7 Contoh Kalimat Majemuk Setara Bertingkat Beserta Polanya

Contoh Kalimat Majemuk Setara

Kalimat.ID – Dalam Bahasa Indonesia, kalimat dibedakan menjadi berbagai jenis. Ada contoh kalimat aktif, contoh kalimat pasif, contoh kalimat perintah, contoh kalimat tanya, contoh kalimat majemuk setara, dan masih banyak lagi jenis yang lain. Hari ini, kita akan membahas mengenai contoh kalimat majemuk setara dan hal-hal lain yang berkaitan dengan jenis kalimat ini. Apa yang sudah anda ketahui mengenai kalimat majemuk setara sejauh ini?

Seperti halnya kata majemuk yang merupakan gabungan kata dasar yang kemudian membentuk makna baru, kalimat majemuk juga terdiri dari lebih dari satu kalimat. Dalam kalimat majemuk terdapat induk kalimat serta anak kalimat. Akan ada kata penghubung yang berfungsi menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat. Kalimat majemuk sendiri hadir dalam berbagai macam bentuk.

Apa Itu Kalimat Majemuk Setara dan Kalimat Majemuk Bertingkat?

1. Contoh Kalimat Majemuk Setara Beserta Polanya

menulis
Image by: medium.com

1. “Ana sedang memasak.” “Bella merapikan ruang tamu.” Menjadi “Ana memasak sayur dan Bella merapikan ruang tamu.”
2. “Cahya mandi.” “Dewi mengerjakan tugas sekolah.” Menjadi “Cahya mandi dan Dewi mengerjakan tugas sekolah.”
3. “Bibi membuat es teh.” “Paman memperbaiki sepeda.” “Bibi membuat es teh dan paman memperbaiki sepeda.”
4. “Adik menggambar gunung.” “Kakak mengerjakan tugas kuliah.” “Adik menggambar gunung dan kakak mengerjakan tugas kuliah.”
5. “Ayah mencari dasinya yang hilang.” “Ibu menyetrika baju.” “Ayah mencari dasinya yang hilang dan ibu menyetrika baju.”

Contoh kalimat yang anda baca di atas merupakan dua kalimat yang kemudian bergabung membentuk kalimat majemuk setara. Apa maksudnya kalimat majemuk setara? Jenis kalimat yang satu ini tidak bersifat menerangkan. Maksudnya adalah dua klausa yang terdapat di dalam kalimat majemuk setara memiliki sebuah hubungan yang sifatnya sejajar, tidak satupun lebih tinggi dibandingkan klausa lain.

Pada contoh kalimat majemuk setara di atas, kata penghubung ‘dan’ digunakan untuk mengaitkan dua kalimat berbeda. Sebuah kalimat majemuk bisa dikatakan sebagai kalimat majemuk setara apabila klausa-klausa di dalamnya tetap memiliki arti apabila berdiri sendiri atau dipisahkan dari klausa lain yang terdapat di dalamnya. Selain itu, kalimat majemuk tentu akan memiliki beberapa subjek.

Karena subjek yang terdapat dalam kalimat majemuk setara ada lebih dari satu, predikatnya pun akan ada lebih dari satu. Pola kalimat majemuk setara hanya akan terbentuk ketika lebih dari satu kalimat inti digabungkan. Kata ‘dan’ bukan satu-satunya penghubung yang bisa digunakan dalam kalimat majemuk setara. Tetapi, pemilihan kata penghubung menentukan jenis kalimat majemuk setara.

Kalimat majemuk setara itu sendiri dibedakan menjadi sedikitnya enam jenis yang berbeda. Yang pertama adalah kalimat majemuk setara yang sejalan dan yang kedua adalah kalimat majemuk setara yang berlawanan. Jenis ketiga merupakan kalimat majemuk setara yang memiliki hubungan sebab dan akibat. Yang keempat adalah kalimat majemuk setara yang bersifat sebagai penguat.

Jenis kelima disebut kalimat majemuk setara yang bersifat pilihan dan yang keenam merupakan kalimat majemuk setara yang berurutan. Masing-masing jenis kalimat majemuk setara di atas dibedakan berdasarkan kata penghubung yang digunakannya. Masing-masing kata penghubung memiliki sifat yang unik yang menentukan pola dari kalimat majemuk setara yang diciptakannya.

