7 Alat Musik Betawi Beserta Gambar dan Penjelasannya

Alat Musik Betawi

Kalimat.ID – Betawi merupakan suku yang berada di Indonesia khususnya tinggal di Ibukota Jakarta, namun orang Betawi aslinya sendiri sudah jarang kita temui di Ibu Kota Jakarta, namun jika membahas masalah Betawi tak lengkap rasanya jika tak membahas salah satu Alat Musik Betawi ini.

Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki alat musik masing-masing termasuk salah satunya Musik Betawi yang akan di bahas pada artikel kali ini, selain Betawi terkenal dengan bahasa dan budayanya akan tetapi tidak kalah pamor juga dari alat musiknya.

Agar kita bisa melestarikan budaya Betawi setidaknya juga kita mengenal Alat Musik Betawi yang kini kian tidak dikenal oleh masyarakat Betawi itu sendiri dan masyarakat Indonesia pada umumnya, maka dari ini saya akan mengulas nya untuk Anda dalam pembahasan Musik Betawi yang bisa Anda jadikan sebuah referensi untuk belajar bersama.

7 Daftar Alat Musik Betawi Jadi Bahan Belajar Kita Semua

Dari keenam alat musik yang dibahas di bawah ini dijelaskan juga darimana kisah atau sejarah alat musik ini ada, kebanyakan alat musik Betawi diadaptasi dari berbagai kebudayaan dari luar Sunda Kelapa (Jakarta) kemudian diremake menjadi sebuah alat musik yang memiliki ciri khas sendiri.

1. Musik Betawi Tanjidor

tandijor
Image by: mpokiyah.com

Alat musik yang biasa disebut Tanji atau bahasa lengkapnya Tanjidor merupakan salah satu alat musik milik betawi dengan bentuk berkonsep Orkes, alat musik ini dikenal sejak abad ke-19 atas perintah Augustijn Michiels atau biasa dikenal dengan nama Mayor Jantje yang tinggal didaerah Citeureup, Jawa Barat.

Alat musik Tanjidor diambil dari nama kelompok sisa musik Tangsi (Asrama Militer Milik Jepang) dimainkan oleh orang-orang Betawi saat bekerja bukan hal sebagai pemain musik, hal ini dilakukan untuk sebuah kepuasan batin dan kesenangan serta kegemaran Masyarakat Betawi.

Tanjidor merupakan salah satu grup musik tradisional asal Betawi yang terkenal, seni musik ini banyak dipengaruhi oleh alat musik dari Eropa, alat musik Tanjidor sendiri dikembangkan di Bekasi dan Karawang oleh Masyarakat Betawi yang tinggal disana pada saat itu, alat musik Tanjidor sangat akrab dengan kehidupan sosial masyarakat sekitarnya.

Tanjidor merupakan musik ensambel yang lahir dari masa penjajahan kolonial Hindia-Belanda, kata “Tanjidor” sendiri dikutip dari bahasa Portugis yakni “Tangedor” yang memiliki arti alat musik berdawai, namun dalam kenyataan yang ada alat musik Tanjidor dari Portugis dan Betawi sangatlah berbeda, justru alat musik  Tanjidor lebih kearah alat musik tiup melainkan dawai itu sendiri.

Alat musik Betawi Tanjidor biasanya di mainkan dalam peran kesenian yang terdiri dari beberapa orang seperti pemain Klarinet (dimainkan dengan ditiup), Trombon (dimainkan dengan ditiup), Piston (dimainkan dengan ditiup), Saksofon Tenor (dimainkan dengan ditiup), Drum (Membranofon), Saksofon Bas (dimainkan dengan ditiup), Simbal (Perkusi), dan Tambu.

Group musik Tanjidor biasanya terdirikan atas 7 orang yang masing-masing memiliki peran dengan alat musik yang berbeda seperti penjelasan diatas, biasanya dimainkan repertoar lagu diatonik dengan lagu atau musik yang memiliki nada pelog dan juga slendro.

Biasanya alat musik Tanjidor dimainkan saat-saat tertentu seperti pesta pernikahan, menyambut tamu spesial. Namun pada zaman dahulu kala, para seniman alat musik Tanjidor menggantungkan alat musik mereka di rumahnya dan bisanya dimainkan saat musim bercocok tanam.

2. Musik Betawi Sukong

alat musik sukong

Budaya Betawi merupakan sebuah akulturasi dari berbagai budaya yang berada di Nusantara, hal ini tampak jelas dari kesenian adat Betawi yang memperlihatkan keunikan dari budaya Betawi itu sendiri. Keunikan dari salah satu adat Betawi adalah dengan memperlihatkan perpaduan budaya adalah gambang keromong.

