Beranda Pendidikan 6 Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

6 Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot

Kalimat.id – Contoh teks Anekdot merupakan teks yang berupa cerita ataupun narasi dimana sifatnya lucu dan humoris akan tetapi dibalik semua itu, ada maksud yang lain berupa kritik.

Kritik pada kalimat anekdot biasanya mengkritik pemerintahan, layanan publik, kehidupan sosial, lingkungan serta fenomena sosial lainnya. kalimat anekdot dianggap cukup menghibur degan penyampaian kritik yang mengandung unsur humor.

Contoh teks Anekdot seringkali dijadikan sebagai teks propaganda yang cukup berhasil dan dapat memobilisasi dukungan karena teks anekdot biasanya hanya mengkritik tanpa mencampurkan unsur SARA di dalamnya.

Teks Anekdot seringkali kita lihat pada koran atau berita yang diikuti dengan ilustrasi yang sesuai dengan isi anekdot. Teks Anekdot juga sering digunakan sebagai atribut ketika berorasi.

Jelaskan Apa yang Dimaksud Dengan Teks Anekdot

Kena Setrika

Pada suatu hari, datanglah seorang lelaki paruh baya ke sebuah rumah sakit kulit dengan luka bakar pada kedua permukaan telinganya. Setelah menunggu giliran dan masuk ke dalam ruang praktik dokter, dokterpun heran dan bertanya.

Dokter : “Apa yang terjadi dengan telinga Anda pak?”
Pasien : “Begini ceritanya Dok, tadi pagi saya sedang menyetrika baju, tiba-tiba Telephone saya berdering menandakan adanya panggilan. Karena pada saat itu saya panik, saya refleks menempelkan setrika yang saya pikir Telephone tersebut ke telinga kiri saya”
Dokter : “Oh jadi begitu, saya mengerti sekarang bagaimana Anda mendapatkan luka bakar ini. Lalu bagaimana dengan telinga kanan Anda yang memiliki luka bakar yang sama?”

Pasien : “Nah itu masalahnya dokter, Orang bodoh itu menelphone lagi”
Dari contoh teks Anekdot diatas, keseluruhan teksnya sudah memenuhi struktur dari teks Anekdot. Perlu diingat bahwa setiap contoh teks Anekdot tidak perlu mencakup seluruh struktur yang ada agar dapat disebut kalimat anekdot. Minimal suatu kalimat disebut kalimat anekdot apabila terdiri dari minimal 4 struktur. Berikut struktur dari teks Anekdot beserta penjelasannya mengenai contoh teks di atas :

1. Abstraksi

Abstraksi merupakan paragraph bagian awal atau pembuka yang fungsinya memberikan suatu pengambaran jelas kepada pembaca mengenai isi dari kalimat anekdot berikutnya. Pada kalimat diatas, struktur abstraksi sudah diberikan pada teks pembuka : Pada suatu hari, kalimat tersebut seolah-olah memberikan gambaran bahwa kejadian pada teks kalimat anekdot tersebut terlangsung pada siang hari.

2. Orientasi

Orientasi merupakan gambaran, keadaan, kondisi, atau suasana yang terjadi pada awal cerita. Orientasi ini akan memberikan pembaca kesan tentang perasaan atau keadaan yang sedang terjadi sehingga pembaca seolah merasakannya. Pada kalimat di atas, orientasi berupa : Datanglah seorang lelaki paruh baya ke sebuah rumah sakit kulit dengan luka bakar pada kedua permukaan telinganya.

3. Event

Event disini berupa gambaran, keadaan dari rangkaian suatu cerita yang tengah terjadi di dalam kalimat anekdot. Bagian ini untuk menegaskan dan struktur orientasi. Pada kalimat di atas event tidak terlalu di tekankan. Meski trusktur event tidak di masukkan, bukan berarti kalimat di atas tidak termasuk kalimat anekdot karena struktur yang lainnya lah yang terpenuhi.

4. Krisis

Struktur krisis merupakan permasalahan utama atau klimaks masalah yang terdapat dalam sebuah teks anekdot. Pada kalimat di atas, teks krisis berupa : Begini ceritanya Dok, tadi pagi saya sedang menyetrika baju, tiba-tiba Telephone saya berdering menandakan adanya panggilan. Karena pada saat itu saya panik, saya refleks menempelkan setrika yang saya pikir Telephone tersebut ke telinga kiri saya.

5. Reaksi

Reaksi adalah struktur kalimat anekdot yang terdiri dari teks yang menjelaskan cara menyelesaikan suatu masalah atau konflik yang terjadi dalam teks krisis tersebut. Struktur reaksi selalu berada setelah teks krisis. Pada kalimat di atas, struktur krisis berupa : “Oh jadi begitu, saya mengerti sekarang bagaimana Anda mendapatkan luka bakar ini. Lalu bagaimana dengan telinga kanan Anda yang memiliki luka bakar yang sama?”

6. Koda

Koda merupakan struktur yang menjelaskan keadaan atau perubahan yang terjadi pada tokoh. Pada struktur koda ini biasanya pembaca akan memahami makna atau kritik yang tersembunyi pada kalimat anekdot. Setelah membaca kota ini pula seorang pembaca akan mengerti inti dari kalimat anekdot tersebut. Pada kalimat di atas berupa : “Nah itu masalahnya dokter, Orang bodoh itu menelphone lagi”

7. Re-orientasi

Re-orientasi pada kalimat anekdot berupa teks atau paragraph penutup pada bagian akhir yang terdiri dari penekanan, penjelasan atau bisa juga berupa kata bijak serta solusi bijaksana yang disampaikan penulis. Pada kalimat diatas tidak dicantumkan struktur re-orientasi. Struktur re-oerientasi biasanya banyak ditemukan pada kalimat anekdot yang digunakan sebagai kalimat orientasi.

Apa Yang Dimaksud Dengan Anekdot dan Contohnya

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Mencontoh Para Guru

Pada suatu pagi di ruang kelas, pendidikan para siswa siswi sedang belajar bersama seorang guru. Setelah sekitar 20 menit pelajaran berlangsung, seorang siswa datang terlambat dengan santainya. Guru yang melihat kejadian tersebut lantas heran dengan sedikit rada kesal dan berkata.

Guru : “Kamu kenapa terlambat datang di pelajaran saya, bukanlah aturannya kalian tidak boleh terlambat dan harus menunggu guru datang ?”
Siswa yang terlambat : “Saya hanya mencontoh apa yang dilakukan oleh para guru. Bukannya para guru selalu mengatakan untuk mencontoh guru. Kemarin saya melihat bapak terlambat masuk di kelas sebelah dan dengan santai melanjutkan mengajar tanpa meminta maaf”

Guru : “Loh saya kan guru, saya punya alasan ketika terlambat”
Siswa yang telat : “Loh saya juga siswa, saya juga punya alasan mengapa terlambat”

Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh Teks Anekdot Dialog
Image by: gentlemancode.id

Senjata Indonesia

Pada suatu hari ketika berlangsung pertemuan kepala negara di salah satu ruangan di Istana Negara yang di hadiri oleh 3 kepala negara yaitu Amerika Serikat, Rusia, dan Indonesia. Sebelum memulai konferensi tersebut, ketiga kepala negara tersebut berbincang satu sama lain. Mereka membicarakan tentang kapabilitas negara, perekonomian, juga isu terbaru, dan yang menjadi kekuatan negara”

Presiden Amerika : “Perusahaan di negara ku sudah mencapai seluruh negara dan memasarkan produk di seluruh orang di dunia. Perusahaan teknologi di Amerika hampir mencakup keseluruhan teknologi yang digunakan oleh manusia seperti aplikasi sosial media sebagian besar merupakan milik perusahaan Amerika. Bagaimana denga mu?” tanya Presiden Amerika kepada presiden Rusia.

Presiden Rusia : “Negara ku merupakan eksportir senjata terbaik. Seluruh senjata kali punya dan kami eskport ke luar negeri. Sebagian besar negara timur tengah yang berkonflik memesan senjata dari kami. Hebat sekali bukan, perusahaan negara kami”
Kedua kepala negara lalu terdiam dan memandang presiden Indonesia yang sedari tadi diam. Lantas presiden Rusia bertanya.

