Beranda Pendidikan 7 Contoh Paragraf Eksposisi Singkat Padat dan Lengkap

7 Contoh Paragraf Eksposisi Singkat Padat dan Lengkap

Contoh paragraf eksposisi

Kalimat.ID – Contoh paragraf eksposisi – di dalam kegiatan sehari-hari kita, tentu berhubungan dengan informasi maupun aktivitas sosial lainnya yang mengandalkan media berbentuk tulisan. Salah satunya adalah penggunaan paragraf eksposisi. Jika anda baru tahu tentang teks eksposisi, mungkin bisa mempelajarinya secara lengkap dibawah ini.

Untuk menguasai pada penggunaan teks ini, kita bisa memulai dengan mempelajari pengertian, jenis, kaidah, ciri-ciri hingga contoh paragraf eksposisi. Lalu bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Teks Eksposisi

Paragraf yang di dalamnya mengandung sejumlah informasi dan bertujuan untuk memaparkan informasi atau pengertian yang gaya tulisannya singkat, padat & akurat adalah teks eksposisi.

Berbicara tentang teks eksposisi pastinya sangat erat kaitannnya dengan pelajaran bahasa.

Ciri Ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri ciri dari teks eksposisi, antara lain:
1. Menggunakan gaya informasi yang bersifat mengajak atau persuasif
2. Dalam penyampaian, teks atau paragrafnya harus jelas, lugas berbahasa baku
3. Menjabarkan informasi – informasi tentang pengetahuan
4. Bersifat tidak memihak dalam arti tidak memaksakan kehendak atau kemauan dari si penulis untuk pembacanya
5. Bersifat netral ataupun objektif
6. Menyertakan data – data akurat pada setiap penjelasn yang di tulis
7. Memuat fakta yang dijadikan sebagai alat konkritasi maupun media kontribusi
8. Berisi sebuah realita

Struktur Teks Eksposisi

a. Tesis atau Pernyataan Opini (Pendapat)

Yang pertama ada opini atau tesis yang berisi sudut pandang penulis terhadap persoalan yang di tulis pada teks eksposisi. Tesis juga sesuai dengan pernyataan yang dapat menguatkan argumen dalam teks eksposisi.

Bagian ini merupakan sangat penting guna menyusun contoh paragraf eksposisi dan kadang muncul di awal teks eksposisi meskipun ada kemungkinan kita dapat menjumpainya lagi di bagian akhir.

b. Argumentasi

Yang disebut dengan argumentasi ialah bukti ataupun alasan untuk memperkuat opini pada tesis. Walaupun begitu, argumentasi juga biasa di gunakan dalam menyanggah atau menolak pernyataan seseorang. Bentuk argumentasi juga beragam yaitu pernyataan umum, data penelitian yang dilakukan para ahli bersumber dapat dipercaya.

c. Penegasan ulang pendapat (reiteration)

Bagian ini adalah bagian akhir dari sebuah karangan eksposisi. Isi dari penegasan ulang ialah kesimpulan atau penegasan ulang tesis di awal paragraf eksposisi. Ditambah lagi ada argumentasi yang real atau nyata.

Jenis Jenis Teks Eksposisi

Pada paragraf eksposisi terdiri atas jenis jenis seperti berikut:

1. Paragraf Eksposisi Definisi

Sebuah paragraf eksposisi yang berisi tentang penjelasan pengertian ataupun definisi persoalan tertentu.

2. Paragraf Eksposisi Proses

Dalam paragraf ini berisi tentang cara – cara ataupun langkah langkah melakukan suatu hal di mulai awal sampai habis.

3. Paragraf Eksposisi Ilustrasi

Teks Eksposisi ilustrasi adalah sebuah paragraf dengan menyajikan informasi maupun penjelasan – penjelasan tertentu caranya dengan memberikan ilustrasi/ gambaran atau penjelasan sederhana tentang suatu topik menggunakan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat ataupun kemiripan pada hal – hal tertentu.

4. Paragraf Eksposisi Laporan

Jenis paragraf eksposisi laporan ini mengungkapkan suatu laporan kejadian atau penelitian yang dilakukan.

5. Paragraf Eksposisi Perbandingan

Teks Eksposisi perbandingan adalah paragraf eksposisi dengan ide atau gagasan utamanya yang dipaparkan caranya dengan membandingkan dengan lainnya.

6. Paragraf Eksposisi Pertentangan

Pada paragraf Eksposisi pertentangan berisi tulisan tentang pertentangan persoalan satu dengan persoalan lain.

