kehilangan sensasi atau rasa. Kehilangan sensasi ini berkaitan dengan gangguan fungsi otak akibat kanker. Hal ini menyebabkan pikiran penderita menjadi flat dan hambar.

14. Anorexia

Anorexia adalah suatu penyakit dimana penderita kehilang nafsu makan. Kendati belum banyak ahli yang mengaitkan kanker otak dengan anorexia, namun ada 4 persen penderita yang mengalami anorexia.

15. Vertigo

Meskipun sangat jarang, namun vertigo juga masuk dalam daftar gejala kanker otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 orang dari 50 penderita yang mengalami vertigo. Vertigo akan merasa sekelilingnya berputar walaupun sedang dalam keadaan beristirahat.

16. Kehilangan Libido

Memang belum banyak penelitian yang menyatakan bahwa ada kaitan antara kanker otak dengan penurunan libido.

Namun, jika ditelaah lebih dalam bahwa otak adalah pusat segala aktivitas manusia, maka hal tersebut sedikit banyak akan sangat berpengaruh. Terbukti, ada 2 persen responden yang mengalami penurunan libido setelah mengidap kanker otak.

Bagaimana cara mengobati kanker otak?

Kanker otak dapat diobati berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi kesehatan penderita, usia, serta ukuran lokasi dan jenis tumor.

Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker otak, untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut:

1. Operasi

Pilihan pertama yang dapat dilakukan untuk memerangi kanker otak ialah operasi. Operasi dilakukan untuk mengangkat tumor semaksimal mungkin demi meredakan kanker otak. Operasi biasanya dilakukan untuk menunjang terapi lainnya.

Operasi pengangkatan tumor otak bisa dilakukan dengan 3 metode, yaitu:

Kraniotomi

Pada metode ini, dokter bedah akan membelah tulang pada rangka kepala tempat tumor bersarang. Setelah tumor berhasil diangkat, tulang yang telah dibelah akan disatukan kembali dengan logam kecil.

Neuroendoskopi

Pada metode neuroendoskopi, dokter akan membuat lubang kecil pada rangka kepala, kemudian tumor akan diangkat melalui lubang kecil tersebut.

Transsphenoidal surgery

Operasi yang satu ini dilakukan melalui hidung, lebih tepatnya pada kelenjar pituitary. Pada metode ini sama sekali tidak dilakukan pembedahan rangka kepala.

Dalam prosesnya akan dimasukkan selang berkamera lewat hidung penderita, kemudian tumor akan dipotong dan dikeluarkan melalui selang tersebut.

2. Kemoterapi

Jika operasi dirasa sangat menakutkan, maka tidak dengan kemoterapi. Kemoterapi dilakukan dengan memasukkan obat antikanker kedalam tubuh pasien. Kemoterapi juga bisa dilakukan usai operasi agar tumor tidak muncul kembali.

Dalam proses kemoterapi, pasien dewasa biasanya akan diberi obat berupa vincristine dan temozolomide. Sedangkan pasien anak-anak akan diberi vincristine, etoposide, cisplatin, methotrexate, carboplartin dan cyclophosphamide.

Kemoterapi bisa dilakukan selama beberapa minggu. Sayangnya, kemoterapi memiliki efek samping yang membuat pasien menjadi tidak nyaman seperti mual muntah, rambut rontok, sariawan, hilang selera makan, kulit sensitif dan tubuh terasa lelah.

3. Radioterapi

Dalam metode radioterapi, lokasi tumor akan diberi sinar berenergi tinggi guna menghentikan perkembangan sel kanker.

Radioterapi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi tumor yang tidak bisa dihilangkan dengan operasi. Tak hanya itu, radioterapi juga bisa mencegah tumor muncul kembali.

Untuk hasil yang maksimal, radioterapi dilakukan selama 3-7 minggu. Radioterapi bisa dilakukan dari luar maupun menggunakan kapsul radioaktif yang diletakkan didalam tumor.

Hampir sama seperti kemoterapi, radioterapi juga memiliki efek samping seperti tubuh terasa lelah, rambut rontok dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

Kanker otak bisa berkembang di beberapa bagian otak yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan berkomunikasi, bergerak, proses berpikir dan penglihatan.

Untuk itu, pasca pengobatan kanker otak perlu dilakukan fisioterapi apabila terjadi gangguan fungsi pada tubuh.

Peran keluarga serta sahabat sangat penting dalam penyembuhan penderita kanker otak. Dukungan dari konselor, agamawan dan pekerja sosial juga sangat diperlukan untuk lebih memahami apa yang dirasakan dan dikhawatirkan penderita.

Komentar disini