9 Contoh Paragraf Deduktif Beserta Keterangannya Lengkap

Contoh Paragraf Deduktif

Kalimat.ID – Contoh paragraf deduktif – bahasa indonesia merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia yang fungsinya menjadi lambang kebanggaan nasional, alat pemersatu bangsa, identitas kebangsaan serta menjadi bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan.

Jadi, bahasa Indonesia ini wajib ada di seluruh sekolah di Indonesia. Tetapi, pada kenyataannya masyarakat bangsa Indonesia masih kurang peduli terhadap bahasa Indonesia ini, khususnya didalam ragam tulisan.

Pada ragam tulisan ini, tentu kita akan mengenal tata cara penulisan atau ejaannya di samping aspek bahasa serta kosa kata. Artinya disini ialah, didalam ragam tulisan ini kita dituntut harus ada kelengkapan unsur tata bahasa, struktur kalimat, struktur bentuk kata dan juga kelengkapan bahasa dalam struktur bahasa.

Ragam tulisan berhubungan erat dengan karangan, baik berbentuk karangan panjang ataupun karangan pendek. Untuk membuat sebuah karangan ini, kita harus mempelajari tentang paragraf dan segala aspeknya.

Apa Itu Paragraf?

Yang dimaksud dengan paragraf merupakan kumpulan kalimat yang punya 1 ide pokok dengan cara penulisan agak menjorok kedalam atau pakai garis baru. Alinea adalah nama lain paragraf.

Jenis Jenis Paragraf

a. Jenis paragraf berdasarkan fungsi

Jenis ini dibagi menjadi empat, diantaranya:
– Paragraf pembuka
– Paragraf isi
– Paragraf penutup
– Dan paragraf penghubung

b. Jenis paragraf menurut letak gagasan utamanya

– Deduktif
– Induktif
– Ineratif
– Campuran

c. Jenis paragraf berdasarkan isinya

– Paragraf eksposisi
– Paragraf deskripsi
– Paragraf persuasi
– Paragraf argumentasi
– Paragraf narasi

Jadi, paragraf ialah sebuah karangan yang didalamnya mengandung satu kalimat utama dan sejumlah kalimat penjelas. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, berdasarkan dari letak kalimat utama dan penjelasnya ini paragraf dibagi menjadi paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf ineratif dan juga paragraf campuran. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang paragraf deduktif beserta contoh paragraf deduktif secara detail.
Pengertian paragraf deduktif

Paragraf deduktif ialah suatu paragraf yang mempunyai kalimat utama di awal pargraf. Dengan kata lain adalah suatu paragraf yang kalimat utamanya terletak di posisi awal kalimat. Adapun untuk perkembangannya dalam paragraf ini bisa menggunakan pola umum sampai pola khusus.

Pola umum yakni menggunakan kata yang didalamnya mengandung arti umu, sementara pola khusus yakni penyebutan maupun penjelasannya kalimat dengan spesifik.
Paragraf deduktif ialah paragraf yang ditulis dari bentuk khusus ke bentuk umum. Proses pembentukan kesimpulan dari paragraf deduktif ini bisa dimulai dari suatu dalil/ hukum untuk menuju hal-hal yang sifatnya konkrit.

Seperti berikut ini Contoh paragraf deduktif : masyarakat Indonesia konsumtif (umum) disebabkan dari adanya perubahan kesuksesan (khusus) serta kegiatan imitasi (khsusus) yang berasal dari berbagai media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif menjadi prestasi sosial serta penanda status sosial.

Ciri ciri paragraf deduktif

Adapun ciri-ciri dari paragraf deduktif bisa diketahui dengan:

1. Paragraf deduktif mempunyai posisi di awal kata atau kata yang ada di awal paragraf
2. Memiliki pola dengan mengawali pernyataan umum dan khusus (dalam arti, kalimat yang menyebutkan makna secara umum kemudian diikuti dengan sebuah penjelasan khusus atau secara spesifik)
3. Di akhiri dengan penjelasan

Menyusun kerangka paragraf deduktif

Berdasarkan dari pengertian yang sudah dipaparkan diatas, maka disusunlah kerangka paragraf deduktif sebagai berikut:

Pertama, paragraf deduktif minimal terdiri atas tiga titik dan juga tiga larik kalimat. Pada paragraf deduktif ini, letak kalimat utamanya ada di awal kalimat.