Dalam kesenian Betawi terdapat alat musik Nusantara lainnya seperti Gambang dan Krecek, ada juga alat musik tradisional diambil dari tradisi China (Tionghoa), salah satu kesenian yang biasa dipakai adalah gambang keromong atau biasa disebut dengan sukong.

Jika dilihat dari cara memainkan-nya alat musik Sukong hampir mirip dengan musik rebab berasal dari Arab Saudi, namun saja, Sukong lebih kecil ukurannya, dan hanya memiliki dua dawai saja. Sukong sendiri dimainkan dengan cara digesekkan menggunakan sebuah alat yang mengenai dawainya, hampir seperti Biola.

Hal yang unik dari alat musik Sukong adalah bagian bodi alat musik Sukong ini terbuat dari bahan batok kelapa, sedangkan untuk busurunya sendiri terbuat dari bahan batang pohon yang memiliki elastisitas yang lembut. Sedangkan biasanya dipakai untuk busurnya sendiri menggunakan bulu dari seekor kuda jantan.

Alat musik Sukong ini biasanya dimainkan dalam mengiringi kesenian Betawi seperti Ondel-ondel dan Lenong, sebagai alat musik melodi, alat musik Sukong menghasilkan sebuah lagu Betawi seperti Kicir-kicir dan Si Jali-jali.

Sukong sendiri lahir dari musik tradisi dan budaya Betawi yang secara plural, selayaknya alat musik Sukong menjadi perhatian pemerintah setempat dan para budayawan dan senirupawan agar alat musik ini bisa tetap eksis dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman, yang mulai ditinggalkan oleh anak-anak milenial.

3 Alat Musik Tehyan

Tehyan
Iamge by: pusatpandang.com

Tehyan merupakan salah satu musik Betawi yang bahannya terbuat dari kayu jati dengan tabung rasonansi yang terbuat dari bahan batok kelapa, dan dilengkapi dengan senar. Alat musik Tehyan diadaptasi dari budaya China, biasanya ini dimainkan beriringan dengan alat musik Tanjidor.

Tehyan merupakan salah alat musik yang dimainkan dengan digesek, berbentuk panjang dengan bagian bawahnya sedikit lebar, jika ditelik lebih detail alat musik Tehyan ini mirip dengan rangka manusia yang dari bagian badan hingga bokong.

Tehyan biasanya dimainkan dengan diatonis lebih kepermainan feeling atau sebuah perasaan, hal ini Tehyan membuat berbeda dari alat musik lainnya. Cara bermainnya sendiri dengan digesek kepada dawai atau senar yang sudah terpasang seperti bermain Biola.

Alat musik Tehyan sendiri memiliki 3 jenis yakni Sukong, Tehyan dan Kong Ahyan, perbedaan dari ketiga alat musik ini adalah dari segi ukuran fisiknya, Sukong jika dilihat memiliki ukuran yang lebih besar dengan nada dasar G, sedangkan Kohyan memiliki ukuran kecil dengan nada dasarnya D, untuk Tehyan sendiri biasanya ber-Rythem dengan ukuran menengah dengan nada Dasar A.

Saat ini alat musik Tehyan sangat jarang sekali dimainkan apalagi ditemukan di tempat biasanya, alat musik Tehyan biasanya dimainkan pada acara kebudayaan Betawi, seperti sebuah pertunjukan Gambang Karomong, ondel-ondel dan pentas seni Lenong.

4. Alat Musik Kemong

alat musik kemong
Image by: budayajawa.id

Betawi merupakan sebuah adat suku budaya yang memiliki ciri khas yang unik terlihat jika dari logat suaranya memiliki khas Betawi asli, umumnya suku Betawi bisa ditemukan di Ibu Kota Jakarta, Budaya Betawi merupakan budaya yang memiliki macam campuran didalam budayanya atau biasa disebut dengan istilah Mestizo.

Sejak kedatangan Hindia-Belanda di Sunda Kelapa (nama Jakarta dulu) banyak hal yang membuat orang lain tertarik mengunjungi Jakarta salah satunya karena sebuah alat musik yakni Kemong. Kemong sendiri merupakan salah satu alat musik tradisional dari adat Betawi, yang memiliki bentuk seperti Gong kecil yang biasa kita temukan dalam sebuah gamelan di Sunda dan Jawa, Kemong sendiri merupakan bagian dari Gambang Keromong di Jakarta.