Kaidah Paragraf Eksposisi

Pada paragraf eksposisi memiliki unsure kebahasaan seperti pronomina, leksikal dan konjungsi.

a. Pronomina

Yang di maksud pronomina ialah kata ganti orang ketika pernyataan atau argument seseorang di katakan. Pada pronomina ini terbagi atas 2 macam diantaranya:

– Pronomina Persona ataupun kata ganti orang yakni persona tunggal. Misalnya seperti: Anda, Kamu, Ia, Dia, Aku, Saudara, -mu, -ku, -nya, si-. Serta pesona jamak diantaranya: Kalian, Kita, Kami, Mereka, Para, hadirin.

– Yang kedua ada pronomina Nonpersona (berupa kata ganti bukan orang) sehingga ini berupa pronomina penunjuk. Contohnya saja: Ini, Sini, Situ, Itu, Sana. Contoh pronomina pena ialah: apa, mana, siapa.

b. Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung dipakai dalam teks eksposisi guna menguatkan atau mengkokohkan argumentasi. Berikut ini ialah jenis konjungsi yang bisa kita jumpai pada teks eksposisi:

Jenis Konjungsi
– Konjungsi waktu: kemudian sesudah, sebelum, setelah itu, setelah, lalu
– Konjungsi gabungan: dan, dengan, serta,
– Konjungsi pembatasan: selain, asal, kecuali
– Konjungsi tujuan: untuk, supaya, agar,
– Konjungsi persyaratan: apabila, jika, asalkan, bilamana, jikalau, apabila, bila
– Konjungsi perincian: antara lain, adalah, yaitu, yakni, ialah
– Konjungsi sebab-akibat: sehingga, karena, akibat, akibatnya, sebab
– Konjungsi pertentangan: sedangkan, akan tetapi, namun, melainkan, tetapi
– Konjungsi pilihan: atau
– Konjungsi penguatan/penegasan: itu pun, hanya, lagi pula, apalagi, bahkan
– Konjungsi penjelasan: bahwa
– Konjungsi perbandingan: ibarat, bagai, serupa, seperti,
– Konjungsi penyimpulan: oleh sebab itu, jadi, dengan demikian, oleh karena itu

c. Kata leksikal

Pada kata lesikal ini terbagi atas 4 jenis yaitu:
– Kata pertama adalah nomina. Yaitu kata tertentu yang dapat mengacu pada benda, bisa benda nyata atau benda abstrak.
– Kata verba: merupakan jenis kata yang bermakna dasar perbuatan seseorang, kemudian proses ataupun kondisinya bukan sifat.
– Adjektiv: adalah kata yang dipakai untuk menggambarkan sebuah sifat atau kondisi orang, benda serta binatang.
– Kata Adverbia ialah jenis kata menjelaskan suatu informasi. Jenis kata ini dapat berupa keterangan kondisi, tempat, cara, alat, waktu, serta keterangan lain.

Kaidah – kaidah tersebut sudah dijelaskan diatas. Nah, untuk selanjutnya kita akan membahas mengenai contoh paragraf eksposisi. Ada banyak contoh paragraf eksposisi yang dapat di buat seperti berikut ini.

Contoh Paragraf Eksposisi Tentang Lingkungan Hidup

Tesis:
Di jaman yang serba maju sekarang ini, banyak masyarakat yang terbiasa membuang sampah mereka di sungai. Khususnya masyarakat perkotaan yang membuang sampah di sembarang tempat.

Mereka kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Hal ini bisa dilihat dari segi jumlah saluran sungai yang sudah terhalang dengan sampah sampah di setiap saat bisa mengakibatkan bencana banjir.

Paragraf Argumentasi:
Peneliti telah menyimpulkan jika stiap tahun manusia yang membuang sampah di sungai meningkat. Mereka tidak merasa jera telah terjadi banjir karena perbuatannya itu.
Musibah tersebut juga telah memakan korban jiwa sangat banyak. Selain mengalami luka parah, mereka juga ada yang meninggal. Semua itu tak cukup membuat mereka jera dalam membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan.

Paragraf Penegasan Ulang:
Seharusnya, setelah tahu semua bencana itu terjadi karena perbuatannya sendiri, tingkat kesadarannya meningkat. Sehingga mereka tidak akan mengulangi hal yang merugikan itu dilakukan.

Karena jika dilakukan bisa merugikan dirinya, orang lain dan lingkungan disekitarnya. Hal ini agar saluran air sungainya tidak tersumbat dan lancar sehingga tidak menyebabkan banjir.

Contoh Paragraf Eksposisi Tentang Kesehatan

Tesis:
Tumbuhan sirih merah ialah tumbuhan obat tradisional yang sangat populer. Anda bisa membudidayakan tumbuhan sirih merah untuk persediaan tumbuhan obat. Tumbuhan tersebut juga punya banyak manfaat bagi dunia kesehatan.

Paragraf Argumetasi:
Sudah banyak dilakukan penelitian mengenai sirih merah ini. Menurut penelitian, tumbuhan ini kerap dijadikan sebagai tanaman obat penyakit berbahaya seperti diabetes, penyakit kanker, asam lambung, dan mengatasi ketombe. Sementara itu, manfaat lainnya ialah menghilangkan keputihan pada area kewanitaan.

Banyak yang memakai tanaman ini caranya dengan mengambil daunnya, kemudian diolah melalui perebusan. Tumbuhan sirih merah punya manfaat obat diatas karena terdapat senyawa aktif pada tumbuhan ini. Beberapa diantara kandungan senyawa itu adalah kandungan minyak polivenl, euganor, atsiri maupun lainnya.

Kalimat Penegasan Ulang:
Sebab itulah, dapat dimengerti jika tumbuhan sirih merah dapat dimanfaatkan dalam penyembuhan penyakit secara alami dan tradisional.
Contoh Paragraf Eksposisi Tentang Lingkungan Sekolah

Tesis:
Saat ini sudah populer dengan pendidikan karakter. Yakni pendidikan yang mengoptimalkan kemampuan murid personal. Dengan kata lain pendidikan yang mendalami potensi individu murid. Peran penting pendidikan karakter ini bertujuan dalam mendalami bakat murid yang tak terlihat. Masing masing murid punya bakat terpendam yang tidak sama dengan murid lainnya.

Argumentasi:
Seseorang yang kurang pandai dalam bidang akademik tidak dapat di bilang orang bodoh, sebab masih ada kemampuan lain selain pada bidang akademik. Melalui pendidikan karakter tersebut, siswa tak dilihat pada segi kepintarannya pada bidang akademik. Guru tidak boleh mengecap siswanya sebagai siswa bodoh bila tidak pintar dalam bidang akademik.

Pihak pemerintah juga sudah berusaha untuk mewujudkan terlaksananya pendidikan karakter ini dengan memutuskan kurikulum 2013. Melalui kurikulum tersebut pemerintah berusaha mendalami kemampuan karekater siswa.

Baik karakter di bidang suku, agama, budaya maupun bidang lainnya. Negara Indonesia termasuk negara dengan banyaknya budaya, bahasa, dan kepercayaan. Dengan begitu, sikap toleransi tersebut perlu di tanamkan dari kecil.

Penegasan Ulang:
Diharapkan agar pendidikan karakter ini mampu membekali murid dimasa depannya nanti. Murid perlu sikap toleransi terhadap sesama, mempunyai skill serta potensi membanggakan supaya menjadi anak bangsa yang maju dalam menghadapi perkembangan jaman.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Hukum

Tesis:
Kaum perempuan rentan sekali sebagai sasaran tindak kejahatan. Menurut data yang telah di keluarkan, negara kita termasuk paling taka man bagi mereka. Karena rata rata per harinya sering di terima laporan kejahatan yang melibatkan perempuan di Indonesia.

Justru di sejumlah kasus langka, pelakunya ternyata dari pihak keluarga korban. Kejadian kejadian itu membuat para pakar sosial mengeluarkan pendapatnya tentang kesalahan struktur masyarakat di negara Indonesia.

Isi:
Meskipun Indonesia sudah tegas dalam penerapan undang undang dan menjerat pelaku criminal, namun penerapan hukuman itu tak membuat pelaku jera. Sejumlah pendapat pakar sosial berkesimpulan jika adanya stereotype di masyarakatlah yang memunculkan criminal pada perempuan meningkat tajam. Di negara Indonesia, sudah menganut patriaki, sehingga posisi kaum lelaki lebih tinggi dibandingkan dengan kaum perempuan.

Sebenarnya pemerintah telah melaksanakan pencegahan tindak kriminal. Misalnya memberdayakan perempuan, memprioritaskan wanita pada tempat umum, menyiapkan gerbong khusus perempuan, maupun lainnya. Namun masih saja ada oknum yang melanggar adanya peraturan itu.

Kesimpulan:

Karena sosial patriarki yang turun temurun dari nenek moyang di negara kita, maka membuat perempuan harus taat dengan semua aturan sosial, di masyarakat meskipun lebih condong terhadap diskriminasi gender.

Sistem itu juga mengarahkan peremupan agar selalu patuh serta takut pada lelaki. Sehingga, jika ada perempuan yang melawan, masyarakat tetap beranggapan jika hal itu tidak sebaiknya di lakukan. Karena wanita dinilai punya kepribadian lemah lembut serta taat kepada suami.

Itulah ulasan mengenai berbagai contoh paragraf eksposisi dari berbagai jenis. Semoga menjadi bahan referensi bagi mereka yang sedang menambah ilmu pengetahuannya!

Komentar disini
error: