Beranda Pendidikan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Beserta Polanya SPOK

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Beserta Polanya SPOK

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat
Image by: conduiraonline.com

Kalimat.ID – Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat – Manusia merupakan makhluk sosial, yang mana dalam kehidupan sehari-harinya saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu media yang digunakan untuk berkomunikasi antar sesama yaitu bahasa. Negara Indonesia merupakan negara yang besar, dimana banyak keanekaragaman budaya, agama dan bahasa yang masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi serta bahasa persatuan semua bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia resmi dijadikan sebagai bahasa persatuan dan bahasa resmi Republik Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sementara itu pengertian dari bahasa yaitu suatu sistem lambang bunyi yang digunakan sebagai media komunikasi semua masyarakat yang menggunakannya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat yang Bisa Dijadikan Referensi

Apabila tidak ada bahasa maka mustahil untuk menciptakan kepemahaman, karena jika hanya menggunakan gerakan untuk berinteraksi, maka akan menimbulkan banyak keterbatasannya. Beberapa fungsi dari bahasa yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai Media Pemersatu Bangsa

Selain berfungsi sebagai alat komunikasi bahasa juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa. Sebagai contoh yaitu di Negara Indonesia ini banyak terdapat beranekaragam budaya, agama dan bahasa. Karena kita sama-sama berwarganegaraan Indonesia maka kita wajib menggunakan bahasa Indonesia sebagai media untuk berkomunikasi.

2. Sebagai Sarana Pengembangan Budaya

Bahasa juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan budaya. Dengan menggunakan bahasa sebagai sarana pengembangan budaya maka kita sebagai warga negara indonesia dapat memperkenalkan budaya yang dimiliki negara ini ke dunia luar. Banyak dari beberapa negara lainnya yang ingin seperti Indonesia, yaitu memiliki keragaman budaya.

3. Sebagai Media Untuk Menyampaikan Perasaan

Dengan menggunakan bahasa, kumpulan kata-kata yang diucapkan dapat memberikan gambaran maksud, perasaan, opini dan gagasan dari orang yang berbicara. Maka dari itu kita dapat mengetahui lawan bicara kita apakah sedang senang, sedih, atau kecewa.

4. Sebagai Alat Kontrol Sosial

Sebagai alat kontrol sosial disini maksudnya, bahasa yang terdiri dari rangkaian kata dan kalimat yang mempunyai makna, tidak jarang digunakan dalam kegiatan sosial, seperti ceramah agama, pidato, orasi ilmiah, menulis buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya. Dengan maksud memberikan informasi dan menambah pengetahuan kepada orang lain.

Dari beberapa fungsi bahasa diatas, dapat kita ketahui bahwa bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan. Berperan dalam pengembangan kebudayaan, pemanfaatan teknologi serta memperkenalkan atau menjalin hubungan tingkat nasional. Di dalam bahasa Indonesia banyak hal yang menarik apabila kita mempelajari dan memahaminya.

Dengan mempelajari bahasa indonesia kita tidak akan kesusahan jika ingin berkeliling Indonesia. Di dalam bahasa indonesia terdapat begitu banyak jenis kalimat yang sering kita gunakan sehari-hari. Kalimat-kalimat yang banyak kita ucapkan termaasuk dari berbagai macam jenis –jenisnya, akan tetapi kita tidak banyak tahu mengenai jenis kalimat yang sering kita ucapkan tersebut. Padahal jika kita mempelajarinya maka kita dapat mengetahui bahwa ternyata kalimat yang kita ucapkan mempunyai makna tersendiri dan menarik.

Pengucapan kalimat dalam bahasa indonesia tidak asal kita ucapkan, melainkan terdapat unsur-unsur pembangun, jika ingin sebuah kumpulan beberapa kata yang kita ucaapkan dapat dikatakan sebagai kalimat. Unsur-unsur tersebut yaitu:

1. Subjek (S)

Subjek disini maksudnya yaitu unsur yang paling utama, yang harus ada dalam sebuah kalimat jika kata-kata yang kita ucapkan mau dikatakan sebagai kalimat yang baik. Subjek biasanya berupa kata benda dan umumnya terletak di depan predikat dan sering melakukan pekerjaan.

2. Predikat (P)

Sedangkan predikat yaitu unsur kedua yang utama setelah subjek. Predikat ini juga harus ada dalam sebuah susunan kalimat. Umumnya predikat berupa kata kerja atau kata sifat.

3. Objek (O)

Objek merupakan unsur ketiga setelah predikat, objek ini merupakan unsur yang berkaitan dengan subjek maupun predikat. Umumnya objek akan berubah menjadi subjek jika bentuk kalimatnya pasif.

4. Keterangan (K)

Keterangan yaitu unsur yang terletak di awal atau di akhir kalimat, unsur ini tidak terikat oleh tata letak. Unsur keterangan ini umumnya digunakan sebagai penjelasan tempat, atau waktu dan lain sebagainya.

Selain memiliki unsur-unsur kalimat juga mempunyai jenis-jenis, terdapat begitu banyak jenis-jenis kalimat. Jenis-jenis kalimat dikategorikan menjadi beberapa macam berdasarkan pengucapan, jumlah frasa, berdasarkan susunan subjek dan predikatnya, berdasarkan unsur kalimat dan lain sebagainya.

Di dalam artikel ini akan membahas tentang pengertian, ciri ciri dan contoh kalimat majemuk bertingkat. Terdapat begitu banyak contoh kalimat majemuk bertingkat dalam kehidupan sehari-hari dan terkadang kita tidak menyadarinya jika sering mengucapkan contoh kalimat majemuk bertingkat tersebut. Akan tetapi sebelumya perlu kita ketahui pengertian dari kalimat majemuk.

1. Pengertian Kalimat Majemuk

Jenis kalimat majemuk merupakan penggabungan antara 2 klausa maupun lebih. Sedangkan klausa setiap kalimat majemuk itu terdiri atas anak kalimat dan induk kalimat. Jadi, setiap klausa termasuk gabungan antara satu predikat dan 1 subjek saja. Kalimat majemuk ini juga bisa ditambah dengan keterangan, objek, maupun pelengkap.

Umumnya dalam satu klausa dengan klausa lainnya dibuhungkan dengan kata penghubung atau konjungsi. Akan tetapi ada juga kalimat majemuk yang tidak perlu menggunakan kata konjungsi.

2. Ciri ciri Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk memiliki beberapa ciri ciri, diantaranya:
a. Terjadi perluasan atau penggabungan pada kalimat intinya.
b. Kalimat majemuk mempunyai lebih dari satu subjek, predikat, objek, keterangan.
c. Umumnya dari perluasan atau penggabungan kalimat majemuk ini akan didapatkan pola kalimat yang baru.

3. Jenis-jenis Kalimat Majemuk

Selain ciri ciri dari kalimat majemuk kita juga harus mengetahui atau mempelajari jenis dari kalimat majemuk, agar kita dapat membedakannya. Jenis-jenisnya sebagai berikut:

a. Contoh Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang didalamnya terdiri dari klausa yang sederajat atau setara. Umunya kalimat majemuk setara tidak mempunyai anak kalimat, ketika salah satu klausa dipisahkan sendiri maka klausa atau kalimat tersebut dapat berdiri sendiri. Kalimat majemuk setara memiliki ciri ciri, yaitu:

– Klausa yang satu dengan klausa yang lainnya dapat berdiri sendiri jika dipisahkan
– Klausa yang satu dengan klausa yang lainnya mempunyai kedudukan yang sama
– Kalimat majemuk setara umumnya menggunakan kata hubung; dan, setelah, lalu, sebelum, bahkan, ketika, sedangkan, kemudian.

b. Contoh Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, jika salah satu klausa di pisahkan maka tidak akan dapat berdiri sendiri. Di dalam kalimat majemuk bertingkat umumnya terdapat anak kalimat dan induk kalimat. Anak kalimat yaitu klausa yang apabila dipisahkan tidak dapat berdiri sendiri sedangkan induk kalimat yaitu klausa yang apabila dipisahkan dapat berdiri sendiri.

Umunya kalimat majemuk bertingkat ini menggunakan kata konjungsi atau kata hubung seperti; ketika, walaupun, karena, meskipun, dan sebab. Ciri ciri kalimat majemuk bertingkat:

– Terdapat kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri jika dipisahkan dengan induk kalimat
– Diantara klausa satu dengan klausa yang lainnya tidak mempunyai kedudukan yang setara
– Kalimat ini umumnya menggunakan kata hubung; jika, sehingga, ketika, bahwa, bagaikan, walaupun, sebab.

Kalimat majemuk bertingkat memiliki beberapa macam jenis, yaitu kalimat majemuk bertingkat berhubungan waktu, kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan, dan kalimat majemuk bertingkat behubungan dengan syarat.

– Pada kalimat majemuk bertingkat yang berkaitan dengan waktu ialah kalimat yang berkaitan dengan masa atau waktu. Dalam kalimat majemuk ini terdapat kata hubung “ketika”. Contohnya:

Aku sedang menonton tv ketika terdengar suara petir
Ayah pulang dari sawah ketika hari sudah mulai gelap
Ibu sedang memasak sup ketika ayah pulang
Kakak sedang belajar ketika adik menonton tv
Rani pergi ke sekolah ketika adiknya sakit
Saya pulang sekolah ketika pukul 12.00 siang
Ibu berangkat kepasar ketika aku bangun tidur
Andi menulis surat ketika berada di Belanda
Lani menyanyi ketika di panggung

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan yaitu kalimat yang terdapat sangkalan dalam isinya, sangkalan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu. Biasanya jenis kalimat majemuk bertingkat ini ditambahkan kata hubung berupa: “sedangkan” dan “padahal”. Contohnya:

Rani tetap berangkat ke tempat kursus bahasa inggris padahal dia sakit
Sinta mendapatkan hadiah dari gurunya sedangkan temannya tidak
Nenek tetap beraktivitas padahal kakinya sakit
Nina tetap berangkat sekolah padahal hujan deras
Ayah tetap bekerja padahal mobilnya mogok
Ibu tetap memasak, padahal dirinya sakit
Ayah tetap keladang padahal cangkulnya hilang

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat, yaitu kalimat yang anak kalimatnya menjelaskan induk kalimat tentang syarat tertentu yang berhubungan dengan induk kalimat. Umumnya menggunakan kata hubung; seandainya, apabila, jika, asalkan, dan andaikan. Contohnya:

Rani akan belajar kelompok seandainya tidak sakit
Rudi akan bermain bola jika temannya datang
Rian akan menjadi pemain voly profesional jika dia sering latihan
Aku akan pergi ke pasar jika tidak hujan
Tio akan membeli laptop seandainya uang tabungannya cukup
Adik akan berhenti menangis asalkan dibelikan mainan
Didin akan naik pesawat seandainya tabungannya cukup

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab, yaitu kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan tertentu dari kalimat inti. Umumnya menggunakan kata hubung; oleh karena, sebab, dan karena. Contohnya:

Rani tidak akan pergi kemanapun karena temannya akan datang
Rudi tidak bermain bola sebab temannya tidak datang
Temanku tidak datang oleh karena itu aku tidak jadi pergi bermain

– Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan, yaitu kalimat majemuk yang berfungsi untuk mejelaskan maksud atau tujuan. Umumnya menggunakan kata hubung seperti: supaya, biar, dan agar. Contohnya:

Rani akan beristirahat supaya besok waktu ujian badannya sehat
Rino sengaja bangun pagi agar tidak terlambat sekolah
Ibu minum obat agar lekas sembuh
Adik selalu rajin agar nilainya baik
Nani selalu belajar agar mendapat juara
Dini berlatih bernyanyi agar menjadi pemenang lomba
Sisi menangis semalaman agar dibelikan sepeda

Diatas beberapa jenis dan contoh kalimat majemuk bertingkat, contoh yang lainnya masih banyak dalam kehidupan sehari – hari. Terkadang kita kurang menyadari jenis kalimat yang sering kita ucapkan setiap harinya, termasuk contoh kalimat majemuk bertingkat tersebut.

c. Contoh Kalimat majemuk campuran
Sedangkan jenis kalimat yang dibuat dari penggabungan kalimat majemuk bertingkat dan majemuk setara. Minimal ada tiga kalimat untuk membentuk kalimat campuran.
Nah itulah beberapa ulasan mengenai pengertian, ciri ciri, dan contoh kalimat majemuk bertingkat yang dapat kami sampaikan.

Dari sini kita mengetahui berbagai jenis dari kalimat yang begitu beragam dan mempunyai ciri khas tersendiri. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dapat belajar tentang bahasa persatuan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk referensi bagi kalian pihak yang membutuhkan.