30 Contoh Kalimat Majemuk Beserta Keterangan dan Pola SPOK

Contoh Kalimat Majemuk

Kalimat.ID – Contoh Kalimat Majemuk – Media komunikasi antara sesama makhluk sosial adalah bahasa. Kita sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan akan selalu menggunakan bahasa untuk berinteraksi, bertukar informasi, dan bertukar gagasan.

Dengan adanya bahasa kita dapat mengutarakan maksud dan tujuan kita saling berinteraaksi dengan orang lain. Dapat menjalin silahturahmi, menjalin kerja sama dalam membangun usaha, serta untuk mendiskusikan masalah atau persoalan. Interaksi yang terjadi ada dua yakni secara langsung dan tak langsung.

Interaksi tidak langsung merupakan interaksi yang dilakukan dengan menggunakan sarana atau media untuk berinteraksi atau komunikasi. Interaksi secara tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan media elektronik seperti Hand Phone (Hp), E-Mail, media sosial (facebook, line, Whatsapp), menggunakan surat tertulis, dan lain sebagainya.

Sedangkan interaksi langsung yaitu interaksi yang dilakukan antara individu atau kelompok dengan tidak menggunakan perantara atau pihak ketiga.

Interaksi secara langsung dapat dilakukan dengan saling bertatap muka, berjabat tangan, berdiskusi dengan individu atau kelompok, berbincang-bincang secara langsung dengan teman, dan lain sebagainya. Berbincang-bincang langsung dengan teman atau berinteraksi secara langsung pasti menggunakan bahasa yang baik maupun sopan.

Penggunaan bahasa yang baik pasti menggunakan kalimat yang teratur dan sesuai dengan kaidah bahasa indonesia. Karena setiap susunan kata dalam sebuah kalimat memiliki makna tersendiri dan apabila kita menggunakan kalimat sesuai susunan yang berlaku, maka kalimat yang kita utarakan mempunyai makna yang benar.

Membuat kalimat memang mudah kita lakukan, akan tetapi semua kalimat belum tentu tersusun secara efektif. Karena pada umumnya kalimat harus terdiri dari klausa diantaranya yaitu subjek, predikat, objek, keterangan. Selain itu diakhir kalimat ditandai dengan tanda titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?). apabila hal tersebut tidak dilakukan maka kalimat yang kita ucapkan atau kita buat tidak dapat dikatakan efektif dan tidak memiliki makna. Kalimat dapat dikatakan efektif apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Kalimat yang disusun sesuai dengan EYD
Suatu kalimat dapat dikatakan efektif atau benar jika dalam pembuatannya menggunakan ejaan ataupun tanda baca yang sesuai.

2. Sistematis
Sistematis maksudnya yaitu kalimat yang dibuat harus sesuai dengan susunan subjek, predikat, objek, dan keterangannya maupun pelengkap. Apabila tidak menggunakan keterangan setidaknya harus memiliki subjek dan predikat.

3. Tidak bertele-tele atau boros
Kalimat yang dibuat tidak seharusnya menggunakan kata-kata yang panjang dan kesannya bertele-tele tidak langsung pada intinya. Untuk membuat kalimat yang efektif harusnya menggunakan kata yang jelas supaya yang menerima kalimat tersebut tidak bingung.

4. Tidak ambigu
Tidak ambigu artinya kalimat harus disusun dengan ringkas dan jelas, agar orang yang menerimanya tidak menafsirkan ke hal yang lainnya. Karena terkadang dari orang satu dan lainnya memiliki pengartian yang berbeda jika kalimat tersebut terkesan ambigu.

Di dalam bahasa indonesia kalimat memiliki berbagai macam jenis yang dapat dikategorikan sesuai dengan pengucapan, banyaknya klausa, jumlah frasa, susunan subjek dan predikatnya, berdasarkan unsur kalimat dan lain sebagainya. Macam-macam kalimat berdasarkan klausa pada umumnya terdapat dua jenis, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Contoh kalimat majemuk ada banyak sekali seperti dijelaskan dibawah ini.

Dalam kehidupan sehari-hari kita begitu banyak mengucapkan kalimat, entah itu jenis contoh kalimat langsung, contoh kalimat tidak langsung, contoh kalimat tunggal, atau contoh kalimat majemuk, kita sudah sering mengucapkannya.