Presiden Rusia : “Bagaimana dengan negara Anda pak?”
Presiden RI : “Saya memiliki rakyat yang begitu banyak dan tersebar di seluruh dunia. Mereka memiliki senjata berupa komentar nitizen yang bisa mengalahkan kekuatan senjata produk Rusia dan menguasai sosial media yang dibuat oleh Amerika”

Contoh Teks Anekdot Sosial

Contoh Teks Anekdot Sosial
Image by: usahasosial.com

Hukum Mencuri Sendal Jepit

Pada pagi hari, setelah sarapan, Randi sedang bermain di dekat warung makan langganannya. Beberapa menit kemudian, ia bergegas pulang karena ada sesuatu yang hendak di kerjakan.

Di sela-sela perjalanan pulang, Randi mengalami kecelakaan dikarenakan motor yang ditumpangi di serempet sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sandalnya putus.

Randi terpaksa pulang dengan keadaan telanjang kaki. Dikarenakan rumahnya cukup jauh dari lokasi kejadian kecelakaan tadi, akhirnya Randi kemudian memutuskan untuk membeli sandal pada toko terdekat. Karena uangnya sudah dipakai untuk membeli makan sarapan, sisa uang di dompet kemudian tidak cukup untuk membeli sepasang sandal jepit.

Tidak ingin pulang dengan telanjang kaki, ia memutuskan untuk meminjam sandal masjid yang terletak bersebelahan dengan toko dengan cara diam-diam. Setelah berhasil menentukan target sendal jepit mana yang hendak di curi, Randi kemudian mengawasi pemilik sandal yang sedang sibuk beribadah. Setelah beberapa saat Randi kemudian berhasil mencuri sandal dan membawa sandal tersebut kabur.

Bagai jatuh tertimpa tangga, sebelum mengendarai sepeda motornya, pemilik sandal menyadari bahwa sandal miliknya telah di curi oleh Randi. Pemilik sandal kemudian mengejar Randi dan tertangkap oleh warga karena pemilik sandal meneriaki Randi dengan sebutan maling, setelah tertangkap, Randi kemudian dibawa ke kantor polisi dan dilakukan penyelidikan terhadap kasus Randi.

Setelah penyelidikan selesai di lakukan, hakim kemudian memvonis Randi bersalah dengan pasal pencurian dan akan dilakukan sidang lanjutan seminggu kemudian. Randi tidak pernah menduga bahwa hal sepele ini akan berdampak besar pada dirinya sampai harus dibawa ke kantor polisi meski ia menceritakan detail kejadian mengapa dirinya mencuri sandal.

Pada hari persidangan di mulai, Randi duduk di kursi terdakwa dengan wajah sedih dan menyesal. Hakim kemudian mulai membaca hukuman yang akan dijatuhkan kepada Randi.
Hakim : “ Randi, usia 25 tahun, telah terbukti mencuri sandal milik pengunjung masjid dengan nilai barang bukti yang di curi seharga Rp. 50.000-,. Dengan ini, hakim menyatakan bahwa saudara Randi dihukum selama 2 tahun penjara atau denda Rp. 10.000.000-,”

Arya : “Ini tidak adil pak, saya hanya mencuri sandal seharga Rp. 50.000-, saja akan tetapi hukuman yang diberikan pada saya sangat berat. Bagaimana dengan koruptor yang mencuri uang rakyat dengan jumlah sampai bermiliaran?”

Mendengar pengajuan keberatan Randi, pak hakim kemudian menjelaskan kepada Randi.
Hakim : “Saudara Randi, Anda mencuri sandal dan perbuatan saudara telah merugikan seorang dengan nilai Rp. 50.000-,.

Sedangkan, para koruptor mencuri uang rakyat selain 2 miliar sehingga merugikan 264 juta rakyat Indonesia. jika dihitung per individu, koruptor hanya merugikan sekitar Rp. 8-, saja. Tentunya jika dibandingkan dengan kerugiannya, maka perbuatan saudara mengabikatkan kerugian yang lebih besar daripada tindakan para koruptor”

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman
Image by: pinterpandai.com

Saya Punya Apa?

Suatu siang terjadi percakapan singkat namun berkesan anatara dua orang yang sudah berteman lama. Mereka adalah Sari dan Siti. Siti merupakan sahabat Sari yang selalu meminjam uang dan selalu upa untuk dikembalikan. Siti yang kala itu baru pulang berlibur ke luar kota bersama keluarga besarnya bercerita kepada Sari.

Siti : “Dua hari yang lalu, saya baru pulang dari berlibur ke Bogor bersama keluarga besar saya. Kami berlibur selama seminggu di villa milik paman saya, kemudian kami mengunjungi kebun buah milik tante saya, setelah itu kami juga makan di restaurant bintang 5 yang paling terkenal di Bogor milik saudara kakek saya.

Setelah itu, kami beristirahat di pemandian air panas milik sepupu ayah saya. Bagaimana denganmu Sari?”

Mendengar cerita cerita Siti yang memamerkan kekayaan keluarganya itu, lantas Sari tidak mau kalah dan mulai bercerita

Sari : “Saya punya sahabat, sejak lama kami selalu bersama. Dia selalu meminta bantuanku, termasuk sering meminjam uang. Dia juga suka menceritakan kekayaan keluarganya, namun dia sendiri selalu lupa terhadap utang-utangnya kepada saya.”

Contoh Teks Anekdot Pendek

Contoh Teks Anekdot Pendek
Image by: hipwee.com

Tidak mengerjakan Tugas

Di dalam ruang kelas yang tenang dan tertib, terjadilah percakapan singkat antara seorang guru Agama dengan muridnya.

Murid : “Bu guru, saya ingin menanyakan suatu hukum”
Bu Guru : “Apa yang ingin kau tanyakan?”

Murid : “Apa hukumnya jika seseorang yang belum melakukan perbuatan. Apakah akan dihukum kita belum melakukansuatu perbuatan tersebut?”
Bu Guru : “Tentu saja tidak, dalam Agama kita tidak diperbolehkan menghukum orang yang tidak salah dan tidak berbuat apa-apa. Seseorang akan dihukum jika dia terbukti melakukan perbuatan itu”

Murid : “Baiklah kalau begitu saya hari ini tidak akan dihukum karena saya tidak mengerjakan PR. Bukankah PR itu merupakan perbuatan bu?”
Bu Guru : keluar kelas dengan muka kesal

Contoh Teks Anekdot Humor

Contoh Teks Anekdot Humor
Image by: wikihow.com

Kisah Seekor Beo Nakal

Pada sebuah kompleks perumahan, tinggallah 3 orang gadis yang bertetanga yaitu Sinta, Sindi dan sintia. Ketiganya selalu berangkat ke kantor bersama-sama menggunakan kendaraan umum.

Sebelum menuju jalan raya lokasi menunggu kendaraan umum, mereka bertiga harus melewati gang rumah yang pemilik rumah tersebut memelihara burung beo dan diletakkan dalam sangkar di pekarangan rumahnya.

Setiap pagi dan sorenya ketika ketiga gadis ini lewat depan rumah yang memelihara burung beo, burung beo tersebut selalu menyebutkan 3 warna yang berbeda. salah satu gadis tersebut, Sindi curiga jika beo tersebut ternyata mengetahui warna celana dalam mereka setiap kali beo tersebut menyebutkan 3 warna yang berbeda. Untuk menjawab rasa curiga dan penasarannya, Sindi mengajukan sebuah ide.

Sindi meminta teman-temannya untuk memakai celana dalam yang berwarna sama pada suatu hari ketika hendak melewati gang tempat burung beo tersebut. Pada keesokan harinya, mereka melewati gang dengan memakai celana dalam yang berwarna sama. Burung beo tersebut kemudian berbunyi “Hitam, hitam, hitam”. Sontak ketiga gadis tersebut kaget dan terpana akan kemampuan burung beo.

Begitu juga hari-hari berikutnya, burung beo tersebut selalu menebak warna celana dalam ketiga gadis dengan tepat. Salah satu dari mereka kemudian yaitu Sinta mengajukan ide yang sedikit konyol dengan menyarankan teman-temannya untuk tidak memakai celana dalam. Ia ingin mengetahui beo tersebut akan berkata apa ketika mereka tidak memakai celana dalam. Kedua temannya setuju dengan ide Sinta.

Pada hari berikutnya, mereka berdua kemudian melewati gang yang sama. Mereka melihat beo tidak mengatakan apapun akan tetapi hanya mondar-mandir kebingungan di dalam sangkarnya.

Melihat tingkah burung beo tersebut, ketiga gadis itu tertawa karena berhasil membalas keusilan burung beo. Gelak tawa mereka terhenti ketika beo tersebut mulai berkata “keriting, lurus, lurus”.

Komentar disini
error: