5 Contoh Kalimat Efektif yang Baik dan Benar

Contoh Kalimat Efektif

Kalimat.ID – Bahasa indonesia adalah bahasa yang kaya dan indah. Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu ingin memahami dan menggunakan bahasa pemersatu bangsa ini dengan benar, bukan? Salah satu cara untuk memahami bahasa Indonesia adalah mempelajari mengenai contoh kalimat efektif. Terlebih dahulu kita perlu mengerti apa sebenarnya kalimat efektif itu.

Anda bisa mempelajari tentang contoh kalimat efektif dari sini. Untuk membuat kalimat efektif, anda perlu berpatokan pada tatanan bahasa indonesia sesuai EYD atau ejaan yang disempurnakan. Selain menggunakan kata-kata yang sesuai dengan EYD, penggunaan tanda baca juga harus anda perhatikan dalam membuat kalimat efektif. Mari kita pelajari kalimat ini lebih jauh.

Apa yang Dimaksud Dengan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif?

Contoh Kalimat Efektif dalam Paragraf

menulis
Image by: androbuntu.com

“Dia adalah dosen Universitas Pendidikan Guru Republik Indonesia Yogyakarta. Dia tinggal di daerah Wirobrajan. Untuk pergi ke kampus, dia menggunakan kendaraan pribadi, yaitu sepeda motor. Selain dia, banyak dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Guru Republik Indonesia Yogyakarta yang tinggal di daerah Wirobrajan menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi ke kampus.”

Paragraf di atas merupakan sebuah contoh yang benar tentang kalimat efektif yang terkandung dalam sebuah paragraf. Kalimat efektif yang terdapat dalam paragraf di atas sesuai dengan salah satu ciri kalimat efektif, yaitu memiliki unsur pokok. Kalimat efektif harus mengandung setidaknya Subjek dan Predikat. Paragraf di atas tidak hanya memiliki kedua unsur tersebut tetapi juga Objek dan Keterangan.

Selain itu, sebuah kalimat efektif harus sistematis. Apa itu sistematis? Sistematis berarti kalimat tersebut memiliki urutan yang mudah dimengerti dan tidak membuat pembaca pusing untuk memahaminya. Subjek serta Predikat pada kalimat efektif sebaiknya berada pada awal kalimat dan diikuti dengan unsur kalimat yang lain dibelakangnya. Kalimat efektif juga sebaiknya tidak bertele-tele.

Maksud dari bertele-tele di sini adalah kalimat efektif tidak menghamburkan kata-kata yang tidak perlu. Kalimat efektif dalam sebuah paragraf harus memiliki susunan yang kalimat yang ringkas. Dengan demikian para pembaca atau pendengar dari kalimat efektif yang anda sampaikan bisa menangkap gagasan yang ingin anda sampaikan dengan mudah. Berhematlah dalam menggunakan kata-kata.

Berikutnya, seperti dalam contoh paragraf di atas, kalimat efektif tidak boleh ambigu. Kalimat efektif yang anda gunakan tidak boleh membuat pembaca dan pendengar anda salah menafsirkan apa yang mereka baca atau dengar. Kalimat efektif anda harus dengan gamblang menyampaikan ide-ide anda dengan sangat mudah sehingga tidak akan memunculkan kesan ambigu.

Perhatikan contoh penggunaan kalimat efektif pertama dalam paragraf di atas. Paragraf tersebut mengandung kalimat-kalimat yang memiliki kelengkapan struktur serta penggunaan. Kedua unsur tersebut kemudian disebut kesepadanan struktur. Bagaimana kita bisa membuat kalimat efektif yang memiliki kesepadanan struktur? Perhatikan beberapa langkah di bawah ini.

1. Kalimat efektif harus mengandung subjek serta predikat, kemudian dilengkapi dengan keterangan.
2. Kalimat efektif tidak boleh memiliki preposisi atau kata depan sebelum subjek karena hal ini bisa mengaburkan subjek dalam kalimat
3. Kalimat efektif harus terhindar dari penggunaan konjungsi seperti ‘yang’ setelah subjek sebelum predikat. Hal ini akan mengakibatkan perluasan subjek dan membuat kalimat menjadi tidak efektif.
4. Kalimat efektif yang memiliki satu subjek tidak boleh mengulangi penggunaan subjek dalam satu kalimat. Subjek yang sama dalam satu kalimat harus digabungkan.
Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif
“Kakak sakit sehingga kakak tidak dapat pergi bekerja.”
“Beliau yang mengambil sepatu saya.”
“Di gedung merah para pemimpin bekerja sama mencari solusi atas masalah.”
“Para siswa-siswi diharapkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.”

Setelah memahami bagaimana membuat kalimat efektif berdasarkan langkah-langkah yang telah anda baca sebelumnya, anda perlu memahami perbedaan antara kalimat yang efektif dan yang tidak efektif. Beberapa contoh kalimat di atas merupakan kalimat yang tidak efektif. Apa yang membuat mereka menjadi kalimat tidak efektif? Bagaimana seharusnya susunan yang benar dari kalimat tersebut?

Contoh pertama menjadi kalimat tidak efektif karena terdapat dua subjek yang sama dalam satu kalimat. Setelah diperbaiki, kalimat efektif yang benar adalah “Kakak sakit sehingga tidak dapat pergi bekerja.” Jika terdapat dua subjek dalam satu kalimat, kedua subjek berbeda yang tidak bisa digabung harus disebutkan. Misalnya “Kakak sakit sehingga ibu tidak dapat pergi bekerja untuk merawat kakak.”

Kata ‘kakak’ disebutkan dua kali karena pada awal kalimat kakak adalah subjek sedangkan pada akhir kalimat kakak adalah keterangan dengan ibu sebagai subjek kedua. Contoh kalimat yang kedua menjadi tidak efektif karena terdapat kata ‘yang’ setelah subjek, sebelum predikat. Kata ‘yang’ membuat subjek menjadi luas dengan menunjukkan bahwa ada beberapa orang yang disebut ‘beliau’.

Jika hanya satu orang yang dimaksud, kalimat yang benar seharusnya adalah “Beliau mengambil sepatu saya.” Sedangkan contoh kalimat terakhir juga menjadi tidak efektif karena keterangan tempat diletakkan di awal kalimat. Subjek serta predikat sebaiknya menjadi awal dari kalimat efektif. Kata depan apapun seperti sebagai, ke, dan di, seharusnya tidak mengambil posisi subjek serta predikat.

Perbaikan dari contoh kalimat ketiga di atas adalah “Para pemimpin bekerja sama mencari solusi atas masalah di gedung merah.” Selanjutnya, apa yang salah dari contoh kalimat yang keempat? Seperti sudah kita bahas sebelumnya, kalimat efektif tidak boleh boros dalam menggunakan kata-kata. Penggunaan ‘para siswa-siswi’ dalam kalimat tersebut telah melanggar aturan di atas.

Untuk memperbaiki kalimat tersebut dan mengubahnya menjadi kalimat efektif, kalimat tersebut sebaiknya di awali dengan ‘para siswa’ atau ‘siswa-siswi’. Kalimat yang benar adalah “Para siswa diharapkan mematuhi aturan yang ditetapkan.” Atau “Siswa-siswi diharapkan mematuhi aturan yang ditetapkan.” Kata ‘telah’ juga bisa di singkirkan karena kalimat tetap bisa dipahami tanpa kehadirannya.

Contoh Kalimat Efektif Bahasa Indonesia

menulis

Sekarang, coba anda lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini. kemudian temukan beberapa kesalahan yang membuat kalimat-kalimat di bawah ini menjadi tidak efektif dan mengapa itu salah. Selanjutnya, pikirkan bentuk kalimat efektif yang benar dari kalimat-kalimat tidak efektif tersebut. Berikut beberapa contoh kalimatnya.

“Ayah masuk ke dalam rumah pada pukul 07.00 pagi.”
“Siswa itu membaca, mengerjakan, dan pengecekan ulang soal dan jawaban ujian sebelum mengumpulkannya.”
“Kamu kerjakanlah tugas-tugas supaya tidak menumpuk!”
“Kepada Ibu Walikota, waktu dan tempat kami persilakan.”

Sudahkah anda menemukan letak kesalahan yang membuat keempat kalimat di atas menjadi tidak efektif? Mari kita bahas satu per satu. Kalimat pertama menjadi tidak efektif karena terdapat kata ‘masuk’ dan ‘ke dalam’ yang mempunyai makna yang sama. Jika kedua kata tersebut di gunakan berdampinginan, kalimat tersebut menjadi tidak efektif karena memboroskan kata-kata.

Selain itu, ‘pukul 07.00’ sudah menunjukkan pagi hari sehingga tidak lagi memerlukan tambahan ‘pagi’ di akhir kalimat. Kalimat efektif yang benar adalah “Ayah masuk rumah pada pukul 07.00.” Mengapa bukan “Ayah ke dalam rumah pada pukul 07.00.”? Karena kata ‘masuk bersifat kata kerja sekaligus bisa menjadi predikat sehingga lebih cocok untuk membuat sebuah kalimat efektif dari pada ‘ke dalam’.

Contoh kalimat yang kedua melanggar aturan kesejajaran bentuk yang harus dimiliki oleh kalimat efektif. Kalimat efektif seharusnya memiliki imbuhan yang konsisten dan pararel. Sebagai contoh, jika sebuah kalimat memiliki beberapa kata dengan imbuhan me-, maka kata-kata lain yang digunakan dalam kalimat yang sama harus menggunakan imbuhan yang sama pula.

Contoh kalimat yang kedua menjadi tidak efektif karena selain menggunakan kata ‘membaca’ dan ‘mengerjakan’, kata yang digunakan adalah ‘pengecekan ulang’. Kalimat efektif yang benar adalah “Siswa itu membaca, mengerjakan, dan mengecek ulang soal dan jawaban ujian sebelum mengumpulkannya.” Mari kita beranjak ke contoh ketiga.

Kalimat efektif harus mengandung makna yang tegas agar sehingga baik pembaca maupun pendengar memahami gagasan utama yang terkandung dalam kalimat tersebut. Untuk menciptakan efek penegasan, anda bisa membuat sebuah kalimat efektif yang berupa anjuran, larangan, atau perintah. Pada contoh kalimat ketiga penegasan diwakili oleh partikel –lah, tetapi ada yang janggal di dalamnya.

Dalam hal menegaskan, kalimat efektif diperbolehkan untuk menggeser subjek dengan meletakkan keterangan pada awal kalimat. Kata ‘kamu’ pada awal kalimat sebaiknya dihilangkan. Kalimat efektif yang benar berbunyi “Kerjakanlah tugas-tugasmu supaya tidak menumpuk!” Contoh kalimat terakhir mengandung kesalahan yang sangat sering kita temui di mana-mana. Bagaimana membetulkannya?

Kalimat terakhir tersebut melanggar peraturan berupa kelogisan kalimat sehingga menjadi kalimat tidak efektif. Kelogisan sangat penting karena bisa membantu memperjelas gagasan dengan membuang kesan ambigu. Kalimat efektif yang benar seharusnya berbunyi “Ibu Walikota kami persilakan menyampaikan sambutan.” Sudahkah anda memahami dan mengikuti aturan membuat kalimat efektif?

Contoh Kalimat Efektif EYD

menulis
Image by: republika.co.id

Ejaan yang disempurnakan atau EYD merupakan kunci dari terbentuknya kalimat efektif. Tetapi ejaan yang disempurnakan juga perlu di dampingi oleh koherensi atau kepaduan untuk membentuk sebuah kalimat efektif yang jelas. Ada sedikitnya dua hal yang bisa merusak keindahan kalimat efektif. Salah satunya adalah penempatan kata pada posisi yang salah dalam sebuah kalimat.

“Kecoak membunuh ibu di kamar mandi.”
“Bahasa Melayu merupakan bahasa utama daripada warga Malaysia.”
Kedua contoh kalimat di atas menjadi tidak efektif karena masing-masing tidak mengandung koherensi atau kepaduan yang tepat. Kesalahan contoh kalimat yang pertama adalah letak dari subjek dan objek. Kalimat yang benar adalah “Ibu membunuh kecoak di kamar mandi.” Penempatan subjek dan objek yang tertukar dapat mengacaukan ide dalam kalimat dan membuatnya menjadi ambigu.

Kesalahan yang dimiliki oleh contoh kalimat kedua terletak pada sisipan kata yang biasanya di letakkan di antara predikat dan objek. Dalam kasus contoh kalimat di atas, kesalahan ada pada kata ‘daripada’. Pada kasus lain kesalahan biasanya juga terletak pada kata ‘tentang’. Kalimat kedua di atas seharusnya berbunyi “Bahasa Melayu merupakan bahasa utama warga Malaysia.”

Bagaimana penggunaan kata ‘tentang’ yang salah dan membuat kalimat menjadi tidak efektif? Salah satu contoh kalimat yang tidak efektif berbunyi “Paman sangat berbakat dalam menulis tentang kisah-kisah horor.” Kalimat tersebut akan menjadi lebih efektif tanpa kehadiran ‘tentang’, yaitu “Paman sangat berbakat dalam menulis kisah-kisah horor.” Pastikan anda tidak menambahkan kata yang tidak perlu.

Mengenai ejaan yang disempurnakan yang wajib digunakan dalam pembuatan kalimat efektif, anda bisa mempelajarinya lewat PUEBI. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ini menyediakan daftar kata baku yang digunakan di Indonesia serta catatan tambahan guna membantu anda lebih memahami Bahasa Indonesia. Misalnya, coba perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

“Adik belajar fotografi karena ingin menjadi kameramen.”
“Ibu mengumpulkan dan menjual surat kabar-surat kabar bekas di pasar.”
“Ibu bapak mereka meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.”

Apa yang salah dari ketiga contoh kalimat di atas? Kesalahan pada contoh pertama terletak pada kata ‘kameramen’. Menurut PUEBI, kata yang tepat untuk seseorang yang bekerja dalam bidang fotografi adalah kamerawan. Sehingga kalimat yang benar seharusnya berbunyi “Adik belajar fotografi karena ingin menjadi kamerawan.” Lalu, apa yang membuat contoh kedua menjadi kalimat tidak efektif?

Kesalahannya ada pada pengulangan kata. Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, dua kata yang digabungkan, seperti ‘surat kabar’, bentuk ulangnya terletak hanya pada unsur kata yang pertama. Jadi, contoh kalimat kedua yang benar adalah “Ibu mengumpulkan dan menjual surat-surat kabar bekas di pasar.” Nah, mari kita lihat contoh ketiga dan bentuk yang benar.

Kesalahan dari contoh tersebut adalah subjek yang ambigu. Gabungan kata memang rawan menimbulkan salah paham. Maka dari itu dibutuhkan sebuah tanda hubung. Contoh kalimat ketiga mengandung dua makna yang berbeda. Yang pertama adalah “Ibu-bapak mereka meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.” Ini berarti subjek adalah orang tua mereka.

Jika kalimatnya berbunyi “Ibu bapak-mereka meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.” maka subjek adalah ibu dari pihak bapak mereka atau nenek mereka. Pastikan bahwa anda meletakkan tanda hubung yang tepat pada gabungan kata sesuai dengan PUEBI guna menghindari kesan ambigu atau kesalahpahaman karena tidak jelas.

Contoh Kalimat Efektif Aktif dan Pasif

menulis
Image by: fourlook.com

Apa perbedaan kalimat efektif aktif dan kalimat efektif pasif? Kalimat efektif aktif merupakan kalimat dengan subjek sebagai pelaku kejadian atau pekerjaan. Kalimat efektif aktif adalah kalimat dengan subjek dikenai pekerjaan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh di bawah ini dan coba tentukan mana yang pasif dan mana yang aktif.

“Kakak memandikan adik menggunakan air dari sumur.”
“Anjing betina milik bibi dimandikan oleh paman.”

Apa yang bisa anda pelajari dari kedua contoh kalimat di atas? Pola kedua kalimat di atas sama-sama Subjek – Predikat – Objek. Kalimat pertama merupakan kalimat efektif aktif karena kakak yang adalah subjek merupakan pelaku dengan predikat sebagai pekerjaan yang dia lakukan. Kalimat kedua adalah kalimat pasif dengan anjing betina milik bibi sebagai subjeknya.

Akan tetapi, subjek pada kalimat kedua di atas tidak melakukan sesuatu tetapi merupakan bahan untuk pekerjaan atau dikenai predikat. Rumus paling mudah untuk menentukan apakah sebuah kalimat efektif merupakan kalimat pasif atau aktif adalah kata yang digunakan pada predikatnya. Kalimat aktif biasanya menggunakan predikat dengan awalan me- dan kadang-kadang dengan akhiran –kan.

Beberapa kalimat efektif aktif menggunakan kata tanpa imbuhan sebagai predikat. Jika ada kata-kata seperti tinggal, mandi, makan, dan tidur sebagai predikat, maka kalimat tersebut adalah kalimat efektif aktif. Sedangkan kalimat efektif bisa dikategorikan dalam kalimat efektif pasif jika predikatnya merupakan kata dengan imbuhan di- atau ter- atau ke- dan kadang-kadang dengan akhiran –kan.