Beranda Teknologi Apa Itu Typo? Berikut Penjelasannya Beserta Contoh Typo

Apa Itu Typo? Berikut Penjelasannya Beserta Contoh Typo

Apa Itu Typo

Kalimat.ID – Kali ini saya akan membahas artikel mengenai Apa Itu Typo?. Mungkin orang orang sudah tidak asing lagi jika mendengar kata typo dan sudah banyak orang yang tahu mengenai arti dari kata typo. Apalagi bagi para netizen dan keyboard warrior yang sering kali aktif di dunia maya / internet. Pasti mereka sudah tidak asing lagi dengan kata typo yang sering kita dengar.

Jadi, tahukah anda mengenai apa itu typo ?. Apakah anda tahu kalau sebenarnya typo masih sejenis makanan yang lezat? Wkwkwk. Cuma sekedar bercanda gan/sist, tentunya typo bukanlah termasuk kedalam salah satu jenis makanan. Selengkapnya mengenai apa itu typo, mari simak penjelasannya dibawah ini :

Typo tuh apa ya?

apa itu typo

Typo adalah sebuah kata yang tercipta dari bahasa inggris. Jadi anda tidak perlu repot-repot mencarinya di KBBI atau yang sering dikenal dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, karena sudah pasti tidak ada di kamus KBBI. Typo merupakan singkatan/kependekan dari “a Typographical error” atau juga jika diartikan kedalam bahasa indonesia artinya “Kesalahan Tipografi”.

Tipografi sendiri merupakan salah satu istilah yang diperuntukkan untuk menyebut suatu ilmu atau seni mengenai pemilihan, penataan serta peletakkan suatu huruf. Jadi dari semua penjelasan yang tersebut diatas, kata typo dapat juga diartikan sebagai “Kesalahan dalam menulis atau mengetik” atau lebih mudahnya yaitu “Salah ketik”.

Apa itu Typo sendiri bisa diartikan sebagai kesalahan mengetik suatu kata atau kalimat. Baik yang hendak dikirim atau sudah dikirim melalui pesan ataupun yang sudah tercetak pada kertas. Kesalahan seperti itu memang tidak dapat dihindari dan kita sebagai manusia pasti akan mengalami itu. Anda harus menghindari hal tersebut, apalagi jika anda mau mencetak semisal banner atau pengumuman.

Lebih jelasnya, semua teks yang ditulis baik itu di dunia nyata, misalnya di media cetak (koran, majalah, tabloid, dll), dan juga di dunia maya seperti di sosial media (facebook, instagram, twitter, dll), pesan chat (bbm, whatsapp, dll), blog, forum dan lain sebagainya. Sehingga membuat kata yang ditulis typo tadi memiliki arti yang berbeda dari kata yang sesungguhnya. Maka itulah yang disebut dengan apa itu Typo.

Alasan Mengapa Kita Sering Typo

apa itu typo

“Ah, suka typo, deh!”. Mungkin kita sering mengucap kata itu, padahal kita belum mengerti betul apa itu typo. Buat kamu, para travelers, yang hobi mengunggah foto dan diberi caption hits, typo bukan hal yang aneh lagi. Karena secermat-cermatnya sang penulis, ia nggak akan luput dari kesalahan penulisan, walaupun hanya satu kata, walaupun hanya satu kata nanti akan merubaharti kata tersebut.

Walaupun nggak akan merubah keseluruhan arti dari kata tersebut, hadirnya apa itu typo bakal merusak estetika dan keindahan penulisan. Makin parah, jika tulisan yang kamu buat bakal dipublish di muka umum seperti media cetak dan medsos, di mana siapapun punya hak untuk menilai dan berkomentar, apalagi para haters yang haus akan cemoohan.

Pertanyaannya, kenapa sih sering typo? Dan kenapa, kita sangat sulit untuk mendeteksi typo dengan mata kepala kita sendiri? Sebenarnya, ternyata ada penjelasan terkait kejadian tersebut. Saya mempunyai alasan yang menarik kenapa typo sering terjadi dan sulit terdeteksi, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Terlalu Fokus

Sering typo bukan berarti kamu bodoh. Penelitian menjelaskan bahwa apa itu typo terjadi karena kita terlalu fokus mengetik. Ketika sedang mengetik, otak kita bekerja keras untuk menyampaikan ide tulisan yang kita ingin tuangkan dalam tulisan. Ini yang disebut dengan generalization. Saking fokusnya mikir kata kata yang ingin di tuangkan, perhatian terhadap teknik penulisannya di kertas maupun komputer menjadi berkurang. Sehingga, kita secara nggak sadar bisa typo sendiri.

2. Bukan Robot

Banyak orang yang bilang, cara menulis melambangkan kepribadian seseorang yang menulis kata tersebut. Sebenarnya, nggak sepenuhnya benar sih karena otak kita nggak bekerja seperti komputer yang dapat mengidentifiksi kesalahan secara otomatis. Lantaran, sebagian besar memori digunakan untuk fokus menuangkan ide kata kata yang akan ditulis ketimbang teknik penulisan.

Ketika membaca, otak kita menyerap banyak informasi sensorik dengan daya yang lebih kecil ketimbang saat menulis. Sehingga kita akan lebih mudah mengerti apa yang orang tulis ketimbang apa yang akan kita tulis. Hal itu disebabkan, karena orang lain bakal lebih sadar akan typo dari pada kita yang menulis.

3. Terintimidasi

Banyak penulis yang tidak mau diperhatikan orang lain ketika sedang menulis. Alasannya adalah biar nggak banyak typo! Sebenarnya, ada benarnya juga sih wkwkwk. Saya aja saat menulis artikel dan diperhatikan orang lain suka typo, dan langsung dikomen itu apa itu typo.

Ketika kamu sedang menulis, fokus otak hanya pada penuangan ide dengan sedikit perhatian ke teknik penulisan. Nah, hadirnya orang lain di samping kamu akan menciptakan efek intimidasi yang bakal membuyarkan konsentrasi anda, baik saat penuangan ide maupun teknik penulisan. Nggak heran sih jika kamu bakal banyak typo saat orang lain memperhatikan kamu sedang menulis, meskipun maksudnya baik.

4. Otak dan Mata Adu Sikut

Selesai menulis kita selalu yakin kalau secara struktur, tulisan kita aman dari kesalahan ketika mengetik. Meskipun kita baca ulang lagi, otak sudah tahu jika semua yang ingin disampaikan sudah ada di dalam tulisan. Hal tersebut yang membuat kita sedikit mengesampingkan kinerja visual melalui mata sehingga sangat sulit bagi sang penulis menemukan typo.

Alasannya cukup sederhana, sih. Apa yang kamu lihat di komputer dan kertas saat membaca ulang tulisan, berbenturan dengan ingatan tentang apa yang sudah kamu tulis. Jadi, ketika mata menjalankan tugasnya untuk mencari kesalahan, otak kamu justru mengganggu proses proofread (baca ulang) atau tidak fokus.

5. Orang Lain Lebih Baik

Hanya ada satu cara untuk mengatasi masalah yang satu ini, ajak orang lain untuk baca tulisan kamu. Ketika mereka membaca untuk pertama kalinya, otak akan lebih fokus kepada apa yang sudah tertulis. Jadi, mereka akan lebih mudah menemukan typo atau kesalahan dalam penulisan. Jadi, jangan heran penulis hebat seperti J.K Rowling atau J.R.R Tolkie selalu membutuhkan editor ataupun minimal proofreader.

Selain penyebab di atas saya juga menyajikan selain yang disediakan di atas yaitu:
– Keyboard yang sangat atau terlalu kecil
– Terburu buru karena dikejar waktu
– Tidah dicek dahulu sebelum dikirim
– Kurang teliti
– Jarak antar huruf pada keyboard sangat dekat sehingga kita sering kali memencet tombol sebelahnya, sehingga terjadi typo

Cara Mengatasi Typo

Siapa yang sering mengalami salah ketik atau bahasa kerennya typo? Apa itu Typo sebenarnya adalah sesuatu yang wajar terjadi. Akan tetapi jika anda terlalu sering melakukannya, tulisanmu malah bakal jadi bermasalah, apalagi kalau kamu melakukan typo terhadap kata yang memiliki nilai sensitif atau yang memiliki komposisi penulisan mirip dan memiliki arti yang berat. Bisa-bisa, hal yang kamu tuliskan malah jadi informasi yang menyesatkan.

Aduh, jangan sampai ya teman teman! Untuk mengatasi hal tersebut, saya menyajikan beberapa cara untuk menghilangkan kebiasaan typo.

Apa saja hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi typo? Yuk mari kita baca ulasannya di bawah ini:

1. Potong Kuku Jari

Hal ini mungkin terkesan sepele, namun tetap berpengaruh terhadap performa gerakan jari anda lho. Kuku yang panjang bisa menghambat atau memperlambat pergerakan jari kamu, atau malah membuat jarimu terpeleset untuk menekan keyboard yang ingin kamu tekan secara akurat. Jika sudah begitu, anda bisa saja berakhir menekan huruf yang salah tanpa anda sadari. Kalaupun anda sadar sudah menekan keyboard yang salah, hal itu tetap akan membuang waktumu untuk memperbaiki ketikan sehingga penulisan artikel akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

2. Periksa Kata demi Kata dengan Teliti

Sebelum anda mengirim e-mail, pesan, mempublikasikan artikel ataupun segalanya yang berhubungan dengan menulis, pastikan anda memeriksa kembali kata demi kata yang telah anda ketik. Hindari melakukan scanning kalimat atau paragraf secara keseluruhan, karena hal tersebut dapat membuatmu melewatkan typo yang ada. Usahakan untuk memeriksa kata bukan kalimat. Dengan begitu, kamu bisa menghilangkan typo dengan lebih teliti.

Memang, terkadang saking malasnya kita justru menskip langkah ini dan langsung mengirim atau mempublikasikan artikel tanpa memeriksanya dahulu. Padahal, jika kamu mau berusaha sedikit lagi untuk menelusuri kata demi kata, tulisanmu bisa menjadi lebih sempurna.

3. Jangan Mengandalkan Autocorrect

Autocorrect memang bisa membantu anda untuk memperbaiki typo. Akan tetapi, jangan sampai kamu mengandalkan typo tanpa memeriksa kembali tulisan anda, apalagi kalau anda menggunakan autocorrect yang berbeda dengan bahasa yang kamu gunakan dalam tulisan. Hal tersebut disebabkan karena prediksi autocorrect belum tentu sesuai dengan kata-kata yang memang ingin anda utarakan.

4. Cek Typo Menggunakan Berbagai Website

Dengan mengecek typo di website secara online, kamu bisa memeriksa kesalahan anda dengan mudah. Typo online adalah situs Kamus Besar Bahasa Indonesia online yang bisa kamu gunakan untuk memudahkan proses pengecekan kata yang tidak sesuai dengan KBBI. Tapi, perlu diingat ya , yang namanya mesin tentunya nggak selalu benar. Kamu tetap perlu melakukan pengecekan secara manual agar hasil tulisan anda lebih maksimal dan sempurna.

5. Mintalah Bantuan Kepada Teman Anda Untuk Melakukan Proofread (baca ulang)

Apakah anda pernah dengar kata proofreading? Proofreading dapat diartikan sebagai kegiatan membaca ulang tulisanmu dari awal hingga akhir untuk memeriksa segala kekeliruan penulisan yang mungkin terjadi, termasuk typo. Dengan meminta temanmu untuk melakukan proofreading (baca ulang), berarti kamu akan memintanya untuk membaca ulang seluruh tulisanmu dan memeriksa apakah ada yang typo.

Biasanya, proofreading dilakukan oleh orang lain selain si penulis tersebut setelah ia juga melakukan pengecekan sendiri. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga, karena siapa tau kamu melewatkan kekeliruan yang ada di tulisanmu sendiri. Semakin banyak yang memeriksa maka kesalahan yang terlewat biasanya akan semakin minim. Kegiatan ini memang butuh konsentrasi dan juga ketelitian yang sangat tinggi. Jadi ketika kamu meminta temanmu untuk melakukan proofread, pilih teman yang sekiranya memiliki kemampuan tersebut ya gan/sist.

Nah, dengan tips-tips yang saya uraikan tersebut anda sudah bisa mengurangi jumlah typo yang biasa anda lakukan. Adanya typo dalam sebuah tulisan memang dapat dimengerti, karena melakukan kekeliruan yang nggak disengaja adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, ada baiknya untuk mengurangi keteledoran tersebut bukan? Dengan begitu, anda bisa lebih terhindar dari permasalahan bahasa yang mungkin terjadi.

Akibat Melakukan Typo

Salah satu yang paling terasa akibatnya adalah ketika menerima pesan pada applikasi sosial media, informasinya terasa kurang lengkap dan juga terkadang artinya pun berbeda dari aslinya.

Contoh typo

di bawah ini saya sajikan contoh dari kesalahan penulisan kata atau salah ketik kata, sehingga menimbulkan kata typo yang memiliki arti yang berbeda dari kata aslinya, berikut contohnya :

1. Submit = Sumbit
2. Terserah = Teresah
3. Ketika = Ketiak
4. Mencari tahu = Mencari tahi
5. Kenyal = Kental
6. Lanjut = Kancut
7. “Saua mai mandi” setelah ditanyakan lagi “ maksudnya apa” ternyata maksudnya adalah “saya mau mandi”

Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin yaitu sebagai berikut ini:

1. Tentukan dahulu temanya. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik dan menarik minat baca.
2. Tetapkan tujuan penulisan. Kebanyakan , apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat tetapi tersirat.
3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan.
4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel.
5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah, anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar dan masuk akal.

Itulah langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk atau jenis artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk atau jenis artikel memiliki cara penulisan berbeda-beda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk atau jenis artikel beserta contohnya.

Artikel Deskripsi

Artikel deskripsi merupakan karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bergambar. Sebab seratus persen artikel ini berisi gambaran keadaan, kejadian, peristiwa.

Cara Penulisan Artikel Deskripsi

1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
2. Tentukan juga tujuan penulisan secara tersirat.
3. Tentukan rumusan ide pokok.
4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan : dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.

Artikel Narasi

Artikel yang satu ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya dengan nama artikel cerita.

Ya, seperti cerita lain yaitu (novel, cerpen, komik, dongeng, film, drama, dll), dalam artikel narasi harus ada penokohan, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah dan berkonflik dengan kehidupan. Dan ia berusaha untuk memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menjadi menarik untuk di baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar bagaikan masakan tanpa ada bumbunya.

Cara penulisan artikel narasi

1. Tentukan dahulu tema.
2. Tentukan tujuan (tersirat).
3. Tentukan rumusan ide pokok.
4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal, tengah, akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks; pada bagian akhir sudahi dengan anti klimaks dan ending.
5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutupnya.

Demikianlah yang dapat saya bahas mengenai Apa itu Typo. Artikel ini berisi pengertian typo, cara mengatasi typo, penyebab typo dll. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.