18 Dampak Pencemaran Air Terhadap Lingkungan dan Manusia

Dampak Pencemaran Air

Kalimat.ID – Dampak pencemaran air – secara umum air merupakan salah satu unsur atau senyawa yang sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup makhluk hidup, dimana air tidak memiliki rasa dan bau.

Sedangkan pengertian air secara ilmiah yaitu air berasal dari 2 unsur senyawa yang terikat yaitu antara Hidrogen (H) dan Oksigen (O2). Dalam kehidupan, selain air berguna untuk minum, mencuci ataupun kegiatan yang lainnya.

Air juga sering disebut sebagai zat pelarut yang sangat penting. Dalam dunia kesehatan, air juga berperan penting dalam proses diet.

Tetapi, sekarang ini kebutuhan air bersih untuk kehidupan semakin menurun karena mengalami pencemaran. Apakah penyebab pencemaran air dan apakah dampak pencemaran air bagi lingkungan?.

Pengertian pencemaran air secara umum adalah banyaknya zat, energi, atau mikroorganisme yang masuk ke dalam air, hingga menurunkan kualitas bersih air.

Penyebab pencemaran air yang utama atau seringkali terjadi adalah akibat kegiatan manusia sendiri, seperti pembuangan limbah pabrik ke sungai, atau pembuangan limbah rumah tangga ke parit. Dampak pencemaran air di lingkungan sungguh merugikan bagi seluruh makhluk hidup.

Dampak pencemaran air yang paling sering terjadi di sekarang ini adalah banyaknya terjadi bencana mulai banjir, tanah longsor, sampai menimbulkan banyaknya penyakit yang diderita.

Menurut beberapa parameter indicator berikut ini, pencemaran air bisa kita lihat.

1. Parameter Fisika
Fungsi paremeter fisika ialah untuk mengetahui besarnya tingkat pencemaran air yang terjadi. Indikator yang dapat diamati adalah bau, warna air, kekeruhan, dan rasa.

2. Parameter Kimia
Sedangkan dalam parameter kimia ini kita bisa mengamati zat organik, banyaknya logam berat pada air, maupun pH.

3. Parameter Bakteriologi
Parameter ini dilakukan agar dapat mengetahui kandungan bakteri yang berada di dalam air. Parameter yang diamati adalah puristik, patogenik yang ada di air, dan jumlah coliform.

4. Parameter Suhu
Indikator untuk membuktikan pencemaran dari suatu perairan adalah parameter suhu. Pencemaran ini dikarenakan oleh beberapa organisme yang sangat peka terhadap perubahan suhu dalam air, seperti bakteri. Karena itulah, indikator pencemaran air disuatu lingkungan dapat dilihat dari jumlah populasi bakteri pada lingkungan perariran.

5. Parameter Rasa dan Bau
Terjadinya perubahan bau dan rasa merupakan salah satu indikator pencemaran air. Pada umumnya air yang jernih tidak mempunyai rasa dan bau, atau mempunyai pH yang netral. Sementara jika airnya tercemar, akan berbau busuk, berbau gas, pahit serta asam.

6. Parameter Warna
Pada umumnya air yang bersih dan jernih memiliki warna transparan dan tidak memiliki bau.

7. Parameter kekeruhan
Pencemaran air bisa dilihat dari kekeruhan airnya. Keruhnya air disebabkan adanya lempung, air bercampur dengan limbah, tanah liat, dan air limbah industri. Dan meningkatnya mikroorganisme yang ada pada air.

Sumber Pencemaran Air

Secara umum pencemaran air terjadi akibat ulah kegiatan manusia sendiri, seperti dari sampah dan limbah entah itu limbah rumah tangga ataupun limbah pabrik. Di bawah ini adalah macam – macam dari penyebab pencemaran air dengan penjelasannya :

Limbah Rumah Tangga

Pada limbah ini, termasuk hasil aktivitas rumah tangga. Misalnya sampah, dari sampah organik maupun sampah anorganik, dan lainnya yaitu asap hasil pembakaran sampah, deterjen dan kotoran.

Sampah merupakan limbah yang lebih banyak diproduksi oleh rumah tangga. Sampah dari rumah tangga sudah menjadi masalah yang lumayan sulit untuk diselesaikan. Selain sampah rumah tangga, limbah rumah tangga juga berupa pembuangan limbah sisa air mencuci, sisa air mandi, dan kakus yang dibuang ke sungai.