Namun, pada umumnya banyak dari kita yang tidak mengetahui jenis kalimat yang kita ucapkan. Paling umum yang banyak kita tahu yaitu kalimat langsung dan tidak langsung. Maka dari itu pada pembahasan kali ini kami akan sedikit mengulas mengenai jenis kalimat salah satunya yaitu kalimat majemuk.

Namun sebelumnya kita akan sedikit membahas tentang pengertian kalimat. Kalimat merupakan gabungan antara dua kata atau lebih yang dilakukan secara lisan atau tulisan disusun sesuai dengan pola yang berlaku serta mempunyai makna atau arti serta gagasan. Kalimat yang hanya mempunyai satu gagasan di dalamnya dinamakan kalimat tunggal.

Atau dapat dikatakan kalimat yang hanya memiliki atau hanya tersusun dari subjek dan predikat saja, akan tetapi ada juga yang membutuhkan objek (O) atau keterangan (K). Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat tunggal apabila mempunyai ciri-ciri:

1. Hanya memiliki satu kejadian atau peristiwa pokok
2. Hanya mempunyai satu struktur saja, yaitu S-P-O-K
3. Tidak menggunakan kata konjungsi (kata hubung) atau tanda baca koma (,).
Menurut predikatnya kalimat tunggal mempunyai beberapa macam, diantaranya:
1. Kalimat nominal
2. Kalimat adjektive
3. Kalimat verbal
4. Kalimat numerial, dan
5. Kalimat prepositional

Hal selanjutnya akan membahas tentang pengertian, macam-macam, dan contoh kalimat majemuk. Berikut pengertian dari kalimat majemuk.

1. Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, biasanya menggunakan kata konjungsi (kata hubung). Di dalam kalimat majemuk terdapat anak kalimat dan induk kalimat.

Kalimat majemuk memiliki ciri-ciri diantaranya:
a. Terdiri dari dua klausa atau lebih, dan klausa-klausa tersebut saling berhubungan
b. Dari penggabungan klausa di dapatkan klausa dan makna baru
c. Terdapat S – P – O – K / pelengkap tak hanya satu.
2. Macam Macam Kalimat Majemuk dan Contohnya
Pada kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk campuran, setara, dan bertingkat.
Selain itu untuk mempermudah memahaminya akan disertakan contoh kalimat majemuk.

a. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa yang mempunyai kedudukan sederajat atau setara. Sesuai polanya, kalimat majemuk ini terdiri dari tiga macam diantaranya:

– Majemuk Setara Sejalan
Susunan kalimat majemuk ini berupa kalimat kalimat yang sejalan ataupun serupa.

Contohnya:
• Ibu pergi ke kantor, Bapak berangkat ke ladang sedangkan adik pergi berlibur.
• Nenek berangkat ke dokter, Bibi pergi belanja, dan Paman pergi ke puskesmas
• Beni menulis cerita, ririn menulis novel dan saya menulis cerpen.

– Majemuk Setara Berlawanan
Pada kalimat majemuk ini tersusun atas kalimat kalimat pada keadaan berlawanan satu dan kalimat lainnya.

Contohnya:
• Walaupun kelihatannya jahat, akan tetapi dia orang yang hangat penuh perhatian.
• Meskipun terlihat sangat garang, namun aslinya sangat ramah.
• Walaupun wajahnya terlihat dingin, namun sebenarnya sifatnya sangat terbuka

– Majemuk Setara Sebab Akibat
Pada kalimat majemuk ini tersusun atas kalimat kalimat yang satunya mengungkapkan sebab sementara lainnya menjelaskan akibatnya.

Contohnya:
• Rani tidak berangkat mengaji kemaren sore karena hujannya deras
• Dewi tidak masuk kerja karena hujan lebat
• Ibu tidak masak nasi karena berasnya habis
• Ayah tidak pergi kesawah karena capek
• Sekolah diliburkan karena gurunya ada rapat mendadak

b. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk berttingkat yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa klausa yang antara klausa yang satu dengan yang lainnya tidak memiliki kedudukan yang setara. Namun kedudukan diantara klausanya ada tingkatannya sebagai hasil perluasan salah satu klausa kalimat tersebut. Ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat:

– Antara klausa kalimat tidak mempunyai kedudukan yang sama
– Jika salah satu klausa dipisah ada yang tidak dapat berdiri sendiri
– Kalimat majemuk bertingkat menggunakan kata konjungsi, jika, sebab, ketika, bahwa, sehingga, bagaikan, walaupun.

Beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat beserta contoh kalimat majemuk, yang patut untuk kita ketahui:

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu.
Pada kalimat ini harus memasukkan kata hubung berupa “ketika”.

Contohnya:
Susi berangkat ke sekolah ketika matahari mulai terbit.
Ayah pulang dari sawah ketika matahari mulai tenggelam.
Ibu mulai tidur ketika saya terlelap.

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan
Kata konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk ini ialah “padahal”, dan “sedangkan”.

Contohnya:
Susanti tetap membatu orangtuanya menjemur kerupuk padahal dia sudah lelah.
Rini tetap menangis meskipun ayahnya sudah datang.

– Kalimat majemuk bertingkat berkaitan dengan syarat
Pada kalimat ini juga harus memasukkan kata konjungsi “jika, asalkan, andaikan, apabila, seandainya”.

Contohnya:
Rani akan pergi mengaji jika tidak hujan
Adik akan mendapatkan hadiah asalkan dia mendapat juara kelas.
Paman akan setuju jika syaratnya terpenuhi.
Kakak akan menerima hadiahnya asalkan istimewa isinya

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab
Kalimat majemuk jenis ini menggunakan kata konjungsi; sebab, karena, oleh karena.

Contohnya:
Ayah tidak pergi bekerja karena nanti siang paman akan datang.
Deni tidak menulis surat karena habis kata katanya.
Kami tidak menghadiri rapat karena terjebak macet.

– Kalimat majemuk bertingkat ada kaitannya dengan akibat.
Kalimat mejemuk jenis ini menggunakan kata konjungsi; sampai-sampai, sehingga, maka.

Contohnya:
Raisa sedang menunggu temannya, maka ia duduk di teras rumah.
Ibu memasak tidak fokus sampai masakannya gosong.
Dewi menunggu taksi terlalu lama sampai ketiduran.

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan
Kalimat majemuk jenis ini menggnakan kata konjungsi; agar, supaya, biar.

Contohnya:
Roni sengaja bangun pagi agar tidak telat berangkat sekolah.
Riri membawa bekal dari rumah supaya tidak jajan sembarangan.

– Kalimat majemuk bertingkat berkaitan dengan perbandingan
Kata konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk ini ialah “lebih baik, ibarat, sebagaimana, laksana, bagaikan,”.

Contohnya:
Dari pada tidak ada kepastian, lebih baik saya pulang saja

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara
Kalimat jenis ini menggunakan kata konjungsi; dengan.

Contohnya:
Kita bisa mempunyai pengetahuan yang luas dengan membaca berbagai macam buku pelajaran.

c. Kalimat Majemuk Campuran

Sementara untuk kalimat majemuk campuran termasuk penggabungan dari kalimat majemuk setara dan majemuk bertingkat. Sehingga kalimat tunggalnya ada 3 macam.
Berikut beberapa ciri-ciri kalimat majemuk campuran:

– Antara klausa yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan yang bertingkat dan setara
– Kata hubung yang digunakan terdiri dari 2 kata antara klausa yang satu dengan yang lainnya.
– Dalam satu kalimat memiliki 3 atau lebih klausa, dimana satu kalimat merupakan induk kalimat dan yang lainnya sebagai anak kalimat.
Contoh kalimat majemuk campuran:
– Rudi sedang bermain sepak bola ketika Andi datang berkunjung karena ia ingin ikut bermain bersama
– Cika sedang memasak mi instan, ketika Risa datang bermain sore harinya mereka belajar bersama

Demikian penjelasan mengenai pengertian, macam-macam dan contoh kalimat majemuk. Dimana dengan mempelajari kalimat tersebut kita dapat membedakan jenis kalimat dan mengetahui contoh dari masing-masing kalimat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena kalimat majemuk merupakan kalimat yang seringkali kita gunakan dalam berinteraksi dan bertukar informasi maupun gagasan yang kita miliki. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang membutuhkan untuk dijadikan referensi atau untuk menambah pengetahuan.

Komentar disini