Beranda Pendidikan 6 Contoh Kalimat Pasif yang Bisa Dijadikan Rujukan

6 Contoh Kalimat Pasif yang Bisa Dijadikan Rujukan

Contoh Kalimat Pasif

Kalimat.ID – Ketika masih di bangku sekolah dasar, kita sudah mempelajari berbagai macam kalimat dalam tata bahasa Indonesia. Salah satu kalimat tersebut adalah contoh kalimat pasif serta lawannya yaitu kalimat aktif.

Hal apa saja yang masih anda ingat berkenaan dengan kalimat pasif? Pertama-tama, anda perlu membangkitkan ingatan anda tentang pengertian atau definisi dari kalimat pasif dan kalimat aktif.

Kalimat pasif merupakan sebuah kalimat dengan subjek dikenai sebuah tindakan atau aktivitas atau pekerjaan. Sedangkan untuk sebuah kalimat aktif merupakan sebuah kalimat subjek untuk melakukan suatu kegiatan, tindakan atau aktivitas. Setelah memahami pengertian dari kalimat pasif dan aktif, hal berikutnya untuk dipelajari adalah beberapa contoh kalimat pasif dan contoh kalimat aktif.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kalimat Aktif dan Pasif?

1. Contoh Kalimat Pasif Bahasa Indonesia

menulis
Image by: temanbisnis.com

1. “Bunga Kamboja ditanam oleh kakek.”
2. “Ujian matematika diteliti oleh guru yang bertugas.”
3. “Telepon genggam ayah terjatuh dalam perjalanan pulang.”
4. “Seorang mahasiswi ketiduran di dalam kereta.”
5. “Sebuah buku tertinggal di bangku paling belakang ruang perpustakaan.”

Dalam Bahasa Indonesia, kalimat pasif terbagi ke dalam setidaknya empat jenis yang berbeda. Dua diantaranya digolongkan berdasarkan subjek yaitu kalimat pasif yang bersifat transitif dan kalimat pasif yang bersifat intransitif. Kalimat pasif yang bersifat transitif merupakan kalimat pasif dengan objek. Sedangkan kalimat pasif yang bersifat intransitif merupakan kalimat pasif tanpa objek.

Dua jenis lain kalimat pasif digolongkan berdasarkan predikat. Jenis pertama kalimat pasif ini adalah kalimat pasif tindakan dan jenis kedua adalah kalimat pasif keadaan. Kalimat pasif tindakan merupakan sebuah kalimat pasif yang predikatnya menyatakan tindakan atau perbuatan atau kegiatan. Biasanya kalimat pasif jenis ini menggunakan imbuhan seperti ke-, ter-, dan di- serta kata ganti.

Sedangkan kalimat pasif keadaan merupakan sebuah kalimat pasif dengan predikat yang menyatakan keadaan dari subjek. Kalimat pasif jenis ini menggunakan kata kerja dengan imbuhan ke-an. Predikat dalam semua jenis kalimat pasif biasanya berupa predikat persona atau kata ganti orang. Predikat persona ini biasanya diikuti oleh kata kerja tanpa awalan.

Untuk menyatakan unsur berupa ketidaksengajaan, kata kerja dengan awalan ter- biasanya digunakan dalam kalimat pasif. Subjek yang biasanya terdapat dalam kalimat aktif menjadi objek ketika digunakan dalam kalimat pasif. Banyak kalimat pasif mengandung kata ‘oleh’ yang sebenarnya tidak diharuskan untuk digunakan. Tanpa adanya kata ‘oleh’ sebuah kalimat pasif tidak akan kehilangan makna.

Selain dengan kata ‘oleh’, kalimat pasif juga identik dengan penggunaan kata ‘dengan’. Bagaimana dengan kalimat aktif? Apa saja yang masih anda ingat mengenai kalimat aktif?

2. Contoh Kalimat Pasif Aktif

Image by: penulis.co.id

1. “Satpam menangkap seorang pencuri di dekat rumah Pak Handoko.”
2. “Kakek berkebun di halaman belakang rumah.”
3. “Nenek bersiap untuk tidur siang.”
4. “Bu Sari meninggalkan ruang kelas pada sore hari.”
5. “Pak Rudi mematikan televisi yang menyala di ruang tamu.”

Tidak seperti dalam kalimat pasif, subjek dalam kalimat aktif melakukan sebuah kegiatan atau tindakan dan diikuti secara langsung oleh objeknya. Predikat dalam kalimat aktif biasanya diawali oleh imbuhan ber- atau me-. Ada kalimat-kalimat aktif yang membutuhkan objek dan ada pula kalimat-kalimat aktif yang tidak butuh objek. Kalimat aktif yang bagaimanakah yang tidak memerlukan objek?

Jika kalimat aktif yang predikatnya sudah diikuti oleh keterangan, kalimat aktif tersebut tidak lagi memerlukan objek. Pola kalimat aktif tidak pernah berubah, selalu Subjek-Predikat-Keterangan atau Subjek-Predikat-Objek atau Subjek-Predikat-Objek-Keterangan.

Seperti halnya kalimat pasif, kalimat aktif di bagi ke dalam beberapa jenis yang berbeda.
Jenis kalimat aktif yang pertama adalah kalimat aktif dengan kata dasar tanpa tambahan atau imbuhan apapun. Di bawah ini beberapa contoh kalimat aktif dengan kata dasar tanpa imbuhan:

1. “Melati pergi ke Jepang untuk melanjutkan kuliah.”
2. “Lili minum es dawet sepanjang perjalanan pulang dari bimbingan belajar.”
3. “Mawar makan mie ayam dengan bakso di warung dekat rumah.”
4. “Bunga tidur di bangku paling belakang ruang kelas.”
5. “Sekar duduk di pangkuan ibunya.”

Selain kalimat aktif dengan kata dasar tanpa tambahan apapun di atas, ada juga kalimat aktif dengan kata kerja turunan. Kata kerja turunan itu sendiri merupakan kata kerja dengan tambahan, pengulangan, gabungan proses, atau dengan bentuk majemuk. Kalimat aktif jenis inipun di bagi lagi ke dalam beberapa jenis yang berbeda. Jenis yang pertama mengandung kata kerja dengan awalan.

Awalan atau prefiks yang biasanya ditambahkan pada kata kerja dalam kalimat aktif adalah meng-, men-, me-, dan ber-. Cermati contohnya di bawah ini.

1. “Maira menggambar pemandangan alam yang indah dengan kuas dan cat air.”
2. “Malia menabur butiran cokelat di atas kue dan minuman yang dibuatnya.”
3. “Amira melihat sahabatnya pergi dengan mobilnya.”
4. “Agnes berbaring di tanah bersama kucingnya.”
5. “Alex berburu burung di hutan dekan perbatasan kota.”

Jenis kalimat aktif dengan tambahan kedua adalah kalimat aktif dengan sisipan. Sisipan dimasukkan ke dalam kata dasar yang digunakan dalam kalimat aktif. Sisipan yang biasa digunakan antara lain in, er, el, em, ah, dan lain lain. Di bawah ini beberapa contoh kalimat aktif dengan sisipan pada kata dasar sebagai predikatnya.

1. “Gergaji bergerigi tajam ada di gudang.”
2. “Anak kecil gemetar di bawah guyuran hujan deras.”
3. “Detektif menyelidiki seorang pria mabuk yang berkeliaran di kota.”
4. “Semut-semut kecil bersinambungan membawa butir-butir gula.”
5. “Guntur bergemuruh di langit yang gelap.”

Kalimat aktif jenis lain adalah kalimat aktif dengan predikat berupa kata dasar dengan imbuhan baik pada awal maupun pada akhir dari kata dasar. Imbuhan bisa berupa per-an, me-kan, ber-an, dan ke-an. Di bawah ini beberapa contoh kalimat aktif dengan imbuhan pada awal dan akhir kata dasar yang digunakan sebagai predikat.

1. “Kirana mengendalikan anjingnya yang berlari terlalu cepat.”
2. “Kevin berlarian di bawah gerimis yang mulai membasahi bumi”
3. “Keyla ketiduran di dalam pesawat terbang.”
4. “Kesia mempertemukan adiknya dengan seorang pria yang tampan”

Terakhir, kalimat aktif memiliki predikat berupa kata dasar yang dilengkapi dengan akhiran yang biasanya berupa –wati, -wan, -an, -nya, dan –i. Berikut contoh kalimat aktif dengan predikat kata dasar dengan akhiran.

1. “Prima mengikuti ibu ke pasar.”
2. “Putri meninggalkannya di bawah tempat tidurnya.”
3. “Pahlawan sebutan yang tepat untuk ayahnya.”

