10 Alat Musik Maluku Beserta Gambar dan Penjelasannya

Alat Musik Maluku
Image by: youtube.com

Kalimat.ID – Maluku adalah sebuah kepulauan bak ibaratnya Kepulauan Hawaii di Indonesia, memiliki berjuta kesenian alat musik Maluku yang khas dan unik, juga memiliki keindahan alam yang tak kalah dari daerah lainnya di Indonesia bahkan Dunia.

Tak lengkap rasanya bagi kita Masyarakat Indonesia jika tak mengenal adat dan budaya bangsa sendiri, betapa malunya juga sebagai rakyat Indonesia terutama Masyarakat Maluku yang tinggal disana namun tidak mengetahui sama sekali kesenian yang khas dan unik ini.

Berikut penulis akan mengulas beberapa kesenian alat musik khas Maluku yang bisa Anda baca sebagai bahan untuk pelajaran, dimana betapa pentingnya kita menjaga adat dan budaya bangsa yang sangat besar ini.

Berikut 10 Alat Musik Maluku dan Cara Memainkannya

Berikut dibawa penulis akan ulas beberapa pembahasan mengenai alat musik Maluku untuk dijadikan sebagai bahan bacaan pendidikan, dan pengetahuan, agar dimasa yang akan datang kita memiliki ilmu seni dan budaya dan agar kita sadar betapa kayanya budaya dan adat kita miliki di Indonesia, simak ulasannya sebagai berikut ini:

1. Alat Musik Arababu

Alat musik Arababu

Jika dilihat dari bentuknya memang sedikit hampir mirip dengan alat musik sunda yakni Rebab dari Jawa Barat, namun jika dilihat ukurannya lebih kecil, alat musik ini biasanya dimainkan dengan cara digesek, dan alat musik Arababu termasuk kedalam jenis musik gesek.

Jika didengar suara alunan dari alat musik Maluku ini begitu merdu suaranya, ditambah lagi sambil menyanyikan lagu-lagu daerah khas Maluku, begitu merdunya keluar suaranya yang dimainkan oleh para musisi ditengah hari, di iringin suara siulan menambah kesan nan elok ketika mendengarkan suara Arababu.

Arababu sendiri masuk dalam alat musik yang berasal dari kepulauan Maluku, dan ini merupakan alat musik asli dari sana, jika sekilas hampir menyerupai bentuk fisik dari alat musik Rebab, menurut para sejarah dan cendikiawan musik, alat musik Arababu ini dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Negeri Arab sebelum abad ke-16.

Yang dibawa pertama kali oleh pedagang dari Arab ini memang hampir sama dengan alunan suara Rebab yang biasa dimainkan bersama Gamelan di Jawa, namun semenjak di perkenalkan oleh para pedagang dahulu kala, hingga akhirnya alat musik ini mengalami perkembangan menjadi alat musik bernama Arababu.

Jika dilihat dari bentuk fisiknya memang hampir mirip dengan Rebab dari JABAR (Jawa Barat), namun ada perbedaannya yakni terletak dari senar atau benang (Dawai) jika di alat musik Arababu memiliki 1 senar (dawai) saja, sedangkan jika di Rebab memiliki 2 senar (dawai), dan cara memainkannya yakni dengan digesek, sehingga dari gesekan tersebut menimbulkan alunan suara merdu.

Selain itu bahan utama dari alat musik Maluku bernama Arababu ini terbuat dari bahan dasar utamanya dari bambu untuk bagian badannya, dan untuk resonasi tengah terbuat dari tempurung kelapa. Namun jangan salah alat musik ini juga tidak kalah merdu dari suara Rebab, hanya saja ukurannya terlihat lebih kecil. Untuk alat gesek pada Arababu ini sama halnya seperti rebab berbentuk busur dan memiliki senar 1, namun ukurannya menyesuaikan dengan ukuran Arababu.

Biasanya alat musik Arababu dipadukan dengan alat musik Maluku lainnya, seperti Tifa, Gong, dan Fuk-Fuk, suara dari alunan Arababu memberikan kesan Melayu dan Arab yang sangat kental ketika dimainkan. Biasanya para pemain musik Arababu, ikut bernyanyi sambil menyamarkan lagu yang di bawakannya, biasanya menceritakan lagu-lagu mengenai kehidupan sehari-hari, doa, dan juga sebuah mantra yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Namun seiring dengan berkembangnya jaman, alat musik Arababu juga mengalami banyak perubahan, namun beberapa seniman masih menggunakan bentuk aslinya, ada juga dari sebagian orang memodifikasinya dengan menambahkan pengeras suara, agar bisa dimainkan dengan alat musik modern biasanya atau di kolaborasikan.

Walaupun sudah banyak mengalami perubahan, namun citra bentuk dari fisik ini masih dijaga oleh cendikiawan musik di Maluku, hingga suara dan aura yang dilantunkan oleh alat musik ini masih memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh alat musik lainnya, ketika Anda pergi liburan ke Maluku Anda bisa menjumpai alat musik ini dimainkan pada acara-cara tertentu. Sebagai warga Maluku Anda patut menjaga dan memainkan alat musik asli dari Maluku ini agar tidak kalah dengan perkembangan alat musik modern lainnya.

2. Alat Musik Ukulele

ukulele maluku

Ukulele merupakan sebuah alat musik yang masuk dalam jajaran jenis alat musik petik, jika dilihat memang hampir mirip dengan bentuk alat musik gitar, namun ini lebih kecil ukurannya, dan memiliki senar berjumlah 4 saja hampir sama seperti Bass, sedangkan gitar memiliki 6 senar didalamnya.

Bahan utama dari pembuatan alat musik Ukulele ini terbuat dari bahan Kayu dan Kulit Binatang, dan masuk dalam jenis alat petik lut, memiliki 4 dawai dengan not nada, 5,1,3 dan 6 (sol, do, mi, la). Ukulele termasuk dalam jenis alat musik Maluku yang dibawa oleh bangsa Portugis ke Maluku hingga dimodifikasi dan menjadi alat musik daerah khas Maluku.

Ada juga yang berpendapat bahwa Ukulele juga ditemukan di kepulauan Hawaii pada tahun 1879, pada masa itu bangsa Portugis yang berjumlahkan 20.000 orang melakukan perjalanan Imigran dari Medeira (Azore) dan Portugal melalui jalur Afrika hingga ke Hawai pada tahun 1878 hingga 1913, namun diantara banyak orang yang melakukan Imigran itu ada seseorang membawa alat musik yang dikenal bernama Braginho dari Braga (Portugal) hingga menjadi sebuah alat musik yang terkenal di Hawaii, dengan memiliki 4 senar utama, hingga kemudian dikenal oleh orang bernama Ukulele.

Namun masuk ke Indonesia pada tahun 1880, pada saat itu Ukulele dibawa kepulauan Ambon dan mampir di Makassar, hingga akhirnya alat musik itu diberikan nama Keroncong di sebuah Kampung Bernama Toegoe (Cilingcing Jakarta Utara).

3. Alat Musik Idiokordo

Alat Musik Idiokordo
Image by: alatmusik.org

Alat Musik Idiokordo merupakan sebuah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, hampir sama dengan Ukulele, hanya saja di bagian fisiknya memiliki banyak ukiran, bahan utama pada alat musik Idiokordo terbuat dari Kayu yang pada bagian tengahnya terbentang senar atau dawai untuk menghasilkan suara saat dipetik atau dimainkan, biasanya alat musik ini dimainkan saat acara adat saja.

4. Alat Musik Rumba

Alat Musik Rumba

Alat musik Rumba merupakan jenis alat musik ritmis dari Kuba yang dibawa oleh Pedagang Spanyol atau Portugis, hingga kemudian dikenalkan di Maluku, dan bahan dasar utama dari alat musik ini adalah Kayu dan Buah Labu, Rumba sendiri terbuat dari tempurung kelapa yang diisikan oleh butiran pasir yang diberi pegangan dari Kayu, kemudian dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menimbulkan suara khas dari alat musik Rumba.

