Contoh Laporan Laba Rugi Lengkap Dengan Contohnya

Kalimat ID – Contoh Laporan Laba Rugi – Bagi anda yang bergerak dalam bidang usaha pastinya setiap bulannya selalu membuat sebuah laporan laba rugi.

Tentunya laporan ini berisikan tentang pendapatan, pengeluaran maupun laba dan rugi yang telah dihasilkan sebuah perusahaan dalam periode tertentu. Hal ini memang penting sekali anda perhatikan sebab dari situ anda mengerti perusahaan bakalan mengalami perkembangan ataukah tidak. Kali ini juga tersaji beberapa

contoh laporan laba rugi yang bisa anda jadikan acuan pembelajaran. Laporan keuangan kali ini memang penting sekali dimana laba maupun rugi bersih harus dilaporkan kepada pemilik usaha.

Tentunya pembuatan laporan tersebut penting sekali bagi sebuah perusahaan. Dimana semua total pengeluaran maupun total pendapatan bisa anda ketahui secara detail. Tentu saja hal tersebut bisa dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait dengan perkembangan usaha kedepannya. Tentunya akun pendapatan maupun pengeluaran ini bisa anda bagi kembali agar mampu menghitung berapa laba kotor sekaligus pendapatan yang sudah diperoleh.

Tentunya tidak sama seperti neraca dimana laporan laba rugi ini lebih memperhitungkan laba atau rugi bersih yang mana mempunyai rentang aktu tertentu. Hal ini pastinya sudah masuk dalam prinsip maupun konsep dasar dalam akuntansi.

Semisal saja mengenai laporan tahunan yang mempergunakan pendapatan maupun pengeluaran selama dalam masa periode 12 bulan ini. Penting sekali untuk diketahui jika tersedia beberapa jenis laporan pendapatan.

Penting untuk dicatat bahwa ada beberapa jenis laporan pendapatan yang dibuat dengan alasan yang berbeda. Sebagai contoh, laporan akhir tahun yang disiapkan setiap tahun untuk pemegang saham dan calon investor, laporan ini tidak memberikan banyak manfaat bagi manajemen yang sedang mencoba menjalankan rencana kerja tahun depan.

Lain halnya, laporan keuangan internal perusahaan yang disiapkan manajemen untuk memeriksa status operasi selama 1 tahun. Manajemen biasanya mempersiapkan departemen lebih terstruktur untuk membuat transparasi pendapatan dan pengeluaran menurut segmen bisnis masing masing departemen.

Pada akhirnya, tujuan utama dari semua laporan laba rugi adalah untuk mengkomunikasikan profitabilitas dan aktivitas bisnis perusahaan dengan pengguna akhir dan para pemangku kepentingan. Masing-masing pengguna akhir ini memiliki ikhtiar dan rencana tersendiri dalam mengolah laporan ini.

Tentunya ada dua pihak yang nantinya akan mempergunakan laporan laba rugi ini. Dimana ada pengguna internal maupun pengguna eksternal. Tentunya anda pun juga harus mengerti jika pengguna internal ini seperti halnya manajemen perusahaan maupun dewan direksi yang mana mempergunakan laporan tersebut sebagai bahan analisis bisnis secara menyeluruh.

Selain itu juga mengerti keputusan apa yang perlu diambil setelah mengetahui perkembangan keuangan perusahaan. Semisal saja mampu tingkatkan produksi produk, pembukaan cabang baru dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk pengguna eksternal ini seperti halnya kreditur maupun investor. Sementara itu orang-orang yang berada di luar perusahaan tentunya tidak mempunyai sumber informasi mengenai keuangan perusahaan.

Investor pun merasa ingin tahu lebih jauh mengenai keuntungan perusahaannya. Tentunya pertimbangan dari para investor setelah adanya laporan laba rugi ini penting sekali diperhatikan.

Sedangkan untuk para krediturnya biasanya akan lebih peduli terkait dengan arus kas perusahaan. Jikalau arus kasnya tergolong lancar maka perusahaan pun mampu membayar kembali jumlah pinjamannya.

Tentunya kini anda pun harus mengerti seperti apakah format laporan laba rugi yang perlu anda ketahui. Dimana sekarang ini tersedia beberapa contoh laporan laba rugi dengan dua format yang berbeda. Lantas seperti apakah format dari laporan laba rugi ini? Berikut di antaranya:

1. Laporan laba rugi single step dimana pernyataan ini merupakan langkah tunggal yang bias menunjukkan pendapatan maupun pengeluaran. Hanya saja format yang satu ini ternyata kurang berguna bagi mereka para pengguna eksternal. Dimana mereka tak lagi mampu memperhitungkan sebuah rasio efisiensi maupun profitabilitas yang berada dalam lingkup data terbatas.

2. Laporan laba rugi multiple step dimana pernyataan ini lebih memisahkan antara akun biaya dalam akun lain yang terbilang lebih relevan. Dimana anda bisa mempergunakannya sesuai dengan fungsinya. Semisal saja beban pokok penjualan, biaya operasional maupun non operasional juga terpisahkan. Bahkan bisa juga dipergunakan untuk perhitungan berapa laba kotor, laba bersih maupun laba operasinya.

Siapapun orangnya yang bergerak dalam bidang usaha sudah pasti berkeinginan mengetahui perkembangan keuangan dalam perusahaannya. Dimana mereka harus mampu mengembangkan usaha sebaik mungkin.

Dengan hadirnya contoh laporan laba rugi tentunya memungkinkan anda lebih mudah membuat laporan tersebut. Apalagi laporan ini memang penting sekali untuk mengetahui kondisi keuangan yang ada dalam sebuah perusahaan.

Tentunya sebagai pelaku usaha menginginkan usaha yang dijalankannya berjalan dengan lancar. Dimana apa yang menjadi keinginan maupun harapan pelaku usaha bisa terwujudkan.

Mengapa anda harus merasa kebingungan jika memang laporan ini bisa dengan mudah anda dibuat berdasarkan langkah yang ada. Memang tidak semua orang paham mengenai laporan keuangan tersebut. Tapi setidaknya dengan mengetahui tata langkah pembuatan laporan ini. Maka semuanya terasa lebih mudah hingga mampu diselesaikan lebih cepat.

Dengan adanya kedua format yang telah tersedia ini sudah pasti pendapatan perusahaan akan selalu tersaji sebelum biaya. Dimana pengeluaran pun bakalan tercantum berdasarkan jumlah nominalnya.

Semua laporan mengenai laba rugi ini mempunyai judul bahkan menampilkan nama perusahaannya. Mungkin anda mencari tahu contoh laporan laba rugi yang kini membuat rasa penasaran semakin menjadi. Dari pada anda merasa kebingungan sebaiknya simak contohnya berikut ini:

Contoh Laporan Laba Rugi

Contoh Laporan Laba Rugi
Contoh Laporan Laba Rugi

Sebagai pemilik perusahaan sudah seharusnya anda mengerti tentang kondisi keuangannya. Dimana perkembangan usaha anda selama ini, apakah mengalami keuntungan besar atau justru malah kerugian.

Pastinya hal ini juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki setiap hal yang mungkin belum tepat. Dari sini pemilik perusahaan bisa mengambil sebuah keputusan akan mengembangkan usahanya ataukah justru memberhentikannya.

Dari contoh laporan laba rugi yang telah tersedia di atas semoga anda mampu membuat sebuah laporan untuk perusahaan anda. Dimana biasanya setiap bulannya laporan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan.

Hingga beragam evaluasi pun dilakukan demi kemajuan perusahaan. Biasanya untuk sebuah laporan single step mencantumkan sebuah pengeluaran yang masuk dalam kategori utama.

Meskipun mungkin saja pernyataan tersebut tidak lagi mempunyai kegunaan bagi para investornya. Namun pemilik usaha tersebut mampu memperhitungkan laba bersih setiap tahunnya.