Kedua, paragraf deduktif harus memiliki kalimat penjelas dan kalimat utama atau ide pokok. Jadi, tidak diperbolehkan hanya berupa kalimat penjelas saja/ hanya berbentuk kalimat ide pokok saja.

Macam macam penalaran paragraf deduktif

a. Silogisme

Silogisme ialah suatu proses dimana menarik kesimpulan dengan deduktif. Silogisme tersusun dari dua proporsi atau pernyataan dan sebuah konklusi atau kesimpulan. Atau silogisme merupakan tiga pendapat, diantaranya 2 pendapat & satu buah kesimpulan.

Contoh:
PU: Seluruh doktor sangat pandai
PK: Cinta adalah seorang doktor
K: Maka cinta pandai

Contoh paragraf:
Seluruh doktor yang terdapat di dunia ini tentu sangatlah pandai. Kecerdasan mereka sudah tidak dapat diragukan lagi sebab sudah terbukti dengan gelar yang mereka sandang. Sedangkan itu, cinta adalah seorang doctor, jadi dapat dikatakan bahwa cinta merupakan orang yang sangat pandai.

b. Entimen

Yang dimaksdu dengan entimen adalah penalaran deduksi dengan langsung maupun dinamakan pula sebagai silogisme tapi premisnya dibuang. Ataupun tanpa ada pengucapan karena telah diketahui sama sama.

Contoh:
PU: Anak yang Pintar selalu rajin belajar
PK: Agus adalah anak yang pintar
K: Agus rajin belajar

Entimen: Agus rajin belajar, sebab ia anak pintar
Dari uraian diatas, pasti kalian sudah faham mengenai paragraf deduktif. Nah, jika sudah paham selanjutnya kita latihan membuat sebuah pargrah deduktif dengan cara memperhatikan beberapa kaidah yang telah dipaparkan diatas tadi.

Berikut 9 Jenis Contoh Paragraf Deduktif Beserta Penjelasannya

Berikut ini beberapa kumpulan contoh paragraf deduktif yang dapat kalian coba dirumah, disekolah atau kebutuhan lainnya mengenai paragraf deduktif.

1. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Teknologi

Smartphone berguna sangat penting dalam sehari-hari manusia. Alat komunikasi ini dapat dijadikan alat komunikasi paling efektif dan efisien. Pada jaman dulu, manusia harus kirim pesan dengan surat melalui pos dan memakan waktu lama. Sekarang ini, hanya menggunakan handphone maka kita dapat mengirim pesan atau berkomunikasi dengan waktu sangat cepat meskipun jaraknya sangat jauh.

Dahulunya smartphone hanya berfungsi menjadi alat komunikasi saja, sekarang kegunaannya banyak sekali guna meringankan pekerjaan manusia. Antara lain fungsi tambahan tersebut adalah GPS, kalkulatir, aplikasi, penyimpanan foto, kamera, memo dan lain sebagainya.

Dapat dipastikan jika fitur lengkap pada ponsel mampu menyelesaikan seluruh urusan manusia. Misalnya saja ketika sedang tersesat, dengan buka handphone dan mengaktifkan GPS, anda akan tahu jalan keluar tersebut.

Berdasarkan dari contoh paragraf deduktif diatas, pola pengembangan pikiran tersebut yakni dengan pola deduksi. Berikut penjelsannya:

– Smartphone berguna sangat penting… (gagasan utama atau umum)
– Alat komunikasi ini dapat… (pendukung utama 1/ khusus)
– Pada jaman dulu, manusia harus… (pendukung tambahan 1/ khusus)
– Dahulunya smartphone hanya… (pendukung tambahan 2/ khusus)
– Antara lain fungsi tambahan tersebut adalah… (pendukung tambahan 2,1/ khusus)
– Sudah pasti dengan beragam fitur-fitur tersebut… (pendukung tambahan 2,2/ khusus)

Keterangan:
Gagasan khusus atau utama ialah topik dari pembahasan, sementara pendukung utama ialah kalimat pendukung maupun penjelasan dari gagasan utama, dan pendukung tambahan ialah kalimat pendukung serta penjelsan lebih lanjut atas gagasan pendukung tersebut.

2. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Lalu Lintas

Persoalan kemacetan telah menjadi persoalan biasa di kota besar terutama di Jakarta. Ada banyak penyebab kemacetan tersebut bisa terjadi. salah satunya ialah jalan yang luasnya tak seimbang terhadap banyaknya kendaraan. Factor lainnya ialah kurangnya kesadaran serta kedisiplinan setiap pengguna jalan.