Di bawah ini anda akan menemukan lebih banyak contoh yang telah dikelompokkan berdasarkan jenis dari kalimat majemuk setara. Satu-satunya cara untuk memahami berbagai jenis kalimat majemuk setara adalah mempelajari contoh-contoh berikut ini dan mencoba menerapkannya secara pribadi. Mari kita mulai dengan mempelajari kalimat majemuk setara yang bersifat sejalan.

2. Contoh Kalimat Majemuk Setara Bersifat Sejalan

menulis
Image by: tqn.com

1. “Erin mencuci sepeda motornya di halaman depan dan Fian sedang memperbaiki atap.”
2. “Gisela sedang memotong rumput di taman belakang ketika Herman datang berkunjung.”
3. “Ibu menyiapkan nasi goreng untuk sarapan sebelum Ayah bangun dari tidur.”
4. “Joko membersihkan ruang makan setelah anak-anaknya pergi ke kamar untuk tidur.”

Keempat kalimat majemuk setara di atas menggunakan kata penghubung yang berbeda-beda satu sama lain. Meskipun kata penghubung yang digunakan berbeda, keempat kelimat majemuk setara tersebut sama-sama termasuk dalam kalimat majemuk setara yang bersifat sejalan. Ciri utama kalimat majemuk setara bersifat sejalan adalah penggunaan kata hubung dan, ketika, sesudah, dan sebelum.

Ciri lain dari kalimat majemuk setara yang bersifat sejalan adalah kedudukan yang setara. Apa maksudnya? Intinya adalah dua kalimat yang akan digabungkan memiliki kedudukan yang sejajar. Selain keempat kata hubung yang digunakan dalam keempat kalimat majemuk setara bersifat sejalan di atas, ada beberapa kata hubung lain yang bisa digunakan seperti pada waktu dan saat.

5. “Kiki membangun istana dari pasir pantai pada waktu Koko bermain-main dengan ombak.”
6. “Lusi berbelanja bahan-bahan kue saat ibu bersiap-siap membuat bolu untuk adiknya.”

Dua contoh di atas adalah dua contoh lain yang menunjukkan kalimat majemuk setara dengan sifat sejalan. Contoh lain apa mengenai kalimat majemuk setara bersifat sejalan yang bisa anda pikirkan? Sekarang, mari kita beranjak ke contoh lain dari kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk setara dengan sifat berlawanan.

3. Contoh Kalimat Majemuk Setara Berlawanan

menulis
Image by: creativelive.com

1. “Mila gemar membaca buku cerita meskipun malas mengerjakan tugas dari sekolah.”
2. “Nur sangat menyukai makanan tradisional namun tidak berminat mempelajari cara membuatnya.”
3. “Osa menginginkan sebuah boneka beruang tetapi tidak memiliki cukup uang untuk membelinya.”
4. “Paman tidak memiliki anak laki-laki melainkan seorang anak perempuan yang manis dan cantik.”
5. “Rian merupakan seorang kakak yang penurut sedangkan Susan adalah adik yang bandel.”

Kelima kalimat di atas adalah kalimat majemuk setara yang memiliki sifat berlawanan. Dari namanya saja kita sudah bisa memperkirakan arti dan bentuk dari jenis kalimat majemuk setara ini. Jenis kalimat ini pastilah merupakan kalimat yang mengandung dua gagasan yang bertentangan atau berlawanan. Coba anda perhatikan lagi kelima kalimat di atas dan cermati apa yang membuat mereka berbeda?

Contoh kalimat yang pertama menggunakan kata hubung ‘meskipun’ sedangkan kalimat kedua mengandung kata hubung ‘namun’. Kata hubung yang terdapat pada kalimat ketiga adalah ‘tetapi’ dan pada kalimat keempat adalah ‘melainkan’. Pada contoh kalimat terakhir, kata hubung yang digunakan adalah ‘sedangkan’. Kelima kata hubung tersebutlah yang menentukan sifat berlawanan.

Kedua kalimat yang terkandung dalam setiap kalimat majemuk setara di atas masih memiliki maknanya sendiri ketika dipisahkan dari kalimat lain. Tetapi induk kalimat dan anak kalimat memiliki situasi yang sifatnya berlawanan. Jika anda mendengar atau melihat kalimat dengan kata-kata penghubung tersebut di antara induk dan anak kalimat, kalimat itu merupakan kalimat majemuk setara berlawanan.

D bawah ini akan anda temukan contoh lain dari kalimat majemuk setara yaitu kalimat majemuk setara yang memiliki hubungan sebab akibat.

4. Contoh Kalimat Majemuk Setara Akibat Sebab

menulis
Image by: https://duotrope.com

1. “Timo menjadi seorang musisi terkenal karena rajin melatih kemampuannya bermain musik.”
2. “Usman selalu bangun pagi sehingga selalu datang tepat waktu di kantornya.”
3. “Veronika jarang menyirami tanamannya akibatnya semua bunganya menjadi layu.”
4. “Karena tidak ingin mengecewakan ayahnya, Wiwin tidak pernah membolos pelajaran.”
5. “Yuli selalu menjahili anak-anak tetangga sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya.”
6. “Zahra selalu membantu adiknya akibatnya adiknya menjadi terlalu bergantung padanya.”

Keenam kalimat majemuk setara di atas tergolong ke dalam kalimat majemuk setara yang memiliki hubungan sebab akibat berdasarkan kata penghubung yang digunakan. Ketiga kata hubung dalam kalimat-kalimat di atas, yaitu karena, sehingga, dan akibatnya, menekankan jenis kalimat majemuk setara. Ketiga kata hubung tersebut menghubungkan dua kalimat tunggal dengan dua ciri berbeda.

Kalimat tunggal yang satu biasanya menyatakan sesuatu yang dilakukan yang mendasari akibat. Kemudia kalimat tunggal yang lain akan berisi akibat dari tindakan yang dinyatakan dalam kalimat tunggal sebelumnya. Dibandingkan dengan kalimat-kalimat majemuk setara yang telah anda baca sebelumnya, ada yang unik dengan kalimat majemuk setara yang satu ini.

Kalimat majemuk setara yang memiliki hubungan sebab akibat biasanya hanya memiliki satu subjek. Kalimat pertama biasanya mengulas apa yang subjek lakukan. Kalimat tunggal kedua biasanya mengutarakan akibat yang diterima oleh subjek yang sama, baik akibat positif maupun akibat negatif. Hal itu lah yang membedakan kalimat majemuk setara akibat sebab dengan jenis yang lain.

Kata penghubung karena biasanya bisa diletakkan pada bagian awal kalimat majemuk setara dengan hubungan akibat sebab. Sebagai contohnya, anda bisa mencermati lagi contoh kalimat nomor empat. Bisakah anda mencoba membuat kalimat majemuk setara dengan hubungan sebab akibat berdasarkan keterangan yang telah anda dapatkan di sini?

5. Contoh Kalimat Majemuk Setara Hubungan Penguatan

menulis
Image by: literaryconsultancy.co.uk

1. “Anita suka menjahili teman-teman sekolahnya terlebih lagi adiknya sendiri.”
2. “Bapak selalu pulang larut malam bahkan pernah tidak pulang selama dua hari.”
3. “Cucunya adalah pria yang murah hati, terlebih lagi dia juga menyayangi kakek neneknya.”
4. “Dinda tidak pernah mendengarkan nasihat orang lain bahkan nasihat dari orang tuanya sendiri.”
5. “Esti tampak sangat cantik terlebih lagi dengan riasan wajah yang sederhana dan alami.”
6. “Febri merupakan anak yang sangat pandai bahkan jauh lebih pandai dari kakaknya.”

Bahkan dan terlebih lagi merupakan dua kata penghubung yang sangat populer berkenaan dengan kalimat majemuk setara hubungan penguatan. Dari keenam contoh kalimat majemuk setara dengan hubungan penguatan diatas, kata bahkan dan terlebih lagi sangat sering digunakan. Ada dua kelompok kata dalam masing-masing kalimat contoh di atas.

Salah satu kelompok kata atau kalimat tunggal berfungsi untuk memperkuat kalimat tunggal yang lain. Jika anda menemukan kalimat dengan kata-kata penghubung seperti terlebih lagi dan bahkan, sudah pasti kalimat yang anda temukan merupakan kalimat majemuk setara dengan hubungan penguatan. Contoh lain apa yang berkaitan dengan kalimat majemuk setara jenis ini yang bisa anda pikirkan?