Limbah Industri

Selain limbah rumah tangga yang membuat air tercemar, ada pula limbah industri. Jenis limbah ini merupakan limbah dari aktivitas industri.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari limbah industri yang ada disekitar kita:

Limbah Industri Cair

Limbah industri cair tentu saja limbah yang memiliki bentuk cairan. Dimana tempat pembuangan limbah ini biasanya sering disepelekan oleh industri dengan membuangnya di sekitar sungai – sungai kecil atau selokan.

Akibatnya air di sungai dan selokan banyak yang tercemar. Dampak pencemaran air adalah air menjadi berubah warna dan bau. Contoh dari limbah cair seperti pengawet cair, kebocoran minyak di laut, sisa pewarna pakaian yang bentuknya cair, kandungan besi pada air, lain sebagainya.

Limbah Industri Padat

Limbah industri padat berasal dari kegiatan industri yang menghasilkan hasil pembuangan yang berbentuk lumpur, bubur dari suatu proses pengolahan, padatan, dan sebagainya. Seperti contohnya ; kantong plastik, sisa pakaian/kain, kertas, kabel, sisa sampah elektronik, besi, dan lain sebagainya.

Limbah Industri Gas

Limbah industri gas berasal dari sumber alami atau dari kegiatan manusia. Limbah ini berbentuk molekul gas namun bisa berakibat buruk bagi makhluk hidup maupun lingkungan sekitarnya. Seperti contohnya kebocoran gas, pembakaran pada pabrik, asap, dan lain sebagainya.

Sektor Pertanian

Pupuk kimia dan pestisida merupakan salah satu penghasil limbah dari kegiatan pertanian. Limbah yang dihasilkan adalah limbah yang bisa berwujud cair atau padat. Limbah ini dapat mencemari air yang terdapat di dalam tanah.

Dampak Pencemaran Air

Banyak badan air seperti sungai atau saluran air dekat daerah perkotaan yang saat ini kondisinya sangat tercemar. Salah satu penyebab pencemaran air adalah karena adanya aktivitas pembuangan sampah atau limbah yang dilakukan oleh manusia.

Selain itu, pembuangan limbah bahan kimia yang berbahaya entah itu secara legal atau ilegal, seperti pusat kesehatan, pasar, sekolah dan industri manufakturing. Berikut adalah beberapa dampak pencemaran air yang diakibatkan dari kegiatan manusia, seperti kerusakan rantai makanan, timbulnya wabah penyakit, kerusakan ekosistem perairan dan kematian biota air.

Kematian Biota Air

Dampak pencemaran air menimbul masalah yang paling utama yaitu terjadinya kematian para habitan yang tergantung dengan badan air. Seperti, kepiting, burung camar, idakan dan hewan air lainnya.

Hal itu terjadi karena habitat mereka telah teracuni dengan polutan yang berbahaya. Kasus yang sederhana dari dampak pencemaran ini yaitu di badan sungai perkotaan banyak populasi ikan yang hilang.

Kerusakan Rantai Makanan

Dampak pencemaran air tidak hanya membunuh biota air, tetapi juga tatanan rantai makanan alami yang berlangsung dalam ekosistem air menjadi rusak. Penyebabnya yaitu ikan – ikan kecil yang memakan polutan berupa timbal. Sehingga, ikan besar, kerang dan biota air lainnya juga mendapatkan dampak karena memakan ikan – ikan kecil yang memakan polutan.

Wabah Penyakit

Dampak pencemaran air yang selanjutnya adalah selain merusak rantai makanan pada ekosistem air, ini juga berdampak pada rantai makanan pada manusia. Badan air yang tercemar menghasilkan beberapa produk yang akan dikonsumsi oleh manusia, hal ini dapat mengakibatkan timbulnya beberapa jenis penyakit yang diderita oleh manusia.

Seperti, mulai timbulnya wabah penyakit kolera yang disebabkan karena proses pengolahan air yang tidak begitu baik dan berasal dari sumber perairan yang tercemar. Penyakit hepatitis yang timbul akibat mengkonsumsi makanan laut yang sudah teracuni dengan polutan.

Kerusakan Ekosistem

Dampak pencemaran air selanjutnya setelah merusak rantai makanan yaitu merusak ekosistem. Akibat dari pencemaran air merusak ekosistem yang merupakan berubahnya interaksi antar makhluk hidup pada suatu tempat. Sekarang ini banyak daerah yang terkena pencemaran air, penyebabnya dalah kelalaian manusia sendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Timbulnya Endapan, Koloid dan Bahan Terlarut

Bahan – bahan buangan seperti dari industri, pupuk pertanian dan obat – obatan menghasilkan koloid, endapan, dan bahan terlarut lainnya. Akibat dari bahan buangan tersebut bisa membuat cahaya matahari menjadi terhalang ke perairan, sehingga mengganggu proses fotosintesis pada tumbuhan air. Dampak pencemaran air dari bahan buangan industri ini yang berupa logam berat dapat menumpuk di dalam jaringan lemak tubuh jika diserap oleh tumbuhan air.

Perubahan Tingkat Keasaman (pH)

Kehidupan organisme membutuhkan tingkat keasaman (pH) optimal yaitu antara 6,5-7,5. pH air dapat berubah sekitar diatas 7,5 atau di bawah 6,5 karena konsentrasi ion-ion hidrogen diperairan dipengaruhi oleh limbah industri, rumah tangga, dan pertanian. Hal ini juga akan mengganggu kehidupan organisme akuatik.

Perubahan Warna, Bau dan Rasa

Syarat mutlak air yang bisa dimanfaatkan manusia adalah tidak memiliki warna, bau, dan rasa. Air di perairan menjadi memilik warna, bau, dan rasa karena adanya pembuangan limbah industri yang terlarut dalam air.

Terkadang bahan – bahan yang terkandung di dalam limbah industri yang mempunyai warna dan bau dapat membahayakan bagi organisme akuatik. Selain itu, dari bau juga bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan untuk setiap orang yang tinggal di sekitar lingkungan perairan yang tercemar.

Eutrofikasi

Eutrofikasi adalah terjadinya pengayaan nutrien di lingkungan perairan disebabkan oleh limbah pertanian (pupuk) dan peternakan (kotoran hewan). Eutrofikasi berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tumbuhan air.

Akibat dari melimpahnya tumbuhan air, maka banyak tumbuhan air yang tidak termakan oleh konsumen, higga akhirnya mati dan mengendap di dasar perairan serta mengakibatkan pendangkalan.

Mengatasi Pencemaran Air

Banyak tindakan lain selain tindakan preventif yang dapat dilakukan. Dibawah ini sejumlah tindakan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi pencemaran air sekaligus mengurangi dampaknya:

– Pemakaian air dengan bijaksana. Mengurangi kegiatan yang tidak berguna dalam penggunaan air dan gunakan air sesuai yang dibutuhkan.
– Mengurangi penggunaan detergen. Gunakan detergen pencuci baju yang ramah bagi lingkungan agar tak berdampak buruk.
– Kurangi konsumsi obat-obatan yang berbahan kimia karena sangat berbahaya. Sebab obat tersebut bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem air, misalnya obat nyamuk cair ataupun pestisida.
– Jangan menggunakan sungai untuk mencuci sepeda motor, mobil, dan truk
– Jangan memandikan hewan di sungai, selain itu jangan gunakan sungai sebagai tempat kakus.
– Jangan membuang sampah hasil rumah tangga sembarangan khsusunya di sungai. Kelola sampah hasil rumah tangga tersebut secara baik dan tanam pepohonan di tanah dekat sungai.
– Menyadari kelangsungan air bersih secara bijak serta tak merusak sumber mata air agar tak tercemar.
– Guna menanggulangi rusaknya lahan bekas buangan limbah B3.
– Mengolah limbah cair industri terlebih dahulu sebelum di lakukan pembuangan ke perairan
– Tidak membuang sampah ke sungai, kali, atau danau
– Tidak membuang sisa pestisida ke sungai, kali atau danau
– Secara rutin membersihkan lingkungan perairan

Itulah dampak pencemaran air yang harus kita antisipasi. Setelah mengetahui dampaknya, kita bisa lebih berhati hati agar dampak tersebut tidak sampai terjadi dan merusak air kita. Semoga bermanfaat.

Komentar disini