Di sini pengeluaran adalah pengeluaran dari sumber daya untuk jasa ataupun barang. Biaya ini termasuk juga dengan depresiasi, upah maupun biaya bunga. Hal ini tentunya tercatat dalam beberapa bagian yang ada dalam laporan laba rugi.

Sementara itu untuk beban pokok penjualan barang nantinya akan dicatat pada laba kotor. Untuk biaya operasi dicatat pada kategori operasi. Serta pengeluaran lainnya pun dilaporkan secara terperinci tepatnya dibagian bawah pernyataan yang ada pada bagian keuntungan maupun kerugian.

Tentunya anda perlu mengerti jika pembuatan laporan laba rugi ini hanya untuk memperhitungkan berapakah laba bersih yang ada dalam sebuah perusahaan. Rumus laba rugi ini yakni pendapatan dikurangi dengan pengeluaran hingga dihasilkan penghasilan bersihnya. Jika angka pendapatan sebuah perusahaan terbilang lebih rendah dibandingkan dengan biaya maka perusahaan pun tentunya merugi.

Contoh laporan laba rugi multi step sengaja dihadirkan untuk membagi kegiatan bisnis dalam kategori operasi maupun non operasi. Dimana bagian operasi mencakup harga pokok penjualan, penjualan maupun semua biaya penjualan sekaligus admin. Sedangkan untuk bagian non operasi tentu saja memuat tentang pendapatan ataupun pengeluaran lainnya seperti halnya bunga.

Langkah mudah pembuatan laporan laba rugi

Anda yang kini merasa penasaran dan ingin mengerti tentang contoh laporan laba rugi. Maka anda harus mengetahui apa saja langkah pembuatan laporan tersebut. Dari pada anda merasa kebingungan dengan langkahnya sebaiknya simak uraian berikut:

1. Mengetikkan nama perusahaan, judul laporan sekaligus periode laporan pada bagian yang paling atas.

2. Ketikkan pula penjualan dan jangan lupa memasukkan angka sejajar dengan kata penjualan. Jika memang ada komponen lainnya tentu saja komponen tersebut perlu ditotal terlebih dulu. Barulah kemudian ketikkan total penjualannya serta masukkan pula angkanya.

3. Mengetikkan harga pokok penjualan sekaligus memasukkan angkanya.

4. Ketikkan juga laba atau rugi kotor pada bagian bawah HPP tadi kemudian hitunglah laba kotornya. Supaya memperoleh angka laba kotor maka anda perlu mengurangkan antara total penjualan dengan HPP nya.

5. Mengetikkan biaya-biaya dan perincian satu per ssatu biaya yang tadinya sudah dibayarkan. Semisal saja listrik, telepon, gaji pegawai, internet maupun biaya penyusutan. Selanjutnya barulah bisa anda total semua biayanya kemudian masukkan saja angkanya.

6. Hitung saja laba sebelum pajak dengan cara kurangkan antara laba atau rugi kotor dengan total biaya. Kemudian tulis laba sebelum pajak pada bagian bawah total biaya. Jadi anda pun tidak perlu memasukkan komponen pajak.

Tentunya dengan memperhatikan contoh laporan laba rugi yang telah tersedia memudahkan anda dalam pembuatannya. Apalagi laporan laba dan rugi ini sangat penting sekali demi kemajuan sebuah perusahaan.

Apabila anda masih merasa kesulitan untuk bisa membuat laporan tersebut tentunya bisa mempergunakan accurate online yang menjadi solusi paling mudah. Semoga saja semua penjelasan di atas bisa memperluas pemahaman anda mengenai laporan laba rugi perusahaan.

Jadi jangan lagi anda merasa ragu untuk buat laporan tersebut karena memang berpengaruh terhadap kondisi keuangan sebuah perusahaan. Apalagi hal ini menjadi salah satu cara dimana nantinya pemilik usaha bisa mengevaluasi perkembangan usahanya.

Akankah masih bisa diteruskan atau bahkan harus menghentikan usaha yang telah berjalan ini. Tentunya angka pendapatan atau yang dikenal dengan laba harus lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengeluarannya.