Beranda Kesehatan 10 Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

10 Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

Cara Mencegah Kehamilan

Kalimat.ID – Cara Mencegah Kehamilan, Mencegah kehamilan sudah bukan hal yang tabu pada zaman modern ini. Karena setelah menikah tidak jarang ada pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan.

Namun, ada pula suami istri yang ingin langsung memiliki momongan. Hal ini juga dialami oleh pasangan yang telah lama menikah dan sudah dikaruniai beberapa momongan, mereka akan melakukan cara mencegah kehamilan.

Ada juga beberapa alasan logis yang menjadi dasar alasan pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan. Beberapa alasan itu antara lain yaitu karena faktor fiansial, karir, kesehatan, dan kesiapan mental serta alasan lain yang bersifat pribadi. Alasan tersebut biasanya menjadi dasar bagi pasangan yang baru saja menikah atau yang sudah lama menikah untuk menunda kehamilan.

Akan tetapi, berhubungan intim merupakan faktor kelanggengan umat manusia dalam melanjutkan keturunan atau menjalin hubungan sosial antar sesama manusia. Hal itu juga menjadi salah satu faktor mempererat kelanggengan suatu hubungan rumah tangga.

Sedangkan kehamilan yang dialami oleh perempuan yang sudah menikah merupakan suatu anugrah dari sang maha pencipta kepada pasangan suami istri. Namun, karena beberapa alasan tersebut diatas, terkadang suami itri belum siap untuk menerima anugrah itu.

Mencegah kehamilan pada saat berhubungan suami istri memerlukan perencanaan. Karena dengan memiliki perencanaan maka pasangan tidak harus khawatir dengan kehamilan yang tidak diinginkan.

Perencanaan juga perlu dilakukan agar pasangan suami istri tidak melakukan hal yang tidak diinginkan ketika mengalami kehamilan, misalnya untuk menggugurkan kandungan tersebut.

Berikut 10 Cara Mencegah Kehamilan Paling Efektif

Kedua pasangan suami istri dapat menerapkan beberapa cara mencegah kehamilan dengan berbagai macam metode, misalnya seperti menggunakan alat kontrasepsi, atau meminta saran kepada dokter tentang cara mencegah kehamilan melalui proses pembedahan atau operasi dan pemberian hormonal.

Berikut cara mencegah kehamilan dengan berbagai macam pilihan metode yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri.

1. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Alat Kontrasepsi
Image by: doktersehat.com

Cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan bagi pasangan suami isrti jika ingin menunda kehamilan. Karena pada saat ini banyak alat kontrasepsi yang dapat digunakan, yaitu kondom, pil KB, implan KB Suntik, IUD atau Spiral. Akan tetapi penggunaan alat kontrasepsi ini memerlukan kesepakatan antara pasangan dan disesuaikan kenyamanan.

Tidak hanya laki-laki yang dapat memakai kondom, perempuan juga dapat menggunakan benda tersebut, fungsinya sama seperti kondom yang digunakan laki-laki, yaitu sama untuk menampung cairan sperma setelah terjadi ejakulasi.

Ketika suami istrisama-sama menggunakan kondom, maka cara mencegah kehamilan efektif sampai 97%. Namun perlu diketahui bahwa memiliki pengetahuan cara menggunakan kondom, mengetahui layak tidaknya kondom dipakai dan membaca masa kedaluarsa perlu diketahui oleh laki-laki.

2. Berhubungan Badan Ketika Tidak Dalam Masa Subur

berhubungan intim
Image by: orami.co.id

Bagi perempuan yang sudah menikah, memiliki momongan tentunya dapat menjadi hal penting yang dapat direncanakan dengan pasangan. Dalam hal tersebut penting diketahui ciri-ciri masa subur seorang perempuan. Tujuan untuk mengetahuinya untuk menjadi patokan mengalami kehamilan atau untuk dapat menghindari kehamilan.

Cara mencegah kehamilan yang satu ini dapat dilakukan ketika istri mengetahui tanggal mentruasinya dengan baik, atau ketika kalender menstruasinya terjadi secara teratur. Dari perhitungan kalender menstruasi tersebut dapat diketahui kapan istri sedang tidak dalam keadaan subur.

Masa subur merupakan periode dalam siklus menstruasi dimana pembuahan mungkin terjadi, hal ini dikarenakan pada masa ini terdapat sel telur yang sudah matang dan siap untuk dibuahi. Dalam hal ini berhubungan badan dapat dilakukan menjelang istri menstruasi misal satu minggu sebelumnya.

3. Menghindari penetrasi

penetrasi
Image by: doktersehat.com

Cara ini adalah cara banyak dilakukan oleh pasangan suami istri, cara ini juga aman untuk menghindari penyakit menular. Banyak berbagai pendapat bahwa cara ini merupakan cara yang sulit untuk dilakukan. Tidak melakukan penetrasi cara yang paling aman dan tidak memiliki efek samping.

Akan tetapi hal tersebut jika tidak ada komunikasi antara kedua pasangan suami istri akan menimbulkan kesalah pahaman. Maka dari itu untuk menghindari hal tersebut perlu adanya komunikasi dan perencanaan yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri. Tidak melakukan penetrasi saat melakukan hubungan suami istri dilakukan ketika benar-benar sudah siap untuk menjadi seorang ibu dan ayah.

4. Mengeluarkan sperma di luar miss V

miss v
Image by: glitzmedia.co

Cara ini mungkin dapat menjadi alternatif untuk mencegah kehamilan, dengan mengeluarkan sperma di luar miss V. Hal tersebut cara paling ampuh untuk mencegah kehamilan, karena tidak akan terjadi pembuahan sel telur.

5. Spon Kontrasepsi

Spon Kontrasepsi
Image by: sindonews.net

Spon kontrasepsi merupakan spon yang bentunya seperti donat dan didalamnya terisi spermisida yang dapat ditempatkan pada alat reproduksi wanita, sepanjang leher rahim. Spon kontrasepsi ini jarang dijumpai dan harganya terbilang mahal, tidak seperti kondom yang mudah dijumpai pada minimarket terdekat. Pemakaian spon kontrasepsi ini harus memerlukan saran dari dokter atau apoteker. Menggunakan alat kontasepsi ini ada caranya, yaitu:

(a) Membasahi spon dengan menggunakan air sebanyak 2 sdm, hal ini dilakukan untuk mengaktifkan spermisida. Jangan sampai kelebihan air;

(b) selanjutnya spon dimasukkan ke dalam alat kelamin wanita dengan mendorong spon tersebut sepanjang dinding belakang vagina sampai mencapai leher rahim. Bagian cekung atau melengkung harus menghadap leher rahim dan bagian yang melingkar di spon harus menghadap ke bagian luar vagina agar mudah dikeluarkan;

(c) spon kontrasepsi dibiarkan di dalam vagina selama 24 jam. Setelah melakukan hubungan suami istri perlu membiarkan spon tersbut di dalam vagina selama enam jam;

(d) kemudian jika sudah enam jam spon dikeluarkan dengan hati-hati agar keadaan spon tetap utuh.

6. Sterilisasi Permanen

Cara mencegah kehamilan yang satu ini memerlukan biaya yang tidak sedikit karena dilakukan dengan pembedahan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu pemotongan, penyegelan untuk menutup tuba falopi, pengikatan serta pengangkatan rahim.

Sterilisasi wanita ini berguna untuk menghentikan sel telur dari turun ke rahim, tempat terjadinya pembuahan. Biasanya seseorang yang melahirkan caesar juga menjalani prosedur sterilisasi agar tidak memiliki dua kali prosedur bedah. Metode ini permanen akan tetapi metode ini cukup efektif dan kegagalannya hanya berkisar 0,5%.

7. Pil KB

Pil KB
Image by: hellosehat.com

Pil KB merupakan jenis KB oral yang paling banyak dan sering digunakan. Pil KB terdiri dari kombinasi hormon estrogen dan progestin yang harus dikonsumsi setiap hari untuk menjaga indung telur agar tidak melepaskan sel-sel telur baru.

Pil KB juga menyebabkan menebalnya dinding rahim dan lendir serviks untuk menyulitkan sperma berenang menuju leher rahim dan membuahi sel telur. Akan tetapi penggunaan pil KB ini menimbulkan efek samping, yaitu memunculkan bercak, mual, dan dorongan seks yang rendah serta menimbulkan nyeri pada payudara. Wanita yang baru melahirkan harus menunggu minimal 3 minggu untuuk mengkonsumsi pil KB lagi.

Pil KB ini juga akan menimbulkan risiko penggumpalan darah yang dapat terbentuk setelah melahirkan. Biasanya wanita yang mempunyai riwayat melahirkan caesar atau memiliki risiko lain seperti obesitas, penggumpalan darah, atau merokok harus menunggu selama 6 minggu. Pil ini juga dapat menimbulkan penyakit stroke pada wanita yang sering merokok. Jika ingin menggunakan pil KB sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan.

8. KB Suntik

Cara Mencegah Kehamilan dengan KB Suntik
Image by: okezone.com

Dengan menggunakan cara ini untuk mencegah kehamilan maka dokter akan menyuntikkan hormon progestin di bawah kulit bokong atau lengan atas setiap tiga bulan sekali. KB suntik merupakan cara untuk mencegah kehamilan yang menyebabkan lencir serviks menebal dan mengental sebagai penghalang sperma agar tidak dapat berenang melewati leher rahim dan membuahi sel telur.

Banyak terjadi pada wanita, hormon yang disuntik ini dapat bekerja menghentikan indung telur untuk melepaskan sel telur baru. Suntikan hormon pada hari pertama setelah menstruasi dapat mencegah kehamilan. Hal ini juga berlaku kepada wanita yang baru saja melakukan aborsi atau keguguran atau tiga minggu setelah melahirkan juga dapat mencegah kehamilan.

Penggunaan KB suntik ini akan lebih cepat menimbulkan bercak dan menstruasi tidak teratur dibandingkan dengan penggunaan pil KB. Penggunaan KB suntik ini juga akan menimbulkan risiko lainnya yaitu menurunnya kepadatan tulang dan hal ini semakin meningkat ketika penggunaan KB suntik ini diperpanjang. Semakin lama akan menimbulkan risiko kedepannya yaitu osteoporosis.

9. KB Implan

Cara Mencegah Kehamilan dengan KB Implan
Image by: hellosehat.com

Cara mencegah kehamilan yang satu ini hanya beberapa wanita yang menerapkannya. KB implan merupakan batangan yang berbentuk spiral jika menggunakannya dokter akan memasukkan di bawah kulit lengan atas.

Cara kerja KB implan ini yaitu melepaskan hormon progestin untuk mengubah lendir serviks dan lapisan rahim agar sperma sulit berenang membuahi indung telur. Pada wanita implan juga menghentikan indung telur untuk melepaskan sel telur baru. Biasanya KB jenis ini bekerja paling efektif 3-4 tahun.

Ketika KB implan ini di lepas maka kemungkinan besar untuk hamil itu tinggi. Beberapa wanita yang menggunakan implan untuk mencegah kehamilan akan mengalami menstruasi yang tidak teratur pada tahun pertama penggunaan implan.

Akan tetapi, menstruasi secara teratur akan kembali setahun setelah penggunakan, jika tetap tidak teratur makandokter sudah memberikan solusi, yaitu dengan menyuntikkan hormon estrogen untuk mengobatinya. KB implan ini kurang efektif jika digunakan oleh wanita yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

10. Spermisida

Cara Mencegah Kehamilan dengan Spermisida

Mencegah kehamilan dengan cara ini mungkin masih jarang wanita yang menerapkannya, karena mereka belum terlalu memiliki pengetahuan mengenai pencegahan kehamilan dengan cara spermisida ini. Karena dari dulu, kebanyakan wanita menggunakan cara KB implan, suntik atau meminum pil KB.

Spermisida merupakan lapisan tipis yang ditaruh dikondom, berupa gel atau busa yang mempunyai fungsi untuk menutup pintu masuk rahim dengan zat yang dapat dan mampu untk membunuh sperma.

Pada saat ini, cara mencegah kehamilan dengan metode ini sudah mudah didapatkan diapotek, ataupun pada kondom yang sudah mengandung spermisida. Namun pemakaian ini dapat menimbulkan infeksi pada alat kelamin wanita atau pria.

Nah, seperti itulah Cara Mencegah Kehamilan yang dapat kami paparkan, bagi pasangan yang baru menikah dan menunda kehamilan dapat menerapkan metode mana yang dipilih. Namun, akan lebih baik jika ingin menerapkan salah satu metode, maka memikirkan risiko dan efek sampingnya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.