3. Contoh Kalimat Pasif dan Aktif

menulis
Image by: reed.co.uk

1. “Ayam disembelih oleh paman.”
2. “Perampok toko emas tertangkap oleh polisi kemarin pagi.”
3. “Lantai kamar mandi dipel oleh bibi pada malam hari.”
4. “Adik terdorong oleh kakak hingga jatuh terjungkal.”
5. “Tas ranselku dibuang oleh anak tetangga yang nakal itu.”

Meskipun sebelumnya kita telah membahas sedikitnya empat jenis kalimat pasif yang berbeda, ada beberapa jenis lain dari kalimat pasif yang harus anda pahami. Jenis yang pertama adalah kalimat pasif dengan penggunaan kata dasar berawalan ter- dan di-. Beberapa contoh kalimat pasif jenis ini adalah seperti yang telah anda lihat pada daftar di atas.

Jenis kedua dari kalimat pasif adalah kalimat pasif yang menggunakan kata dasar dengan sisipan yang biasanya berupa ah, er, in, el, dan em. Beberapa contohnya adalah kalimat-kalimat pasif di bawah ini.

1. “Balon itu digelembungkan oleh anak kecil hingga meletus.”
2. “Rambut anak itu dikerudungi oleh ibunya dengan sebuah topi lebar.”
3. “Ika tertelungkup di lantai sambil memegang bola.”
4. “Melia terperanjat oleh kehadiran Ratih yang tiba-tiba.”
5. “Korban gempa tertimpa reruntuhan bangunan.”

Selain itu, jenis lain kalimat pasif adalah kalimat pasif yang dilengkapi dengan kata dasar yang mendapatkan imbuhan tidak hanya pada awal tetapi juga pada akhir dari kata dasar. Beberapa imbuhan yang termasuk ke dalam jenis ini adalah per-i, di-i, di-kan, per-an, dan ter-i. Mari kita lihat contoh kalimat pasif dengan beberapa imbuhan pada kata dasarnya.

1. “Hutan ini sudah dijelajahi oleh berbagai petualang.”
2. “Celana ayah ternodai es krim yang dijatuhkan adik.”
3. “Mainan-mainan kecil itu dilupakan oleh pemiliknya yang sudah dewasa.”
4. “Kebutuhannya terpenuhi setelah bekerja keras berhari-hari.”
5. “Sepeda tua ini diperbaiki oleh seorang pria yang berbakat.”

Kelima contoh kalimat pasif di atas juga tergolong ke dalam jenis kalimat pasif sufiks yang mendapatkan imbuhan di bagian akhir dari kata dasar. Dan seperti halnya kalimat aktif, ada kalimat pasif yang tergolong ke dalam kalimat pasif dengan kata kerja berduplikasi yaitu kata kerja dengan kata dasar yang diulang. Seperti apakah bentuk kalimat pasif jenis ini? Berikut beberapa contohnya.

1. “Harta berharga ini dihambur-hamburkan begitu saja oleh pemilik yang tidak menghargainya.”
2. “Botol itu ditendang-tendang oleh seorang anak kecil sampai hancur membentur tembok.”
3. “Aku terus-menerus terbayang-bayang mimpi buruk itu,”
4. “Mobilnya tersendat-sendat di sebuah jalan sepi di malam yang gelap.”
5. “Kaki kecil itu diseret-seret oleh pemiliknya dengan berat hati.”

4. Contoh Kalimat Pasif Awalan Di-

menulis
Image by: https://marketingland.com

Jenis lain dari kalimat pasif adalah kalimat pasif yang mengandung kata kerja yang bersifat majemuk. Yang termasuk kalimat pasif dengan kata kerja majemuk diantaranya adalah:
1. “Berbagai masalah dicampuradukkan oleh para pejabat yang sedang rapat itu.”
2. “Tanaman langka ini dibudidayakan oleh mereka yang sudah ahli dalam hal ini.”
3. “Telepon genggam terbaru itu telah diperjualbelikan oleh ratusan penjual di Indonesia.”
4. “Sapi-sapi perah dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah Boyolali.”

Semua kalimat yang telah anda baca di halaman ini, baik yang pasif maupun yang aktif, bisa dirubah. Maksudnya adalah anda bisa mengubah kalimat pasif menjadi aktif atau kalimat aktif menjadi pasif. Tetapi ada aturan yang harus diperhatikan ketika mengubah kalimat-kalimat tersebut. Apa saja aturan yang harus anda pahami? Anda akan menemukannya di bawah ini.

5. Contoh Kalimat Pasif ke Aktif

menulis

Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif. Perhatikan langkah-langkah di bawah ini.

1. Pindahkan subjek yang ada di kalimat pasif menjadi objek di kalimat aktif
“Lomba lari ini dimenangkan oleh peserta dari Papua.” Menjadi “Peserta dari Papua memenangkan lomba lari ini.”
2. Predikat pada kalimat pasif dengan awalan ter-, ke-an, dan di- diubah menjadi me- atau ber-
“Sayur mayur ini ditanam oleh neneknya.” Menjadi “Neneknya menanam sayur mayur ini.”
3. Kata ganti orang pertama berupa ku- diganti menjadi kata ganti orang pertama utuh
Misalnya “Kue itu telah kuhabiskan.” Menjadi “Aku telah menghabiskan kue itu. Selain itu, “Roti itu dimakannya sampai habis.” Bisa diubah menjadi “Dia memakan roti itu sampai habis.” Setiap kata ganti orang akan menjadi kata ganti orang yang berbentuk utuh.

Kalimat aktif juga bisa anda ubah menjadi kalimat pasif. Tetapi tidak semua kalimat aktif bisa diubah menjadi kalimat pasif. Hanya kalimat aktif dengan objek atau kalimat aktif transitif yang bisa di ubah menjadi kalimat pasif. Kalimat aktif yang berupa kalimat perintah serta kalimat seru tidak bisa di ubah menjadi kalimat pasif.

Kalimat aktif tanpa objek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif karena objek dari kalimat aktiflah yang harus dijadikan subjek dalam kalimat pasif. Jika sebuah kalimat aktif tidak memiliki objek, maka kalimat pasif akan kehilangan subjek yang berarti bahkan tidak bisa terbentuk sebuah kalimat. Selalu ikuti aturan-aturan tersebut ketika akan mengubah kalimat pasif dan aktif.

6. Contoh Kalimat Pasif Berimbuhan Ter-

menulis
Image by: nextdigital.co.id

1. “Ahmad tergigit anjing yang tinggal di sebelah rumah.”
2. “Endang terlukai oleh kata-katanya yang tidak berperasaan.”
3. “Irwan terbebani dengan semua tanggung jawab tambahan tersebut.”
4. “Perhatian Ola tersimpangkan oleh masuknya seekor kucing ke dalam ruang kelas.”
5. “Ucok terlupakan oleh kedua orang tuanya yang sibuk memperhatikan bayi kembarnya.”
6. “Bima termotivasi oleh kata-kata mutiara yang bu guru sampaikan pada hari kelulusannya.”
7. “Desti tertabrak seseorang yang berlari terburu-buru tanpa memperhatikan jalan.”
8. “Cici terkunci di dalam kamar mandi selama berjam-jam tanpa ada bantuan yang datang.”
9. “Wangi parfum Fitri tercium hingga ke seluruh penjuru ruangan.”
10. “Kulit Gilang tertusuk pisau ketika memotong kentang bersama ibunya.”
11. “Dasi Heri tertiup oleh angin kencang sehingga menghalangi pandangannya.”
12. “Jesi terabaikan oleh kakaknya yang lebih memperhatikan adiknya yang lain.”
13. “Pekerjaan Kezia terhapus oleh ayahnya ketika sedang mengutak-atik komputer.”
14. “Kamar tidur Lisna tercemari oleh asap rokok yang masuk dari jendela.”
15. “Monika terpengaruhi oleh hasutan anak-anak bandel yang tinggal di sekitar rumah.”

Selain berawalan di-, kalimat pasif juga biasanya memiliki awalan ter-. Anda bisa melihat beberapa contoh kalimat pasif dengan imbuhan atau awalan ter- di atas. Dibandingkan dengan kalimat pasif berawalan di-, awalan ter- memang lebih sulit untuk digunakan. Bisakah anda menemukan atau membuat kalimat pasif lain yang mengandung kata kerja dengan imbuhan ter- pada bagian awalnya?

Tidak hanya awalan ter-, kalimat pasif juga bisa mengandung kata kerja dengan awalan ku-. Seperti apakah contoh kalimat pasif dengan kata kerja berawalan ku-? Temukan contohnya di bawah ini.

1. “Semua jendela kututup karena banyak nyamuk yang masuk.”
2. “Baju-baju bekas itu kubuang ke tempat sampah umum.”
3. “Keberangkatan ke Sumatra kutunda demi bertemu denganmu.”
4. “Berbagai halangan kulalui untuk bisa menggapai cita-cita dan impian.”
5. “Keinginan ibu kuwujudkan agar beliau bangga dan bahagia.”
6. “Bunga-bunga nenek selalu kusirami setiap hari.”