Yang ketiga ialah munculnya area-area yang dapat menambah kemacetan misalnya seperti rel kereta api, pasar, halte yang tidak berfungsi lagi, pedagang kaki lima dan lain-lainnya.
Yang paling terakhir ialah minimnya ketegasan dari pihak yang mempunyai wewenang dalam memberikan tindakan maupun sanksi untuk mereka yang telah melanggar tata tertib.

3. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Lingkungan

Tikus merupakan musuh para petani yang paling mengganggu dan meresahkan. Ada banyak ladang dan juga sawah yang terancam gagal panen karena tikus yang memakan padi disawah.

Tumbuhan lainnya seperti singkong tak luput menjadi sasaran tikus. Bahkan petai china dewasa pun ikut ludes diserang tikus. Tidak sekedar itu saja, berbagai hewan ternak seperti ayam dan bebek menjadi sasaran tikus juga.

4. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Sekolah

Menanamkan pola pikir ilmiah sudah diterapkan pada siswa dari bangku SD. Lantas bagaimanakah langkah-langkahnya tersebut? Misalnya saja, siswa diajak keluar untuk melihat dan mencatat jenis serta jumlah tumbuhan bonsai yang terdapat di sekitar sekolah.

Pada saat menginjak di bangku SMP (sekolah menengah pertama), ajaklah siswa guna menjalankan sebuah penelitian dengan skala kecil yakni membuat eksperimen sederhana.
Pada saat suda ada di bangku SMA (sekolah menengan atas), fokus dengan pengajaran berfikir secara ilmiah yakni dengan lebih menunjukkan pengerjaan pelatihan, yang lebih beraneka ragam atau berkembang.

Maksudnya ialah agar bisa berfikir lebih ilmiah dalam proses belajar, jadi siswa tidak harus lagi menunggu hingga menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.

5. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Sosial Budaya

Indonesia merupakan negeri yang paling majemuk. Ada sejumlah agama, aneka budaya, ras dan suku bangsa. Di mulai dari suku ambon, jawa, batak, Madura, dan masih banyak suku bangsa dengan ciri khasnya sendiri.

6. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Pekerjaan 1

Bekerja pada perusahaan rintisan mempunyai banyak kelebihan. Diantaranya, anda punya kesempatan belajar merintis perusahaan dari bawah. Yang kedua, anda dapat mamilih posisi yang ada dalam perusahaan tersebut. Hal tersebut menjadikan anda lebih berpengalaman sehingga kemampuan dalam pekerjaan pun akan semakin bertambah.

7. Contoh Paragraf Deduktif Pekerjaan

Era modern ini, tak membuat anak muda mencari pekerjaan hanya untuk memperoleh upah besar. Melainkan juga mulai mempertimbangkan kepuasan batin dalam pekerjaan yang dilakukannya. Hal ini memicu generasi muda untuk bekerja menurut minat dan bakatnya saat ini.

8. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Kebersihan

Masalah utama untuk mencegah penyakit adalah menjaga kebersihan. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan mulai dari baju yang digunakan, hingga lingkungan tempat tinggal kita. Apalagi sekarang sudah banyak persoalan orang yang terserang penyakit disebabkan oleh sedikitnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.

9. Contoh Paragraf Deduktif Tentang Kedisiplinan

Tata terbib lalu lintas sebaiknyanya di taati seluruh pihak. Pembuatan aturan itu bukan untuk menyulitkan para pengendaranya djalanan. Melainkan untuk menjaga ketertiban serta keamanan bersama pengendara lainnya.

Tapi kenyataanya, ada saja kasus kecelakaan yang diakibatkan kelalaian serta pelanggaran pengguna jalan. Contohnya saja, pengguna kendaraan yang menyerobot palang kereta api.
Sehingga mengakibatkan kecelakaan terjadi. Seharusnya, sabarlah menunggu sampai palang kereta api naik dan sampai keretanya lewat. Karena hal ini demi keselamatan para pengguna jalan.

Selain itu, harus diperhatikan juga kelengkapan seluruh atribut berkendara misalnya pemakaian helm, spion, STNK, SIM, atau lainya. Dengan demikian, selanjutnya akan lebih bauk lagu ketertiban maupun keamanan bagi pengendara jalan raya.

Demikianlah informasi mengenai contoh paragraf deduktif, semoga menambah wawasan kalian dan terimakasih sudah berkunjung.