5. Alat Musik Suling Melintang

Suling Melintang

Alat musik Melintang atau biasa dikenal di Maluku bernama Floit terbuat dari bahan utamanya Bambu, alat musik ini biasanya dimainkan kisaran 30-an orang, dalam bentuk suara akord 1,2,3 dan 4, dan cara memainkannya sama dengan alat musik di Barat, seperti Suara Sopran, Alto, Tenor dan Bass, Suling Melintang di perkenalkan oleh bangsa Portugis dan penjajahan kolonial Hindia-Belanda, karena alat musik ini digemari oleh Masyarakat Maluku maka alat musik ini memiliki sedikit perubahan sehingga menjadi alat musik Maluku yang memiliki ciri khas dari bentuk aslinya.

6. Alat Musik Tahuri/Korno

Sebuah alat musik khas Maluku yang unik, dilihat bentuknya seperti Kerang, ya ini sebuah alat musik khas Maluku bernama Tahuri, sebuah alat musik digunakan dengan cara ditiup, jika didengarkan suaranya nyaring sekali, ya alat musik ini berupa sebuah terompet kerang bernama Tahuri.

Alat musik Tahuri ini berkembang di daerah penduduk Maluku yang tinggal di pesisir pantai, kesenian alat musik ini sudah dikenal sejak lama, yakni kisaran tahun 1958-an, biasanya alat musik Tahuri ini dimainkan dengan alat musik tradisional lainnya.

Dahulu Tahuri biasanya digunakan untuk sebuah isyarat pemanggilan kepala Adat atau Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar berkumpul di balai pertemuan, biasanya Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Baileo (Balai Pertemuan). Tahuri memiliki keunikan tersendiri, jika ditiup berdasarkan jumlahnya akan memiliki makna tersendiri, sebagai contoh jika ditiupkan satu kali saja, menandakan ada warga yang meninggal dunia.

Selain untuk sebuah Isyarat kepada masyarakat pada umumnya, biasanya Tahuri juga dimainkan untuk iringan sebuah tarian seperti Tari Cakalele, Tahuri biasanya dimainkan dalam kelompok musik yang terdirikan dari beberapa orang anak-anak dan remaja.
Pada ukuran kerang sebagai bahan utama alat musik Tahuri, jika kerangnya semakin kecil, maka bunyinya pun akan semakin nyaring, begitu juga sebaliknya jika kerangnya besar maka suaranya tidak akan terlalu begitu nyaring terdengar.

Dalam proses pembuatan alat musik Maluku bernama Tahuri ini juga tidaklah mudah membuatnya, terlebih dahulu akan dipilih jenis kerang terbaik, lalu dilubangi menggunakan alat bisa menggunakan bor atau jenis alat lainnya, jika sudah dilubangi lalu ditiupkan untuk dites agar mendapatkan nada yang cocok sembari di lubangi. Biasanya pada proses pembuatannya nada pada alat musik Tahuri akan dicocokkan dengan suara Suling atau Nada Pianika.

Selain itu Tahuri juga bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Biak, Irian Jaya, kegunaannya hampir sama, yakni untuk memanggil dan memberikan sebuah isyarat kepada masyarakat dan juga pelengkap musik pada saat tarian adat dilakukan.

7. Alat Musik Tifa Totobuang

Tifa Totobuang

Jika mendengarkan alat musik Tifa Totobuang dan dikolaborasikan dengan alat musik lainnya bisa memberikan nada-nada suara yang indah untuk didengar, penuh dengan kelembutan dan energi yang dikeluarkan dari suara itu, setiap alunan hentakan keindahan berasal dari suara itu membuat semangat kehidupan kembali bergairah.

Alat musik Tifa Totobuang berasal dari alat musik tradisional Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Irian Jaya, Tifa sendiri merupakan sebuah alat musik jenis pukul berupa Gendang yang terbuat dari bahan utamanya kulit. Alat musik Tifa juga terdiri dari beberapa jenis yakni Tifa Dasar, Tifa Jekir, tifa Bass dan Tifa Potong.

Jenis jenis Tifa ini dibagi karena dari bentuk ukuran dan suara yang dihasilkan dari jenis Tifa diatas tadi, dan sedangkan untuk Totobuang merupakan sebuah alat musik bernada melodis pada dasarnya berbentuk sebuah Gong, memiliki suara-suara yang hampir menyerupai musik Gamelan di Jawa, namun ada perbedaan tentunya, Totobuang merupakan bagian-bagian Gong kecil yang tersusun dari beberapa ukuran dimana setiap ukurannya ini memiliki suara yang berbeda-beda.

Walaupun pada dasarnya dari bentuk dan suara yang dihasilkan dari kedua jenis alat musik ini, namun keduanya selalu dimainkan secara bersamaan, jika hanya dimainkan satu saja tidak akan menghasilkan perpaduan suara yang merdu, maka dari ini kedua alat musik ini harus selalu beriringan agar bisa menghasilkan suara yang amat merdu dengan diiringi suara musik lainnya.

Pada tahun 2000-an biasanya alat musik Tifa Totobuang hanya dimainkan oleh umat Kristen, namun ketika kerusuhan Ambon pecah, akhirnya Masyarakat sekitar menjadikan alat musik ini kolaborasi dengan kesenian islami, kesenian ini berupa kesenian tari Sawat. Sebuah tarian yang kental dengan adat Islami dan Melayu.

8. Alat Musik Bambu Hitada

Bambu Hitada

Bambu Hitada adalah sebuah alat musik tradisional dari daerah Maluku Utara, biasanya alat musik ini dimainkan dengan alat musik lainnya, dan dimainkan harus secara berkelompok, alat musik ini ada karena pada zaman dulu biasanya manusia hidup berdampingan dengan alam secara langsung. Maka dari itu masyarakat disini menggunakan bambu sebagai saran musik hiburan.

Menurut kepercayaan orang di Maluku pada jaman dulu, alat musik ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri dengan Tuhan, namun karena perkembangan agama islam sudah mulai meluas di Maluku, namun kebiasaan ini sudah tidak dilakukan lagi.

Cara memainkan alat musik ini sangatlah unik, yakni dimainkan dengan cara di hentakkan bambu secara bergantian, dengan bambu yang lainnya, biasanya pada bagian bawa bambu yang di hentakkan diberikan kain atau Karung Goni bertujuan agar tidak merusak lantai dan agar suara yang dihasilkan dari hentakan ini menghasilkan suara yang stabil.

9. Alat Musik Cikir

Alat Musik Cikir
Alat Musik Cikir

Alat Musik Cikir merupakan sebuah alat musik khas daerah Maluku yang terbuat dari bahan utamanya tempurung kelapa yang diisi batu atau biji-bijian keras. Sehingga Alat Musik Cikir menghasilkan nada bunyi hampir menyerupai alat musik Rumba. Cikir sendiri masuk dalam alat musik ritmis atau tidak bernada, Cikir biasanya dimainkan sebagai pelengkap musik tradisional lainnya yang ada di Maluku.

10. Alat Musik Leko Boko/Bijol

Leko Boko

Alat musik Maluku yang terakhir adalah alat musik yang bernama Leko Boko yang dimainkan dengan cara di petik sama halnya seperti gitar, bagian utama pembuatan Leko Boko adalah dari Labu Hutan dan kayu sebagai penopang Dawainya.

Selain dikenal sebagai alat musik tradisional dari Maluku Utara, alat musik Leko Boko juga ada di NTT (Nusa Tenggara Timur) yang biasa dimainkan bersamaan dengan alat musik Heo.

Berikut adalah beberapa alat musik khas dari Maluku, alat musik diatas memang sangat unik beragam bentuknya, dan menghasilkan suara-suara yang khas dan unik, maka dari itu sebagai masyarakat Indonesia harus mengenal kekayaan budaya kita apalagi bagi rakyat Maluku itu sendiri.