6. Contoh Kalimat Majemuk Setara Hubungan Pemilihan

menulis

1. “Guru Olahraga itu sedang mempertimbangkan tetap mengajar di sekolah itu atau pindah ke sekolah lain.”
2. “Husni harus membantu ayah memperbaiki atap sebelum musim hujan tiba atau seisi rumah akan kebanjiran jika hujan deras mengguyur.”
3. “Januar tidak tahu apakah akan melanjutkan kuliah ke Amerika atau bekerja bersama pamannya di Surabaya.”
4. “Kakek memberitahu nenek untuk segera masuk ke dalam mobil atau akan ditinggalkan di dalam rumah jika tidak bergegas.”
5. “Lulu merahasiakan hasil ujiannya yang tidak memuaskan dari orang tuanya atau mereka akan memarahinya.”
6. “Mona meminta pacarnya untuk segera pergi dari rumah atau dia akan memanggil satpam perumahan untuk membawanya keluar.”

Dibandingkan dengan kalimat-kalimat majemuk setara yang lain, kalimat majemuk setara dengan hubungan pemilihan ini adalah yang paling rumit. Kalimat majemuk setara dengan hubungan pemilihan ini menggabungkan dua kalimat tunggal dengan dua pilihan berbeda. Hanya ada satu kata hubung yang biasa digunakan untuk menggabungkan kedua kalimat tunggal tersebut, yaitu atau.

Ketika anda membaca atau mendengar seseorang menyampaikan kalimat majemuk setara hubungan pemilihan ini, anda akan menghadapi dua pilihan berbeda. Harus ada yang dipilih dan dilakukan dalam setiap kalimat majemuk setara hubungan pemilihan ini. Banyak kalimat majemuk setara hubungan pemilihan juga digunakan dalam ancaman, misalnya seperti contoh kalimat yang keempat dan keenam.

7. Contoh Kalimat Majemuk Setara Urutan

menulis
Image by: resumewritingacademy.com

1. “Nanik mengunjungi rumah bibinya di Palembang lalu segera berangkat ke Medan untuk bertemu kakeknya.”
2. “Opa menyelesaikan permainan caturnya kemudian pergi membereskan buku-buku sastranya di ruang perpustakaan kecil.”
3. “Putra membawa anak anjingnya jalan-jalan di taman kota setelah itu dia mengajak adiknya menonton film di ruang tamu.”
4. “Rahma mencuci seragam sekolahnya lalu membersihkan kamar tidurnya secara menyeluruh,”
5. “Sandra mengingat-ingat di mana ibu menyimpan sepatunya kemudian segera mempersiapkan perlengkapan kerjanya.”
6. “Trisna makan jagung bakar dan es krim di pasar malam setelah itu pulang ke rumah menggunakan taksi.”

Sesuai dengan namanya, kalimat majemuk setara urutan ini menggabungkan dua kalimat tunggal yang berlangsung pada waktu yang berurutan. Tiga kata hubung yang biasa digunakan untuk menggabungkan dua kelompok kata yang berurutan tersebut adalah lalu, kemudian, serta setelah itu. Kejadian pada satu kalimat tunggal biasanya akan mendahului kejadian lain pada kalimat berikutnya.

Ciri-ciri yang mencolok dari kalimat majemuk setara urutan adalah kalimat tersebut terdengar seperti rencana. Selain kalimat majemuk setara, ada juga kalimat majemuk rapatan yang serupa dengan kalimat majemuk setara tetapi memiliki klausa yang biasanya berulang. Untuk memisahkan pengulangan unsur akan digunakan konjungsi serta, dan, atau, serta tanda koma. Selain itu ada juga kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk bertingkat terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat yang tidak sejajar.

Karena dua kalimat tunggal yang membentuk kalimat majemuk bertingkat memiliki hubungan yang tidak sejajar, masing-masing kalimat tunggal tidak bisa berdiri sendiri. Kata hubung yang biasanya digunakan untuk kalimat majemuk bertingkat adalah meskipun, karena, sebab, walaupun, dan ketika. Kemudian ada pula kalimat majemuk perluasan. Seperti apakah kalimat majemuk jenis ini?

Kalimat majemuk perluasan memiliki anak kalimat yang adalah perluasan dari kalimat tunggal yang lain. Kata hubung paling populer yang digunakan untuk menghubungkan kalimat-kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk perluasan adalah yang. Terakhir ada kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang terdiri dari gabungan kalimat-kalimat majemuk.

Misalnya kalimat majemuk setara yang digabungkan dengan kalimat majemuk bertingkat akan membentuk kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk campuran bisa juga terdiri dari gabungan kalimat majemuk bertingkat dengan kalimat majemuk rapatan. Anda juga bisa mencoba menggabungkan beberapa kalimat majemuk yang berbeda menjadi kalimat majemuk campuran.

Komentar disini