5. Alat Musik Kecrek

alat musik betawi

Alat musik Kecrek adalah sebuah alat musik perkusi biasa digunakan dalam sebuah seni perdalangan, Kecrek sendiri biasanya iring-iringan musik sebagai sebuah isyarat semacam bentuk aba-aba iringan atau gerakan pada sikap Wayang, Kecrek juga biasa digunakan sebagai variasi dalam sebuah musik, alat musik Kecrek biasanya dimainkan mengeluarkan bunyi “crek, crek, crek”.

Alat musik kecrek Betawi terbuat dari bahan besi dan dibuat menjadi lempengan sehingga jika dipukul akan mengeluarkan bunyi kecrek-kecrek makanya diberinama musik kecrek, selain itu penopang dari alat musik kecrek ini terbuat dari bahan kayu, jadi perpaduan antara bahan besi dan penopangnya kayu sehingga menjadi sebuah alat musik kecrek Betawi.

Cara bermainnya sendiri berbeda dengan alat kecrek yang umumnya biasa kita jumpai di acara musik dangdut, pengamen memukul kecrek menggunakan kedua tangan, namun musik Betawi yang satu ini sedikit berbeda, ketika ingin memainkannya harus memaki alat kayu agar menghasilkan bunyi kecrek-kecrek.

Kecrek sendiri masuk dalam kategori alat musik perkusi yang biasa dimainkan dalam seni perdalangan atau wayang, alat musik kecrek ini sendiri biasanya sebagai pemberi isyarat dalam sebuah teater atau sebuah aba-aba terhadap sikap atau gerak sang wayang. Selain itu musik betawi kecrek juga berfungsi untuk penghias atau pelengkap seni musik, sehingga dengan adanya bunyi kecrek dari alat ini bisa memadukan suara nan indah enak untuk didengarkan.

6. Alat Musik Keroncong Tugu

keroncong tugu
Image by: tempo.co

Alat musik Keroncong Tugu merupakan sebuah warisan dari keluarga Quicko, Guido merupakan generasi ke-4 dari keluarga Quicko, kemunculan alat musik Keroncong Tugu tak lepas dari sejarahnya kedatangan nenek moyang Guido ke Sunda Kelapa (Jakarta).

Kata Guido sendiri diambil dari bahasa Belanda yang datang ke Malaka pada tahun 1641, orang-orang Portugis pada sebelumnya berkuasa, dibuang sekitar 23 dari 800 keluarga dan disingkirkan ke kawasan hutan belukar di Tenggara Sunda Kelapa, yang kemudian kini menjadi Kampung Tugu.

Maka dari sana keluarga mereka yang terasingkan dari keramaian kota, sebagai pengganti hiburannya 23 keluarga itu menciptakan sebuah alat musik dari berbahan kayu dari tumbuh-tumbuhan disekitarnya, bentuknya hampir menyerupai gitar pada umumnya.

Namun saja jumlah sebenarnya hanya memiliki 5 senar saja, mereka menyebutnya dengan sebutan Jitara, jika dibunyikan akan mengeluarkan suara crong-crong, begitulah kira-kira iramanya yang keluar dari alat musik ini, maka dari itu mereka menyebutnya dengan nama alat musik Keroncong yang berasa dari Tugu.

7. Alat Musik Ningnong

alat musik ningnong
Image by: budayajawa.id

Secara umum musik Betawi biasanya dipakai untuk acara-acara berbagai kesenian adat Betawi itu sendiri, biasanya dimeriahkan untuk acara adat, acara besar Betawi alat musik ini baru dipakai, Alat musik Ningnong pada jaman dulu digunakan oleh penduduk China yang tinggal di Betawi pada jaman dulu, dan alat musik ini masuk dalam alat musik gesek, nah di Betawi sendiri memiliki 3 jenis alat musik gesek yakni, Tehyan, Kongahyan hingga Ningnong.

Maka dari itu kita harus bisa melestarikan musik Betawi yang mulai luntur ditinggalkan baik oleh Masyarakat, dan Pemerintah itu sendiri, sebaiknya kita bisa lebih mengenal budaya, negara Indonesia bisa dikatakan kaya oleh bangsa sendiri dan bangsa lain karena memiliki kebudayaan yang banyak bukan hanya saja dari kandungan alam yang ada di tanah air, jika kalian setuju dengan saya bantu share ini agar banyak orang lain sadar akan kebudayaan yang mulai tergerus oleh zaman.